Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Jurnal Mahasiswa Seni Karawitan"
:
15 Documents
clear
GARAP GENDING-GENDING TRADISI PENGAWE,JANGGA KUSUMA, GANDRUNG MANIS DAN GLEBAG
Mr. Sutarta
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Karawitan
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.304
Pada umumnya di dalam karawitan terdapat dua macam garap yaitu, garap lirihan dan garap soran. Garap lirihan adalah gending yang lebih mengedapankan instrumen “ngajeng” atau depan, garap soran yaitu gending yang disajikan dengan volume sero/keras yang lebih menonjolkan garap instrumen balungan dan bonang. Penggarapan dan penulisan ini merupakan salah satu upaya untuk menggali dan melestarikan gending-gending gaya Yogyakarta. Gending Pengawe dengan garap soran, Jangga Kusuma garap lirihan, Gandrung manis digunakan untuk iringan bedaya Gandrung Manis dan Glebag difungsikan sebagai patalon pergelaran wayang kulit gaya Yogyakarta. Kata kunci: garap, gending, tradisi
TEKNIK TABUHAN INSTRUMEN SLENTEM DALAM PENYAJIAN KARAWITAN GAYA NGAYOGYAKARTA
Mrs. WININGRUM
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Karawitan
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.305
“Teknik Tabuhan Instrumen Slentem dalam Penyajian Karawitan Gaya Yogyakarta” berisi tentang bagaimana teknik atau cara menabuh instrumen slentem dan unsur lain yang berpengaruh terhadap teknik tabuhan dalam sajian karawitan gaya Yogyakarta. Penelitian ini berbentuk deskriptif analisis, dengan menggunakan pendekatan musikologis. Teknik tabuhan instrumen slentem dalam karawitan gaya Yogyakarta memiliki beberapa macam, yaitu teknik nggemaki atau ngenyut, mbandhul dan nibani. Tabuhan-tabuhan tersebut masing-masing memiliki unsur yang saling berkaitan dengan irama, jenis balungan, dan pola tabuhan demung imbal, saron pancer, dan peking miraga. Adapun pengaruh musikal teknik tabuhan slentem yaitu mengisi kekosongan di sela tabuhan balungan dan sebagai penghias lagu. Kata kunci: Instrumen slentem, teknik tabuhan, karawitan.
Aplikasi Teknik Tabuhan Imbal Saron Ricik Gaya Yogyakata
MUHAMMAD NUR HANAFI
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Karawitan
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.306
Imbal saron dalam gending gaya Yogyakarta dibagi menjadi dua jenis yaitu imbal kecegan dan imbal kinthilan. Imbal kecegan diaplikasikan pada gending yang digarap dengan kendang gembyakan, bonang mipil dan gembyang. Meskipun demikian ada gending yang garap kendangan gembyakan dan bonangan mipil atau nggembyang namun garap saron tidak imbal yaitu pada gending Jangkung Kuning laras pelog patet barang dan bentuk ketawang pada garap rumpakan. Bila garap kendang kebaran atau gembyakan dan bonang mipil atau gembyang maka saron ricik ditabuh imbal kecegan pada bentuk playon untuk sajian klenengan, iringan kethoprak dan iringan tari. Imbal kinthilan diaplikasikan pada bentuk ladrang irama satu (tanggung) kendang gembyakan dan bonang imbal, bentuk playon pada iringan pakeliran. Keyword: imbal, ricik, kecegan
BENTUK PENYAJIAN DAN SPESIFIKASI KESENIAN OGLEK TURONGGO SETO GEDANGAN, SENTOLO, SENTOLO KULON PROGO
Ambar Cahyani
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Karawitan
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.734
Oglek Sentolo art widely available in the Sentolo village, Kulon Progo regency. Almost in every pedukuhan (a little part of village, consist of aproximately 40 houses) in the Sentolo village have paguyuban (society) that engage in the field of oglek art. One is the paguyuban Turonggo Seto in Gedangan hamlet. Oglek art is an art form that belongs to the kuda kepang (horse braid) genre. Kuda kepang identical to a dance using kuda kepang property that tells the story of a riding soldier, with the trance scene on the crest of the show. Although it belongs to the genre of kuda kepang dance, oglek art has its own characteristics. Oglek art hallmark can be viewed and obtained from the elements in the form of performance such as the costumes worn, accompaniment, shape and motion properties and the order of performance.Based on the observation of Paguyuban Turonggo Seto oglek art forms can be seen the differences between oglek arts with the another kuda kepang art genre. The elements that exist in the performing arts of oglek Turonggo Seto can also be used as a differentiator between Oglek Turonggo oglek Seto with other arts that live in the same village, because the elements that exist in the oglek Turonggo Seto performance form has its own characteristics. These characteristics are only presented in the form oglek Turonggo Seto art performance so that people can easily recognize oglek art form the Paguyuban Turonggo Seto itself.Key words: Oglek Turonggo Seto, Spesifications
KARAWITAN TARI GOLEK AYUN-AYUN KARYA K.R.T.SASMINTADIPURA: KAJIAN POLA GARAP KENDHANGAN
Feri Darmawan
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Karawitan
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.752
Golek Ayun-ayun is a classical dance Yogyakarta style created by K.R.T. Sasmintadipura. She is a classical dancer Yogyakarta style that is also the founder of the Foundation Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa. Golek Ayun-ayun dance has several features of which are located in the drum pattern. If the uyon-uyon wearing a drum pattern that is certain however, Ayun-ayun puppet dance has a very different drum pattern. In this way, expected to be revealed some differences in the pattern ofworking on a drum in the presentation of dance Golek Ayun-ayun is, and because it uses gising Ladrang Ayun-ayun then the dances called by Golek Ayun-ayun. While the dance depicts a young woman who was preening or makeup to make herself then, in the dance movements are ngenggar sinom which means straighten hair on the forehead, which means miwir rikma straighten hair.Keyword: Tari, karawitan, golek
GARAP REBAB GENDING KAGOK RESPATI DAN LADRANG KAGOK RESPATI
Panji Gilig Atnadi
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Karawitan
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.753
Kagok Respati, gending kethuk 2 kerep minggah 4 kalajengaken Ladrang Kagok Respati laras pelog patet nem termasuk dalam gending rebab yang lebih mengedepankan garap ricikan ngajeng. Penggarapannya memerlukan kejelian dan kecermatan karena didalam gending tersebut banyak ditemukan nada di luar patet nem, yaitu nada 7 (pi atau barang).Kata Kunci: Karawitan Gaya Surakarta, Garap rebaban.
