cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 123 Documents
Search results for , issue "Jurnal Mahasiswa Seni Musik" : 123 Documents clear
GAYA MUSIK GRUP DEBU DALAM LAGU MACAN HUTAN Anggit Prasetyo
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.721

Abstract

Debu merupakan grup musik yang beranggotakan orang-orang Amerika di Indonesia yang memainkan musik bernuansa Arab dengan cara mengkolaborasikan musik yang sudah ada sebelumnya di Indonesia yakni Dangdut, Pop, Country dan Jazz. Grup musik Debu memainkan musik dengan menggunakan formasi ansambel yang terdiri dari biola, tambur, mandolin, harpa, rebana, jembe, kannon, bansri flute, mazhar, oud, bamboo sax, dumbek, seruling, gitar, bass dan drum. Grup ini diteliti karena untuk mengetahui gaya musik grupDebu dalam lagu Macan Hutan dan untuk diketahui sebagai fenomena baru dengan judul Gaya Musik Grup Debu Dalam Lagu Macan Hutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yakni menjelaskan danmenerangkan mengenai gaya bermusik grup Debu dengan teknik pengumpulan data antara lain: wawancara, studi pustaka dan studi diskografi. Sampel penelitian diambil secara pasti yaitu lagu Macan Hutan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lagu Macan Hutan secara analisis bentuk musik terdiri dari tiga bagian dan analisis lirik menceritakan tentang spiritualitas keberagamaan.Kata Kunci : Grup Debu, Gaya Musik, Lagu Macan Hutan.
Kombinasi Tangga Nada Blues dan Pelog dalam Musik Blues Pada Gitar Elektrik Elwindhi Febrian
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.725

Abstract

Kombinasi adalah menggabungkan 2 (dua) objek yang berbeda, dalam penulisan ini mengkombinasikan tangga nada pelog dan blues ke dalam sebuah karya lagu yang diberikan judul Fusion of Soul dengan bergaya musik blues funk kombinasi etnik dibawakan secara musik intrumental. Penulisan ini bertujuan untuk mencari tahu  apakah kedua tangga nada tersebut dapat dikombinasikan dan apakah objek penelitian tersebut mendapatkan apresiasi dari masyarakat Yogyakarta khususnya gitaris-gitaris di Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif secara diskriptif dengan mengumpulkan data-data secara langsung baik studi pustaka, pengamatan, dan wawancara. Pelog adalah modus tangga nada yang ada pada instrumen musik tradisional Indonesia khususnya daerah Jawa dan Bali. Pelog yang digunakan dalam penulisan ini adalah tangga nada pelog diatonic tanpa nada re dan la. Tangga Nada blues adalah tangga nada yang ada pada musik blues,. Tangga nada blues memiliki nada la-do-re-ri-mi-sol, yang digunakan dalam penulisan ini adalah tangga nada blues minor. Blues adalah gaya musik atan genre yang berasal kaum afro-amerika dengan ciri 12 bar dan blue note dengan progresi akord yang terdapat alur kebiasaan. Penerapan kombinasi ini menggunakan media instrumen gitar elektrik, gitar elektrik sangat berperan dalam musik blues bahkan banyak musisi-musisi blues yang menganggap bahwa gitar adalah instrumen wajib dalam musik blues. Kata kunci: kombinasi, tangga nada pelog,tangga nada blues, blues, gitar elektrik.
APOLOGIZE FOR ORCHESTRA Nike Efendi
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.732

Abstract

Apologize for Orchestra ini merupakan sebuah karya musik program yang menceritakan tentang  permintaan maaf seorang anak  dalam hal ini penulis kepada Mamanya karena telah menjadi anak yang nakal, tidak mengikuti segala peraturan yang telah diberikan, dan kadang sampai membuat Mamanya menangis. Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode deskriptif analisis dimana menggambarkan semua peristiwa yang terjadi selama pembangkangan, perubahan pola pikir dan permintaan maaf penulis. Dengan ini penulis mampu menuangkan segala imajinasi musikal yang terbayangkan oleh penulis. Apologize ini terdiri dari 3 bagian yaitu bagian I menggambarkan semua kesalahan yang pernah dilakukan, bagian II tentang perenungan atas kehidupan yang berantakan, bagian 3 tentang permintaan maaf dan kemenangan dari keegoisan yang terjadi selama ini. Karya ini dimainkan dengan orkestra.   Kata kunci: musik program, pengalaman hidup, orchestra, apologize.
Pembelajaran Ansambel Musik di SMPN 1 Banjarnegara Ismail .
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.758

