cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia
ISSN : 23391286     EISSN : 20894392     DOI : https://doi.org/10.15294/jpii
Core Subject : Education,
<p>Jurnal Pendidikan IPA Indonesia&nbsp;published a scientific paper on the results of the study and review of the literature in the sphere of natural science education in primary education, secondary education and higher education. Each manuscript submitted will be reviewed by bebestari partners who specifically requested the appropriate fields.</p> <p>Description Publication: This journal was first published in April 2012 and every April and October.</p>
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2013): April 2013" : 45 Documents clear
MODEL INTEGRASI ATRIBUT ASESMEN FORMATIF (IAAF) DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SEL UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN BERPIKIR ANALITIK MAHASISWA CALON GURU
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v2i1.2507

Abstract

Dalam studi ini dikembangkan model integrasi atribut asesmen formatif (IAAF) dalam pembelajaran Biologi Sel untuk mengembangkan kemampuan penalaran dan berpikir analitik mahasiswa calon guru Biologi. Atribut asesmen formatif yang diintegrasikan adalah collaboration, self-assessment, peer-assessment, dan feedback learning progression. Model yang dikembangkan mencakup pembelajaran interaktif, pembuatan bagan konsep, dan reviu artikel jurnal internasional. Dimensi yang diukur dalam studi ini adalah perkembangan kemampuan mahasiswa membuat bagan konsep, kemampuan mahasiswa melakukan reviu artikel, dan kemampuan penalaran dan berpikir analitik mahasiswa. Hasil studi mengindikasikan bahwa Model IAAF dapat mengembangkan kemampuan penalaran dan berpikir analitik mahasiswa. In this study developed a model of integration of formative assessment attributes (IAAF) in Cell Biology learning to develop reasoning skills and analytical thinking Biology student teachers. Attributes of formative assessment that  integrated is collaboration, self-assessment, peer-assessment, and feedback learning progression. The model developed includes interactive learning, graphing concepts, and review articles of international journal. Dimensions measured in this study is the development of students’ ability to make a chart of concept, the ability of student conduct review of articles, and the ability to reason and think analytically students. The study results indicate that the IAAF model can develop reasoning skills and analytic thinking students.
PENERAPAN MODEL SCIENCE CREATIVE LEARNING (SCL) FISIKA BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v2i1.2512

