Jurnal Dinamika Akuntansi
Jurnal Dinamika Akuntansi mempublikasikan hasil kajian teoritis maupun kajian empiris yang meliputi: akuntansi keuangan, pasar modal, akuntansi manajemen, akuntansi sektor publik, auditing, sistem informasi, perpajakan, dan pendidikan akuntansi.
Articles
24 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 1 (2014): March 2014"
:
24 Documents
clear
PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI BERBASIS INFORMATION AND COMMMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) PADA SEKOLAH UNGGULAN DI KOTA SEMARANG
Wahyudin, Agus;
-, Kiswanto
Jurnal Dinamika Akuntansi Vol 6, No 1 (2014): March 2014
Publisher : Jurnal Dinamika Akuntansi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jda.v6i1.3246
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi akuntansi pada sekolah unggulan di wilayah kota Semarang yang berdasarkan pada kebutuhan user, mengakomodir kebijakan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta mengacu pada ISO 9001. Metode penyusunan sistem informasi akuntansi menggunakan model information sistem development methods. Analisis identifikasi kebutuhan informasi akuntansi menggunakan mix method, dengan mengkolaborai persepsi stakeholder sekolah dan kebutuhan internal sekolah. Hasil penelitian menunjukkan adanya pemetaan kebutuhan sistem informasi keuangan dan manual prosedur sistem informasi akuntansi sekolah unggulan di Kota Semarang yang terdiri dari Sistem Informasi Penganggaran (SiAnggar), Sistem Informasi Keuangan (SiKeu), Sistem Informasi Akuntansi (SiAkun). Dalam hal ini Sistem Informasi Akuntansi dibagi lagi menjadi tiga Sistem Akuntansi Manajemen, Sistem Akuntansi Keuangan, Sistem Akuntansi Aset. This study aims to develop a system of accounting information at outstanding schools in Semarang city which is based on the need of the users, and to accommodate the policy defined by the Ministry of Education and Culture based on ISO 9001. In formulating  the accounting information systems, a model information system development method is used. Identification of needs analysis employs mixed method of accounting information by collaborating perception of the stakeholders involved at schools and internal needs of the school. The results show that there is mapping on the need of financial information systems and manual procedures of accounting information systems at the top schools in Semarang city consisting of Budgeting Information System (SiAnggar), Financial Information System (SiKeu), Accounting Information Systems (SiAkun). In this case, the Accounting Information Systems is subdivided into three Accounting Management System, Financial Accounting Systems, and Asset Accounting Systems.
EVALUASI IMPLEMENTASI LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI BENTUK AKUNTABILITAS GEREJA KATOLIK SAINT STANISLAUS GIRISONTA
Setiawan, Galuh;
-, Yulianti
Jurnal Dinamika Akuntansi Vol 6, No 1 (2014): March 2014
Publisher : Jurnal Dinamika Akuntansi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jda.v6i1.3242
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk penyajian laporan keuangan dan persepsi penyusun laporan keuangan dan pemakai laporan keuangan (stakeholder) mengenai akuntabilitas keuangan dalam bentuk penyajian laporan keuangan Gereja . Metode pengumpulan data dengan metode wawancara dan dokumentasi yang berupa laporan keuangan yang disusun pada tahun 2013. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan menganalisis laporan keuangan gereja serta persepsi pemakai laporan keuangan gereja (stakeholders) mengenai tujuan dan manfaat laporan keuangan sebagai bagian dari akuntabilitas gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan keuangan yang dihasilkan oleh Gereja sudah selaras dengan PSAK No.45 revisi 2011. Akuntabilitas laporan keuangan Gereja sudah baik, dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangannya sudah sesuai prosedur. Namun belum terdistribusi dengan baik, sehingga masih terdapat umat yang mempertanyakan pengelolaan laporan keuangan Gereja . This study aimed to determine and describe the form of financial statements as a form of financial accountability of the church, and the perception of authors and users regarding financial accountability in the form of presentation of the financial statements of the Catholic Parish Church of St. Stanislaus Girisonta. Methods of data collection was conducted using interviews and documentation. Meanwhile, the method of analysis used in this study is descriptive analysis method. The results of this study indicate that the financial statements produced by the Parish of St. Stanislaus Catholic Church Girisonta was aligned with the revised SFAS 45, 2011. Accountability of the financial statements of the Catholic Church of St. Stanislaus Parish Girisonta had been good, and their financial management responsibilities was in accordance with procedures. However, it was not well distributed. Therefore, some people kept questioning the management of the financial statements of the Parish of St. Stanislaus Catholic Church Girisonta.