Abstract

The ensemble music still be problems in various school.The tendency of the influence of the kids, teachers and school.These studies on the process of ensemble music in smpn 1 banjarnegara a qualitative accompanied by means of observations and interviews as instruments.The study concludes that the ensemble music for self-improvement and gave the students to recognize and cooperate in ensemble music. Keyword: Learning, ensemble music, junior high school
Model Pembelajaran Musik Gong Untuk Upacara Pernikahan Di Sanggar Ompe Harmoni Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat AG. Bambang Prasetya 0711145013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Model Pembelajaran Musik Gong Untuk Upacara Pernikahan Di Sanggar Ompe Harmoni Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan tekhnik pengamatan langsung dan teknik wawancara langsung dengan beberapa narasumber yang kompeten. Penelitian ini mengamati kegiatan Sanggar OMPE Harmoni meliputi proses latihan, repertoar musik yang dimainkan, motivasi para anggota serta hambatan-hambatan yang dihadapi oleh sanggar tersebut. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Musik Gong Untuk Upacara Pernikahan Di Sanggar Ompe Harmoni Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat ada beberapa tahap yaitu; (1) Murid mengamati dan mendengarkan (2) Murid mengingat pola melodi dan ritmik (3) Murid melafalkan alunan melodi dengan siulan atau gumaman (4) Murid memainkan instrumen di rumahnya (5) Murid memainkan di depan pengajar (6) Murid memainkan di depan khalayak ramai. endala yang ditemui dapat dilihat sebagai faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal adalah keadaan masyarakat yang cenderung meninggalkan musik tradisi. Faktor internal adalah ukuran ruang, rasa percaya diri murid, sulitnya pengajar untuk memberikan koreksi. serta murid yang tidak selalu memiliki instrument musik gongKata kunci : musik gong, sanggar OMPE Harmoni
Kontribusi Komposisi Variation On A Theme of G. F. Handel, Opus 107 Karya M. Giuliani (1781-1892) Terhadap Peningkatan Kualitas Studi Gitar Klasik Tingkat Lanjut Achmad Tri Juniarto Notoardjo 0711099013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.816

Abstract

Studi ini membahas analisis struktural terhadap komposisi tema-variasi untuk gitar karya Mauro Giuliani yang didasarkan tema G.F. Handel. Tujuan studi ini ialah untuk memperoleh pengetahuan tentang karakteristik teknik gitar dan musikal dari karya tersebut. Metode penelitian yang diterapkan dalam studi ini ialah metode analitikal, yaitu dengan mendekontruksi struktur musikalnya dalam rangka memahami fungsi serta hubungan di antara tiap-tiap bagiannya. Studi analitikal ini menyimpulkan bahwa karya tema-variasi untuk gitar ini ternyata tidak menerapkan teknik-teknik komposisi dan permainan gitar yang khusus. Secara musikologis susunan harmoni klasik bersifat konvensional namun masih menerapkan gaya bass ground yang lazim pada masa BarokKata kunci : tema-variasi, gitar, analitikal
Pertunjukan “Rengget” Dalam Resital Tugas Akhir Minat Utama Pop-Jazz Jurusan Musik Isi Yogyakarta Dodi Verianto 0911293013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.817

Abstract

Rengget merupakan ciri khas musik dan vokal tradisi Batak Karo. Rengget mempunyai pengertian cengkok. Karya Tulis ini membahas gitar elektrik menginterpretasikan karakter musik Batak Karo melalui lagu piso Surit. Pembahasan dilakukan dengan menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan musikologis, untuk memahami inti lagu tersebut sebelum diaransemen. Melodi pokok dalam aransemen lagu piso surit dalam format combo band kolaborasi dengan alat etnis Batak Karo dimainkan oleh vokal, sedangkan instrument lainnya sebagai pengiring. Setiap bagian interlude, instrument yang berimprovisasi menggunakan tangga nada minor pentatonis Batak Karo Kata kunci : rengget, piso surit, aransemen
Eksplorasi Organ Vokal Dan Proses Latihan Beatbox Pada Komunitas Beatboxing Of Jogja (Bejo) Di Taman Budaya Yogyakarta Dwi Okta Renanda 0911310013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.818

