cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 1 (2012)" : 16 Documents clear
MODEL MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS GAYA BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT Wiyono, K.; -, Liliasari; Setiawan, A.; Paulus, C. T.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model multimedia interaktif berbasis gaya belajar dalam meningkatkan penguasaan konsep pendahuluan fisika zat padat mahasiswa calon guru. Metode eksperimen dengan desain control group pretest-posttest design dilaksanakan terhadap 37 mahasiswa kelas eks-perimen dan 36 mahasiswa kelas kontrol di LPTK Sumatera Selatan. Instrumen berupa kuesioner gaya belajar, tes pilihan ganda, angket dan lembar observasi. Uji t beda rerata digunakan melihat peningkatan penguasaan konsep mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tertinggi terjadi pada gaya belajar visual sebesar 83,0 (kategori tinggi) dan terendah pada gaya belajar kinestetik sebesar 66,3 (ketegori sedang). Peningkatan penguasaan konsep kelas eksperimen 74 (kategori tinggi) dan kelas kontrol 47 (ketegori sedang). Disimpulkan bahwa penggunaan  multimedia interaktif berbasis gaya belajar lebih efektif daripada pembelajaran konvensional dalam meningkatkan penguasaan konsep pendahuluan fisika zat padat.This study aims to see the effect of interactive multimedia model based learning styles to improve the concept mastery introductory solid state physics prospective teachers. Experimental methods with pretest posttes control group design implemented of 37 students in the experimental class and 36 students in the control class LPTK South Sumatra. Instruments of learning styles questionnaires, multiple choice tests, questionnaires and observation sheets. The mean difference t test used to see an increase in student concepts of mastery. The results showed that the highest increase occurred in the visual learning style that is equal to 83.0 (high category) and the lowest at 66.3 for kinesthetic learning styles (medium category). Increased concept of mastery class experiments 74 (high category) and a control class 47 (medium category). Concluded that the use of interactive multimedia-based learning style is more effective than conventional learning in improving the concept mastery introductory solid-state physics.
SIFAT MEKANIK BAHAN GESEK REM KOMPOSIT DIPERKUAT SERAT BAMBU -, Sutikno; Sukiswo, S. E.; Dany, S. S.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan gesek komposit diperkuat serat bambu untuk kampas rem otomotif dibuat menggunakan mesin pres isostatik panas pada 19oC selama 3 jam. Jumlah serat bambu dan serbuk logam di dalam pencampuran dioptimasi, setiap komposisi komponen lain dibuat tetap, pengaruhnya pada sifat-sifat mekanik dan struktur mikro diselidiki. Serat bambu disini digunakan sebagai pengganti serat asbes yang jumlahnya divariasi antara 2,86-17,14% dari volume total dan fraksi berat masing-masing unsur penyusun ditentukan menggunakan energy dispersive X-ray spectroscopy. Angka kekerasan Brinell, kekuatan tarik maksimum, dan ketahanan aus khas bahan gesek yang difabrikasi berada pada rentang 21,7-43,4 kg/mm2, 0,021-0,036 ton, dan 1,5exp-11-5,2exp-11 m2/N.Friction materials of bamboo fibers reinforced composites for automotive brakes were made using hot isostatic pressing machine at 190oC for 3 hours. The contents of bamboo fiber and metal powder in the mixing were optimized, each composition of other components was fixed, its effects on mechanical properties and microstructure were investigated. Bamboo fibers were used here as substitutes for asbestos fibers whose number varied between 2.86 to 17.14% of the total volume and weight fraction of each constituent element is determined using energy dispersive X-ray spectroscopy. Brinell hardness number, the maximum tensile strength and specific wear resistance of friction materials fabricated in the ranges of 21.7 to 43.4 kg/mm2, 0.021 to 0.036 tons, and 1.5 exp-11-5, 2exp-11 m2 / N, respectively.
