cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2014)" : 39 Documents clear
Integrasi Budaya Jawa Pada Pengembangan Bahan Ajar Bumi Dan Alam Semesta
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v10i1.3046

Abstract

Kesulitan siswa dalam mempelajari IPA salah satunya disebabkan oleh sebagian besar materi IPA diadopsi dari sains Barat. Padahal budaya yang mendasari pengembangan sains Barat tidak sama dengan budaya Jawa, maka pembelajaran sains berpotensi menimbulkan kesenjangan (clash) dengan sains lokal. Kesulitan lain disebabkan oleh pembelajaran IPA selama ini dilakukan memisahkan antara konten IPA dan pedagoginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan Budaya Jawa dalam pembelajaran IPA yang meliputi proses dan produk (materi) IPA menjadi satu kesatuan pengetahuan (Pedagogical Content Knowledge/PCK). Metode penelitian ini adalah penelitan pengembangan (RD). Tahap-tahap penelitian meliputi (1) studi pendahuluan; (2) pengembangan PCK; (3) validasi PCK; dan (4) pengembangan produk. Hasil penelitian menunjukkan modul yang dikembangkan layak untuk diujicobakan pada tingkat yang lebih luas dalam perkuliahan Fisika Sekolah Menengah. Western-adoption of most material of science causes student’s difficulties in learning science. Meanwhile, the culture base of Western science development is different from the Javanese one. This is why science learning causes potentially clash to local science. Other difficulty is caused by learning science which has been done by separating content from its pedagogy. This study aims to integrate Javanese culture into science teaching that include process and product to become a unified science knowledge (Pedagogical Content Knowledge/PCK). The research method used was a research development (R D), with the stages of (1) preliminary study, (2) development of PCK, (3) validation PCK, and (4) product development. The results showed that the developed modul decent for piloting at a broader level in High School Physics class.
Analisis FTIR dan Minimum Loss pada Kaca Tellurite-Bismuth-Zinc-Plumbum untuk Aplikasi Fiber Optik Infrared
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v10i1.3051

Abstract

Peneltian ini bertujuan menganalisis spektrum Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan menentukan minimum loss dari kaca Tellurite-Bismuth-Zinc-Plumbum (TBZP) yang dipengaruhi oleh variasi (PbO). Kaca TBZP difabrikasi dengan teknik melt quenching dengan komposisi 55TeO2–2Bi2O3–[43-x]ZnO–xPbO (%mol) dengan x=2, 3, 4, 5. Hasil uji spektrum Fourier Transform Infra Red (FTIR) menunjukkan pita absorbsi terbesar berada pada panjang gelombang lebih dari 620nm. Absorbansi tersebut lebih diakibatkan oleh adanya transisi vibrasi pada daerah infrared. Minimum loss pada kaca TBZP diprediksikan secara teoritis melalui fitting data infrared edge dengan kurva Rayleigh scattering. Minimum loss kaca TBZP sebasar 2,94 dB/km hingga 2,35 dB/km pada λ=5534,2nm hingga 5821,2nm. Nilai minimum loss menurun seiring pertambahan konsentrasi ion Pb2+ dalam kaca TBZP. Sifat tersebut menjadikan kaca ini sebagai kandidat yang baik untuk aplikasi yang menggunakan gelombang infrared seperti fiber optik infrared. The aims of this research were to analyze the spectrum of Fourier Transform Infra Red (FTIR) and determine the minimum loss of Tellurite-Bismuth-Zinc-Plumbum (TBZP) based glass which affected by the variation of (PbO). The TBZP glass has been fabricated by melt quenching technique with composition 55TeO2–2Bi2O3–[43-x]ZnO–xPbO (mol%) with x=2, 3, 4, 5. Fourier Transform Infra Red (FTIR) spectra test results showed that the greatest absorption bands were at wavelengths over 620nm. Vibrational transition has the reason behind the absorbance in the infrared region. Minimum loss on glass TBZP theoretically was predicted by fitted data from the infrared edge and rayleigh scattering curve. The minimum loss of TBZP was of the range 2,94 dB/km to 2,35 dB/km at λ=5534,2nm to 5821,2nm. The minimum loss of TBZP glass decreases as the Pb2+ content in glass increases. This makes these glasses are good candidate for IR-application such as infrared optical fiber.
Sintesis dan Karakterisasi Material Nanokomposit CNT/MnO2 Untuk Aplikasi Material Superkapasitor
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v10i1.3056

