cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2006)" : 10 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN MEMANFAATKAN ALAT PERAGA SAINS FISIKA (MATERI TATA SURYA) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KERJASAMA SISWA Azis, Abdul; Yulianti, Dwi; Handayani, Langlang
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 4, No 2 (2006)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan modal pengajaran kooperatif dengan memanfaatkan alat peraga Sains Fisika (materi Tata Surya) dapat meningkatkan hasil belajar dan kerjasama siswa. Subyek penelitian ini adalah kelas VII.A MTs NU 23 Salafiyah Syafiiyah Wonodadi Plantungan Kendal  semester II Tahun Pelajaran 2005/2006. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus dengan materi yang berbeda, setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil belajar kognitif diperoleh dari tes evaluasi tiap akhir siklus. Hasil belajar afektif, psikomotorik serta kemampuan kerjasama diperoleh melalui lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan Penerapan Model Pengajaran Kooperatif dengan Memanfaatkan Alat Peraga Sains Fisika Kata kunci : Pengajaran Kooperatif, Alat Peraga, Hasil Belajar, Kerjasama
PROFIL KESULITAN BELAJAR FISIKA POKOK BAHASAN KELISTRIKAN SISWA SMA DI KOTA SEMARANG Rusilowati, Ani
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 4, No 2 (2006)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan profil kesulitan belajar Fisika, khususnya pokok bahasan Kelistrikan yang dialami oleh siswa SMA di kota Semarang. Sampel penelitian adalah siswa SMA kelas X di kota Semarang, diambil secara cluster, dari SMA negeri dan swasta peringkat I, II, dan III, sebanyak 214 siswa. Kesulitan belajar didiagnosis dengan lima pendekatan, yaitu tujuan pembelajaran, pengetahuan prasyarat, profil materi, miskonsepsi, dan pengetahuan terstruktur. Kesulitan belajar Kelistrikan antara lain disebabkan oleh rendahnya penguasaan konsep, lemahnya kemampuan matematis, dan kekurangmampuan mengkonversi satuan. Penyebab kesulitan belajar dalam pengetahuan terstruktur adalah rendahnya kemampuan: verbal, menggunakan skema, membuat strategi pemecahan masalah, dan membuat algoritma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar Kelistrikan rata-rata terjadi pada sub pokok bahasan: Kuat Arus Listrik, Hukum Ohm, Hambatan Penghantar, Hukum Kirchof II, Energi & Daya Listrik, dan Transformator. Sebagian siswa masih mengalami miskonsepsi terhadap konsep Hukum Ohm dan Hambatan Penghantar. Bagi siswa  sekolah peringkat III mengalami kesulitan belajar di semua aspek dan materi Kelistrikan Kata kunci : profil, kesulitan belajar, kelistrikan
PENGEMBANGAN PROGRAM VRML (VIRTUAL REALITY MODELLING LANGUAGE) UNTUK E-LEARNING BERBASIS WEB TERINTEGRASI DALAM PHP-MySQL MATA KULIAH ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA POKOK BAHASAN SISTEM TATA SURYA Anas, Azwar; Hardyanto, Wahyu; Akhlis, Isa
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 4, No 2 (2006)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman tentang fenomena sistem tata surya  membutuhkan daya imaginasi yang cukup. Hal ini merupakan salah satu kesulitan dalam memahami materi tentang sistem tata surya, sehingga diperlukan adanya visualisasi untuk membantu mengatasi kesulitan tersebut. Salah satu visualisasi adalah dengan menggunakan program visualisasi 3D. Pembuatan program diawali dengan identifikasi masalah dan persiapan perangkat lunak. Dalam hal ini program yang digunakan adalah VRML(Virtual Reality Modelling Language). Pelaksanaan pembuatan program dimulai dengan memodelkan gejala-gejala fisis yang terkait dengan fenomena sistem tata surya. Bahasa pemrograman VRML hanya mampu melakukan perhitungan dasar yang sangat sederhana. Untuk perhitungan data yang kompleks digunakan bantuan Microsoft Office Excel. Data yang dihasilkan dari perhitungan menggunakan Microsoft Office Excel kemudian dimasukkan ke dalam list program VRML. Hasil penelitian berupa pemodelan sistem tata surya yang diintergrasikan dalam e-learning berbasis web. Untuk menampilkan hasil program ini digunakan browser Cortona VRML player. Tampilan 3D yang dihasilkan menarik dan interaktif. User dapat mengamati model 3D dari berbagai sudut pengamatan dengan menggunakan toolbar yang tersedia pada browser. Kata kunci : VRML, visualisasi 3D, sistem tata surya
