cover
Contact Name
-
Contact Email
jkomtek@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jkomtek@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung Dekanat, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kompetensi Teknik
ISSN : 20862253     EISSN : 25979280     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/jkomtek
Core Subject : Engineering,
Contains articles of research or ideas of thought (conceptual) in the development of education, teaching and technology in the field of engineering.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2018)" : 16 Documents clear
Pemungutan tanin propagul mangrove (rhizopora mucronata) dengan pelarut etanol dan aquades sebagai zat warna alami menggunakan metode microwave assisted extraction
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v10i1.17366

Abstract

Limbah propagul mangrove merupakan salah satu limbah biomasa yang memiliki sifat cepat membusuk sehingga dapat mencemari lingkungan. Propagul mangrove mengandung senyawa tanin sebesar 30,43% sehingga berpotensi sebagai pewarna alami pada batik namun belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu. tujuan penelitian ini adalah untuk mengambil zat tanin dari propagul mangrove secara optimal dengan membandingkan pengaruh jenis pelarut etanol dan pelarut aquades terhadap rendemen zat warna propagul. Teknologi yang tepat untuk pengambilan tanin dari propagul mangrove adalah menggunakan proses ekstraksi dengan metode microwave assisted extraction (MAE). Variabel yang digunakan pada penelitian ini meliputi rasio bahan-pelarut, jenis pelarut, suhu ekstraksi dan waktu ekstraksi yang bertujuan untuk memaksimalkan rendemen tanin yang diperoleh. Proses ekstraksi dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol dan aquades sebanyak 250 mL. Selain rendemen, hasil ekstraksi juga dianalisis dengan FT-IR untuk menganalisis adanya tanin yang terkandung dalam zat warna. Hasil penelitian diperoleh rendemen optimum dari pelarut etanol sebesar 27,5%, pada rasio bahan dan pelarut 0,04 gr/ml, waktu ekstraksi 30 menit dan suhu 60oC sedangkan pelarut aquades menghasilkan rendemen tanin sebesar 22,7% pada rasio bahan dan pelarut 0,04 gr/ml, waktu ekstraksi 30 menit dan suhu 80oC. Analisis FT-IR ekstrak tanin dari propagul mangrove dengan pelarut etanol dan aquades menunjukan adanya gugus hidroksil (O-H), gugus (C-H), gugus karbonil (C=O),  gugus C-O, gugus C-C, dan gugus C=C.
Kesetimbangan dan kinetika adsorpsi larutan logam timbal menggunakan protein keratin dari bulu ayam pedaging (gallus domesticus)
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v10i1.17371

Abstract

Bulu ayam dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kandungan timbal dalam larutan artifisial. Larutan artifisial dikondisikan dengan menambahkan NaOH yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan adsorpsi timbal pada bulu ayam. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan kondisi kesetimbangan dan kinetika adsorpsi logam Timbal dari larutan. Adsorpsi dilakukan dengan adsorben yaitu protein keratin yang terdapat dalam bulu ayam. Pembuatan adsorben dilakukan dengan cara bulu ayam dicuci kemudian dikeringkan dan dipotong kecil sampai 200 mesh. Bulu ayam yang halus direndam dengan aseton dan selanjutnya dikeringkan. Adsorben diaktifasi dengan NaOH dan dikarakterisasi menggunakan FTIR. Pada adsorpsi ini ditentukan oleh konsentrasi 20; 40; 60; 80; 100 ppm, suhu 25oC; 28oC; 31oC; 34oC selama waktu kontak adsorpsi 30; 60; 90; 120 menit. Jumlah timbal yang diserap oleh adsorben dapat dianalisis menggunakan AAS. Model kesetimbangan yang sesai adalah Freundlich sedangkan pada model kinetika yang sesuai adalah kinetika orde kedua.
Teknologi penepungan kacang hijau dan terapannya pada biskuit
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v10i1.17361

Abstract

Kacang hijau memiliki energi 323 kkal, protein 22,9 g, dan serat 7,5 g berpotensi untuk dijadikan tepung. Biskuit kacang hijau (60 %) mengandung 453 kkal, protein 11,3 g dan serat 13,1 g. Kendala pada tepung kacang hijau adalah aroma langu dan belum tersedia di pasar. Tujuan kegiatan adalah 1) menghilangkan aroma langu kacang hijau dan menghasilkan tepung yang halus sebagai bahan baku biskuit. Kemitraan dilaksanakan pada pengusaha Griya Ketelaku, dan 2) Mengetahui lama pemanggangan yang optimum pada biskuit dan daya terima masyarakat  Perbaikan yang dilakukan adalah  menghilangkan aroma langu kacang hijau dengan perlakuan pencucian, perendaman dan pengukusan dan meningkatkan kehalusan tepung dengan mengganti saringan, gir dan mesin. Pemanggangan dilakukan selama 13 menit, 15 menit, 17 menit, 19 menit dan 21 menit. Daya terima diuji oleh 80 panelis konsumen dengan skor 1 – 9. Lama pemanggangan optimum ditentukan dari tekstur dan warna terbaik dengan daya terima tertinggi. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilakukan telah berhasil dengan baik dan meningkatkan pemberdayaan Griya Ketelaku. Penghilangan aroma langu dilakukan dengan  mencuci kacang hijau sampai warna kuning kehijauan hilang, merendam selama 30 menit dilanjutkan dengan mengukus selama 30 menit dengan api kecil. Penghalusan tepung dilakukan dengan perbaikan saringan bagian luar 100 mesh dan saringan bagian dalam 40 mesh, penggantian grinder dengan mengganti gir dari besi menjadi baja dan mesin dari 1 PK menjadi 4 PK. Peningkatan kapasitas produksi 3 kali lipat dari  40 kg/jam menjadi 120 kg/jam tepung kacang hijau dengan kehalusan 100 mesh. Biskuit kacang hijau yang memenuhi kriteria dibuat dengan waktu pemanggangan 17 menit dan disukai dengan skor keseluruhan 6,4, dengan rincian warna 6,1, aroma 5,8, kerenyahan 6,1, rasa manis 6,1 dan rasa kacang hijau 5,8.
Pengaruh sudut penyayatan endmill cutter dan arah pemakanan terhadap keausan endmill cutter pada pengefraisan baja st 40
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v10i1.17370