Abstract

Telah dilakukan fabrikasi material nanokomposit CNT/MnO2 sebagai material elektroda superkapasitor dengan reaksi redox antara CNT dan KMnO4. Variasi komposisi dari kedua bahan tersebut dilakukan untuk mengetahui sifat struktur, morfologi dan kelistrikannya dengan perbandingan massa CNT/MnO2 sebesar 0, 25, 50 dan 75%. Pola struktur kristal dan morfologi dari material serbuk nanokomposit CNT/MnO2 dikarakterisasi dengan X-ray diffraction (XRD), scanning electron microscope (SEM) dan transmission electron microscope (TEM), sedangkan pola ikatannya dikarakterisasi dengan FTIR. Serbuk nanokomposit CNT/MnO2 ini selanjutnya dibuat pellet berbentuk silinder berukuran diameter 1 cm dan ketebalan 2 mm dengan variasi penambahan pengikat polyvinylidene difluoride (PVDF) sebesar 10, 20 dan 30% dari campuran CNT/MnO2. Pellet dari material CNT/MnO2 ini selanjutnya dipanaskan pada temperatur 70 oC selama 1 jam. Hasil pengukuran resistansinya menunjukkan bahwa material CNT/MnO2 dengan perbandingan massa CNT/MnO2 sebesar 75% dan penambahan pengikat PVDF sebesar 20% menunjukkan nilai resistansi yang paling rendah. Selanjutnya prototip superkapasitor CNT/MnO2 dengan menggunakan PVDF sebesar 20% diukur dengan metode electrochemical impedance spectroscopy menghasilkan nilai kapasitansi spesifik sebesar 7,86 F/gr. Nanocomposite materials CNT/MnO2 have been fabricated as candidate of supercapacitor electrode material with a redox reaction between CNT and KMnO4. Variations in the composition of the two materials were carried out to determine the structure, morphology and electrical properties of CNT/MnO2 with mass ratio of 0, 25, 50 and 75 %. Pattern of the crystal structure and morphology of the CNT/MnO2 nanocomposite powder were characterized by X-ray diffraction (XRD), scanning electron microscope (SEM) and transmission electron microscope (TEM), while the bond pattern was characterized by FTIR. CNT/MnO2 nanocomposite powder was managed to make cylindrical pellets with diameter of 1 cm and thickness of 2 mm with variations addition of binder polyvinylidene difluoride (PVDF) of 10, 20 and 30%. Pellets of the material were then heated at a temperature of 70 oC for 1 hour. Resistance measurement results showed that the ratio of the mass of material CNT/MnO2 by 75% and additions by 20% PVDF binder showed the lowest resistance value. Furthermore, CNT/MnO2 supercapacitor prototype using PVDF of 20% measured with electrochemical impedance spectroscopy method showed specific capacitance of 7.86 F/gr.
Penerapan Model Pembelajaran Conceptual Understanding Procedures untuk Meningkatkan Curiosty dan Pemahaman Konsep Siswa
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v10i1.3047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran Conceptual Understanding Procedures (CUPs) serta meningkatkan pemahaman konsep dan curiosity siswa pada pelajaran fisika. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan desain kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, menggunakan metode eksperimen, pretest-posttest control group design. Untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep dan curiosity digunakan tes, angket, dan observasi. Uji gain untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep dan peningkatan curiosity, uji-t satu pihak (pihak kiri) untuk menguji keefektifan model pembelajaran CUPs. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman konsep pada kelas eksperimen diperoleh sebesar 0,67 dan kelas kontrol sebesar 0,58. Peningkatan curiosity pada kelas eksperimen diperoleh sebesar 0,21 dan kelas kontrol sebesar 0,20, dan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CUPs terbukti lebih efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan curiosity siswa pada pelajaran fisika. The purposes of this research were to determine effectiveness of Conceptual Understanding Procedures (CUPs) in enhancing students’ conceptual understanding and curiosity in physics. This research used experimental method by conducting pretest-posttest control group design. The data were obtained by using paper and pencil test, questionnaires, and observations to determine students’ improvement in understanding the concept and curiosity. Therefore, the data were analyzed by using gain test and t-test. The obtained gain of conceptual understanding in experiment group was 0.68 and control group was 0.58. Meanwhile, the obtained gain of curiosity in experiment group was 0.21 and control group was 0.20. The result of hypothesis testing about students’ improvement of conceptual understanding and curiosity showed that Ho was accepted and Ha was rejected. Based on data analysis, it can be inferred that the CUPs is more effective in improving students' understanding of concepts and curiosity in physics.
Rancang Bangun Sistem Penangkap Gambar Radiograf Digital Berbasis Kamera DSLR
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v10i1.3052

