cover
Contact Name
Kurnia Rahmad Dhani
Contact Email
kurniadhani@isi.ac.id
Phone
+6281362081363
Journal Mail Official
jurnalekspresi@isi.ac.id
Editorial Address
Jl. Parangtritis No.KM.6.5, Glondong, Panggungharjo, Kec. Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ekspresi: Indonesian Art Journal
ISSN : 14114305     EISSN : 29645921     DOI : https://doi.org/10.24821/ekp.v1i11
EKSPRESI is a double-blind peer-reviewed international journal published twice a year in April and October. Ekspresi published by Institut Seni Indonesia Yogyakarta. This journal contains articles on research results, conceptual ideas, art creation, and community service activities in the fields of arts and humanities.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2023)" : 5 Documents clear
ENSEMBEL GAMOLAN: MENGETAHUI BAKAT AUDIASI DAN IMITASI ANAK USIA DINI Hasyimkan Hasyimkan; Agung Hero Hernanda; Erizal Barnawi; Ari Palawi; Arwina Indira Purnama; Destiana Fatma Sari
EKSPRESI: Indonesian Art Journal Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v12i1.9548

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bakat audiasi dan imitasi anak dalam bermain instrumen tradisional gamolan dari Lampung. Audiasi adalah bagian yang utuh dari bakat dan pencapaian kemampuan musikal. Kemampuan audiasi adalah kemampuan yang tidak dapat dipelajari karena merupakan bakat musikal yang muncul secara alami. Imitasi adalah tindakan peniruan yang merupakan langkah awal dalam mengembangkan potensi pendengaran melalui orang lain. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimen yang dilakukan selama 10 kali pertemuan selama 5 minggu dengan pola dua kali dalam sepekan. Subjek penelitian ini adalah siswa Taman Kanak-kanak Assyafi’iyah Jati Indah Tanjung Bintang Lampung Selatan yang berjumlah 20 orang anak usia dini berusia 5 – 6 tahun yang sebelumnya tidak mengenal alat musik gamolan. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat dua anak yang tergolong memiliki kemampuan audiasi dan 18 anak yang berkemampuan imitasi dari 20 orang subjek yang dibagi dalam dua kelompok yaitu 10 pemain gamolan pembawa melodi utama dan 10 pemain rebana sebagai pembawa iringan musik gamolan.Kata kunci: Audiasi, Imitasi, Gamolan, Lampung  AbstractThis study aims to determine children's audiation and imitation talents in playing traditional gamolan instruments from Lampung. Audition is an integral part of talent and musical ability achievement. Audiation is a naturally occurring musical talent. Imitation is an act of imitation which is the first step in developing hearing potential through others. This study used the pre-experimental method, conducted for ten five-week meetings with a pattern of twice a week. The subjects of this study were 20 students at the Assyafi'iyah Jati Indah Tanjung Bintang Kindergarten, South Lampung, totaling 20 early childhood children aged 5-6 years who were previously unfamiliar with gamolan musical instruments. Twenty subjects were divided into two groups: ten gamolan players as carriers of the main melody and ten rebana tambourine players as carriers of gamolan music accompaniment. This study found that two children had the audiation ability, and 18 children had the imitation ability.Keywords: Audiation, Imitation, Gamolan instruments, Lampung 
PENATAAN ARTISTIK FILM TARI ‘WATESMANTRA’ BERBASIS PUISI Zahrina Zatadini; Pandan Pareanom Purwacandra
EKSPRESI: Indonesian Art Journal Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v12i1.10207

