cover
Contact Name
Hangga Hardhika
Contact Email
hanggadhika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hanggadhika@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior
ISSN : 19780702     EISSN : 25806521     DOI : -
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior merupakan jurnal ilmiah berkala yang ditujukan untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian, pengembangan, dan studi pustaka di bidang desain interior. Terbit dua kali setahun, yaitu setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2020): September 2020" : 5 Documents clear
Karakteristik Ruang Pembelajaran Menggunakan Kumpulan Karya Simulasi Octavianus Cahyono Priyanto
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 8, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v8i2.5200

Abstract

Mendesain ruang pembelajaran komunal adalah sebuah proses sosial-kreatif yang diyakini dapat menghasilkan desain sesuai harapan jika melibatkan calon penggunanya sebanyak mungkin, namun pada praktiknya hal ini dianggap kurang praktis. Biasanya mereka dilibatkan pada survei preferensi visual secara pasif. Namun kini perkembangan teknologi memungkinkan sejumlah besar partisipan terlibat secara aktif membuat usulan desain melalui platform lingkungan virtual secara daring. Pada penelitian ini 178 usulan ruang pembelajaran melalui platform tersebut dikumpulkan dan dipelajari lebih lanjut dengan melibatkan 5 orang pakar. Pada tahap awal didapatkan 20,79 % mendapat nilai di atas rata-rata. Selanjutnya karakteristik dari masing-masing kelompok tersebut dianalisis dengan melibatkan 53 partisipan. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran tentang preferensi pengguna mengenai desain ruang pembelajaran komunal yang ideal.
Analisis Kenyamanan Desain Interior di Supermarket Studi Kasus : Ranch Market dan The Gourmet Nancy Halim; Grace Kattu
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 8, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v8i2.5201

Abstract

Dalam desain interior, kenyamanan sama pentingnya dengan keindahan desain. Tanpa kenyamanan, pengguna hanya dapat menikmati desain sejauh mata berjalan tetapi tidak dapat digunakan oleh pengguna karenanya nilai desain terdegradasi karena desain interior tergantung pada kenyamanan, kualitas, dan estetika. Tanpa kenyamanan dalam desain interior, estetikanya tidak bisa dinikmati. Dengan demikian, kenyamanan dalam desain interior harus hadir pada elemen kunci di interior agar desain dapat ditangkap oleh orang yang melihatnya. Angka yang paling tinggi pada pengguna adalah interior ritel. Desain toko ritel telah mengambil dunia interior dengan sungguh-sungguh, karena ritel selain dari produk yang dijualnya, desain interior sangat mengambil kesuksesan toko ritel. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan, toko-toko telah naik untuk memberikan tuntutan tinggi dalam kebutuhan sehari-hari. Sebagian besar kebutuhan sehari-hari adalah produk makanan, kebersihan, dan kebutuhan lainnya yang banyak ditemukan di Supermarket yang berada di banyak lokasi pedesaan di Surabaya. Di Surabaya saja, toko ritel adalah jantung dan jiwa terhadap kesehatan keuangan dan interaksi sosialnya di masyarakat lebih lanjut, Supermarket telah tumbuh dalam desain interiornya juga merupakan barang dagangan visual yang dikandungnya. Pada akun itu, penelitian ini berfokus pada analisis lebih lanjut ke dalam kenyamanan yang sesuai dalam desain interior yang menunjukkan apakah objek yang kami teliti, mengambil kenyamanan desain interior karena rencana desain toko. Metode yang digunakan pada penilitian ini adalah metode observasi langsung objek dan analisa. Dalam analisa penilitian, ditemukan bahwa objek yang diteliti masih cukup memenuhi standar kenyamanan interior, meskipun masih ada kekurangan dalam desain yang bisa lebih dikembangkan lagi.
Konsep Ecotourism Masa Transisi Pandemi Covid-19 di Desa Wisata Kerajinan Bambu Brajan Yogyakarta Yayu Rubiyanti
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 8, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v8i2.5202

