Articles
482 Documents
Perancangan Kendali Kecepatan Motor Arus Searah Menggunakan Metode Root Locus
Jurnal Teknik Elektro Vol 8, No 2 (2016): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jte.v8i2.8793
Motor arus searah (DC) menjadi populer karena fleksibilitas dan kemudahan dalam pengoperasiannya. Namun motor DC perlu diatur agar mempunyai kecepatan serta respon transien yang diinginkan terlebih ketika diberi beban. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mensimulasikan alternatif pengendalian motor DC. Pengendalian yang digunakan adalah dengan metode Proporsional Integral Derivatif (PID) melalui root locus. Pada artikel ini akan dipaparkan pemodelan motor DC yang akan diperoleh fungsi alih antara kecepatan sudut dan input tegangan jangkar. Kemudian akan dilihat dan dirancang skema pengendalian dengan respon transien dan steady state yang diinginkan melalui root locus dengan menambahkan pole dan zero. Setelah disimulasikan, hasil perancangan kendali PID yang diperoleh telah sesuai spesifikasi yang diinginkan serta stabil dengan uji kestabilan Routh Hurwitz.
Pengiriman Daya dari Inverter Lima Tingkat ke Grid Satu Fasa Menggunakan Arduino Due
Jurnal Teknik Elektro Vol 12, No 2 (2020): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jte.v12i2.27325
Inverter has been used for a wide variety of applications in renewable energy system. The use of inverter in a solar power plant system can off-grid and on-grid. H-Bridge inverter is one of the commonly used inverter. One of its disadvantages is the requirement of high frequency in order to get a low defect level on the output current. The use of a five-level inverter with considering the amount of a power semiconductor switch in can be as an alternative. This study aims to use a five-level inverter with five power semiconductor switches to deliver power to the grid.The working principle uses two sinusoidal signals that are shifted by 1800 compared to two carrier signals to produce a sinusoidal pulse width modulation signal. A sinusoidal pulse width modulation signal is used as a controller on each power semiconductor switch. The transmitted power is in the form of a current that is injected into the single-phase grid. The transmission of a power using five-level inverter to a single-phase grid was validated by a Power Simulator software. The final stage was a hardware implementation in the laboratory. The result shows that the inverter could transmit a power as current with 4.01% THDi, transmitted power as 36.4 Watts, and transmitted current as 0.52 Amps.
Analisis Link Budget Penyambungan Serat Optik Menggunakan Optical Time Domain Reflectometer AQ7275
Jurnal Teknik Elektro Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jte.v10i1.13996
An optical fiber is a high-speed telecommunication transmission medium. Principally, an optical fiber is made of a very fine glass fiber material, which is able to transmit light waves using light reflection method on the surface of the fiber optics core. An underground installation of the fiber optics makes this device robust from external interferences. However, the fiber optic cable performance should always be checked to maintain performance during data transmission process. One way to test fiber optics cable performance is by using an Optical Time - Domain Reflectometer (OTDR) device. This device sends a light wave from one point of the fiber optics cable. The light wave then returns when reaching the other point of the fiber optic cable while carrying some measurement parameters especially the physical length and attenuation of a fiber optic cable. The evaluation of the fiber optics cable performance requires the preparation, installation, and configuration of the OTDR. In this paper, we conducted evaluation on the performances of fiber optics cable. The data generated by the performed evaluation indicated an occurring attenuation on the fiber optics cable along 64.402 km of its lengths.