SUWUK GROPAK DALAM KARAWITAN PAKELIRAN WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTA
Retno Dwi Asmoro
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Karawitan
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.754
Suwuk gropak adalah suwuk yang terjadi pada irama I dengan laya seseg, sehingga mengakibatkan perubahan teknik tabuhan pada instrumen bonang barung, bonang penerus, peking (saron penerus) dan kendang. Perubahan teknik tabuhan suwuk gropak terjadi pada beberapa gatra sebelum gong dengan menyederhanakan pola tabuhan. Penerapan suwuk gropak dalam karawitan pakeliran berfungsi untuk mendukung suasana adegan. Penelitian ini menggunakan metode diskripsi-analisis, yaitu mendiskripsikan tentang pengertian suwuk dan penerapan suwuk gropak, menganalisis perubahan tabuhan, serta menganalisis fungsi suwuk gropak dalam karawitan pakeliran gaya Yogyakarta lakon Suryatmaja Krama berdasarkan pemahaman alur cerita yang disampaikan dalang melalui kandha, janturan, antawacana, dan sulukan.Kata kunci: suwuk, gropak, karawitan pakeliran
Gending Dalam Prosesi Panggih Pengantin G.K.R. Hayu Dan K.P.H. Notonegoro di Keraton Yogyakarta
RITA APRIANI
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Karawitan
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.755
Wedding magnificient and glorious place in this year, was in the palace of Yogyakarta. This procession is a procession that is rare because unlike wedding ceremony in general. Especially in ceremonial procession and presentation of Javanese music. But here will discussed more in the presentation of Javanese music, for commonly called Javanese music “gending”, especially the traditional ceremonies Panggih. Which will reviewed that is:Lancaran Bindri, laras slendro patet sanga; Ladrang Temanten, laras pelog patet barang; Gending Boyong dhawah Ladrang Boyong laras pelog patet barang.Keywords: gending, panggih, Keraton Yogyakarta.
Garap Gending Glompong Gaya Yogyakarta
Ruli Uning Wulandari
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Karawitan
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.756
Gending Glompong laras slendro patet sanga kethuk 4 kerep dhawah kethuk 8 Kendhangan Jangga kalajengaken Ladrang Sobrang Barang merupakan gending Gaya Yogyakarta yang belum banyak dikenal oleh masyarakat umum maupun para seniman. Gending Glompong laras slendro patet sanga kethuk 4kerep dhawah kethuk 8 Kendhangan Jangga merupakan gending dalam klasifikasi bentuk gending ageng, dan pada penyajiannya dapat disajikan dalam garap lirihan maupun soran. Dalam sajian garap lirihan, Gending Glompong mempunyaispesifikasi garap. Ricikan rebab berperan penting sebagai pamurba lagu menuntun garap lagu mengacu pada alur lagu balungan gending, menghias, mengisi balungan dengan cengkok wiledan-nya. Ricikan rebab mendahului membuatcengkok yang selanjutnya diikuti oleh ricikan yang lain termasuk vokal sindhenan. Sehingga ricikan rebab merupakan penentu bagaimana sajian garap Gending Glompong. Dikaji dari sisi estetik musikal, bahwa keindahan penggarapan gending terletak pada hubungan timbal balik antara tabuhan ricikan satu dengan lainnya. Interaksi tersebut membentuk garap musikal yang utuh dan dari bangunan garap terwujud berbagai jenis karakter dan berbagai kesan rasa estetik.Kata Kunci: Glompong, Sobrang Barang, Gaya Yogyakarta.
GENDING UYON-UYON MURYARARAS DI PURA PAKUALAMAN YOGYAKARTA
Saptono 1010442012
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Karawitan
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.757
Uyon-uyon Muryararas adalah pergelaran karawitan mandiri yang dipergelarkan secara rutin setiap 35 hari sekali, bertepatan dengan tingalan wiyosan Dalem dalam rangka memperingati hari kelahiran Paku Alam. Saat ini, pergelaran dilaksanakan setiap hari Jum’at malam Sabtu Pahing sesuai hari kelahiran Paku Alam IX yang sedang bertakhta. Materi yang disajikan dalam pergelaran Uyon-uyon Muryararas adalah gending gaya Surakarta dan Yogyakarta. Penataan sajian gending dilakukan oleh Tim Penyusun dengan mempertimbangkan laras, patet, dan garap gending. Selain itu, penyusunan gending juga dipengaruhi adanya penafsiran nama gending, yang berujung pada penggambaran tentang kehidupan, situasi sosial - politik, dan peristiwa alam. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Pembahasan mengenai permasalahan melalui pendekatan tekstual dengan fokus terhadap penyusunan gending dalam Uyon-uyon Muryararas di Pura Pakualaman.Kata kunci: Uyon-uyon, Muryararas, Pura Pakualaman.