Abstract

Telah dilakukan modifikasi sistem penangkap gambar kedap cahaya yang dapat menampilkan langsung citra radiograf digital pada layar monitor PC dan menyimpan file radiograf tersebut sehingga bisa ditampilkan kembali. Penelitian ini bertujuan membangun model prototip sistem penangkap gambar berbasis kamera digital, sehingga hasilnya bisa diproses lebih lanjut menggunakan perangkat lunak pengolah citra berbasis Matlab. Hasil pemotretan dengan sinar-X pada benda uji dan volunteer digunakan untuk menguji keajegan hasil radiograf tersebut, dan diperoleh perbaikan kontras yang signifikan, ditunjukkan dengan tampilan histogram, nilai MSE dan PSNR yang sesuai. Aplikasi perangkat lunak tersebut dalam menganalisis radiograf benda uji, kaki, tangan serta stepwedge menunjukkan juga kenaikan ukuran file, kontras radiograf dan resolusi citra yang meningkat. Hasil ini menunjukkan bahwa model penangkap gambar yang dilengkapi dengan perangkat lunak berbasis Matlab dapat dikembangkan untuk pemeriksaan radiografi digital yang efektif, efisien dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. It has been modified a system of light-tight image capturing which can display directly digital radiograph image on the monitor screen of PC and save that radiograph digital image for re-displaying it. This research aims to build a prototype of digital camera based-image capturing, so that the result can be processed further using a mathlab based-image processing software. The imaging process using X-ray on the test materials and volunteers are used to investigate its image consistency and find more contrast image, shown on the histogram, appropriate MSE and PSNR values. The application of this software for analyzing test materials, feet, hands and stepwdge showed the file size increase, radiograph constrast, and image resolution. This result shows that a model of image capturing completed by software based-mathlab can be developed to check an effective, efficient and has an economic value digital radiography test result.
Pembuatan Media Pembelajaran Pengukuran Viskositas dengan Menggunakan Viskometer Dua Kumparan dan Freewave3
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v10i1.3048

Abstract

Saat ini banyak cara dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memanfaatkan media pembelajaran yang dirancang sendiri oleh guru. Pada penelitian dirancang media pembelajaran yaitu mengukur viskositas oli menggunakan metode viskositas bola jatuh dengan memanfaatkan dua kumparan sebagai sensor pendeteksi. Dimana dua kumparan dihubungkan dengan osiloskop dan hasilnya diolah menggunakan software freewave3. Dengan memberikan sinyal sinusoidal pada kumparan dan menjatuhkan bola kedalam tabung yang berisi fluida, akan didapatkan informasi perubahan tegangan saat bola tepat melewati kumparan. Dari data yang terekam pada software freewave3 dapat dihitung besar kecepatan terminal bola. Kecepatan terminal bola ditentukan dengan menghitung gradien dari grafik jarak terhadap waktu. Sehingga didapatkan nilai viskositas oli sebesar μ=0.85 Ns/m2. Lembar kerja siswa diuji cobakan pada beberapa mahasiswa dan didapatkan 87,5% mahasiswa menganggap bahwa pengukuran viskositas dengan menggunakan viskometer dua kumparan adalah hal baru bagi mereka, mudah diikuti, mempermudah dalam memahami dan menghitung viskositas fluida, dan memotivasi mereka dalam belajar fisika. Nowadays, there are many ways done to improve quality of learning by taking benefits from learning media designed by teacher. In this research, a viscosity measurement learning media was designed by applying two coils as transducer. Two coils were connected to osciloscop and the result was managed by freeware3 software. By giving sinusiodal signal to the coils dan droping ball into the tube containing oilt, an information of voltage change at the time of the ball passes the coil will be gathered. From the recorded data, the ball terminal velocity can be found by calculating the slope of distance-time graph, with the result of μ=0.85 Ns/m2. Student worksheets were distributed to several students and it was found that 87,5 % of the students considered that the measurement was a new thing for them , easy to follow , make them easier to understand and calculate the viscosity of the fluid , and motivate them to learn physics.
Kajian Fisika Aliran Material Granular Dedak Gandum Di Dalam Saluran Microfluidic
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v10i1.3053

Abstract

Perkembangan teknologi mikroelektronik telah melahirkan suatu cabang ilmu baru yaitu microfluidics. Teknologi ini dapat memanipulasi instrumentasi laboratorium menjadi satu chip. Proses pembuatan chip diawali dengan pembuatan mask kemudian dilanjutkan dengan pencetakan master untuk kemudian dituangkan larutan Polydimethil siloxane (PDMS) dan diikatkan dengan kaca melalui teknologi plasma. Kemudian setelah chip dibuat, dilakukanuji microfluidics dengan melewatkan campuran material granular dedak gandum dan air di dalam saluran chip tersebut dengan kecepatan 5,000 μl/jam dan pola aliran direkam dengan menggunakan kamera kecepatan tinggi. Dari hasil rekaman, gambar dianalisis dengan menggunakan persamaan Navier-Stokes dan dilakukan simulasi untuk dapat menduga pola aliran yang terjadi di dalam saluran.Kesimpulan yang didapatkan menunjukkan bahwa aliran fluida yang diperoleh bersifat non-newtonian, dan partikel dedak gandum memiliki sifat tabrakan inleastik. The development of microelectronic technology leads to a new technology branch, namely microfluidics. This technology can manipulate a complicated laboratory instrument into a single chip. The process of making chip starts with making mask, molding a master, pouring of Polydimethilsiloxane (PDMS) into the master, and then making the bonding between the PDMS and glass by using plasma technology. The next step is microfluidics testing by passing the mixing of granular material wheatbran and dionized water through the chip’s channel with the speed of 5,000 μl/hour, and recording the flow of fluid by using high speed camera. The result was then analyzed by Navier-Stokes equation and employed the simulation to predict the flow inside the chip. It can be concluded that the characteristics of fluid’s flow found are non-newtonian fluid and the wheatbran particle has inelastic collision.
Pengaruh Advance Organizer Berbasis Proyek Terhadap Kemampuan Analisis – Sintesis Siswa
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v10i1.3044