Abstract

Tujuan studi ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang peningkatan hasil belajar kognitif dan keterampilan berpikir kreatif sebagai dampak penerapan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penerapan model pembelajaran sebagian besar hasil belajar dan keterampilan berpikir kreatif meningkat kategori sedang. Hal ini diindikasikan oleh rata-rata skor gain yang dinormalisasi g hasil belajar kognitif dan g keterampilan berpikir kreatif meningkat sebesar 0,44. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa model SCL fisika berbasis proyek merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar kognitif dan keterampilan berpikir kreatif. This study propose to determine the increasing of concept mastery’s and creative thinking skills’s students impact to application of learning model. The result showed that the application of learning model enhance the most of concept mastery’s and creative thinking skills’s moderately category of medium. This is indicated by the score mean gain normalization g concept mastery and g of creative thinking skills is about 0,44. These results indicate that the SCL based learning is one of the most effective learning models to be used in order to rise concept mastery’s and creative thinking skills’s.
METODE INKUIRI TERBIMBING DALAM PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KREATIVITAS SISWA SMP
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v2i1.2503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode inkuiri terbimbing dalam pembuatan media pem-belajaran terhadap peningkatan pemahaman konsep dan kreativitas siswa. Dari hasil tes yang sudah dilakukan terdapat sebuah peningkatan kualitas pembelajaran dengan ditandai meningkatnya hasil prestasi siswa pada saat siklus I dengan nilai klasikal 78.04%  dan dilanjutkan ke siklus II dengan hasil nilai klasikal 97.56%. Dari hasil penilaian kreativitas dari siklus I diperoleh nilai ketuntasan klasikal sebesar 97.56% dan siklus ke II mendapat nilai ketuntasan klasikal sebesar 97.56%. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA Biologi di SMP N 3 Kubu Raya dengan menggunakan metode inquiry terbimbing dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa dan kreativitas siswa dalam membuat media pembelajaran. This study aims to determine the application of guided inquiry method in the manufacture of learning media to increase students’ understanding of concepts and creativity. From the results of tests that have been done, there is a marked increase in the quality of learning by increasing student achievement results during the first cycle with a classical value of 78.04% and proceed to the second cycle with the results of the classical value of 97.56%. From the result of the creativity of the first cycle obtained classical completeness value by 97.56% and the second cycle got classical completeness of 97.56%. It is concluded that science learning of Biology at SMP N 3 Kubu Raya by using guided inquiry method can improve students’ understanding of concept and creativity in making learning media.
PEMBELAJARAN MATERI EKOSISTEM DENGAN SOCIO-SCIENTIFIC ISSUES DAN PENGARUHNYA TERHADAP REFLECTIVE JUDGMENT SISWA
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v2i1.2508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran materi ekosistem berbasis socio-scientific issues (SSI) terhadap kemampuan reflective judgment siswa kelas X Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah (MMM) Yogyakarta. Berdasarkan ekspresi kemampuan reflective judgment, tampak bahwa ketiga tingkat kemampuan reflective judgment muncul merata pada diri siswa, meski ada sebagian siswa yang belum mampu mengekspresikannya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran materi ekosistem berbasis SSI memberi pengaruh yang lebih baik terhadap perubahan atau peningkatan kemampuan reflective judgment dibanding dengan pembelajaran yang biasa diterapkan guru. This study is aimed to know the effect of socio-scientific issues-based instruction on the topic of ecosystem toward reflective judgment ability of the 10th-grade students of Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. According to the expression of the reflective judgment statements, it showed that three levels of reflective judgment occured prevalently, although there were some students did not express it. Based on the result of this study, it can be conclude that socio-scientific issues-based instruction on the topic of ecosystem provides better influence toward increasing of reflective judgment ability than common instruction that implemented by teacher.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU BERKARAKTER MENGGUNAKAN PENDEKATAN HUMANISTIK BERBANTU ALAT PERAGA MURAH
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v2i1.2513

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah menghasilkan perangkat pembelajaran IPA terpadu yang dapat memfasilitasi siswa untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki secara menyeluruh sehingga memiliki daya saing yang unggul, mampu mengikuti perkembangan IPTEK, dan memiliki karakter yang bersumber pada nilai-nilai pancasila. Dari hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran IPA terpadu berkarakter menggunakan pendekatan humanistik berbantu alat peraga murah di sekolah menengah berupa silabus, RPP, alat peraga, LKS, dan modul yang dihasilkan melalui alur Four-D model, yaitu definition (pendefinisian), design (perancangan), development (pengembangan) dan disseminate (penyebaran) yang telah melalui tahap validasi dan revisi. The purpose of the research is to produce an integrated science learning tools that can facilitate learners to develop the capabilities of the whole so that it has a superior competitive, able to follow the development of science and technology, and has a character which is based on the values of Pancasila. From the results of research and discussion, it can be concluded that the development of the integrated science learning character humanistic approach berbantu cheap props in the form of school syllabi, lesson plans, visual aids, worksheets, and the modules produced by Four-D flow model, the definition (defining), design (design), development (development) and disseminate (spread) that have gone through the validation and revision.
PEMBELAJARAN BIOLOGI MODEL STAD DAN TGT DITINJAU DARI KEINGINTAHUAN DAN MINAT BELAJAR SISWA
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v2i1.2504

