cover
Contact Name
Suharto
Contact Email
suharto@mail.unnes.ac.id
Phone
+628122853530
Journal Mail Official
suharto@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung B2 Lt.1 Kampus Sekarang Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Harmonia: Journal of Research and Education
ISSN : 25412426     EISSN : -     DOI : 10.15294
Core Subject : Education, Art,
Harmonia: Journal of Arts Research and Education is published by Departement of Drama, Dance, and Music, Faculty of Language and Arts, Universitas Negeri Semarang in cooperation with Asosiasi Profesi Pendidik Sendratasik Indonesia (AP2SENI)/The Association of Profession for Indonesian Sendratasik Educators, two times a years. The journal has focus: Research, comprises scholarly reports that enhance knowledge regarding art in general, performing art, and art education. This may include articles that report results of quantitative or qualitative research studies.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2013): June 2013" : 20 Documents clear
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SEKOLAH MELALUI PENDIDIKAN SENI TRADISI Ambarwangi, Sri; Suharto, S.
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 13, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v13i1.2535

Abstract

Indonesia adalah negara yang terdiri dari banyak budaya, karakter, etnik yang tersebar di pelosok negeri. Itulah sebabnya masyarakat Indonesia dianggap sangat plural. Keragaman budaya dengan berbagai karakter ini juga ternyata menjadi ancaman perpecahan yang disebabkan kurangnya kesadaran tentang makna keberagaman ini. Gesekan-gesekan yang berbau sara terus terjadi karena kurangnya kesadaran budaya masyarakatnya. Pelajaran seni tradisi di sekolah menengah bisa menjadi wahana pembelajaran multikultural bagi peserta didik. Pembelajaran multikultural ini penting bagi agar  mereka siap dan sadar menjadi anggota masyarakat yang plural. Indonesia is a country consisting of countless cultures, characters, ethnic groups spread in various regions. That’s why Indonesian community is very pluralistic. The diverse cultures with these considerable characters have threatened disunity caused by people’s consciousness of this diversity. The ethnic segregation and conflict have kept going because of the lack of community’s cultural awareness. Subject on tradition and art in high schools could be a medium for multicultural learning for students. This multicultural learning is important in order that they are ready and aware of being pluralistic community members.
PROSES PEMBELAJARAN SENI MUSIK BAGI SISWA TUNANETRA Saputri, Dias Rizki
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 13, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v13i1.2531

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendiskripsikan, dan menganalisis metode dan pelaksanaan pembelajaran musik bagi siswa tunanetra kelas VIII SMP Di SLB Negeri 1 Pemalang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukan bahwa metode pembelajaran siswa tunanetra hampir sama dengan metode pembelajaran pada siswa awas pada umumnya, yaitu sama-sama menggunakan metode ceramah, metode tanya jawab, metode demonstrasi, dan metode pemberian tugas. Namun cara penyampaian dan pelaksanaannya berbeda dengan siswa awas. Ada 3 tahap proses pembelajaran, yaitu: tahap perencanaan yang meliputi penentuan alokasi waktu, persiapan materi dan buku pembelajaran, juga persiapan media yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar Tahap pelaksanaan meliputi penyajian materi dengan menggunakan metode ceramah, metode tanya jawab, metode demonstrasi, dan metode pemberian tugas. Tahap evaluasi meliputi waktu pemberian ujian, dan pelaksanaan evaluasi. Remedial tidak dilaksanakan. The goals of this research are to find out, describe, and analyze methods and implementation of music learning for the visually impaired students of VIII class at I Public Junior High School for the Physically Impaired at Pemalang. This research used qualitative approach. The finding shows that learning method of the visually impaired students is almost the same with that of regular public secondary schools, by means of lecturing, interview, demonstration method, task-assigning method. However, the deliverance and implementation of the learning is different from those of the regular students. Among the three stages of learning process include: planning which includes time allocation, material preparation, and learning materials, as well as media preparation for the learning and teaching process. The implementation stage includes topic presentation by lecturing, interview, demonstration and task-assigning methods. The evaluation stage includes time allocation for tests and evaluation implementation. Remedial test is not conducted.
PENGARUH BUSANA TERHADAP GERAKAN TARI OLEG TAMULILINGAN Astini, Siluh Made
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 13, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v13i1.2536

