cover
Contact Name
Mochamad Rochim
Contact Email
mochammad.rochim@unisba.ac.id
Phone
+6224-8508013
Journal Mail Official
yasir.alimi@gmail.com
Editorial Address
https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/komunitas/about/editorialTeam
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE
ISSN : pISSN246     EISSN : eISSN246     DOI : DOI: 10.15294/komunitas.v8i1.4516
Core Subject : Education, Social,
Di Data GARUDA saya, jurnal KOMUNITAS yang diterbitkan oleh UNNES belum terakreditasi, seharusnya sudah terakreditasi SINTA 2 sesuai data SINTA. https://sinta.kemdikbud.go.id/journals?q=komunitas
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2013): September 2013" : 14 Documents clear
BAHASA JAWA SEBAGAI PENGUNGKAP KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SAMIN DI KABUPATEN BLORA Mardikantoro, Hari Bakti
Komunitas Vol 5, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v5i2.2738

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mengilustrasikan bagaimana bahasa tidak bisa dilepaskan dengan budaya masyarakat penuturnya. Penelitian ini dilakukan dalam komunitas Samin. Penelitian ini menunjukkan bahwa Jawa yang digunakan oleh masyarakat Samin bisa menjelaskan fenomena hubungan antara bahasa dan budaya masyarakat penuturnya. Bahasa Jawa ini sangat kental dengan budaya masyarakat Samin. Kearifan lokal yang diungkap dengan bahasa Jawa meliputi ajaran tentang larangan mengumbar hawa nafsu, ajaran agar tidak berbuat jahat, ajaran tentang larangan menyakiti orang lain, ajaran tentang panutan hidup, ajaran tentang memegang teguh ucapan, ajaran tentang hukum karma, ajaran tentang kejujuran, ajaran tentang agama, ajaran tentang hal yang mustahil, ajaran tentang hak milik dan istri, ajaran tentang berbakti pada orangtua, ajaran tentang melestarikan lingkungan, dan ajaran tentang etika kerja.  AbstractThis article illustrates how a language  cannot be separated from its speaker’s culture. The research was conducted among Javanese Samin community. The research result reveals that Javanese language used by Samin society can explain the phenomenon of the relation between speaker’s language and their culture. This Javanese language is very closely related with Samin culture. The local wisdom expressed in Javanese language contain various teaching, such as on how to keep passions under control, shall not cheat, shall not hurt others, on guidance of live, on how to keep promise, on karma law, on honesty, on religious precepts, on impossible thing, on the belonging of someone as wealth and woman, on how to devote parents, on how to conserve environment, and also about work ethics.  © 2013 Universitas Negeri Semarang
KONTRIBUSI MODAL SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PEDAGANG KAKI LIMA PASCARELOKASI Handoyo, Eko
Komunitas Vol 5, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v5i2.2743

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas kontribusi modal sosial terhadap peningkatan kesejahteraan pedagang kaki lima (PKL).  Penelitian dilakukan di Kota Semarang. Wilayah PKL yang diteliti adalah jalan Menteri Soepeno. Pemerintah Kota Semarang merelokasi PKL di wilayah Jalan Pahlawan ke jalan Menteri Supeno sebagai bagian dari upaya untuk  mewujudkan Kota Semarang sebagai pusat perdagangan dan jasa berskala internasional. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya peran modal sosial bagi pedagang kaki lima untuk bertahan di masa-masa sulit seperti relokasi. PKL yang dipindahkan ke jalan Menteri Soepeno dapat menerima kebijakan pemkot dan berdaptasi secara sosial dan ekonomi dengan lingkungan baru. Modal sosial, utamanya trust dan networking berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan pedagang. Untuk meningkatkan kesejahteraan PKL, pemerintah kota perlu mendukung dan mengembangkan modal sosial yang telah mereka miliki.AbstractThis article discusses the contribution of social capital to the welfare of street vendors (PKL). The study was conducted in the city of Semarang. The subject of study is the street vendors in Menteri Soepeno Street Semarang. Semarang city government  relocate the street vendors in the area from Jalan Pahlawan to Menteri Supeno as part of its effort to realize the Semarang city as a center of international trade and services. The result shows the importance of the role of social capital for street traders has to survive in difficult times such as relocation. PKL transferred to the road Soepeno Minister can receive local government policies and adapt socially and economically to the new environment. Social capital, particularly trust and networking contribute to improve the welfare of traders. This study concludes that to improve the welfare of street vendors, the city government needs to support and develop the street vendors social capital.© 2013 Universitas Negeri Semarang
RE-IMAJINASI KE-INDONESIA-AN DALAM KONTEKS ‘NETWORK SOCIETY’ Pujiriyani, Dwi Wulan
Komunitas Vol 5, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v5i2.2734