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh model pengatur kemajuan (advance organizer) berbasis proyek terhadap kemampuan analisis – sintesis siswa pada konsep Energi. Sebelum pembelajaran, diberikan tugas proyek pada siswa untuk merealisasikan bel listrik sederhana, rangkaian arus seri - paralel, dan tuas. Produk proyek digunakan sebagai advance organizer dalam pembelajaran di kelas. Penguatan kognitif dilakukan melalui diskusi kelompok dan pembuatan peta konsep, ekspositori guru di kelas, dan kegiatan eksperimen laboratorium. Data diambil melalui pretest, post test, observasi partisipatif pembelajaran oleh dua orang observer, penilaian produk, peta konsep dan laporan kegiatan eksperimen. Teknik analisis data meliputi uji prasyarat data dan uji hipotesis Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan kemampuan analisis – sintesis dalam aspek menguraikan, mengkategorikan, mengidentifikasi, merumuskan pernyataan, merekonstruksi, menentukan konsep, dan menganalisis konsep dengan rata – rata peningkatan delta skor sebesar 54,46 %, uji t sebesar 6,4, dan skala gain sebesar 0,3. This study was conducted to determine the effect of project-based advance organizer model on student’s analysis - synthesis ability of the energy concept. Students were given an assignment to realize the project on simple electric bell, the series – parallel circuit, and lever, before learning. The products of project were used as an advanced organizer in the learning activity. Cognitive strengthening was done through group discussions and concept mapping, expository learning in the classroom, and laboratory experiments activities. The data were taken through a pretest, post-test, participant observation study by two observers, product assessment, concept maps and report of experiment activities. Results showed that the students’ analysis - synthesis ability increased in the aspect of describing, categorizing, identifying, statement formulating, reconstructing, concept determining, and analyzing the concept. The average increase in delta score was 54.46 %, while the t-test score was of 6.4 and a gain scale of 0.3.
Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Integrasi Peer Instruction Terhadap Penguasaan Konsep Dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v10i1.3049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing integrasi peer instruction, pembelajaran inkuiri terbimbing, dan pembelajaran konvensional. Selain itu, juga untuk mengetahui pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing integrasi peer instruction, pembelajaran inkuiri terbimbing dan pembelajaran konvensional berturut-turut terhadap penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis fisika. Rancangan penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan posttest only design. Data dianalisis dengan analisis multivariat (manova) satu jalur dan uji lanjut LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing integrasi peer instruction, pembelajaran inkuiri terbimbing dan pembelajaran konvensional, penguasaan konsep siswa yang belajar dengan pembelajaran inkuiri terbimbing integrasi peer instruction lebih tinggi daripada pembelajaran inkuiri terbimbing dan pembelajaran konvensional, dan kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar dengan pembelajaran inkuiri terbimbing integrasi peer instruction lebih tinggi daripada pembelajaran inkuiri terbimbing dan pembelajaran konvensional. The research aimed to determine the differences of concepts acquisition and critical thinking skills among students having peer instruction integrated guided inquiry learning, guided inquiry and conventional learning. Beside that, the research also aimed to determine the influence of peer instruction integrated guided inquiry learning, guided inquiry and conventional learning respectively to the concepts acquisition and critical thinking skills. The research used a quasi-experimental with posttest only design. The data were analysed by using multivariate analysis (manova) which was followed by LSD test. The results showed that, there were differences of concepts acquisition and critical thinking skills among students who used peer instruction integrated guided inquiry learning, guided inquiry learning and conventional learning. The concepts acquisition of students having peer instruction integrated guided inquiry learning was higher than that of guided inquiry learning and conventional learning, while critical thinking skills of students with peer instruction integrated guided inquiry learning is higher than that with guided inquiry learning and conventional learning.

Page 4 of 4 | Total Record : 39