cover
Contact Name
Suharto
Contact Email
suharto@mail.unnes.ac.id
Phone
+628122853530
Journal Mail Official
suharto@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung B2 Lt.1 Kampus Sekarang Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Harmonia: Journal of Research and Education
ISSN : 25412426     EISSN : -     DOI : 10.15294
Core Subject : Education, Art,
Harmonia: Journal of Arts Research and Education is published by Departement of Drama, Dance, and Music, Faculty of Language and Arts, Universitas Negeri Semarang in cooperation with Asosiasi Profesi Pendidik Sendratasik Indonesia (AP2SENI)/The Association of Profession for Indonesian Sendratasik Educators, two times a years. The journal has focus: Research, comprises scholarly reports that enhance knowledge regarding art in general, performing art, and art education. This may include articles that report results of quantitative or qualitative research studies.
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2007)" : 34 Documents clear
NILAI- NILAI BUDAYA DALAM KESENIAN TUTOR PMtoH Nilai-nilai Budttya dalam Kesenian Tutur PMtoh (Cultural Values in Art of PM toH)
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 2 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i2.794

Abstract

Salah satu kesenian Aceh dalam bentuk tutur (cerita) adalah PMToH yang hidup danberkembang dalam masyarakat. Kesenian tersebut dalam penyajiannya didukung olehsatu penyaji saja dengan membawa pesan yang berbeda, pola penyajian yang dinamis darikesenian ini dapat melalui simbol-simbol tertentu yang memformulasikan perasaan danfungsi bahasa sebagai media komunikasi simbolik dan berbentuk puisi. Kesenian PMToHlahir sekitar tahun 1800, kesenian ini disebut dengan kesenian PMToH karena menurutpara pendengar dan pengemarnya hidung dari bapak Adnan itu mirip klakson PMToH.Kesenian itu terus digemari oleh masyarakat Aceh, hal ini terbukti dengan semakinbanyaknya permintaan tayangan kesenian tersebut di TVRI yang penayangannya sudah lebihdari dua tahun lalu. Kesenian tersebut dari hari ke hari terus mendapat tempat di hatirakyat, kesenian tersebut mengandung nilai-nilai budaya yang tinggi dan sangatberpengaruh bagi masyarakat penikmatnya. PMToH merupakan seni tutur yangpenampilannya menggunakan atribut-atribut yang mendukung cerita. Atribut tersebutberupa benda-benda yang ada dalam kehidupan seperti; gayung air, panci, sendok, wig,baju, topi, palu, dan beberapa peralatan lain yang biasanya telah disesuaikan dengancerita.Kata kunci: kesenian, teather, dinamis, penyaji, puisi, tutur, simbolik
PROFIL PURA MANGKUNAGARAN DALAM STRUKTUR ORGANISASI DAN PENGELOLAAN ORGANISASISENI (Mangkunegaran Profile in Organisation Structure and Art Organisation Management)
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 2 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i2.784

Abstract

Pura Mangkunagaran adalah eks pusat pemerintagan Kadipaten atas pembagiankekuasaan dari Kasunanan Surakarta yang hingga kini tetap menjaga kelestarian budayaleluhur dengan membentuk struktur organisasi dan mengelolanya dengan modelmanajemen khusus. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini berkait denganstruktur organisasi dan pengelolaan organisasi seni di Pura Mangkunagaran.. Metodepenelitian yang diterapkan adalah kualitatif. Lokasi Penelitian, Pura Mangkunagaran.Teknik pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.Langkah analisis data bergerak dari saat pengambilan data, penyajian data, reduksi data,dan verifikasi sebagai suatu siklus sampai temuan penelitian oleh peneliti diyakinikebenarannya. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi, yakni mencocokkandata hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: srtukturorganisasi Pura Mangkunagaran dibuat sedemikian rupa yang menjadikan budayaMangkunagaran tetap terpelihara. Ada empat bagian yang dominan dalam strukturorganisasi di Pura Mangkunagaran, yakni bagian Sekretariat, Kabupaten MandraKumara, Reksa Budaya, dan Kawedanan satria. Keempat bagian tersebut saling fungsionaldengan bagian yang lain hingga menjadikan struktur organisasi itu dapat menjagakelestarian budaya Mangkunagaran. Pengeloaan organisasi seni secara khususdiberikan pada sub bagian Langen Praja dibawah bagian Reksa Budaya. Kepercayaanpenuh untuk mengelola organisasi seni yang menjadi milik Mangkunagaran kepada subbagian Langen Praja menjadikan seni budaya Mangkunagaran tetap eksis di masyarakatsekalipun yang menonjol utamanya hanyalah seni tail.Kata kunci : organisasi, struktur organisasi, Pengelolaan organisasi, organisasi seni.
TARI PENDET SEBAGAI TARI BALIH-BALIHAN ( Kajian Koreografi) (Pendet Dance as Welcome Dance Coreography Research)
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 2 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i2.789

