cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 71 Documents
Search results for , issue "Jurnal Mahasiswa Desain Interior" : 71 Documents clear
PERANCANGAN INTERIOR RUMAH SAKIT MATA Dr. YAP YOGYAKARTA Sari Budi Indraswari
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.428

Abstract

Rumah sakit mata termasuk dalam rumah sakit terspesialisasi yang khusus melayani kesehatan mata. Dalam lingkungannya tetap dibutuhkan therapeutic environment meskipun pasien menderita sakit mata yang mengganggu penglihatan. Maksud therapeutic environment, adalah lingkungan yang memiliki nilai dan upaya penyembuhan terhadap pasien. Maksudnya, secara tidak sadar dan tidak langsung, lingkungan memberikan pengaruh positif dan negatif terhadap pasien dalam proses penyembuhan, selain itu juga mempengaruhi kinerja para petugas medis.Rumah Sakit Mata Dr. YAP Yogyakarta adalah satu-satunya rumah sakit mata yang ada di Yogyakarta. Bangunan ini setiap harinya selalu dikunjungi banyak orang baik itu pasien, keluarga pasien, bahkan tenaga medis. Hal tersebut tentunya menguntungkan bagi rumah sakit, namun di sisi lain hal tersebut menimbulkan permasalahan. Salah satunya mengenai munculnya lingkungan yang tidak kondusif yang dapat menyebabkan keadaan psikologis pasien bahkan petugas medis rumah sakit tersebut ikut terganggu.Desain adalah solusi untuk memecahkan masalah ini. Dalam perancangannya, perancang mengutamakan aksesibilitas yang nyaman bagi pengguna ruang terutama bagi pasien yang memiliki penglihatan terbatas, dimulai dari sirkulasi, penataan layout, serta pemilihan warna dan tekstur. Pada ruang-ruang yang didesain diharapkan dapat memberikan energi positif tidak hanya pada pasien tetapi juga para pengguna ruang lainnya. Dengan desain ruang yang maksimal, diharapkan membantu pasien sembuh dari sakitnya.Kata Kunci: Rumah sakit mata, therapeutic environment, aksesibilitas
PENERAPAN KOMPOSISI WARNA PADA INTERIOR SEKOLAH PAUD AL-AZHAR 31 DAN 38 DIYOGYAKARTA Supriyanto Yudi Asmoro
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.429

Abstract

Schools are places of learning and teaching activities or can also be called a place that is used to study and teach about social interaction. Indonesian government, has launched at least 9 years of learning activities, or often called the FAIR 9 years, starting from the age of 6 years, ranging from elementary school to the Junior High School. This is because the government is hoping that people's lives would beimproved if supported by adequate education. Nowadays people are very concerned about the education of children. Therefore, the parents do not want to wait long to have their children at the age of 6 years. So a lot of children with early childhood isinserted into pre-primary school or often also called early childhood school (Early Childhood Education). This is because the child will more quickly learn and interact at an early age. At an early age, usually the baby will be able to learn easily from the colors seen. Both on interior and furniture color class to place the baby learn. There are many colors that  empangaruhi knowledge of child development, there is also the theory that color can affect how the child develops memory and creation when learning. Education so that children at an early age is very important, and the color is one thing that affects the child's development as well as knowledge. Therefore, researchers are very interested to study the color used on early childhood school. In this case there needs to be discussion about the composition of any color and how the application of color composition in early childhood classrooms Schools AL-AZHAR31 and 38 Yogyakarta.Issues related to the selected the right kind of research to be used is descriptive research kualiatif. Qualitative descriptive study is a way to understand the object of research in the physical and non-physical form, of understanding and frameof the perpetrators themselves about the application of color that covers the interior space in Al-Azhar Kindergarten School 31 and 38 Yogyakarta. Descriptive research is a type of research that is intended to gather information about the status of a variable or theme, symptoms or circumstances that exist according to what it is at the time the study was conducted (Arikunto, 1993:309). Color composition is applied to the interior of the Al-Azhar schools ECD 31 and 38 Yogyakarta is more likely to use a combination or merger of two colors suchas penarapan on the walls and floors that use a combination of primary colors (red, blue, yellow) and secondary colors (green, orange, pink). The merger between the primary and secondary colors, is also used in furniture and props that are in earlychildhood classrooms Al-Azhar 31 and 38 Yogyakarta.Keywords: Color, Interior Early Childhood Education Al-Azhar 31 and 38Yogyakarta
PERANCANGAN INTERIOR RUMAH SAKIT JIWA GRHASIA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Widi Amanuli
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.430