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk merancang penataan artistik film tari yang berbasis puisi berjudul “Watesmantra”. Puisi “Watesmantra” mengisahkan seorang anak yang turun ke dunia dan mencari pemaknaan dari semua ilmu pengetahuan serta pengalaman hidup yang ingin dan sudah ia dapatkan. Film Tari dikemas dengan pendekatan tradisi kontemporer. Perancangan dilakukan dengan menginterpretasi puisi dan mewujudkan visualnya dengan prinsip-prinsip desain elementer sesuai dengan tema dan konsep yang telah ditentukan. Metode yang dilakukan adalah dengan penelitian artistik, yaitu dengan melibatkan penciptaan suatu karya seni sebagai bentuk pengumpulan data atau informasi. Penelitian dilakukan dengan tahap pengamatan, analisis data, penciptaan karya seni, evaluasi dan interpretasi karya seni. Penulisan berupa deskripsi analitis dengan teori prinsip desain elementer. Analisis data bermula dengan menguraikan puisi per bait, interpretasi, dan memvisualisasikan dalam bentuk unsur rupa sebagai penanda dari makna yang akan disampaikan. Hasil dari penelitian ini adalah berupa rancangan penataan artistik dengan uraian rinci puisi yang terwujud dalam proses praproduksi.Kata kunci: Tata Artistik, Film Tari, Desain Elementer. AbstractThis study aims to design the artistik arrangement of a poetry-based dance film entitled “Watesmantra”. “Watesmantra”'s poem tells of a human who comes to earth and seeks meaning from all the knowledge and life experiences that he wants and got. This dance film wrapped in a contemporary tradition approach. The design is done by interpreting the poetry and realizing the visuals with elementary design principles in accordance with predetermined themes and concepts. The method used is artistik research, involving the creation of a work of art as a form of data or information collection. The research was carried out with the stages of observation, data analysis, creation of works of art, evaluation and interpretation of works of art. Writing in the form of an analytical description with the theory of design principles. Data analysis begins with a breakdown of the poem per stanza, interpretation is carried out and visualization in the form of visual elements as markers of the meaning to be conveyed. The result of this research is in the form of an artistik arrangement design with a poetry breakdown which is materialized in the pre-production process.Keywords: Art Development, Dance Film, Design Principles.
INTERPRETASI KONSERTO CELLO NO. 4 KARYA GEORG GOLTERMANN PADA PRAKTIK PEMBELAJARAN CELLO Lintang Pramudia Swara
EKSPRESI: Indonesian Art Journal Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v12i1.10395

Abstract

AbstrakKomposisi konserto karya Georg Goltermann telah terkenal dan menjadi basis materi bagi pelajar cello di seluruh dunia. Salah satu yang paling terkenal yakni konserto cello no. 4 dalam G Mayor Opus 65 karena kekuatan karakter melodinya maupun muatan unsur musiknya. Karya ini populer di kalangan pelajar cello sebagai student concerto karena menawarkan berbagai material musikal yang mendukung pengembangkan teknik permainan dimulai dari fingering, shifting, framing, serta kekayaan dan keindahan musiknya. Komposisi ini juga memberikan kesempatan bagi para cellist untuk mengonsep bagaimana interpretasi yang akan diolah. Artikel ini hendak mengungkap bagaimana material interpretasi yang diinstruksikan oleh Goltermann dapat dikonsep sebagai opsi yang mampu diolah ulang demi terbangunnya ekspresi musik yang tepat dan memikat. Metode yang digunakan adalah observasi latihan dan studi literatur berkenaan dengan komposer dan notasi karya musik. Singkatnya, penulis menemukan bahwa diversitas material yang dimuat dalam karya ini menjadi faktor utama yang berperan dalam membentuk pemahaman tentang interpretasi karyanya. Instrumen cello mengalami deformasi peran dan menawarkan tata cara yang baru lewat berbagai misi pedagogis yang diupayakan oleh komposer seperti Georg Goltermann. Karya konserto-nya menjadi bahan pembelajaran yang penting untuk pengembangan aspek teknis dan interpretatif.Kata kunci: cello, Goltermann, interpretasi, pedagogi, teknik AbstractGeorg Goltermann's cello concertos have achieved worldwide renown and serve as foundational material for cello students across the globe. Among them, Cello Concerto No. 4 in G Major, Opus 65 stands out as particularly renowned due to the strength of its melodic character and the richness of its musical elements. This composition has gained popularity among cello students as a staple concerto, offering a wide range of musical materials that support the development of technical proficiency, including fingering, shifting, and framing, as well as its musical richness and beauty. Moreover, this work allows cellists to conceive their own interpretations. This article aims to unveil the interpretative materials prescribed by Goltermann and how they can be reinterpreted to achieve precise and captivating musical expressions. The research methodology employs observations of practice sessions and a study of literature pertaining to the composer and the musical notation. In conclusion, the author discovers that the diversity of materials presented in this concerto plays a pivotal role in shaping the understanding of its interpretation. The cello as an instrument undergoes a redefined role and offers novel techniques through various pedagogical missions envisioned by a composer such as Georg Goltermann. His concerto works stand as crucial educational resources for advancing technical and interpretative aspects.Keywords: cello, Goltermann, interpretation, pedagogy, techniques
TERAPI MUSIK DAN ANAK AUTISME: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR Florisia Revanya Josephine; Clarissa Orenda; Lamria Roliharni Silalahi
EKSPRESI: Indonesian Art Journal Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v12i1.10550