Abstract

Tari Oleg Tamulilingan merupakan  salah satu warisan nusantara yang muncul di pulau Bali pada tahun 1950-an. Tari ini eksis sampai sekarang karena balutan busananya yang menarik sehingga beberapa teba gerak dipengaruhi oleh balutan busana tersebut, yang memberikan kesan feminim dan maskulin. Kain yang menjulur ke belakang di sela-sela kaki kanan dan kaki kiri, rambut panjang yang berjuntai ke bawah, oncer yang bergelayut di pinggang sebelah kanan dan sebelah kiri, memberikan kesan lemah gemulainya gerakan tari.  Langkah kaki untuk bisa berjalan napak dengan tempo yang pelan dan berjalan jinjit dengan tempo yang cepat sangat dipengaruhi oleh disain kain yang menjulur ke belakang sepanjang 1 meter yang melewati di antara kaki kanan dan kaki kiri.Tari ini menggambarkan percintaan sepasang kumbang yang sedang mengisap sari atau bunga. Sepasang penari putra dan putri merealisasikan tari ini dengan balutan busana yang indah dan gerakan-gerakan yang menarik. Kedinamisan gerak dari sepasang penari  ini juga bisa dilihat dari tempo yang dimainkan seperti cepat, sedang, dan lambat. Tari ini selalu tampil di hotel-hotel atau di beberapa tempat pariwisata yang ada di Bali untuk menghibur wisatawan dan wisatawati yang berkunjung ke Bali. Oleg Tamulilingan dance is one of Indonesian archipelago heritages, which originated in Bali Island in the 1950-s. The dance has been existing up to this present. The dancers wear alluring costumes and the costumes influence the dancers’ dance movement, either feminine or masculine movement. The cloth extending backward between right and left feet, long hair elongating downward, oncer slinging round the right and left waists, giving its suave dance movement. The footsteps to walk on sole in a slow tempo and on tiptoe in a quick tempo is really influenced by cloth design extending backward of 1 meter long between the right and left feet. This dance portrays a love romance between a couple of bees, which were sucking nectars. A couple of male and female dancers communicate this dance by their appealing costumes and movement. The dynamic movement of the dancers could also be noticed from its tempo. This dance is always performed in hotels and several tourism sites in Bali to entertain visitors to Bali.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN UNJUK KERJA (PERFORMANCE ASSESSMENT) KOMPETENSI EKSPRESI DAN KREASI MUSIK DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) Utomo, Udi; Ardiyarta, Theo
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 13, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v13i1.2527

