cover
Contact Name
Suharto
Contact Email
suharto@mail.unnes.ac.id
Phone
+628122853530
Journal Mail Official
suharto@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung B2 Lt.1 Kampus Sekarang Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Harmonia: Journal of Research and Education
ISSN : 25412426     EISSN : -     DOI : 10.15294
Core Subject : Education, Art,
Harmonia: Journal of Arts Research and Education is published by Departement of Drama, Dance, and Music, Faculty of Language and Arts, Universitas Negeri Semarang in cooperation with Asosiasi Profesi Pendidik Sendratasik Indonesia (AP2SENI)/The Association of Profession for Indonesian Sendratasik Educators, two times a years. The journal has focus: Research, comprises scholarly reports that enhance knowledge regarding art in general, performing art, and art education. This may include articles that report results of quantitative or qualitative research studies.
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2005)" : 24 Documents clear
PERAN SENI PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH (THE ROLE OF ART IN THE LEARNING PROCESS IN OUT OF SCHOOL EDUCATIONAL)
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 6, No 2 (2005)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v6i2.807

Abstract

Peran seni dalam konteks pendidikan umum adalah membantu tujuan pendidikan danmenjadi metode pendekatan belajar dengan cara: belajar dengan Seni artinya Seni sebagaiAlat Untuk Memahami Subjek Matter, dari suatu mata pelajaran, belajar melalui seniartintya seni sebagai wahana atau media untuk menggali subject matter, dan belajartentang seni yaitu seni sebagai materi ajaran, Pendidikan Luar Sekolah (PLS) adalahsalah satu bentuk pembelajaran yang memiliki ruang lingkup dan sasaran yangberbeda dengan pembelajaran formal (persekolahan). Sasaran yang dibidik dan yangmenjadi warga belajae bukan anak-anak usia sekolah, melainkan para pemuda danorang dewasa. Dari sinilah urgensi peranan seni sebagai media dan alat pembelajarandiperlukan agar proses pembelajaran dapat mencapai tujuan. Namun pencapaiantujuan pembelajaran sendiri sangat bergantung kepada kemampuan tutor dalammenguasai seni sebagai alat dan media untuk berkomunikasi, berinteraksi, danmencapai materi kepada warga belajarnya.Kata kunci: seni sebagai media dan alat, tutor PLS, warga belajar.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN METODE SOLFEGIO UNTUK PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERMAIN MUSIK DI SEKOLAH DASAR (THE EFEKTIVITY OF USE OF SOLFIGIO METHOD TO TEACHING OF MUSIC SKILL IN ELEMENTARY)
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 6, No 2 (2005)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v6i2.723

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran Kerajinan Tangan dan Kesenian (Kertangkes) SD harus diciptakan PBM secara aktif, kreatif dengan memanfaatkan sarana/sumber belajar yang ada. Didukung kompetensi guru untuk menciptakan, menggunakan metode solfigio untuk pembelajaran keterampilan bermain musik. Kondisi SD menunjukkan belum digunakan metode solfogio untuk meningkatkan pembelajaran keterampilan musik, termasuk di SDN Sekaran 01 Semarang. Oleh k'arena itu perlu dilakukan penelitian tindakan kelas melalui kolaborasi dosen dengan guru SD. Tujuannya adalah mendeskripsikan efektifitas penggunaan metode solfegio untuk pembelajaran bermain musik menggunakan metode solfegio diharapkan dapat meningkatkann bermain musik siswa. Metode Penelitian Tindakan Kelas menggunakan pendekatan kualitatif model siklus dengan langkah: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Sekaran 01 Semarang, dan waktu pelaksanaan pada semester gasal 2004/2005. Pengurnpulan data dengan observasi partisipatif dan observasi penampilan bermain musik siswa. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: (1) untuk pembelajaran keterampilan bermain musik di SD dibutuhkan metode solfigio sesuai standar kompetensi kurikulum pendidikan seni 2004: (2) Penggunaan metode solfegio dapat meningkatkan keterampilan bermain musik siswa kelas V SDN Sekaran 01 Semarang; (3) Kendala yang dihadapi dalam PBM adalah keterbatasan waktu, bahan/alat musik, kemampuan bakat musik guru dan siswa. Rekomendasi dari hasil penelitian ini, adalah: model siklus melalui penggunaan metode solfegio dalam pembelajaran keterampilan musik dapat diterapkan di SD untuk siswa kelas V.Kata Kunci: Efektivitas, solfegio, bermain musik, siswa SD.
PERUBAHAN MUSIK REBANA MENJADI KASIDAH MODERN DI SEMARANG SEBAGAI SUATU PROSES DEKULTURASI DALAM MUSIK INDONESIA (THE CHANGE OF REBANA MUSIC TO BECAME MODERN KASIDAH IN SEMARANG A DECULTURATION PROCCES IN INDONESIAN MUSIC)
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 6, No 2 (2005)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v6i2.724