SISTEM KOMPUTASI JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION
Jurnal Teknik Elektro Vol 2, No 1 (2010): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jte.v2i1.1585
Tulisan ini menyajikan model JST arsitektur umpan-maju (feedforward) dengan konsepbelajar algoritma belajar perambatan-balik (backpropagation). Kaidah backpropagation dapatditerapkan pada jaringan lapis banyak, karena backpropagation mempunyai kemampuanmengajar sel-sel syaraf pada lapisan dalam. Kesalahan lokal setiap sel dilihat (diasumsikan)sebagai bagian yang terkontribusi dalam menghasilkan kesalahan total pada lapisan keluaran.Apabila kesalahan pada lapis keluaran dapat dipropagasikan kembali masuk ke lapisan dalam,maka kesalahan lokal sel-sel syaraf pada lapis tersebut dapat dihitung. Pelatihan jaringanbackpropagation meliputi tiga tahap yaitu memasukan secara umpan maju (feedforward) polapolamasukan, menghitung dan propagasi balikan kesalahan yang bersangkutan danmengatur bobot-bobot koneksi. Setelah selesai pelatihan JST diterapkan untuk penyelesaianmasalah (mode pengujian).Kata kunci : Jaringan syaraf tiruan, backpropagation, pelatihan, pengujian.
Penggunaan Metode Electre (Elimination Et Choix Traduisant La Realite) dalam Sistem Pendukung Keputusan Menu Makanan Sehat
Jurnal Teknik Elektro Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jte.v7i1.8592
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnnya pemenuhan kebutuhan energi bagi setiap individu. Maka untuk menyelesaikan masalah tersebut diperlukan aplikasi yang dapat membantu individu dalam proses pemilihan menu makanan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pendukung keputusan yang dapat merekomendasikan paket menu makanan sesuai dengan kebutuhan energi. Untuk mencapai tujuan penelitian ini maka dirancang dan dibangun sistem pendukung keputusan menu makanan dengan menggunakan model waterfall atau air terjun. Berdasarkan landasan pengembangan aplikasi model waterfall maka penelitian diawali dengan analisis perencanaan sistem. Setelah melakukan analisis sistem dilanjutkan dengan mendesain sistem, dilanjutkan dengan pengkodean dan diakhiri dengan proses pengujian. Hasil penelitian menunjukkan sistem pendukung keputusan dapat merekomendasikan paket menu makanan sesuai dengan kebutuhan energi. Hal ini ditunjukan dari hasil pengujian blackbox, pengujian kelayakan aspek materi dengan skor presentase 75% atau dengan kriteria “Layak” dan pengujian kelayakan aspek perangkat lunak dengan skor presentase 77,5% atau dengan kriteria “sangat layak”
Mobile E-learning Sebagai Alat Bantu Pembelajaran Dasar Elektronika Di Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Unnes Menggunakan Ponsel
Jurnal Teknik Elektro Vol 5, No 1 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jte.v5i1.3547
bstrak— Perkembangan teknologi menjadikan ponsel memiliki fitur-fitur yang semakin lengkap hingga mendekati fungsi sebuah komputer. Dengan fitur yang begitu lengkap, saat ini ponsel dapat dimiliki dengan harga murah. Oleh karena itu kebanyakan para pelajar telah memiliki ponsel, dan membawanya saat bersekolah. Agar ponsel yang dibawa oleh siswa menjadi lebih bermanfaat, maka ponsel dimanfaatkan sebagai media untuk mengakses e-learning. Permasalahannya, bagaimana merancang e-learning yang dapat diakses melalui ponsel, bagaimanakah kinerja e- earning yang diakses melalui ponsel, dan apa tanggapan para pengguna. Keywords— M-learning, E-learning, dasar elektronika
RANCANG BANGUN ALAT UKUR KETINGGIAN LOMPATAN DENGAN SENSOR INFRA MERAH
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 1 (2011): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jte.v3i1.1557
Salah satu manfaat produk teknologi olahraga adalah untuk memudahkan dalam melakukan tespengukuran atlet. Pada proses pembinaan dibutuhkan berbagai macam tes untuk mengetahuiperkembangan yang dialami atlet, salah satunya adalah tes untuk mengukur ketinggian lompatan seorangatlit. Cara konvensional mengukur ketinggian adalah tes vertical jump menggunakan papan ukur,sedangkan cara modern menggunakan alat antara lain Jump DF dan Force Plate. Cara konvensional justrupaling banyak digunakan untuk mengukur power tungkai, yaitu tes vertikal jump. Pada penelitian ini akandikembangkan sebuah alat yang mampu untuk mengukur ketinggian lompatan seoarang atlit denganmemanfaatkan sensor infra merah sebagai sensor pengukur