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (Research and Developmen) yang langkah-langkahnya diadaptasi dari model spiral.  Instrumen penilaian unjuk kerja (performance assessment) yang  dikembangkan terdiri atas: (1) butir tugas (task); (2) audio iringan musik; (3) rubrik penilaian; (4) lembar pengamatan; dan (5) pedoman interpretasi hasil penilaian. Pengembangan indikator instrumen penilaian unjuk kerja kompetensi ekspresi dan kreasi musik dilakukan dengan mengacu pada kurikulum pembelajaran seni musik kelas IX sekolah menengah pertama (SMP). Khususnya pada standar kompetensi (SK) mengekspresikan diri melalui karya seni musik dan kompetensi dasar (KD): (1) mengaransir lagu mancanegara di Asia; dan (2) menampilkan hasil aransemen lagu mancanegara di Asia. Untuk menilai kompetensi siswa dalam mencipta melodi lagu bertangga nada diatonik mayor digunakan penilaian unjuk kerja dengan teknik uji praktik mencipta melodi lagu yang dilakukan secara tertulis. Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan pada tahap penerapan model menunjukkan bahwa, secara teknis model penilaian unjuk kerja kompetensi ekspresi dan kreasi musik yang dikembangkan dapat diterapkan dengan baik. Berdasarkan hasil analisis uji reliabilitas yang dilakukan dengan menggunakan analisis koefisien korelasi antarkelas (intraclass correlation coefficients/ ICC) tipe consistency definition dan tipe absolute agreement definition menunjukkan pula bahwa instrumen penilaian yang dikembangkan telah memenuhi kriteria yang ditetapkan. This research was conducted by using research and development approach, in which the stages were adapted out of spiral model. Performance assessment consists of (1) task; (2) audio music; (3) assessment rubric; (4) observation sheet; and (5) guidelines of assessment interpretation. Development of performance assessment indicator of expression competence and music creation was conducted by referring to music learning curriculum of junior high schools of the IX class. Especially in terms of competence standard, it means to express oneself through works of art and basic competence: (1) arrange foreign songs in Asia; and (2) perform the song’s arrangement in Asia. To evaluate students’ competence in creating song melody of major diatonic tone, they use performance assessment by field exam in a written way. Based on the trial conducted in the model application stage, it shows that technically the performance assessment model of expression competence and music creation could be applied well. Based on the analysis of reliability test by means of intraclass correlation coefficients/ICC of consistency definition and absolute agreement definition types, it shows that assessment instruments have fulfilled the required criteria.
PENINGKATAN KEMAMPUAN VOKAL MELALUI METODE SOLFEGIO Sulasmono, Putut
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 13, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v13i1.2532

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan vokal setelah diberikan metode solfegio pada peserta didik kelas VIII A di SMP Negeri 2 Kayen Kabupaten Pati tahun 2009/2010 dan untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar vokal setelah diberikan metode solfegio peserta didik kelas VIII A di SMP Negeri 2 Kayen abupaten Pati tahun 2009/2010. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif  kualitatif dan kuantitatif, rancangan penelitian tindakan kelas dilakukan dua siklus setiap siklusnya empat pertemuan, pada semester dua tahun pelajaran 2009/2010.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 peserta didik mencapai kriteria baik jumlahnya 33 peserta didik (82,5 %). Penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode solfegio di kelas VIII A SMP 2 Kayen Kabupaten pati dapat meningkatkan kemampuan vokal peserta didik. Berdasarkan analisa data keadaan dipengaruhi adanya respon yang baik dari peserta didik terhadap latihan intonasi, ritme serta harmoni. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode solfegio di kelas VIII A SMP 2 Kayen Kabupaten Pati, peningkatan aktivitas belajar pada kegiatan visual activities, listening activities, oral activities serta motor activities pemberian latihan-latihan dengan metode solfegio memberikan stimulus yang menyenangkan terhadap aktivitas belajar sehingga terjadi perubahan pengalaman belajar. Rerata aktivitas belajar vokal peserta didik dengan nilai 3.86 dengan skor 40 – 52 (50) predikat aktivitas belajar sangat baik. The goals of this research are to find out the improvement of vocal skill of students at VIII A class of 2009/2010 year of Public Junior High School 2, Kayen, Regency of Pati after having been treated with solfegio method and to identify how the method could improve the students’ vocal learning activity. Technique of data analysis used descriptive qualitative and quantitative analysis. The design of action research was conducted in two cycles; each cycle consisted of four meetings, in the second semester of 2009/2010 year. The finding shows that among 40 students, 33 of them reached a good criteria (82,5%). The research shows that the use of solfegio method in the class could improve students’ vocal skill. Based on data analysis, the condition was influenced by good response from students toward intonation, rhythm, and harmony practices. It also shows that the use of the method could enhance students’ visual, audio, oral, and motor activities; giving more exercises by solfegio method could give an enjoyable stimulus to their learning activity so that their learning experience changed accordingly. The average grade of students’ vocal learning activity was 3.86 with the score of 40 – 52 (50); the learning activity was considered very good.
SRI MULIH PENDAWA SEBAGAI SARANA PELENGKAP GREBEG SEKATEN DI KERATON KASUNANAN SURAKARTA -, Sukatno
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 13, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v13i1.2528