SARON DEMUNG’S TIMBRE AND SONOGRAM OF GAMELANS GUNTURMADU FROM KERATON NGAYOGYAKARTA Kuswanto, H.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari spectrum warna bunyi (timbre) dan sonogram dari Saron Demung Gamelan Gunturmadu dari Keraton Ngayogyakarta. Suara setiap wilahan direkam dengan bantuan pengolah suara yang ada pada komputer.  Akurasi frekuensi yang dapat diperoleh dengan pengolah ini adalah 1 Hz. Frekuensi dasar dari saron demung gamelan Gunturmadu untuk setiap wilahan #1 sampai dengan #7 masing-masing adalah 197, 207, 221, 261, 285, 304, 326 Hz. Lokasi frekuensi harmonik  tidak berturutan akan tetapi disisipi dengan frekuensi tak harmonis. Jumlah frekuensi harmonis dan tak harmonis yang membentuk warna bunyi untuk setiap wilahan berbeda. Ketebalan garis frekuensi dasar pada sonogram bertahan lebih lama dibandingkan dengan frekuensi lain pada suatu wilahan.The aim of this research is to study the timbre spectrums of Saron Demung instruments of gamelans Gunturmadu of Keraton Ngayogyakarta. This gamelan, as a set of traditional Javanese ensemble, are a pelog scale, seven scale in one octave. Sound of Saron Demung instruments are recorded by sound software. This software can display waveform in time domain and spectrum in frequency domain. The fundamental frequency is shown directly by software.  Other peak frequencies can be traced by shifting the cursor on top of it. The accuracy of frequency that can be produced is 1 Hz. Fundamentals frequencies of  Saron Demung  keys  #1 to #7 of gamelan Gunturmadu are 197, 207, 221, 261, 285, 304, 326 Hz respectively. The location of the harmonic frequencies are not always consecutive, but sometimes punctuated by another frequency. The numbers of harmonics and inharmonic frequencies of each keys are different. The thick lines of the fundamental frequency in sonogram exist in longer time than the other.
KAJIAN FISIKA INDEKS-KEABUAN DENGAN TEKNIK RADIOGRAFI DIGITAL PADA PEMERIKSAAN TULANG METASTATIK -, Susilo; Maesadji, T. N.; -, Kusminarto; Wahyu, S. B.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pengukuran terhadap tulang menggunakan perhitungan indeks-keabuan dengan teknik radiografi digital. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan perangkat lunak berbasis Matlab dalam mengkaji nilai indeks-keabuan yang digunakan sebagai bagian system perangkat lunak untuk mendiagnosis tulang metastatik. Hasil pengukuran densitas radiograf stepwedge digunakan untuk menguji linearitas perangkat lunak tersebut, dan diperoleh hasil berupa persamaan linear Y = 0,153X + 0,267, dengan koefisien determinasi R2 = 0,975. Dengan perangkat lunak yang sama digunakan untuk mengukur densitas radiograf tulang pada ROI (region of interest) tulang tertentu menggunakan nilai indeks-keabuan. Aplikasi perangkat lunak tersebut dalam menganalisis radiograf tulang dapat digunakan untuk mendiagnosis tulang metastatik. Hasil ini menunjukkan bahwa indeks-keabuan sebagai bagian dari perangkat lunak berbasis Matlab dapat dikembangkan untuk diagnosis tulang metastatik pada senter-senter kesehatan rumah sakit yang telah menggunakan sistem Computed Radiography (CR) sehingga lebih efektif dan efisien.Bone examination based on calculation of gray-index using digital radiography (DR) technique has been performed. This study uses a Matlab based-software, a part of the software system in assessing the value of gray-index to diagnose metastatic bone. The measurement result of stepwedge radiograph-density is used to test the linearity of the software and it is obtained that the result is in the form of linear equation of Y= 0.153X + 0.267, with determination coefficient R2 of 0.975.  In addition, this technique can be used to measure bone radiographs density on the region of interest (ROI) using the value of gray-index. The application of this software in the analyzing of bone radiographs can be used to diagnose metastatic bone. These results indicate that the Matlab based-software can be developed to diagnose metastatic bone at the health centers which have been using computed radiography system to make it more effective and efficient.