jarak.Alat pengukur ketinggian lompatan yang telah dihasilkan dalam penelitian ini telah mampumengukur ketinggian lompatan yang dilakukan oleh seseorang. Hasil pengukuran yang didapatkan dari alatini mempunyai tingkat validitas yang tinggi yaitu 0,894691 dan 0,830714 dengan dibandingkan pada alatukur sejenis yaitu vertical jump dan jump DF. Kelebihan yang didapatkan dari alat yang lain adalah bahwaalat ini dapat langsung menampilkan nilai ketinggian lompatan yang dihasilkan oleh seorang pelompattanpa harus melibatkan pihak ketiga sebagai pengamat hasil lompatan. Hal ini akan meningkatkan nilaiakurasi dari lompatan yang dihasilkan oleh seorang pelompat. Selain tingkat akurasi yang didapatkan tinggialat pengukur tinggi lompatan ini juga mempunyai ongkos produksi yang jauh lebih mrah dibandingkan alatsejenis.Salah satu manfaat produk teknologi olahraga adalah untuk memudahkan dalam melakukan tespengukuran atlet. Pada proses pembinaan dibutuhkan berbagai macam tes untuk mengetahuiperkembangan yang dialami atlet, salah satunya adalah tes untuk mengukur ketinggian lompatan seorangatlit. Cara konvensional mengukur ketinggian adalah tes vertical jump menggunakan papan ukur,sedangkan cara modern menggunakan alat antara lain Jump DF dan Force Plate. Cara konvensional justrupaling banyak digunakan untuk mengukur power tungkai, yaitu tes vertikal jump. Pada penelitian ini akandikembangkan sebuah alat yang mampu untuk mengukur ketinggian lompatan seoarang atlit denganmemanfaatkan sensor infra merah sebagai sensor pengukur jarak.Alat pengukur ketinggian lompatan yang telah dihasilkan dalam penelitian ini telah mampumengukur ketinggian lompatan yang dilakukan oleh seseorang. Hasil pengukuran yang didapatkan dari alatini mempunyai tingkat validitas yang tinggi yaitu 0,894691 dan 0,830714 dengan dibandingkan pada alatukur sejenis yaitu vertical jump dan jump DF. Kelebihan yang didapatkan dari alat yang lain adalah bahwaalat ini dapat langsung menampilkan nilai ketinggian lompatan yang dihasilkan oleh seorang pelompattanpa harus melibatkan pihak ketiga sebagai pengamat hasil lompatan. Hal ini akan meningkatkan nilaiakurasi dari lompatan yang dihasilkan oleh seorang pelompat. Selain tingkat akurasi yang didapatkan tinggialat pengukur tinggi lompatan ini juga mempunyai ongkos produksi yang jauh lebih mrah dibandingkan alatsejenis.Kata Kunci : Infra merah : Infra merah
Kelayakan Instalasi Listrik Rumah Tangga Berdaya ≤ 900 VA Berumur di Atas 15 Tahun di Desa Bojonggede Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal
Jurnal Teknik Elektro Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jte.v7i1.8581
Menurut PUIL 2000 seluruh instalasi listrik termasuk pengaman, pelindung, dan kelengkapannya, harus terpelihara dengan baik. Karena factor usia instalasiakan mengalami keausan,penuaan atau kerusakan instalasi. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah tingkat kelayakan instalasi listrik rumah berdaya ≤ 900VA berusia di atas 15 tahun di Desa Bojong Gede Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal, serta faktor-faktor yang menyebabkan tingkat kelayakan suatu instalasi rumah sesuai PUIL 2000. Manfaat penelitian ini adalah memberikan informasi tentang tingkat kelayakan instalasi listrik rumah agar bermanfaat untuk semua pihak. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode yang digunakan adalah dokumentasi, observasi dan pengukuran. Objek penelitian ini adalah instalasi listrik rumah tangga daya ≤ 900 VA pemakaian lebih dari 15 tahun di Desa Bojong Gede Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal. Berdasarkan delapan faktor yang mempengaruhi tingkat kelayakan instalasi listrik rumah, tingkat kelayakannya sebagai berikut: susut tegangan 50 instalasi, tahanan isolasi sebesar 50 instalasi, Tahanan pembumian 48 instalasi, Luas penampang penghantar 36 instalasi, kondisi pengaman 47 instalasi, kesesuaian polaritas 34 instalasi, lengkapan sesuai SNI 40 instalasi, ketinggian kotak-kontak 33 instalasi. Dari 50 instalasi rumah, hanya 16 instalasi rumah yang memenuhi seluruh kriteria ini. Penyebab-penyebab instalasi yang tidak layak dikarenakan penggunaan peralatan listrik yang tidak sesuai ketentuan. Saran yang dianjurkan adalah agar pengguna instalasi listrik untuk tetap merawat dan melakukan uji berkala terhadap instalasinya agar instalasi tetap layak pakai sehingga terhindar dari bahaya.