Abstract

Lakon Sri mulih Pendawa merupakan garapan baru yang menggabungkan lakon versi Jawa dengan versi Mahabarata. Keluarga Pendawa mengalami  ketidak tenteraman karena  Dewi Sri dan Sardono murca bersama dengan  lumbung padinya dari  tempat  penyimpanan.  Dewi Sri bertempat di keraton Pundak Sitegal suatu keraton baru yang dipimpin seorang raksasa yang arif bijaksana. Untuk mengembalikan Dewi Sri sebagai lambang kemakmuran dan kebahagian hadir seorang tokoh Probokusuma berasal dari kahyangan Untoro Segoro yang mencari pengakuan putera janaka. Probokusumo akan diterima sebagai anak janaka jika dapat mengembalikan Dewi Sri. Atas pertolongan  Burung Goh Endro Probokusuma dapat memboyong Dewi Sri setelah kembang Ajari Tangan dapat dibawa bersama Sardono. Kembalinya Dewi Sri dan Sardono bersama lumbung padi, Lesung dan alat penunbik padi  ketempat penyimpanan sebagai tanda kemakmuran, kebahagianan dan ketenteraman keraton Amarta. Sri Mulih Pendawa play is a new performance that blends Javanese version play and Mahabarata version. Pendawa families went through tumultuous life because Dewi Sri and Sardono were wrathful with their rice mill out of its storage. Dewi Sri dwelled in Pundak Sitegal palace, a new royal palace led by a noble and wise king. To return Dewi Sri as a goddess of prosperity and happiness, a figure named Probokusuma came from Untoro Segoro heaven, who searched for admittance of Janaka son. Probokusuma would be admitted as Janaka son if he could return Dewi Sri. By dint of Goh Endro bird, Probokusuma could carry away Dewi Sri after Sardono had brought Ajari Tangan flower. The return of Dewi Sri and Sardono with the rice mill, trough and rice masher to the storage represents prosperity, happiness, and convenience of Amarta royal palace.
SACRILEGIOUS ASPECT OF JAVANESE GAMELAN: PAST AND FUTURE Pranoto, Henry Susanto
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 13, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v13i1.2533