AKTIVITAS BELAJAR DAN PENGUASAAN MATERI SISWA DENGAN PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO PADA MATA PELAJARAN SAINS FISIKA SMP Purba, Dyah; Sopyan, A; Hartono, -
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 4, No 2 (2006)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian terhadap penerapan pembelajaran dengan menggunakan portofolio pada siswa kelas 7 SMP Negeri 2 Gombong. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dikumpulkan melalui lembar observasi, jurnal harian, tes awal untuk mengetahui pengetahuan awal, tes akhir untuk mengetahui hasil belajar siswa, wawancara dengan siswa dan guru mata pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas belajar, menganalisis persepsi guru tentang pembelajaran berbasis portofolio dan menganalisis pelaksanaan pembelajaran berbasis portofolio di SMP . Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran portofolio di SMP  belum dilaksanakan sepenuhnya tetapi telah menerapkan prinsip-prinsip dasar dan dasar pemikiran pembelajaran berbasis portofolio. Meskipun demikian, aktivitas belajar dan hasil belajar fisika siswa mengalami peningkatan. . Kata kunci : Pembelajaran Berbasis Portofolio, Aktivitas belajar dan Penguasaan Materi
PENYUSUNAN DAN PENGGUNAAN MODUL PEMBELAJARAN BERDASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI SUB POKOK BAHASAN ANALISA KUANTITATIF UNTUK SOAL-SOAL DINAMIKA SEDERHANA PADA KELAS X SEMESTER I SMA Budiono, Eko; Susanto, Hadi
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 4, No 2 (2006)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas untuk  menyusun modul pembelajaran  dan  mengetahui pengaruhnya dalam membimbing siswa menguasai kompetensi mengaplikasikan hukum-hukum Newton dalam persoalan dinamika sederhana. Modul merupakan paket belajar mandiri yang meliputi serangkaian pengalaman belajar yang direncanakan serta dirancang secara sistematis untuk membantu siswa menguasai kompetensi belajar yang telah ditetapkan. Dari hasil penelitian yang berlangsung dalam tiga siklus  didapatkan adanya peningkatan persentase penguasaan kompetensi belajar rata-rata kelas untuk setiap siklusnya tetapi belum mencapai ketuntasan belajar kelas yang diharapkan. Meskipun demikian penggunaan modul dapat meningkatkan sikap kemandirian siswa dalam belajar. Saran untuk  mencapai ketuntasan belajar adalah   guru sebaiknya menambahkan lembar latihan menggambar diagram gaya supaya siswa dapat berlatih menggambar diagram gaya pada benda dengan ukuran yang proporsional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah modul pembelajaran yang disusun dapat meningkatkan kompetensi mengaplikasikan hukum-hukum Newton dalam persoalan dinamika sederhana dan meningkatkan kemandirian belajar siswa. Kata kunci : modul pembelajaran, analisa kuantitatif, dinamika sederhana
PENERAPAN METODE SQ3R DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA POKOK BAHASAN TATA SURYA PADA SISWA KELAS VII SMP Masykur, -; Khanafiyah, Siti; Handayani, Langlang
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 4, No 2 (2006)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian penerapan metode SQ3R dalam pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar dan keaktifan siswa kelas VII SMPN 1 Tirto. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan dua siklus pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung cukup signifikan. Pada siklus I ketuntasan belajar siswa tercapai 68% dengan nilai rata-rata 66,3. Kemudian pada siklus II ketuntasan belajar menjadi 88% dengan nilai rata-rata 73,8. Sedangkan aktivitas belajar pada siklus I diperoleh aktivitas fisik 70%, aktivitas mental 56% dan aktivitas emosional 60%. Kemudian pada siklus II keaktifan belajar aktivitas fisik menjadi 88%, aktvitas mental 80% dan aktivitas emosional 86%. Disimpulkan bahwa penerapan metode SQ3R dalam pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa pada pokok bahasan tata surya. Untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih baik, sebaiknya  siswa sering dilatih mempersiapkan diri sebelum pelaksanaan pembelajaran. Selain itu sarana belajar juga perlu ditingkatkan. Telah dilakukan penelitian penerapan metode SQ3R dalam pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar dan keaktifan siswa kelas VII SMPN 1 Tirto. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan dua siklus pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung cukup signifikan. Pada siklus I ketuntasan belajar siswa tercapai 68% dengan nilai rata-rata 66,3. Kemudian pada siklus II ketuntasan belajar menjadi 88% dengan nilai rata-rata 73,8. Sedangkan aktivitas belajar pada siklus I diperoleh aktivitas fisik 70%, aktivitas mental 56% dan aktivitas emosional 60%. Kemudian pada siklus II keaktifan belajar aktivitas fisik menjadi 88%, aktvitas mental 80% dan aktivitas emosional 86%. Disimpulkan bahwa penerapan metode SQ3R dalam pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa pada pokok bahasan tata surya. Untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih baik, sebaiknya  siswa sering dilatih mempersiapkan diri sebelum pelaksanaan pembelajaran. Selain itu sarana belajar juga perlu ditingkatkan. Kata kunci : Metode SQ3R, Pembelajaran Kooperatif, Hasil Belajar: Metode SQ3R, Pembelajaran Kooperatif, Hasil Belajar
PENENTUAN KANDUNGAN UNSUR PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) RSUP DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN DENGAN METODE ANALISIS AKTIVASI NEUTRON REAKTOR KARTINI Niati, -; Dwijananti, Pratiwi; Widarto, -
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 4, No 2 (2006)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair hasil aktivasi manusia misalnya di Rumah Sakit harus diolah terlebih dahulu sebelum dialirkan ke lingkungan. Pengolahan limbah cair ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya suatu hal yang berbahaya atau tidak aman bagi lingkungan. Permasalahan yang dikaji adalah dengan mengetahui jenis unsur dan kadarnya apakah melebihi dari batas kadar baku mutu limbah dan air minum. Metode  Analisis Aktivasi Neutron (AAN) untuk analisis kualitatif yaitu mengetahui jenis unsur dan analisis kuantitatif yaitu menghitung kadar dari jenis unsur tersebut. Sampel limbah cair diaktivasi menggunakan sumber neutron dari Reaktor Kartini, kemudian dicacah menggunakan Spektrometri-γ, barulah analisis kualitatif dan kuantitatif dapat dilakukan. Hasil penelitian sampel air sumur dan limbah cair RS secara kualitatif terdapat jenis unsur dengan waktu peluruhan pendek seperti : Fe, Cl, dan Al dan waktu peluruhan panjang terdapat jenis unsur Br dan Na. Secara kuantitatif untuk waktu peluruhan pendek dengan evaporasi kadar Cl antara (0,0849-3,01)E-06 ppm, kadar Al antara (2,3197-3,9841)E-07 ppm; tanpa evaporasi kadar Cl antara (0,65785-2,3197)E-07 ppm, kadar Al antara (2,5113-2,7761)E-09 ppm. Untuk waktu peluruhan panjang dengan evaporasi kadar Br antara (0,069846-1,9147)E-04 ppm, kadar Na antara (0,8058-3,2544)E-05 ppm; tanpa evaporasi kadar Br 5,031E-06 ppm, kadar Na antara (6,7857-8,3285)E-07 ppm. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa waktu peluruhan dan perbedaan perlakuan sampel mengakibatkan jenis unsur dan kadar unsur yang dihasilkan juga berbeda-beda. Berdasarkan penghitungan kadar jenis unsur dan setelah dibandingkan dengan kadar baku mutu limbah dan mutu air maka limbah cair RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten dalam batas aman apabila dibuang ke lingkungan dan air sumur tersebut juga aman untuk dikonsumsi. Kata kunci : Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), AAN, Reaktor Kartini
PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK GERGAJI SEBAGAI BAHAN PEREDAM BUNYI Sujarwata, -; Sarwi, -