PERLUKAH INSENTIF PAJAK PENGHASILAN UNTUK MENARIK INVESTASI DI BIDANG EKSPLORASI MINYAK DAN GAS BUMI SERPIH
Bayunanto, Alloysius
Jurnal Dinamika Akuntansi Vol 6, No 1 (2014): March 2014
Publisher : Jurnal Dinamika Akuntansi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jda.v6i1.3247
Perkembangan dunia perminyakan dikejutkan dengan adanya kebangkitan energi Amerika Serikat dengan meningkatnya produksi salah satu jenis minyak dan gas non-konvensional yaitu minyak dan gas serpih (shale oil and gas). Pada saat ini, secara umum kerangka fiskal migas non konvensional di Negara-negara Eropa, Timur Tengah, Afrika dan Asia Pasifik masih mengacu kepada aturan fiskal migas konvensional. Dalam sistem fiskal migas, Indonesia merupakan penggagas kontrak bagi hasil (production sharing contract). Sistem ini, pembagian hasil antara Pemerintah dan kontraktor dituangkan dalam kontak eksplorasi migas. Indonesia menganut sistem bagi hasil maka secara garis besar dalam suatu proyek eksplorasi migas telah diatur mengenai bagian Pemerintah maupun bagian kontraktor. Demikian pula berkenaan dengan insentif penghasilan bagi kontraktor migas yang biasanya telah diatur langsung dalam suatu kontrak bagi hasil tersebut. Pemerintah tetap dapat mendukung pengembangan eksplorasi minyak dan gas serpih melalui fasilitas Pajak Penghasilan yang ada saat ini berupa investment allowance dan tax holiday yang digunakan menarik investor-investor baru yang merupakan perusahaan-perusahaan pendukung kontraktor migas non konvensional tersebut. Oleh karena itu perlu lebih dilakukan upaya-upaya sosialisasi untuk memperkenalkan insentif pajak yang sangat menarik tersebut. Selain fasilitas berupa insentif di bidang perpajakan, Pemerintah juga sebaiknya memberikan dukungan bagi para investor melalui kebijakan di bidang infrastruktur, keamanan dan juga efisiensi perijinan serta transparansi dan kejelasan regulasi. Dalam revisi Undang-Undang Migas yang sedang dalam tahap pembahasan, perlu di atur secara jelas kebijakan pengembangan migas non konvensional ini termasuk batasan-batasan dan syarat-syarat diberikannya insentif sehingga pemberian insentif kepada para investor tetap pada prinsip-prinsip yang berlaku. The development of the world oil was shocked by the revival of the United States as the increase of energy production of oil and gas; non-conventional oil and gas shale (shale oil and gas). Currently, the general non-conventional oil and gas fiscal framework in the countries of Europe, Middle East, Africa and Asia Pacific still refers to conventional oil and gas fiscal rules. In the oil and gas fiscal system, Indonesia is the initiator of the production sharing contract. In this system, the share between the Government and the contractor is written in oil and gas exploration contacts. Hence, as Indonesia adopts this sharing system, its share between government and the contractor is clearly written in the contract. Besides, the incentive income for the oil and gas is also available in the production sharing contract. The government still can support the development of shale oil and gas exploration through the existing Income Tax facilities in the form of investment allowance and tax holiday which are used to attract new investors supporting the non-conventional oil and gas contractors. Therefore, there is a need of socialization to introduce such interesting tax incentives. In addition to the facilities in the form of tax incentives, the government should also provide support for investors through policy in the field of infrastructure, security and efficiency as well as transparency and clarity licensing regulations. In the revision of the Oil and Gas Law which is now being discussed, there is a need to formulate non-conventional oil and gas development policy including limits and conditions of the given incentives. Hence, the provision of incentives given to the investors remains in line with the applicable principles.Â
DAMPAK PENGGUNAAN PENGUKUR KINERJA DAN EVALUASI DALAM KEMAMPUAN STRATEGIS ORGANISASI
Yuvisa Ibrani, Ewing
Jurnal Dinamika Akuntansi Vol 6, No 1 (2014): March 2014
Publisher : Jurnal Dinamika Akuntansi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jda.v6i1.3243