Abstract

Sebagai rumah sakit jiwa terbesar di Yogyakarta, Rumah sakit jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi rujukan utama penanganan gangguan kejiwaan untuk memperoleh perawatan dan rehabilitasi penderita gangguan jiwa. Kebutuhan akan rumah sakit jiwa yang cenderung meningkat, menuntut rumah sakit jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta untuk terus meningkatkan kualitas dari segi fasilitas maupun pelayanan. Interior sebagai salah satu pendukung dalam meningkatkan kualitas rumah sakit, menjadikannyapenting untuk mendapatkan perhatian khusus pada perancangannya. Perancangan interior rumah sakit jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta ini meliputi bangsal Bima (ICU), bangsal Arimbi (bangsal inap VIP, klas 1 dan 2) dan bangsalShinta ( bangsal inap klas 3). Mengambil tema ”Memori” dengan gaya postmodern, yaitu dimana dalam penerapan desain pada interior mampu membantu proses penyembuhan melalui keamanan, kenyamanan, suasana, dan pengalaman yang dimunculkan kembali tidak jauh dari keseharian manusianormal.Kata Kunci : perancangan, interior, Rumah Sakit Jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta, postmodern.
PERANCANGAN INTERIOR KEDAI KEBUN FORUM TIRTODIPURAN YOGYAKARTA Indra Arista Ramadhan
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.604

Abstract

Yogyakarta is a city in Indonesia whose lively art and cultural activities attract local and international tourists. This uniqueness led Yustina Neni to build a restaurant, a gallery, and an art shop in one building. The number of art activities and artists’ interests to make exhibition in her space continuously increase, forces her to make a comfortable atmosphere there. The atmosphere is one of the most significant elements to build ideal exhibition circumstance in the gallery. The atmosphere is built through general elements in the space such as the floor, wall, plafond, furniture, and aesthetic elements.Based on the data collected through literatures, field studies, and survey done through the clients, staffs, and customers, the main problem occur is how to design the ideal interior to a restaurant, art shop and gallery. The interior design is not a mere general interior design, but is a specific set that can represent Kedai Kebun Forum’s character, meet the wants of the clients, and at the same time be a comfortable place for the customers and staffs.The management of Kedai Kebun Forum hopes that the gallery can be a comfortable space as a place for art appreciation in Indonesia. Besides, Kedai Kebun Forum hopes to be a café and restaurant that can represent Yogyakarta, not only Tirtodipuran area. They hope to make Kedai Kebun Forum as a cozy place to hang out in Yogyakarta, and at the same time is also chill, homey, and artsy. KEYWORD: Hangout-place, Art, homey
PERANCANGAN INTERIOR LOBBY, RESTAURANT & MEETING ROOM HOTEL LOTUS GARDEN KEDIRI Pangeran Timur
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.605

Abstract

Kediri adalah kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur Indonesia, yangdinobatkan sebagai peringkat pertama Indonesia Most Recommended City for Investment 2010 berdasarkan survei oleh SWA Business Digest sebagai kota terbaik untuk berbisnis dan berinvestasi. Pesatnya pertumbuhan ekonomi kota Kediri selaras dengan permintaan domestik akan hotel bisnis yang dikelola dengan baik dengan standar hotel berbintang dan fasilitas konferensi bermutu.Alasan itulah yang menjadikan pihak Lotus Garden Grup selaku pemilik Hotel Lotus Gaden Kediri me-redesign interior hotel untuk meningkatkan daya saing dengan muncul serta banyaknya hotel di kota Kediri. Perancangan interior Hotel Lotus Garden Kediri meliputi area lobby,restaurant indoor, restaurant outdoor, meeting room 1 dan meeting room 2. Tema “Kekedirian in City Hotel” yang diangkat diharapkan mampu mencirikan serta memberi nuansa Kediri kepada para pengunjung hotel yang singgah melalui aspek desain interiornya. Pemilihan tema didasari oleh kepedulian untuk menggali nilai Kekedirian yang terwujud pada ciri khas ragam hias dan pemilihan material lokal.Kata kunci : kediri, desain interior, hotel
KONTINUITAS ELEMEN PEMBENTUK RUANG DAN ELEMEN DEKORASI PADA MASJID AGUNG TUBAN PERIODE 1987 – SEKARANG Ibnu Mubarak
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.613