Abstract

AbstrakTulisan ini berusaha untuk mengungkap pengalaman keindonesiaan yang dihadapkan pada realitas kehidupan yang mengglobal. Dalam rangka memperoleh pemahaman yang lebih jauh tentang pemaknaan identitas keindonesiaan, tulisan ini akan mengacu pada pemaknaan identitas secara individual yaitu bagaimana individu merumuskan identitas keindonesiaannya, bagaimana identitas tersebut dibangun serta representasi identitas keindonesiaan yang kemudian muncul. Untuk mengaitkan dengan pemaknaan identitas secara global, konteks identitas yang dimunculkan dalam tulisan ini adalah identitas yang dirumuskan oleh subjek penelitian yang memiliki pengalaman tinggal di luar negeri. Hal ini terkait dengan konteks network society yang menandai semakin cairnya batas-batas teritorial. Dalam konteks mobilitas inilah identitas keindonesiaan atau seringkali dilekatkan dengan ‘nasionalisme’ seseorang, seringkali dipertanyakan. Pengalaman tinggal di luar negeri ini dijadikan frame untuk melihat bagaimana identitas keindonesiaan itu menemukan makna yang sebenarnya ketika dihadapkan pada identitas-identitas dalam jaringan masyarakat yang meluas.
RENDAHNYA KOMITMEN DALAM PERKAWINAN SEBAGAI SEBAB PERCERAIAN Prianto, Budhy; Wulandari, Nawang Warsi; Rahmawati, Agustin
Komunitas Vol 5, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v5i2.2739

Abstract

AbstrakBelakangan ini angka perceraian baik tingkat nasional, regional Jawa Timur, maupun lokal Kota Malang sangat tinggi. Di wilayah Kota Malang, angka perceraian tertinggi terdapat di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman akan makna dan tujuan perkawinan, sebab-sebab terjadinya perceraian, dan komitmen pasangan suami istri dalam mencapai tujuan perkawinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik dengan wawancara (depth interview) sebagai metode pengumpulan data. Informan penelitian ditentukan secara snow ball di antara para janda dan duda di wilayah Kecamatan Kedungkandang yang bercerai pada sepanjang tahun 2012. Analisis dan intepretasi data merujuk pada enam langkah analisis sebagaimana dikemukakan Creswell. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan penelitian kurang memahami makna dan tujuan perkawinan. Berbagai hal yang dikemukakan sebagai penyebab perceraian, seperti ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perselingkuhan, dan sebagainya, sejatinya hanya merupakan pemicu, namun yang paling mendasar sebagai penyebab perceraian adalah tidak adanya komitmen antar masing-masing pasangan dalam mencapai tujuan perkawinan.AbstractLately, the divorce rates both nationally and regionally continues to increase. This is, what happened in the municipality of Malang, where the highest divorce rate is in the district Kedungkandang. This study aims to describe the causes of divorce, and the couple’s commitment to achieve the goal of marriage. This study uses naturalistic approach with depth interviews as a method of data collection. The research informants were determined through snow ball methods among the widows and widowers in the district Kedungkandang who were divorced in 2012. Analysis and interpretation of data refers to the six-step analysis as presented by Creswell. The findings show that most of the research informants do not understand the meaning and purpose of marriage. Various things are presented as the cause of the divorce, such as economic, domestic violence (KDRT), infidelity, and so on, but the most fundamental cause of divorce is the lack of  marital commitment between each partner in achieving the goal of marriage.© 2013 Universitas Negeri Semarang