Abstract

AbstrakTerapi musik adalah suatu pendekatan intervensi yang memanfaatkan musik sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan keterampilan berkomunikasi, ekspresi emosi, fokus perhatian, interaksi sosial, dan keterampilan esensial lain pada individu dengan gangguan spektrum autisme. Terapi musik untuk anak autistik berbeda-beda yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan preferensi anak. Intervensi musik dapat berupa kegiatan auditif pasif mendengarkan hingg aktif bergerak dalam aktivitas bermain musik yang lebih kompleks. Tulisan ini hendak meninjau penelitian-penelitian terdahulu tentang hubungan terapi musik dengan anak autisme di Indonesia. Penelitian dilakukan melalui studi literatur untuk melihat bagaimana pengaruh terapi musik pada anak autisme. Tinjauan literatur menunjukkan bahwa terapi musik memberikan pengaruh yang bermakna pada perkembangan perilaku seperti perkembangan kemampuan berkonsentrasi, kemampuan berbahasa, serta perkembangan kognitif anak.Kata kunci: autisme, musik, terapi musik AbstractMusic therapy is an intervention approach that utilizes music as a tool to enhance communication skills, emotional expression, attention focus, social interaction, and other essential abilities in individuals with autism spectrum disorder. Music therapy for autistic children varies depending on individual needs and preferences. Music interventions can range from passive auditory activities such as listening, to active engagement in more complex musical play activities. This paper aims to review previous research on the relationship between music therapy and children with autism in Indonesia. The research is conducted through a literature study to examine the impact of music therapy on autistic children. The literature review reveals that music therapy has a significant influence on behavior development such as improved concentration, language or verbal skills, and cognitive development in children with autism spectrum disorder.Keywords: autism, music, therapy, health
PERAN DIREKTUR MUSIK DALAM SYMPHONY ORCHESTRA DAN LIGHT MUSIC ORCHESTRA: KELOMPOK ORKESTRA DI YOGYAKARTA Atika Septiana Laksmi
EKSPRESI: Indonesian Art Journal Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v12i1.10648

Abstract

AbstrakDirektur Musik adalah aditokoh yang bertugas untuk memimpin berjalannya pertunjukkan musik, terutama pada orkestra. Direktur musik mengarahkan dan mengoordinasi pemain orkestra menggunakan gerakan tangan ataupun stik baton. Artikel ini bertujuan untuk mendeskipsikan peran direktur musik dalam ranah musik hiburan dan musik edukatif pada beberapa orkestra di Yogyakarta. Penelitian dilakukan pada satu kelompok Symphony Orchestra dan dua kelompok Light Music Orchestra. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara semi-terstruktur terhadap tiga direktur musik orkestra, yaitu pada  Orkestra Mahasiswa Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Aditya Music Project, dan Puput Pramuditya Music Production. Penelitian ini menunjukkan bahwa direktur musik melakukan pengelolaan organisasi secara efektif dan efisien dan dapat dijelaskan melalui empat fungsi manajemen yaitu planning, organizing, leading, dan controlling. Direktur musik pada masing-masing kelompok yang diteliti memiliki peran yang relatif sama meskipun direktur musik dari dua kategori tersebut memiliki masa tugas yang berbeda. Perbedaan peran direktur musik pada light music orchestra dan symphony orchestra adalah terdapat perbedaan prosedur dalam menentukan pemilihan pemain musik, penyusunan aransemen karya musik, serta peran sebagai konduktor.Kata kunci: direktur musik, pertunjukan musik, orkestra mini, orkestra simfoni  AbstractThe Music Director is a prominent figure responsible for leading musical performances, particularly in orchestras. The Music Director conducts and coordinates the orchestra members using hand gestures or a baton. This article aims to describe Music Directors’ role in entertainment and education within several orchestras in Yogyakarta. The research was conducted with one Symphony Orchestra group and two Light Music Orchestra groups. The research method was qualitative descriptive, utilizing semi-structured interviews with three Music Directors from the Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta Student Orchestra, Aditya Music Project, and Puput Pramuditya Music Production. The study reveals that Music Directors effectively and efficiently manage the organization and can be explained through the four functions of management, namely planning, organizing, leading, and controlling. The Music Directors in each examined group share relatively similar roles, despite differing tenures between the two categories. The distinction in the roles of Music Directors in light music orchestras and symphony orchestras lies in the procedures for selecting musicians, arranging musical compositions, and their role as conductorsKeywords: music director, music performance, light music orchestra, symphony orchestra 

Page 1 of 1 | Total Record : 5