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah peran pengukuran kinerja dapat memfasilitasi keputusan dan hubungannya dengan evaluasi umpan balik dan umpan kedepan serta dapat mempengaruhi kemampuan dalam menghasilkan kemampuan baru sehingga dapat mempengaruhi hasil kinerja SBU. Penelitian ini dilakukan pada 88 Perusahaan dibidang industri kimia di Serang dan Cilegon, Banten, dengan objek penelitian adalah manajer produksi dan manajer pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan pengumpulan data primer berupa kuesioner. Pemilihan sampel yang diuji dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, terpilih 47 responden sebagai sampel penelitian. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil dari penelitian ini adalah (1) Peran pengukuran kinerja memfasilitasi keputusan dan mempengaruhi keputusan mempunyai hubungan positif signifikan dengan evaluasi umpan balik dan umpan kedepan, (2) Terdapat hubungan yang positif signifikan antara evaluasi umpan balik dengan kemampuan yang ada. (3) Terdapat hubungan yang positif signifikan antara evaluasi umpan kedepan dengan kemampuan baru, (4) Terdapat hubungan yang positif signifikan antara kemampuan yang ada dengan kemampuan baru, dan (5) Terdapat hubungan yang positif signifikan antara kemampuan yang ada dengan Kinerja SBU saat ini. This study aims to examine whether the role of performance measurement can facilitate decision and its relation to the evaluation of feedback and can affect the ability to produce new capabilities that can affect the outcome of the SBU performance. This study was conducted on 88 Companies in the field of chemical industry in Serang and Cilegon, Banten. The objects of research is the production manager and marketing manager. This study employs survey research with primary data collection in the form of questionnaires. Selection of samples tested in this study uses a purposive sampling method by selecting 47 respondents as samples. Research hypothesis testing uses Partial Least Square (PLS). The results of this study were; (1) facilitate the role of performance measurement and influence decision-making has a significant positive relationship with the evaluation feedback, (2) There is a significant positive relationship between the evaluation feedback with existing capabilities, (3) there is a significant positive relationship between the evaluation of the feed forward with new capabilities, (4) there is a significant positive relationship between existing capabilities with new capabilities, and (5) there is a significant positive relationship between performance capabilities with the current SBU.
INTERVENING DEONTOLOGI MORAL EVALUATION AUDITOR DALAM PENGARUHNYA PEMBUATAN KEPUTUSAN BERBASIS ETIS DENGAN PERKEMBANGAN MORAL COGNITIVE
Nur DP, Emrinaldi;
Diyanto, Volta
Jurnal Dinamika Akuntansi Vol 6, No 1 (2014): March 2014
Publisher : Jurnal Dinamika Akuntansi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jda.v6i1.3248
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh time pressure, risiko audit, perkembangan moral kognitif dan deontologi evaluasi moral yang menjadi tanda dini prosedur audit off dari karakteristik individu sisi dalam membuat keputusan etis. Penelitian ini menggunakan sikap berhenti prematur prosedur audit ketergantungan . Baru-baru ini sikap tidak etis ini tampaknya menjadi hal yang berisiko karena menunjukkan bahwa auditor tidak konsisten tentang bertanggung jawab dan etika mereka. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh auditor independen yang bekerja di KAP di Pekanbaru, Padang dan Batam. Sedangkan sampel adalah mereka yang bekerja di KAP kotaPekanbaru, Padang dan Batam. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan adalah 69 responden. Data dianalisis dengan teknik analisis PLS (Partial Least Square) dengan menggunakan software SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa tekanan waktu berpengaruh signifikan untuk mengaudit tanda dini prosedur off, pembangunan dan tata susila moral yang evaluasi moral yang kognitif berpengaruh negatif tidak signifikan untuk mengaudit tanda dini prosedur off. Selain itu, ada juga hubungan yang signifikan antara perkembangan moral kognitif seseorang dan deontologi evaluasi moral. Kelima T-Statistic tes secara bersamaan tidak berpengaruh untuk