ANALISIS KECELAKAAN REAKTOR AKIBAT KEGAGALAN SISTEM PEMBUANG PANAS PADA REAKTOR NUKLIR GENERASI IV Abdullah, A. G.; Su’ud, Z.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu aspek terpenting dalam proses desain reaktor nuklir adalah aspek keselamatan reaktor. Sebelum membangun reaktor secara fisik, terlebih dahulu dibuat perencaaan perhitungan yang matang termasuk melakukan simulasi kinerja keselamatannya dalam menghadapi kemungkinan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model simulasi kecelakaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang disebabkan  gagalnya sistem pembuang panas. Kecelakaan akibat gagalnya sistem pembuang panas dipicu oleh hilangnya kemampuan pendinginan dari pembangkit uap. Urutan kecelakaan ini diawali dengan hilangnya kemampuan reaktor untuk membuang panas dari loop pendingin sekunder. Selama kecelakaan, laju pembuangan panas mengalami penurunan sedangkan temperatur masukan pendingin mengalami peningkatan. Hasil simulasi memberikan gambaran bahwa reaktor dapat bertahan dari kecelakaan. Hasil analisis kecelakaan menunjukkan bahwa temperatur maksimum bahan bakar, selongsong dan pendingin memiliki batas keselamatan yang sangat besar.One of the most important aspects in nuclear reactor design process is the safety aspect. Advanced and accurate safety simulation must be performed before it can be built.  This research aims to develop a simulation model of Nuclear Power Plant (NPP) accidents due to the loss of  heat sink system. Loss of heat sink accident was triggered by the loss of cooling capability of steam generators.  This  accident  sequence  began with the loss of the reactor’s ability to remove heat from the secondary cooling loop. During the accident, the heat dissipation rate decreased whereas the coolant inlet temperatures increased till a new equilibrium level. The analysis results of the accident showed that there are large safety margin to the maximum temperature of the fuel, cladding, and coolant.
PENGEMBANGAN “CELS” DALAM EKSPERIMEN FISIKA DASAR UNTUK MENGEMBANGKAN PERFORMANCE SKILLS DAN MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA Samsudin, A.; Suhendi, E.; Efendi, R.; Suhandi, A.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan mengembangkan keterampilan kinerja (performance skills) mahasiswa dalam bereksperimen melalui Combination Experiment Laboratory by Simulation (CELS) pada eksperimen elastisitas untuk benda tegar. CELS merupakan kegiatan eksperimen yang memadukan antara eksperimen verifikatif dengan eksperimen berbasis multimedia komputer baik berupa simulasi komputer maupun video yang dikembangkan dari internet. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R and D) dengan subjek penelitian adalah mahasiswa Eksperimen Fisika Dasar di salah satu LPTK Jawa Barat. Langkah-langkah dalam penelitian pengembangan ini, yaitu: analisis kebutuhan, desain perkuliahan, pengembangan media, evaluasi produk (validasi ahli, one to one evaluation, small goup evaluation, dan field evaluation), dan hasil produk CELS. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan angket motivasi belajar mahasiswa dan lembar pengamatan berbasis performance assessment (penilaian kinerja). Analisis data menggunakan analisis skala sikap atau skala Likert (1, 2, dan 3) untuk menghasilkan persentase pencapaian motivasi belajar dan analisis dengan Rating Scale (skala 4 dan skala 5) untuk penilaian kinerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan CELS dapat me-ningkatkan motivasi belajar mahasiswa dan mengembangkan kemampuan kinerja mahasiswa yang meliputi aspek: mempersiapkan alat dan bahan, melaksanakan (melakukan eksperimen), dan menggunakan hasil pengukuran untuk menarik kesimpulan.The prurposes of the research were to improve learning motivation and develop performance skills of students in doing experiment through the use of Combination Experiment Laboratory by Simulation (CELS) on elasticity experiment of rigid body. CELS is an experiment activity combining between verification and computer-based experiments including either computer simulation or video developed from the internet. This research used R&D method and its research subjects were “Basic Physics Experiment” students of an education institute located in West Java. The research stages developed were analyzing the need, designing the course, developing the media, evaluating the product consisting of expert validation, one to one evaluation, small group evaluation and field evaluation, and producing CELS final product.  Research data were gathered by using student learning motivation questionnaire and performance assessment based observation sheet. The Liker scale analysis was used in order to gain the percentage of learning motivation achievement, while the rating scale was used to gather performance assessment. The result showed that the use of CELS can increase the learning motivation of the students and develop performance skills of students including preparing tools and material, performing the experiment and using the measurement result to derive the conclusion.

Page 2 of 2 | Total Record : 16