Abstract

This article aims to discuss sacrilegious aspect of Javanese Gamelan in the past and what will happen in the future if it is mistreated. The most important, this article will observe the religious aspect that Gamelan has as its main function. It also explores a background history of Indonesia as a religious nation, an explanation on Gamelan music structures, and its influence toward the Western composers such as Claude Debussy and Lou Harrison in composing their musical works that are emphasizing the sacrilegious aspect of Gamelan. It gives some detail studies on their musical works that are influenced by Gamelan music in which those composers still gave a highly and rightful respect in their approach toward Gamelan music. Lastly, this article also explores the electronic Gamelan Music and its effects toward tradition. Meanwhile, it is necessary to preserve the religious aspect of Gamelan because it will define Indonesian as religious culture. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk melihat kesakralan aspek dari Gamelan Jawa di masa lampau dan melihat kepada masa yang akan datang sehingga bisa dilihat apakah ada unsur kesakralan yang telah diselewengkan ataupun pudar. Hal yang terpenting di dalam ulasan artikel ini adalah pengamatan tentang unsur religi yang Gamelan miliki sebagai fungsi yang terutama. Artikel ini juga akan menjelaskan tentang sejarah Indonesia sebagai negara yang berbasis agama sejak awal mula berdirinya sampai saat ini, menjelaskan tentang struktur musik dari Gamelan, dan pengaruh Gamelan bagi komposer musik barat seperti Claude Debussy dan Lou Harrison dalam mengkomposisi musik mereka di mana mereka masih memperhatikan unsur dan fungsi kesakralan dari Gamelan. Analisa tentang komposisi musik mereka juga akan diulas di sini sehingga kita bisa melihat bagaimana komposer-komposer ini masih memberikan apresiasi dan respek yang benar dalam penyajian musik mereka yang terinspirasi oleh Gamelan musik. Pada akhirnya, artikel ini juga akan menjelaskan mengenai Gamelan elektronik yang sedang berkembang saat ini dan efeknya terhadap tradisi budaya Indonesia. Selanjutnya, sangatlah perlu bagi masyarakat Indonesia untuk mempertahankan unsur kesakralan dari Gamelen karena akan dapat mengidentifikasikan Indonesia sebagai suatu budaya yang beragama.
RELEVANSI PROSES PEMBELAJARAN MATA KULIAH INSTRUMEN PILIHAN WAJIB PIANO DENGAN TUJUAN KURIKULUM FPBS UPI Latifah, Diah
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 13, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v13i1.2529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari relevansi antara proses pembelajaran mata kuliah instrumen pilihan wajib piano, dengan tujuan kurikulum Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni UPI. Data penelitian adalah mahasiswa-mahasiswa peserta mata kuliah instrument pilihan wajib piano  dan tiga dosen pengampunya serta dokumen kurikulum FPBS UPI tahun 2009 yang memuat tujuan kurikulum. Metode penelitian yang digunakan adalah  metode evaluatif dengan ciri khusus studi kasus sosial inkuiri. Hasil penelitian menyatakan, bahwa para peserta mata kuliah bersangkutan masih belum dibekali dengan materi komponen pembelajaran musik umum yang diaplikasikan melalui piano. Rekomendasi menyarankan subyek mata kuliah diperkaya dengan materi yang bersifat pendidikan dan pembelajaran musik yang diaplikasikan melalui piano. This study aims to explore the relevance of the instructions processes of “Piano as a Compulsory Course” and the purpose of the curriculum of the Faculty of Education, Language and Arts at UPI. Data research participants were students of this course and three lecturers and the curriculum goals of FPBS UPI for 2009. The method used is an evaluative method of case studies in social inquiries with special features. The results of research are; the participants stated that the course has not yet provided the students with the material components of general music instructions applied through piano. Recommendations suggest that the subject of the course material be enriched with education and music instruction as applied through piano music.
BENTUK DAN ANALISIS MUSIK KERONCONG TANAH AIRKU KARYA KELLY PUSPITO Rachman, Abdul
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 13, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v13i1.2534

Abstract

Musik keroncong merupakan musik asli Indonesia karena tumbuh dan berkembang di Indonesia. Namun perkembangannya tidak sebaik jenis musik barat seperti pop, rock ataupun musik dangdut. Musik keroncong sering dianggap sebagai musik yang dikonsumsi kalangan orang tua saja karena memang peminat musik keroncong sebagian besar adalah orang tua. Seorang komponis keroncong asal Semarang yaitu Kelly Puspito tergugah untuk mengembangkan musik keroncong karena melihat musik keroncong sudah mulai ditinggalkan oleh para remaja. Kelly Puspito melakukan inovasi terhadap musik keroncong asli dengan cara mengembangkan harmonisasi atau progresi akor dengan menambahkan akor-akor yang sudah baku, melodi yang bervariasi bergerak melangkah dan melompat,  rentangan nada yang luas, ritmis bervariasi yaitu bernilai seperempatan, seperdelapanan, hingga seperenambelasan, serta interval nada yang cukup tajam baik naik maupun turun. Hal itu sesuai dengan karakteristik remaja yaitu selalu ingin berinovasi, menyukai tantangan dan ingin mencoba hal-hal yang baru. Keroncong music is an original Indonesian music since it grew and developed in Indonesia. However, its development was not as good as western music such as pop, rock, or dangdut. Keroncong music is often regarded as music consumed only by the adults since those who like the music are mostly adults. A keroncong composer from Semarang Kelly Puspito was encouraged to familiarize keroncong music since she noticed that the music has been abandoned by youngsters. Kelly has innovated the music by enhancing harmonization or accord progression by adding standard accords, more various melodies of moving forward and skipping, extensive tone stretching, variously patterned rhythmic tone by 1/4, 1/8, and even 1/16 and a sharp tone interval either ascending or descending tones. This is relevant to youngsters’ characteristics to always innovate, take challenges, and want to experiment with new things. 
PENGEMASAN BAHAN AJAR TARI TOPENG MALANG PADA MATA KULIAH VOKASI TARI MALANG Rahayuningtyas, Wida
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 13, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v13i1.2530