Abstract

Penggunaan parameter pemotongan yang tidak tepat dalam pengefraisan akan menurunkan kualitas benda kerja, dan mengurangi usia pakai alat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter pemotongan, yaitu sudut penyayatan endmill cutter dan arah pemakanan terhadap keausan endmill cutter pada pengefraisan baja ST 40. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Penelitian dilakukan dengan membuat spesimen benda kerja, kemudian dilakukan proses pengefraisan dengan perlakuan variasi sudut penyayatan endmill cutter dan arah pemakanan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif, dan diamati pengaruhnya terhadap keausan endmill cutter Hasil penelitian menunjukkan bahwa keausan endmill cutter terkecil terjadi pada sudut penyayatan 7° dengan arah pemakanan berlawanan, yaitu dengan rata-rata keausan yang terjadi adalah keausan tepi (VB) dengan lebar keausan tepi 0,21 mm, dan massa aus 0,0097 g. Keausan endmill cutter terbesar terjadi pada sudut penyayatan 9° dengan arah pemakanan searah, yaitu dengan rata-rata keausan yang terjadi adalah catastrophic failure, dengan massa aus 0,0902 g.
Karakteristik edible film pati talas dengan penambahan antimikroba dari minyak atsiri lengkuas
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v10i1.17337

Abstract

Sintesis edible film dari pati telah dipelajari sebagai strategi penyusunan kemasan plastik dan makanan yang bersifat biodegradable. Edible film berbasis pati umumnya memiliki kekurangan sebagai kemasan makanan kurang tahan terhadap bakteri patogen yang dapat merusak makanan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan pengembangan inovasi untuk menghasilkan edible film yang mampu meningkatkan ketahanan terhadap bakteri perusak makanan. Dalam penelitian ini, dilakukan sintesis edible film berbasis tepung talas dengan penambahan antimikroba berupa minyak atsiri lengkuas. Penambahan minyak atsiri lengkuas dilakukan dengan variasi konsentrasi (0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, 1%, 1,25% dan 1,5% v/v total). Selanjutnya edible film dikarakterisasi pengaruh konsentrasi minyak atsiri lengkuas pada sifat mekanik film, ketebalan, ketahanan dan kelarutan dalam air, serta kemampuan antimikroba dalam menghambat pertumbuhan bakteri E. coli. Edible film dengan penambahan 1,25% minyak atsiri lengkuas sebagai antimikroba menunjukkan karakteristik terbaik yaitu memiliki nilai Tensile Strenght sebesar 1,198 Mpa, % elongasi sebesar 55,13%, elastisitas 0,433 N/mm2, ketebalan 0,3 mm, diameter zona hambat sebesar 1,4 mm. Sedangkan edible film dengan ketahanan dan kelarutan terhadap air yang terbaik ditunjukan oleh film dengan konsentrasi minyak atsiri lengkuas 1,5% yang menghasilkan ketahanan air (88,8%) dan kelarutan dalam air (44,4%).
Efektifitas circuit breaker pada alat peraga kelistrikan otomotif
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v10i1.17369

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada alat peraga diantaranya hubung singkat, kabel dan sekering terbakar, adanya pencemaran dari limbah kabel. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektifitas penggunaan circuit breaker pada alat peraga kelistrikan otomotif yang berfungsi mencegah kerusakan rangkaian ketika terjadi hubung singkat. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen yang diperoleh dari hasil uji coba rangkaian cirkuit breaker, sehingga mendapat informasi dari uji circuit breaker pada alat peraga kelistrikan otomotif. Pemasangan rangkaian circuit breaker pada alat peraga kelistrikan otomotif diharapkan mampu mengurangi resiko dari hubung singkat diantaranya terbakarnya rangkaian kelistrikan, jumlah penggantian kabel baru menjadi turun, limbah kabel menurun. Uji coba awal yang telah dilaksanakan mendapat hasil bahwa rangkaian circuit breaker dapat mencegah hubung singkat pada alat peraga kelistrikan otomotif, pada tahap uji coba berikutnya mendapat hasil lebih banyak yaitu mencegah terjadinya hubung  singkat pada alat-alat peraga sistem penerangan, sistem pengisian.

Page 2 of 2 | Total Record : 16