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 4, No 2 (2006)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendiskripsikan sifat komposit untuk bahan peredam bunyi. Tujuan penelitian yaitu a) diskripsi koefisien serapan dan koefisien refleksi bunyi bahan komposit, dan b) mengetahui kinerja bahan pada rentang frekuensi efektif. Enam sampel dibuat dari serbuk kayu angsana, dipadu dengan gipsum, fenol-formaldehid, dan perekat resin bening, yang dibentuk silinder berdiameter 10 cm. Peralatan penelitian yang digunakan yaitu: a) Two Microphone Impedance Tube B&K 4206, b) B&K 2718, c) B&K Pulse Multi Analyzer, d) Seperangkat Komputer, Pentium IV ,512 MB, 40 GB, dengan Pulse Program v. 6.0 Printer, dan Scanner.Nilai koefisien serapan tiga komposit yang diperoleh termasuk cukup baik yakni 0.57 - 0.67, dan bekerja pada interval frekuensi efektif (600 Hz - 1.4 kHz). Tiga komposit ini dibuat dengan proporsi jumlah serbuk angsana lebih besar daripada gipsum, karena fenol dan resin dipandang berpengaruh kecil. Dua komposit yang lain berkualitas kurang baik karena memiliki nilai koefisien serapan yang rendah yakni sekitar 0.4. sedangkan satu komposit tidak memiliki karakteristik. Nilai koefisien refleksi tiga komposit berkisar 0.58 - 0.65, yang bekerja pada interval frekuensi efektif (700 Hz - 1.4 kHz). Komposit yang diperoleh pada penelitian ini kualitasnya masih perlu ditingkatkan. Kata kunci : komposit, gypsum, resin bening
POTRET PEMBELAJARAN SAINS DI SMP DAN SMA Wiyanto, -; Sopyan, A; Nugroho, -; Wibowo, SW A
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 4, No 2 (2006)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memotret pembelajaran sains di SMP dan SMA. Pengambilan data dilakukan melalui teknik pengamatan dan angket. Pengamatan dilakukan untuk mengungkap proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru. Angket digunakan untuk menggali persepsi guru fisika dan siswa terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya pembelajaran sains cenderung monoton dengan aktivitas sains termasuk rendah. Guru cenderung berceramah atau menjelaskan, siswa mendengarkan dan mencatat, dan kegiatan laboratorium jarang dilakukan. Selain itu, pada umumnya persepsi guru dan siswa cenderung mengarah bahwa keberhasilan pembelajaran sains bergantung pada kurikulum, sumber daya, lingkungan belajar, keefektifan mengajar, dan strategi evaluasi. Kata kunci : proses pembelajaran, sains, empat pilar pendidikan.
RANCANGBANGUN “MULTI BOARD” SEBAGAI ALAT PERAGA BARU DALAM PEMBELAJARAN TRIGONOMETRI, OPTIKA GEOMETRI DAN VEKTOR Setiasih, Yuliana; Sambudi, Aji; Khanafiyah, Siti
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 4, No 2 (2006)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menuntut guru untuk memahami cara mengajarkan materi kepada peserta didik. Guru sebagai pendidik diharapkan mampu membuat dan memanfaatkan media pembelajaran supaya materi yang disampaikan mudah diterima serta dipahami oleh siswa. Trigonometri, Optika Geometri dan Vektor merupakan pokok bahasan dalam pelajaran Fisika yang relatif sulit dimengerti oleh siswa dan membutuhkan pemahaman yang mendalam. Ketiga materi tersebut memerlukan kecermatan dan ketelitian dalam melukiskan suatu besaran. Apabila tidak cermat dan tidak teliti dalam menggambarkannya, seperti penggunaan ukuran yang tidak tepat dapat menimbulkan perbedaan antara hasil perhitungan dengan gambar, sehingga membuat siswa bingung dan malas untuk mengkaji soal berikutnya. Guna membantu guru dalam mengajarkan serta membantu siswa dalam memahami konsep Trigonometri, Optika Geometri dan Vektor, maka penulis mendesain sebuah alat peraga yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam mengajarkan pokok bahasan tersebut, alat ini oleh penulis diberi nama ”Multi Board” . Pada dasarnya alat peraga ”Multi Board” ini terdiri dari empat bagian utama yaitu bidang kartesian, bidak optik, bidang polar dan bidang skala. Alat peraga ”Multi Board” dapat digunakan untuk mencari jarak, perbesaran, sifat bayangan, sinus, cosinus, tangen, penjumlahan dan pengurangan vektor. Selain beberapa hal diatas ”Multi Board” dapat digunakan untuk menentukan jarak antara daerah satu dengan yang lain, sudut tembak dan jangkauan proyektil. Kata kunci : Multi board, alat peraga , materi fisika

Page 1 of 1 | Total Record : 10