mengaudit tanda dini prosedur off. Hanya 23,8 % variabilitas membangun berhenti prematur sikap prosedur audit, dan sisanya 76,2 % explaine oleh variabel lain di luar penelitian ini. The purpose of this research is to find out the effect of time pressure, audit risk, cognitive moral development and deontology moral evaluation into audit procedureâs premature sign off from individual characteristicâ side in making ethical decision. This research used premature stopping attitude of audit procedure as the dependence. Recently, this unethical attitude seems to be risky thing because it indicates that auditors are not consistent about their responsible and ethics. Population of this research is all independent auditors working in KAP in Pekanbaru, Padang and Batam. While sample are those who work in KAP kotaPekanbaru, Padang and Batam. Sampling was done by purposive sampling method. The numbers of sample used are 69 respondents. Data is analyzed by PLS analysis technique (Partial Least Square) using SmartPLS software.Result shows that time pressure has significant effect to audit procedureâs premature sign off, cognitive moral development and deontology moral evaluation have non-significant negative effect to audit procedureâs premature sign off. Besides that, there is also a significant connection between somebodyâs cognitive moral development and deontology moral evaluation. Fifth T-Statistic tes simultaneously has no effect to audit procedureâs premature sign off. Only 23,8% variability construct premature stopping attitude of audit procedure, and the rest 76.2% explaine by other variable outside this research.
INTERNALISASI OBYEKTIVITAS DAN TANGGUNG JAWAB PROFESIONAL UNTUK MENUMBUHKAN PERILAKU ETIS
Ari Istiningrum, Andian
Jurnal Dinamika Akuntansi Vol 6, No 1 (2014): March 2014
Publisher : Jurnal Dinamika Akuntansi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jda.v6i1.3244
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan internalisasi obyektivitas dan tanggung jawab profesional dalam menumbuhkan perilaku etis mahasiswa Akuntansi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang dilakukan pada 149 mahasiswa Akuntansi UNY. Teknik pengambilan data dengan menggunakan angket dimana angket terlebih dahulu diuji coba pada 45 mahasiswa Akuntansi UNY di luar sampel. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan analisis item, sedangkan uji reliabilitas dengan menggunakan cronbach alfa. Data dianalisis secara deskriptif untuk menentukan kecenderungan tingkat keberhasilan internalisasi obyektivitas dan tanggung jawab profesional serta tingkat perilaku etis. Penelitian memberikan hasil bahwa internalisasi obyektivitas belum sepenuhnya berhasil karena baru 44% prinsip obyektivitas terinternalisasi dalam diri mahasiswa. Sedangkan, internalisasi tanggung jawab profesional telah berhasil dilaksanakan dengan tingkat keberhasilan sebesar 66%. Perilaku etis yang berhasil ditumbuhkan dari hasil internalisasi kedua prinsip ini ternyata berada pada kategori tinggi dimana 86% prinsip perilaku etis berhasil diinternalisasi dalam diri mahasiswa.  The objectives of this research are to have empirical knowledge about the level of internalization of objectivity and professional responsibility in building ethical behavior of the Accounting Students at Yogyakarta State University (YSU). To achieve these objectives, the research is done to 149 Accounting students at YSU. The data is collected by using questionnaire. Pilot test to determine validity and reliability of the questionnaire is conducted to 45 Accounting students. The validity of the questionnaire is determined by using item analysis, while the reliability of the questionnaire is tested by cronbach alfa. Data is analyzed using descriptive statistics. The results show that the internalization of objectivity is not entirely successful because it is only 56% the principle of objectivity has been internalized to students. The professional responsibility is successfully internalized since result shows that 66% of this principle has been internalized to students. The ethical behavior that are successfully created to students from these internalizations is high as it is shown by 86% of the principle of ethics has been internalized to students.