Abstract

Beatbox adalah salah satu bentuk seni yang menggunakan organ vokal manusia untuk mengimitasi bunyi-bunyian ritmis dan ketukan drum, instrumen musik, maupun tiruan bunyi-bunyian lainnya. Organ vokal yang umumnya digunakan untuk berbicara atau berkomunikasi, kini dieksplorasi untuk mengimitasi berbagai bunyi perkusi dan suara efek. Salah satu komunitas yang mewadahi pecinta musik beatbox adalah komunitas Beatboxing of Jogja (BeJo). Para anggota BeJo mengadakan latihan bersama seminggu sekali dan saling bertukar pikiran tentang perkembangan seputar beatbox. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui eksplorasi organ vokal yang diterapkan pada teknik beatbox, (2) untuk mengetahui proses latihan beatbox yang dilakukan oleh BeJo, dan (3) untuk mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi selama proses latihan yang dilakukan oleh BeJo. Setelah melalui penelitian dengan menggunakan metode deskriptif analisis dengan memanfaatkan data kualitatif, beatbox memiliki keunikan dalam hal proses memproduksinya. Banyak teknik yang ditemukan dalam beatbox, tidak hanya bunyi-bunyi perkusi tetapi juga efek suara. Dalam proses latihannya, BeJo dibagi menjadi tiga kelas yang masing-masing kelas mempunyai standar penguasaan teknik tertentu. Latihan akan dipimpin oleh seorang kordinator dari tiap-tiap kelas untuk memberikan contoh dan anggota yang lain akan menirukannya satu per satu. Selama proses penelitian terdapat beberapa hambatan yang ditemukan selama proses latihan BeJo, misalnya kurangnya kedisiplinan anggota dalam berlatih. Tiap-tiap anggota sebaiknya mempunyai waktu latihan individu di luar jam latihan bersama, agar memperoleh hasil yang maksimal Kata kunci : beatbox, eksplorasi, beatboxing of Jogja (Bejo)
Kontinuitas Dan Perubahan Musik Suling Bambu Di As Manuela, Malaka Nusa Tenggara Timur Elisabeth Abanit Asa 1011556013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.819

Abstract

Seiring dengan perkembangan pendidikan yang ada di As Manulea kesenian yang awalnya berfungsi sebagai media pelengkap dalam mengisi kesendirian kemudian beralih sebagai seni pertunjukan. Musik suling bambu yang disajikan dalam kelompok ansambel kecil ini didukung oleh tiga jenis suling bambu sesuai dengan peranannya, yaitu suling lagu sopran, suling lagu alto, suling trompet dan suling bas dengan tambahan alat musik beritmis seperti tifa dan tamborin yang disesuaikan dengan kebutuhan aransemen atau komposisi lagu yang ada. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kontinuitas dan perubahan pada musik suling bambu di As Manulea. Hasil yang diperoleh yaitu telah terjadi kontinuitas dan perubahan khususnya pada alat musik suling bambu besar atau suling alto dengan ukuran dua kali lebih besar dari pada suling kecil atau suling lagu. Suling besar atau suling alto ini tidak dibuat lagi akibat kurangnya minat orang dewasa terhadap musik suling bambu ini meskipun masih kontinu dengan perubahan yang ada melalui elemen-elemen musik serta peranannnya terhadap masyarakat As Manulea itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan musikologis dalam perspektif historis. Pendekatan musikologis dalam perspektif historis yang dimaksud bertujuan untuk menggali asal-usul keberadaan musik suling bambu di As Manulea. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan musik suling bambu sangat dibutuhkan untuk memberi hiburan pada masyarakat luas, tempat para seniman berekspresi, melestarikan kesenian daerah serta untuk menunjang sektor pariwisata Kata kunci : kontinuitas dan perubahan, musik suling bambu
Aplikasi Pola Ritme Kuntulan Pada Drumset Endy Barqah 0711147013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.820

Abstract

Kuntulan Banyuwangi merupakan kesenian yang lahir dari sebuah kesenian Islam yaitu hadrah. Hadrah merupakan musik puji-pujian yang dipanjatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Musik hadrah sendiri dipimpin oleh seorang yang memanjatkan puji-pujian kemudian di ikuti dengan pola ritme tertentu yang menggunakan instrumen 3 buah terbang, jidor bass, jidor pantus dan jidor penerus. Kesenian kuntulan Banyuwangi merupakan perkembangan dari kesenian hadrah. Di dalam kesenian kuntulan terdapat beberapa bagian pola ritme yaitu: tabuh buko, kejoan dan krotokan. Drumset merupakan kumpulan instrumen perkusi yang terdiri dari snare drum, tom-tom, floor tom, bass drum hi-hat, crash cymbal dan ride cymbal. Awalnya instrumen pada drumset berdiri sendiri-sendiri dan dimainkan oleh beberapa orang, karena tuntutan dan perkembangan industri musik menuntut fleksibilitas dari instrumen tersebut maka terciptalah drumset dengan bentuk yang kita kenal sampai saat ini dan dimainkan oleh satu orang. Dengan latar belakang tersebut maka akan diteliti apliksi pola ritme kuntulan pada drumset. Penelitian ini memberikan pengetahuan bentuk pola ritme kuntulan dan aplikasi pola ritme kuntulan pada drumset. Hasil dari penelitian tersebut dapat menambah perbendaharaan pola ritme pada permainan drumset, dan meningkatkan kecintaan terhadap musik tradisi budaya sendiri. Kesenian musik tradisional dapat dijadikan acuan dalam pembelajaran drumset Kata kunci : aplikasi,kuntulan,drumset

Page 3 of 13 | Total Record : 123