Sistem Pendukung Keputusan Kenaikan Jabatan Struktural Dengan Metode Profile Matching Pada Karyawan Universitas Negeri Semarang
Jurnal Teknik Elektro Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jte.v6i1.3572
Abstrak— Proses pengambilan keputusan yang dilakukan secara manual, yaitu tidak adanya proses penilaian kinerja yang dilakukan secara pasti, dalam hal ini hanya dilakukan secara sepihak, tidak adanya standar baku atau bobot nilai yang pasti dalam menentukan kualitas pegawai, dan tidak adanya sistem yang dapat memberikan alternatif solusi dalam penilaian kinerja pegawai untuk kenaikan jabatan oleh karena itu rumusan masalah yang disusun adalah bagaimana cara membangun Sistem Pendukung Keputusan Promosi Kenaikan Jabatan Struktural pada Karyawan UNNES. Metode pengembangan sistem menggunakan metode waterfall. Metode ini mempunyai 5 tahapan yaitu analisis kebutuhan, sistem dan software desain, pengkodean, pengujian dengan menggunakan pengujian blackbox testing dan perawatan. Hasil dari penelitian ini yaitu dalam membangun sistem pendukung keputusan ini digunakan MySQL dalam pengelolaan databasenya sedangkan Adobe Dreamweaver dalam membuat desain interface nya. Proses penyeleksian kenaikan jabatan struktural ini digunakan 5 aspek kompetensi yang didasarkan pada hasil wawancara dengan Kasubag Akademik BAUK UNNES dan PP. No. 100 tahun 2000 tentang pengangkatan PNS pada jabatan struktural yaitu hasil tes, pengalaman, diklat, seniortitas dan usia yang akan diproses pada sistem dengan menggunakan metode Profile Matching. Fitur tambahan sistem yaitu mampu memberikan solusi apabila terdapat nilai yang sama pada akhir perhitungan dengan fitur tambahan berupa penyeleksian berdasar core factor dan aspek utama. Kata kunci—Metode Profile Matching, Karyawan Universitas Negeri Semarang
Pengendalian Tegangan Keluaran DC-DC Boost Converter Tipe Voltage Doubler Menggunakan Mikrokontroler STM32F1038CT
Jurnal Teknik Elektro Vol 12, No 2 (2020): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jte.v12i2.25662
Five-level inverter is widely used in many industrial applications, for example as a three-phase electric motor drive, PLTS, etc. This inverter works using two separated DC voltage sources in order to form different voltage level. Five-level inverter using one DC voltage source will be more efficient. A DC-DC boost converter on Voltage Doubler type is used in order to solve the problem. The focus of this research is on controlling the DC-DC boost converter on Voltage Doubler type. The switch control method uses a shifted pulse width modulation of 1800. To get a suitable output voltage, an output voltage control system is applied. A proportional and integral type control is implemented using STM32F1038CT microcontroller. The output voltage controlled DC-DC boost converter is validated through computational simulation with Power Simulator software and as the final step will be implemented on hardware in the laboratory. Based on the simulation and implementation, Voltage-Doubler type of DC-DC boost converter is able to produce the required output voltage, which is two times greater than the conventional DC-DC boost converter output voltage.