Abstract

Situasi yang tidak menentu yang diakibatkan oleh pandemi global COVID-19 serta adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar menyebabkan masyarakat membatasi serta mempersempit aktivitas sosial yang berkaitan dengan kegiatan luar rumah. Pembatasan sosial ini menyebabkan tekanan yang tinggi pada masyarakat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Mulai diberlakukannya masa transisi menuju normal baru disambut gembira oleh masyarakat dengan cara melakukan berbagai aktivitas di luar rumah meskioun dengan protokol yang ketat. Tujuan rekreasional seperti jogging, bersepeda menjadi trend setelah masa transisi normal baru diberlakukan. Jenis wisata yang relatif mampu mengakomodir kebiasaan baru masyarakat tersebut adalah wisata ecotourism. Ecotourism dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat untuk beraktivitas di luar ruangan sekaligus menyediakan berbagai fasilitas yang memenuhi batasan-batasan dalam protokol kesehatan. Salah satu destinasi wisata yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai wisata ecotourism adalah Desa Wisata Brajan. Desa ini berlokasi tidak terlalu jauh dari pusat kota, sehingga relatif mudah dijangkau.Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan kriteria konsep wisata berwawasan ekologis sesuai dengan potensi-potensi yang dimiliki Desa Wisata Bambu Brajan Yogyakarta. Penelitian ini sangat penting dilakukan karena pada masa adaptasi baru transisi pandemi COVID-19 seperti terjadi saat ini juga memunculkan peluang untuk meningkatkan kunjungan wisata. Penelitian ini menggunakan metode design thinking, data penelitian didapatkan dari hasil observasi lapangan serta wawancara. Hasil penelitian yang ditargetkan adalah kriteria model ruang Desa Wisata Brajan yang sesuai dengan kaidah ecotourism pada masa transisi pandemi covid-19.
Kajian Makna Saka Guru di Masjid Gedhé Mataram Kotagede Yogyakarta (Sebuah Tinjauan Arsitektur) Ajeng Kusuma
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 8, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v8i2.5198

Abstract

Yogyakarta merupakan satu dari sekian banyak kota di Indonesia yang dikenal sebagai kota pelajar, kota ini juga berjuluk sebagai kota budaya. Hasil pertimbangan dari 14 kawasan konservasi di Yogyakarta mengerucut pada wilayah Kotagede sebagai salah satu cagar budaya. Eksistensi objek pusaka di Kotagede dianggap relatif baik dan masih terjaga keasliannya. Sejarah mencatat, para raja Nusantara pemeluk agama Islam berganggapan masjid sebagai pelengkap ibukota kerajaan. Konsepsi masjid-makam secara garis besar menjadi suatu sinergi yang tidak dapat terpisahkan dari sejarah Masjid Gedhé Mataram Kotagede sebagai masjid tradisional. Hal menarik dari Masjid Gedhé Mataram Kotagede yakni pada ruang utama terdapat empat tiang sebagai penopang atap, bernama saka guru. Saka guru tidak hanya dimaknai sebagai penopang struktur bangunan, tetapi memiliki makna simbolis tertentu sehingga menarik untuk dikaji. Penelitian menerapkan metode kualitatif dan berproses secara rasionalistik dengan pendekatan semiotika. Pendekatan semiotika model Saussure diggunakan sebab manusia cenderung memiliki keinginan untuk membuat signifikansi makna di atas segalanya. Manifestasi tanda membantu konstruksi utopia spiritual pada Saka Guru. Hasilnya berupa hubungan kosmos, terutama pengalaman manusia saat terkoneksi dengan arah vertikal menghubungkan dunia spatial dan alam kosmos. Saka Guru di Masjid Gedhé Mataram Kotagede memiliki dua orientasi yakni menuju arah kiblat serta arah vertikal menuju hubungan platonik dengan sang pencipta.
Estetika Inklusif pada Rumah TInggal Penyandang Tuna Netra Mahdi Nurcahyo
LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 8, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v8i2.5199

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian untuk menelisik bagaimana sensitivitas indrawi tunanetra dalam menciptakan dan memaknai estetika inklusif pada rumah tinggalnya. Ketidakmampuan indra penglihatan mereka bukan menjadi penghalang melainkan menjadi potensi yang membuka peluang bagi mereka dalam memudahkan aktivitas keseharian di dalam rumah. Sensitivitas indra dan memori yang kuat pada diri tunanetra menyingkap narasi tentang “rumah yang ramah”. Melalui sense of experience, tunanetra memiliki kemampuan subtil dalam membaca bentuk, jenis material, dan skala ruang. Pengalaman indrawi tunanetra tersebut berkelindan dengan proses adaptasi sehingga membutuhkan tahapan khusus untuk menyusun konfigurasi ruang yang ramah untuk mereka huni.

Page 1 of 1 | Total Record : 5