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode pembelajaran dengan TGT dan STAD terhadap prestasi belajar biologi ditinjau dari keingintahuan dan minat belajar siswa. Hasil analisis diperoleh (1) ada pengaruh penggunaan metode pembelajaran dengan TGT dan STAD terhadap prestasi belajar Biologi, (2) ada pengaruh minat belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar Biologi, (3) pengaruh keingintahuan belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar Biologi, (4) terdapat interaksi antara metode pembelajaran dengan keingintahuan belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar Biologi, (5) tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran dengan minat belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar Biologi, (6) tidak terdapat interaksi antara minat belajar tinggi dan rendah, keingintahuan tinggi dan rendah terhadap prestai belajar Biologi, (7) terdapat interaksi antara metode pembelajaran, keingintahuan tinggi dan rendah, minat belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar Biologi. The purpose of this study was to determine the effect the use of learning methods with TGT and STAD on biology achievement in terms of students’ curiosity and interest in learning. Analysis results obtained (1) There was effect of the use of learning methods with TGT and STAD on Biology learning achievement, (2) There was effect of high and low interest in studying on the Biology learning achievement, (3) study the effect of high and low curiosity on Biology learning achievement, (4) there was interaction between learning method with curiosity to learn high and low on the Biology learning achievement, (5) there was no interaction between learning method with high and low interest in learning to Biology learning achievement, (6) there was no interaction between high and low interest in learning, high and low curiosity to Biology learning achievement, (7) there was interaction between learning method, high and low curiosity, high and low interest in learning to Biology learning achievement, (6) there was no interaction between high and low interest in learning, high and low curiosity to Biology learning achievement.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA AUDITORIK
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v2i1.2509

Abstract

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa auditorik dengan mengimplemetasikan pembelajaran fisika berbasis guided inquiry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik sesuai dengan RPP, (2) peningkatan hasil belajar kognitif baik produk maupun proses siswa meningkat dengan baik, dan (3) respons siswa terhadap pembelajaran positif. Berdasarkan hasil temuan dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran fisika berbasis guided inquiry dapat meningkatkan hasil belajar siswa auditorik. The aim of this study was to increase learning outcomes by implementing learning physics based on guided inquiry. The results showed that (1) learning process was good in accordance with RPP, (2) the learning outcomes of product and process increase effectively, (3) student respond to learning was positive. According to the findings above it could be conclude that the implementation of learning physics based on guided inquiry is able to increase learning outcomes of auditory learner.
MENGEMBANGKAN PENALARAN ILMIAH (SCIENTIFIC REASONING) SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJRAN 5E PADA SISWA KELAS X SMAN 15 SURABAYA
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v2i1.2514

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan perangkat pembelajaran menggunakan model 5E untuk meningkatkan keterampilan penalaran ilmiah siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan model 5E valid untuk diterapkan di dalam kelas, BAS memiliki keterbacaan yang bagus, keterlaksanaan RPP dikategorikan baik, model pembelajaran 5E secara efektif dapat mening-katkan keterampilan penalaran ilmiah siswa dan siswa memberikan respon yang positif terhadap pembelajaran. The purpose of this research is to develop the 5E model of learning to improve students’ scientific reasoning skills. The results of this study show that the developed learning model 5E valid to be applied in the classroom, BAS has good readability, keterlaksanaan RPP well categorized, 5E learning model can effectively improve students’ scientific reasoning skills and the students responded positively to the learning.
IMLEMENTASI SIMULASI PhET DAN KIT SEDERHANA UNTUK MENGAJARKAN KETERAMPILAN PSIKOMOTOR SISWA PADA POKOK BAHASAN ALAT OPTIK
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v2i1.2505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menuntaskan hasil belajar psikomotor fisika siswa dengan penerapan simulasi PhET dan KIT sederhana pada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik sesuai dengan RPP, hasil psikomotor kelas eksperimen 1 dengan menggunakan simulasi PhET dan kelas eksperimen 2 dengan menggunakan KIT sederhana dapat menuntaskan hasil belajar siswa, serta respon siswa terhadap pembelajaran positif. Berdasarkan hasil temuan di atas dapat disimpulkan bahwa implementasi simulasi PhET dan KIT sederhana untuk mengajarkan keterampilan psikomotor siswa pada pokok bahasan alat optik dapat menuntaskan hasil belajar psimotor siswa. This study aims to resolve learning outcomes physics psychomotor of students with the application of PhET simulations and simple KIT on students. The results showed that implementation of learning  going well according to the lesson plan, student who are in the experimental class 1 using PhET simulation and the experimental class 2 using a simple KIT could complete the learning outcomes, and student respond to learning was positive. According to the finding above it could be conclude that the implementation PhET simulation and simple KIT to teach psychomotor skills of students on the subject of optical can to complete psychomotor learning outcomes of students.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA SMK DENGAN MODEL KONTEKSTUAL BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v2i1.2510