Abstract

Pengemasan bahan ajar adalah mengemas materi menjadi lebih baik, dengan cara menjadikan ringkas. Materi yang dikembangkan terdapat pada mata kuliah Vokasi Tari Malang yaitu salah satu nama mata kuliah di Program Studi Pendidikan Seni Tari-UM yang berisi tentang  materi tari topeng Malang milik Karimun (Alm). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan wujud bahan ajar mata kuliah Vokasi Tari Malang dan mengetahui keefektifan bahan ajar setelah diterapkan kepada mahasiswa.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dan uji keefektifan menggunakan uji-t dengan program SPSS 12. Hasil penelitian ini adalah berupa buku ajar mata kuliah Vokasi Tari Malang yang berisi petunjuk pembelajar, silabus, RPP, materi, rangkuman dan evaluasi yang dilengkapi dengan VCD pembelajaran. Uji coba keefektifan menunjukan hasil bahwa dari segi produk masuk kategori yang sangat baik sehingga layak digunakan. The packaging of teaching material can be done by adapting the available teaching material and repackaging them in a more practical form. The teaching material developed in this study is Tari Topeng Malangan originally created by (the late) Karimun, which is taught as Vokasi Tari Malang subject in Dance Department of Faculty of Art and Languages, Malang State University. The aim of this research and development study is to produce a teaching material for Vokasi Tari Malang subject and also to find out the effectiveness of the material after being applied to students. This research is a developmental research and an effectiveness test by using t-test provided from SPSS 12. The final products of the teaching material is in the form of teaching textbook for Vokasi Tari Malang, which consist of a syllabi, teaching guide, lesson plans, the material for the teaching, the summary of the material, the teaching assessment and also a tutorial VCD. The t-test showed that the teaching material is categorized as a good teaching material to use in teaching.

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1 (2024): June 2024 Vol 23, No 2 (2023): December 2023 Vol 23, No 1 (2023): June 2023 Vol 22, No 2 (2022): December 2022 Vol 22, No 1 (2022): June 2022 Vol 21, No 2 (2021): December 2021 Vol 21, No 1 (2021): June 2021 Vol 20, No 2 (2020): December 2020 Vol 20, No 1 (2020): June 2020 Vol 19, No 2 (2019): December 2019 Vol 19, No 1 (2019): June 2019 Vol 18, No 2 (2018): December 2018 Vol 18, No 1 (2018): June 2018 Vol 17, No 2 (2017): December 2017 Vol 17, No 1 (2017): June 2017 Vol 16, No 2 (2016): December 2016 Vol 16, No 2 (2016): (Nationally Accredited, December 2016) Vol 16, No 1 (2016): June 2016 Vol 16, No 1 (2016): (Nationally Accredited, June 2016) Vol 15, No 2 (2015): December 2015 Vol 15, No 2 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2015) Vol 15, No 1 (2015): June 2015 Vol 15, No 1 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, June 2015) Vol 14, No 2 (2014): December 2014 Vol 14, No 2 (2014): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2014) Vol 14, No 1 (2014): June 2014 Vol 14, No 1 (2014): (DOI & DOAJ Indexed, June 2014) Vol 13, No 2 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, December 2013) Vol 13, No 2 (2013): December 2013 Vol 13, No 1 (2013): June 2013 Vol 13, No 1 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, June 2013) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 1 (2000) Vol 1, No 1 (2000) More Issue