Abstract

Sebuah bangunan yang sudah tua pasti akan melewati berbagai perubahan dan kerusakan. Begitu juga dengan bangunan Masjid Agung Tuban. Masjid Agung Tuban merupakan salah satu masjid yang memiliki sejarah dalam kemajuan dan perkembangan Islam di Indonesia. Bangunan yang berusia sekitar 120 tahun ini sudah beberapa kali mengalami perubahan dan pemugaran. Berbagai penyesuaian pun telah dilakukan pada bangunan ini. Masjid yang terletak di sebelah barat alun-alun Kota Tuban ini memiliki keindahan arsitektur yang mengkombinasikan arsitektur Kolonial dan arsitektur Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontinuitas elemen pembentuk ruang dan elemen dekorasi pada Masjid Agung Tuban, sejak periode 1987 hingga saat ini.Hasil penelitian menunjukan adanya kontinuitas elemen pembentuk ruang dan elemen dekorasi yang masih tetap dipertahankan pada bangunan Masjid Agung Tuban walau telah beberapa kali mengalami pemugaran dan renovasi.Kata Kunci: Kontinuitas, , elemen pembentuk ruang, elemen dekorasi.
INTERIOR RUMAH MARGA THJIA DI KAWASANBUDAYA SINGKAWANG BARAT Ihwan Maulana
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.614

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui Interior Rumah Marga Thjia (peranakan Tiong Hoa) yang berada di Kawasan Budaya tepatnya di Jalan Budi Utomo bernomor 37 bangunan ini adalah bangunan tua warisan arsitektur tionghoa yang dibangun bergaya Tiongkok Utara dengan konsep bangunan “四合院” (sì hé yuàn), yang berarti halaman/courtyard yang dikelilingi oleh empat rumah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aktifitas yang terjadi di masing masing rumah berbeda-beda yang mengakibatkan penataan rumah menjadi berbeda, hal ini dikarenakan adanya aktifitas  produksi dan aktifitas non produksi atau aktifitas harian yang ada pada rumah biasa umumnya. perbedaan aktifitas ini mengakibatkan terjadinya kebutuhan fungsi dan bentuk ruang yang berbeda beda dari masing masing rumah, sedangkan untuk aktifitas ritual peribadatan tidak dilakukan dimasing masing rumah namun dilakukan di satu tempat yaitu Wihara yang terletak di tengah tengah Kawasan Marga Thjia. Dari sejak awal dibangun sampai sekarang masing masing penghuni rumah masih mempertahankan material kayu sebagai element pembentuk ruang walaupun sudah mengalami beberapa perbaikan atau perenovasian karena kerusakan maupun perkembangan zaman akan tetapi material yang diganti juga masih berunsur kayu. Simbol atau identitas yang umumnya tidak terdapat pada rumah cina lain namun terdapat pada rumah di Kawasan Marga Thjia ini adalah adanya plang kayu yang bertuliskan kalimat kalimat mutiara yang mengandung arti yang berbeda pada masing masing rumah di Kawasan Marga Thjia serta padasetiap rumah di Kawasan Marga Thjia ini tidak di temukan aturan aturan yang jelas dalam menata rumah baik yang diturunkan dari nenek moyang maupun aturan yang baru di buat oleh penghuni rumah saat ini. Kata kunci : Permukiman, Interior, Tionghoa
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN INTERIOR VILLA D’COLLINA JIMBARAN-BALI Cicilia Sonya Trusthawati
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.617