Abstract

Tari Pendet merupakan salah satu jenis tari putri yang biasa ditarikan secaraberkelompok dan atau berpasangan, dengan menggunakan properti berupa bokor.Pendet termasuk jenis tarian Bali yang memiliki susunan gerak yang simpeL Padaawahiya tari Pendet tergolong ke dalam jenis tari Wali ( tarian sakral ), dengan cirikesederhanaa penggarapan koreografinya. Sifat kesederhanaan muncul padasusunan gerak yang selalu berjalan beriringan dengan penggunaan ruang danwaktu serta tata rias dan busana. Terjadinya perubahan koreografi tari Pendetdisebabkan pula oleh adanya penyesuaian terhadap kepentingan pemenuhankebutuhan akan hiburan, hal ini menuntut seniman Bali untuk dapat kerkreasi padatataran yang lebih tinggi, sesuai dengan perubahan fungsinya dari tari Wali( sakral) menjadi tari balih-balihan (tarian hiburan atau tarian ucapan selamatdatang).Kata Kunci: Tari Pendet, koreografi, Tari Balih-balihan
Kethoprak Humor: Kajian Kerja Sama dalam Dialog Antarpemain dalam Membentuk Cerita Ketoprak Gobyok H.M. Syakirun Lakon "Jaka Kendhil" (Humour Ketoprak: Joint Reseachn in Inter Player Dialogue in Forming Kethoprak Gebyok H.M Syakiran Tittle "Joko Kendil")
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 2 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i2.785

Abstract

Di tengah maraknya jenis hiburan modern seperti sinetron, ketoprak sebagai salah satubentuk kesenian tradisional tak pelak harus bersaing dengan jenis hiburan moderntersebut untuk memperoleh perhatian di hati masyarakat. Terutama karena adanyaperubahan selera masyarakat terhadap kesenian tradisional semacam ketoprak Keseniantradisional memang harus berkompromi dan beradaptasi agar bisa bertahan. Ketoprak Humor,Ketoprak Canda, Ketoprak Jampi Stres, atau Ketoprak Plesetan relatif berhasil melakukannyamelalui televisi. Agar tontonan ini tidak cepat membosankan, maka pihaknyamembalutnya dengan humor segar. Apa yang dilakukan Kethoprak Humor ini menjadiinspirasi bagi Kethoprak Gobyok pimpinan H.M. Syakirun, yakni mengemas kethoprakdengan menonjolkan sisi humor, hanya saja Kethoprak Gobyok masih memakai bahasaJawa sebagai media penyampai pesannya. Kethoprak sebagai sebuah teater tradisionalterikat oleh hukum panggung. Hukum panggung ini menyangkut bagaimana akting diahirsecara baik dan bagaimana dialog mampu menjadi sarana untuk menyampaikan lakonkepada penonton. Agar dialog dapat benar-benar hadir secara baik sehingga penontondapat menikmati cerita secara uttth perlu ada kerjasama yang baik antarpemain. Namundemikian pada praktiknya Prinsip Kerja Sama yang terjaUn bagus dalam kethoprak padaumumnya, dalam konteks kethoprak humor justru sering dilanggar. Hal ini dilakukanuntuk menciptakan efek humor, penciptaan efek humor ini dilakukan dengan caramelanggar kebenaran dan melanggar kelaziman. Namun demikian, meski menonjolkansisi humor, Kethoprak Gobyok masih berusaha menjaga agar alur cerita tidakmenyimpang, dan humor yang dilontarkan tidak mengganggu dialog antarpemain. Hal inimembuktikan bahwa kerjasama sangat penting untuk dipatuhi dalam membentuk ceritakethoprak, sementara itu pelanggaran dilakukan untuk memberi sentuhan-senUihan humordalam rangka menarik minat penonton.Kata Kunci: dialog, kethoprak gobyok, pelanggaran, pematuhan, prinsip kerja sama

Page 4 of 4 | Total Record : 34


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1 (2024): June 2024 Vol 23, No 2 (2023): December 2023 Vol 23, No 1 (2023): June 2023 Vol 22, No 2 (2022): December 2022 Vol 22, No 1 (2022): June 2022 Vol 21, No 2 (2021): December 2021 Vol 21, No 1 (2021): June 2021 Vol 20, No 2 (2020): December 2020 Vol 20, No 1 (2020): June 2020 Vol 19, No 2 (2019): December 2019 Vol 19, No 1 (2019): June 2019 Vol 18, No 2 (2018): December 2018 Vol 18, No 1 (2018): June 2018 Vol 17, No 2 (2017): December 2017 Vol 17, No 1 (2017): June 2017 Vol 16, No 2 (2016): December 2016 Vol 16, No 2 (2016): (Nationally Accredited, December 2016) Vol 16, No 1 (2016): June 2016 Vol 16, No 1 (2016): (Nationally Accredited, June 2016) Vol 15, No 2 (2015): December 2015 Vol 15, No 2 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2015) Vol 15, No 1 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, June 2015) Vol 15, No 1 (2015): June 2015 Vol 14, No 2 (2014): December 2014 Vol 14, No 2 (2014): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2014) Vol 14, No 1 (2014): June 2014 Vol 14, No 1 (2014): (DOI & DOAJ Indexed, June 2014) Vol 13, No 2 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, December 2013) Vol 13, No 2 (2013): December 2013 Vol 13, No 1 (2013): June 2013 Vol 13, No 1 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, June 2013) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 1 (2000) Vol 1, No 1 (2000) More Issue