Abstract

Musik kasidah modern adalah jenis musik yang bercirikan Islam yang ada di masyarakat kota Semarang saat ini, dan merupakan suatu fenomena seni pertunjukan yang ada di masyarakat seiring dengan keberadaan seni pertunjukan musik ke-Islaman yang lain. Jenis musik ini tidak hadir begitu saja seperti yang ada sekarang, tetapi mengalami suatu proses akulturasi, yang diperkirakan berasal dari bentuk bentuk musik Islam yang ada sebelumnya yang membentuk musik rebana, kemudian mengalami proses dekulturasi sehingga terbentuklah musik kasidah modern. Pada proses dekulturasi musik rebana mengalami perubahan budaya musik dan perubahan elemen-elemen musikalnya, baik pada komposisi musiknya maupun pada bentuk penyajiannya yang mengakibatkan satu sisi mengalami kemajuan pada aspek hiburannya dan pada sisi lain mengalami perubahan pada nilai-nilai sakral ke-Islamannya.Kata kunci: Perubahan, Rebana, Kasidah, Dekulturasi
MAKNA SIMBOLIS KOMPOSISI BEDAYA LEMAH PUTIH (BEDAYA LEMAH PUTIH COMPOSITION SYMBOLIC MEANING)
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 6, No 2 (2005)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v6i2.832

Abstract

Keberadaan tari Bedaya di lingkungan kraton memiliki beberapa fungsi penting   yang terkait dengan upacara kebesaran raja, upacara penobatan raja, dan upacara resmi kerajaan. Tari Bedaya menjadi simbol-simbol status bagi raja dan  merupakan pelengkap jabatan raja, dengan demikian wajar bila tari Bedaya mendapat dukungan sepenuhnya dari raja. Bedaya adalah suatu bentuk tari kelompok, yang dilakukan oleh sembilan penari putri dengan tatarias dan busana yang sama. Masing-masing penari membawakan peran dan nama yang berbeda, yaitu: Batak, Gulu, Dhadha, Endhel Weton, Endhel Ajeg, Apit Meneng, Apit Wingking, Apit Ngajeng, dan Boncit. Tari Bedaya mempunyai konvensi tertentu, dalam hal isi maupun wujud tarinya, yang meliputi susunan tari, pola gerak, pola ruang, pola lantai, iringan, dan tatarias busana. Di sisi lain tari Bedaya mengalami perkembangan hingga keluar kraton, dan juga tentunya konvensi-konvensi pada    tari Bedoyo mengalami perubahan pula antara Bedaya di luar kraton dengan Bedaya kraton. Hingga banyak bermunculan karya-karya baru tari Bedaya bahkan lepas dengan konvensi Bedaya Kraton.   Kata Kunci: Simbol, Bedaya, Lemah Putih, Semiotik

Page 3 of 3 | Total Record : 24


Filter by Year

2005 2005


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1 (2024): June 2024 Vol 23, No 2 (2023): December 2023 Vol 23, No 1 (2023): June 2023 Vol 22, No 2 (2022): December 2022 Vol 22, No 1 (2022): June 2022 Vol 21, No 2 (2021): December 2021 Vol 21, No 1 (2021): June 2021 Vol 20, No 2 (2020): December 2020 Vol 20, No 1 (2020): June 2020 Vol 19, No 2 (2019): December 2019 Vol 19, No 1 (2019): June 2019 Vol 18, No 2 (2018): December 2018 Vol 18, No 1 (2018): June 2018 Vol 17, No 2 (2017): December 2017 Vol 17, No 1 (2017): June 2017 Vol 16, No 2 (2016): December 2016 Vol 16, No 2 (2016): (Nationally Accredited, December 2016) Vol 16, No 1 (2016): (Nationally Accredited, June 2016) Vol 16, No 1 (2016): June 2016 Vol 15, No 2 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2015) Vol 15, No 2 (2015): December 2015 Vol 15, No 1 (2015): June 2015 Vol 15, No 1 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, June 2015) Vol 14, No 2 (2014): December 2014 Vol 14, No 2 (2014): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2014) Vol 14, No 1 (2014): June 2014 Vol 14, No 1 (2014): (DOI & DOAJ Indexed, June 2014) Vol 13, No 2 (2013): December 2013 Vol 13, No 2 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, December 2013) Vol 13, No 1 (2013): June 2013 Vol 13, No 1 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, June 2013) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 1 (2000) Vol 1, No 1 (2000) More Issue