Abstract

Pulau Bali terkenal memiliki tempat-tempat wisata menarik yang mampu mengundang para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.Kedatangan banyaknya para wisatawan ke pulau ini menyebabkan munculnya beragam jenis akomodasi dengan berbagai penawaran yang menarik di Bali dengan berbagai macam kualitas tempat dan pelayanan yang ditawarkan untuk menarik perhatian para pengunjung.Sehingga villa d’Collina sebagaisalah satu villa yang terletak di Jimbaran harus meningkatkan daya saing agar tidak kalah menarik dengan berbagai macam jenis akomodasi yang terdapat di daerah Jimbaran tersebut. Bentuk arsitektural Villa d’Collina yang kebanyakan menggunakan garis lengkung dan melingkar menjadi salah satu daya tarik dari villa ini, namun tentu bentuk arsitektural demikianakan mempengaruhi bentuk interiornya juga dimana sebuah interior akan berhubungan langsung dengan penggunanya.Sehinggavilla ini membutuhkan perencanaan zoning, layout dan sirkulasi yang tepat agar setiap ruang berfungsi secara maksimal dan dapat memberi kenyamanan pada penggunanya, serta karena letak villa yang berada di Bali maka akan dimunculkan nuansa Bali pada interiornya sebagai nilai estetika. Oleh karena itu villa ini akan di desain dengan menggunakan tema natural dengan gaya postmodern yang akan diterapkan di keseluruhan ruang. Kata Kunci     : Bali, Akomodasi, Villa d’Collina
PERANAN TUNGKU PERAPIAN DALAM AKTIVITAS MANUSIA DI RUMAH TINGGAL DI DESA TIENG WONOSOBO Berlin Dwi Prasona
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.637

Abstract

Keberadaan tungku perapian di dalam rumah telah memberikan peranan pentingnya dalam kehidupan manusia di dalam ruang. Fungsi dan peranan tungku perapian pada masa kini tidak hanya diperlihatkan dan dipertahankan sebagai tradisi dalam kehidupan masyarakat tradisional saja namun juga menjadi sarana yang dapat memenuhi suatu kebutuhan yang masih belum dapat tergantikan fungsinya dengan peralatan yang lainnya. Masyarakat desa Tieng yang mayoritas bekerja sebagai petani kentang dan tembakau serta buruh tani telah menunjukkan bahwa kehidupan masyarakatnya menjadikan tungku sebagai bagian dari kehidupan mereka di dalam rumah tinggal. Peranan dan fungsi dari tungku perapian juga mengikuti kebutuhan dari manusia yang menggunakannya yaitu sebagai alat masak, sumber hangat, pengawet kayu dan bambu, serta sarana perekonomian. Aktivitas manusia, tata letak, sosial ekonomi masyarakat, dan perkembangan teknologi juga memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada pergeseran fungsi tungku di masa sekarang. Kata kunci : tungku, aktivitas, rumah tinggal
PERANCANGAN INTERIOR CEMARA’S BOUTIQUE HOTEL DI BATU, JAWA TIMUR Bunga Narcissia Sanjaya
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.642

Abstract

Cemara’s Boutique Hotel merupakan salah satu rumah tinggal yang beralih fungsi dari rumah tinggal menjadi Homestay, kemudian menjadi sebuah Boutique Hotel. Seiring dengan perkembangan pariwisata di kota Batu dan semakin kerasnya persaingan, Cemara’s Homestay ingin mengusung konsep Hotel Butik yang jarang ditemui di Kota Batu. Konsep ini sekaligus untuk menaikkan level Cemara’s Homestay menjadi Cemara’s Boutique Hotel. Perancangan ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung hotel dan kinerja karyawan, serta membuat Cemara’s Boutique Hotel mampu bersaing di bidangnya. Perancangan dilakukan pada area Lobby, Lounge, Dining Area, Room 1-14, Gallery, dan Office. Penerapan Gaya Eklektik dan tema Ornamen Nusantara dipilih atas dasar keinginan klien sendiri, selain itu untuk menciptakan nuansa etnik ditengah modernitas yang kian marak pada desain hotel. Ciri khas dari gaya Ekletik adalah memadukan berbagai macam jenis gaya, tanpa merubah karakter dari setiap gaya yang digabungkan. Ornamen Nusantara yang dipilih berasal dari kota Batu sebagai identitas lokal dan 5 daerah di Indonesia, yaitu Batak, Dayak, Toraja, Lombok, dan Papua. Gaya dan tema tersebut diterapkan secara sederhana kedalam desain sehingga memberikan kesan homey kedalam ruang.Kata Kunci : boutique hotel, eklektik, ornamen nusantara.