Page 2 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2023): September Vol 15, No 1 (2023): March Vol 14, No 2 (2022): September 2022 Vol 14, No 1 (2022): March 2022 Vol 14, No 2 (2022): September Vol 13, No 2 (2021): September 2021 Vol 13, No 1 (2021): March 2021 Vol 12, No 2 (2020): September 2020 Vol 12, No 1 (2020): March 2020 Vol 12, No 2 (2020): September Vol 12, No 1 (2020): March Vol 11, No 2 (2019): September 2019 Vol 11, No 1 (2019): March 2019 Vol 11, No 1 (2019): Komunitas, March 2019 Vol 11, No 2 (2019): September Vol 10, No 2 (2018): Komunitas, September 2018 Vol 10, No 2 (2018): September 2018 Vol 10, No 1 (2018): March 2018 Vol 10, No 1 (2018): Komunitas, March 2018 Vol 10, No 1 (2018): Komunitas, March Vol 9, No 2 (2017): September 2017 Vol 9, No 2 (2017): Komunitas, September 2017 Vol 9, No 1 (2017): Komunitas, March 2017 Vol 9, No 1 (2017): Komunitas, March 2017 Vol 9, No 1 (2017): March 2017 Vol 8, No 2 (2016): Komunitas, September 2016 Vol 8, No 2 (2016): September 2016 Vol 8, No 2 (2016): Komunitas, September 2016 Vol 8, No 1 (2016): Komunitas, March 2016 Vol 8, No 1 (2016): Komunitas, March 2016 Vol 8, No 1 (2016): March 2016 Vol 7, No 2 (2015): Komunitas, September 2015 Vol 7, No 2 (2015): Komunitas, September 2015 Vol 7, No 2 (2015): September 2015 Vol 7, No 1 (2015): Komunitas, March 2015 Vol 7, No 1 (2015): March 2015 Vol 7, No 1 (2015): Komunitas, March 2015 Vol 6, No 2 (2014): Komunitas, September 2014 Vol 6, No 2 (2014): Komunitas, September 2014 Vol 6, No 2 (2014): September 2014 Vol 6, No 1 (2014): March 2014 Vol 6, No 1 (2014): Lokalitas, Relasi Kuasa dan Transformasi Sosial Vol 6, No 1 (2014): Lokalitas, Relasi Kuasa dan Transformasi Sosial Vol 5, No 2 (2013): September 2013 Vol 5, No 1 (2013): March 2013 Vol 5, No 2 (2013): Tema Edisi: Model-Model Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Karakter Bangsa Vol 5, No 2 (2013): Tema Edisi: Model-Model Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Karakter Bangsa Vol 5, No 1 (2013): Tema Edisi: Multikulturalisme dan Interaksi Sosial Vol 5, No 1 (2013): Tema Edisi: Multikulturalisme dan Interaksi Sosial Vol 4, No 2 (2012): September 2012 Vol 4, No 1 (2012): March 2012 Vol 4, No 2 (2012): Tema Edisi: Kelompok-Kelompok Sosial Anak Tiri Modernitas Vol 4, No 2 (2012): Tema Edisi: Kelompok-Kelompok Sosial Anak Tiri Modernitas Vol 4, No 1 (2012): Tema Edisi: Kearifan Lokal Tidak Pernah Kering Vol 4, No 1 (2012): Tema Edisi: Kearifan Lokal Tidak Pernah Kering Vol 3, No 2 (2011): September 2011 Vol 3, No 1 (2011): March 2011 Vol 3, No 2 (2011): Tema Edisi: Pendidikan Karakter Perspektif Sosial Budaya Vol 3, No 2 (2011): Tema Edisi: Pendidikan Karakter Perspektif Sosial Budaya Vol 3, No 1 (2011): Tema Edisi: Tempat sebagai Aspek Kebudayaan Vol 3, No 1 (2011): Tema Edisi: Tempat sebagai Aspek Kebudayaan Vol 2, No 2 (2010): September 2010 Vol 2, No 2 (2010): Tema Edisi: Perempuan - Perempuan Marginal Vol 2, No 2 (2010): Tema Edisi: Perempuan - Perempuan Marginal More Issue