IMPLEMENTASI ISLAMIC CORPORATE GOVERNANCE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KINERJA BANK SYARIAH
-, Asrori
Jurnal Dinamika Akuntansi Vol 6, No 1 (2014): March 2014
Publisher : Jurnal Dinamika Akuntansi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jda.v6i1.3249
Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi Islamic corporate governance dan pengaruhnya terhadap kinerja bank syariah yang diukur menggunakan rasio-rasio keuangan Islami syariâah conformity dan rasio-rasio keuangan konvensional profitability. Populasi penelitian mencakup bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS). Pengumpulan data digunakan metode dokumentasi dengan unit analisis laporan keuangan dan self assesment good corporate governance BUS dan UUS yang terpilih sebagai sampel. Analisis data untuk menguji hipotesis digunakan regresi linier. Hasil penelitian menyatakan implementasi Islamic corporate governance pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Pengawas Syariah (DPS) berpengaruh positif terhadap kinerja bank syariah yang diukur menggunakan rasio-rasio keuangan syariâah conformity pembiayaan bagi hasil dan zakat, akan tetapi tidak berpengaruh positif jika diukur menggunakan rasio pendapatan Islami. Implementasi Islamic corporate governance kepatuhan syariah berpengaruh positif terhadap kinerja bank syariah yang diukur menggunakan rasio-rasio keuangan syariâah conformity pembiayaan bagi hasil, pendapatan Islami dan zakat. Sedangkan implementasi Isamic corporate governance pelaksanaan tugas dan tanggung jawab DPS dan kepatuhan syariah tidak berpengaruh posisitf terhadap kinerja bank syariah yang diukur menggunakan rasio-rasio keuangan profitability return on invesment,return on equity dan profit margin.This study aims to assess the implementation of Islamic corporate governance and its effect on the performance of Islamic banks as measured by Islamic financial ratios shariâah conformity and konventional fiancial ratios profitability. The study population includes Islamic banks (Bank Umum Syariah/BUS) and shariâa business units (Unit Usaha Syariah/UUS). The data collection methods used by documentation with unit analysis of financial statements and good corporate governance self-asessment BUS and UUS selected as a sample. Analysis of data to test the hypothesis used linear regression. The result of the study stated that implementation of Islamic corporate governance duties and responsibilities of the Shariâah Supervisory Board (SSB)  positive effect on the performance of Islamic banks as measured by financial ratios shariâah conformity   of profit sharing financing and charity (zakah), but not positive effect if it is measured using the ratio of Islamic income. Implementation of Islamic corporate governance shariah compliance positively influence the performance of Islamic banks as measured by shariâah conformity  financial ratios of profit sharing financing,  Islamic income and charity (zakah). While the implementation of Islamic corporate governance duties and responsibilities of SSB and shariah compliance not positive effect on the performance of Islamic banks as measured by profitability financial ratios of return on invesment, return on equity and profit margin.
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN DAN TUJUAN PERUSAHAAN (SEBUAH TINJAUAN TEORI KONTINJENSI)
Lathifah, Ifah
Jurnal Dinamika Akuntansi Vol 6, No 1 (2014): March 2014
Publisher : Jurnal Dinamika Akuntansi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jda.v6i1.3245
Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara teori kontinjensi dengan sistem pengendalian manajemen. Berdasarkan pengembangan dan isi teori ini memiliki argumen bahwa teori kontingensi mengandalkan materi dicey dan dengan sedikit model menafsirkan. Sistem akuntansi manajemen tergantung pada faktor situasional yang ada di masing-masing situasi. Dalam penelitian akuntansi manajemen, pendekatan kontingensi diperlukan untuk mengevaluasi faktor-faktor kondisional yang menyebabkan sistem pengendalian manajemen lebih efektif. Hubungan yang lebih baik antara sistem pengendalian dengan antisipasi variabel kontinjensi akan meningkatkan kinerja organisasi. Pendekatan kontinjensi menjadi tema utama dalam penelitian tentang sistem pengendalian manajemen dimasa mendatang. Para peneliti telah memberikan kontribusi positif terhadap popularitas dan penerapan sistem pengendalian manajemen. The paper aims to explain relationship between theory of contingency with management control system. Based on the theories, it is argued that theory of contingency relied on dicey matter and offered interpretation model. Management accounting system depends on existing situational factors. In the researche of accounting management, approach of contingency is needed to evaluate conditional factors causing management control system more effective. Better relationship between control system with variable of anticipated contingency will improve organizational performance. Approaches of contingency become prior theme in researches related to system of control management. The researches have provided positive contribution to the application of management control system and its popularity.