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan pada pembelajaran IPA SMK dengan model kontekstual berbasis proyek untuk meningkatkan hasil belajar dan KPS siswa. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid dengan rata-rata 3,68, dan efektif karena telah mampu memenuhi indikator yang diharapkan, yaitu: terdapat peningkatan KPS dengan skor rata-rata 72,85 dan ketuntasan klasikal 80,6% (29 dari 36 siswa telah tuntas); terdapat peningkatan hasil belajar kognitif siswa, yaitu rata-rata meningkat dari 58,33 menjadi 81,39 dan ketuntasan klasikal 92% (33 dari 36 siswa telah tuntas); rata-rata hasil belajar afektif dan psikomotorik siswa juga mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan, yaitu ≥ 70; serta sebanyak 91,18% (31 dari 34 siswa) memberikan respon baik terhadap pembelajaran kontekstual berbasis proyek. This research is though development of science learning at vocational school using contextual model based on project to improve the learning result and science process skill students. The teaching and learning advise used in teaching “ways in handling waste” topic using contextual model based on project valid with average 3,68, effective because is able to complete the indicator, there is an increase of Science Process Skill with an average score of 72,85 and 80,6% completeness classical or 29 among 36 students have completed. There is an increase students’ cognitive learning outcomes, the average increased from 58,33 to 81,39 and 92 % classical completeness, or 33 among 36 students have completed. The average of affective and psychomotor learning outcomes students’ achieve well defined indicators of success, were ≥ 70. A total of 91,18% or 31 among 34 students responded well to the project based learning.

Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol 12, No 4 (2023): December 2023 Vol 12, No 3 (2023): September 2023 Vol 12, No 2 (2023): June 2023 Vol 12, No 1 (2023): March 2023 Vol 11, No 4 (2022): December 2022 Vol 11, No 3 (2022): September 2022 Vol 11, No 2 (2022): June 2022 Vol 11, No 1 (2022): March 2022 Vol 10, No 4 (2021): December 2021 Vol 10, No 3 (2021): September 2021 Vol 10, No 2 (2021): June 2021 Vol 10, No 1 (2021): March 2021 Vol 9, No 4 (2020): December 2020 Vol 9, No 3 (2020): September 2020 Vol 9, No 2 (2020): June 2020 Vol 9, No 1 (2020): March 2020 Vol 8, No 4 (2019): December 2019 Vol 8, No 3 (2019): September 2019 Vol 8, No 2 (2019): June 2019 Vol 8, No 1 (2019): March 2019 Vol 7, No 4 (2018): December 2018 Vol 7, No 3 (2018): September 2018 Vol 7, No 2 (2018): June 2018 Vol 7, No 1 (2018): March 2018 2018: Article in Press Vol 6, No 2 (2017): October 2017 Vol 6, No 1 (2017): April 2017 Vol 6, No 1 (2017): April 2017 Vol 5, No 2 (2016): October 2016 Vol 5, No 2 (2016): October 2016 Vol 5, No 1 (2016): April 2016 Vol 5, No 1 (2016): April 2016 Vol 4, No 2 (2015): October 2015 Vol 4, No 2 (2015): October 2015 Vol 4, No 1 (2015): April 2015 Vol 4, No 1 (2015): April 2015 Vol 4, No 2 (2015) Vol 3, No 2 (2014): October 2014 Vol 3, No 2 (2014): October 2014 Vol 3, No 1 (2014): April 2014 Vol 3, No 1 (2014): April 2014 Vol 2, No 2 (2013): October 2013 Vol 2, No 2 (2013): October 2013 Vol 2, No 1 (2013): April 2013 Vol 2, No 1 (2013): April 2013 Vol 2, No 2 (2013) Vol 1, No 2 (2012): October 2012 Vol 1, No 2 (2012): October 2012 Vol 1, No 1 (2012): April 2012 Vol 1, No 1 (2012): April 2012 Vol 1, No 1 (2012) More Issue