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN DAN TUJUAN PERUSAHAAN (SEBUAH TINJAUAN TEORI KONTINJENSI)
Lathifah, Ifah
Jurnal Dinamika Akuntansi Vol 6, No 1 (2014): March 2014
Publisher : Department of Accounting, Faculty of Economics, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jda.v6i1.3245
Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara teori kontinjensi dengan sistem pengendalian manajemen. Berdasarkan pengembangan dan isi teori ini memiliki argumen bahwa teori kontingensi mengandalkan materi dicey dan dengan sedikit model menafsirkan. Sistem akuntansi manajemen tergantung pada faktor situasional yang ada di masing-masing situasi. Dalam penelitian akuntansi manajemen, pendekatan kontingensi diperlukan untuk mengevaluasi faktor-faktor kondisional yang menyebabkan sistem pengendalian manajemen lebih efektif. Hubungan yang lebih baik antara sistem pengendalian dengan antisipasi variabel kontinjensi akan meningkatkan kinerja organisasi. Pendekatan kontinjensi menjadi tema utama dalam penelitian tentang sistem pengendalian manajemen dimasa mendatang. Para peneliti telah memberikan kontribusi positif terhadap popularitas dan penerapan sistem pengendalian manajemen. The paper aims to explain relationship between theory of contingency with management control system. Based on the theories, it is argued that theory of contingency relied on dicey matter and offered interpretation model. Management accounting system depends on existing situational factors. In the researche of accounting management, approach of contingency is needed to evaluate conditional factors causing management control system more effective. Better relationship between control system with variable of anticipated contingency will improve organizational performance. Approaches of contingency become prior theme in researches related to system of control management. The researches have provided positive contribution to the application of management control system and its popularity.
PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI BERBASIS INFORMATION AND COMMMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) PADA SEKOLAH UNGGULAN DI KOTA SEMARANG
Wahyudin, Agus;
-, Kiswanto
Jurnal Dinamika Akuntansi Vol 6, No 1 (2014): March 2014
Publisher : Department of Accounting, Faculty of Economics, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jda.v6i1.3246
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi akuntansi pada sekolah unggulan di wilayah kota Semarang yang berdasarkan pada kebutuhan user, mengakomodir kebijakan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta mengacu pada ISO 9001. Metode penyusunan sistem informasi akuntansi menggunakan model information sistem development methods. Analisis identifikasi kebutuhan informasi akuntansi menggunakan mix method, dengan mengkolaborai persepsi stakeholder sekolah dan kebutuhan internal sekolah. Hasil penelitian menunjukkan adanya pemetaan kebutuhan sistem informasi keuangan dan manual prosedur sistem informasi akuntansi sekolah unggulan di Kota Semarang yang terdiri dari Sistem Informasi Penganggaran (SiAnggar), Sistem Informasi Keuangan (SiKeu), Sistem Informasi Akuntansi (SiAkun). Dalam hal ini Sistem Informasi Akuntansi dibagi lagi menjadi tiga Sistem Akuntansi Manajemen, Sistem Akuntansi Keuangan, Sistem Akuntansi Aset. This study aims to develop a system of accounting information at outstanding schools in Semarang city which is based on the need of the users, and to accommodate the policy defined by the Ministry of Education and Culture based on ISO 9001. In formulating  the accounting information systems, a model information system development method is used. Identification of needs analysis employs mixed method of accounting information by collaborating perception of the stakeholders involved at schools and internal needs of the school. The results show that there is mapping on the need of financial information systems and manual procedures of accounting information systems at the top schools in Semarang city consisting of Budgeting Information System (SiAnggar), Financial Information System (SiKeu), Accounting Information Systems (SiAkun). In this case, the Accounting Information Systems is subdivided into three Accounting Management System, Financial Accounting Systems, and Asset Accounting Systems.