cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lembaran Ilmu Kependidikan
ISSN : -     EISSN : 02160847     DOI : 10.15294/lik
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 44, No 2 (2015): September 2015" : 18 Documents clear
PENGEMBANGAN MODEL PENDAMPINGAN GURU YANG MENGINTEGRASIKAN SELF ASSESSMENT DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM 2013 Sulistyorini, Sri; Parmin, Parmin; Samadi, Umar
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v44i2.6672

Abstract

Hasil studi pendahuluan, telah teridentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan kualitas pendampingan terhadap guru sekolah dasar di Kota Semarang. Keberhasilan implementasi kurikulum 2013 sangat ditentukan dari kualitas pendampingan terhadap guru, agar mampu menerapkan pembelajaran yang menekankan pada keseimbangan antara sikap (attitude), keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge) yang dicapai melalui pembelajaran yang holistik dan menyenangkan. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Kelayakan model pendampingan guru berbasis self assesment setelah divalidasi oleh pakar pembelajaran dan pakar kebahasaan. Sesuai hasil penelitian tahun pertama yang telah diperoleh, maka dapat diambil simpulkan; model pendampingan guru berbasis self assessment mendapakan penilaian layak dari pakar pembelajaran dan pakar kebahasaan dan dalam uji coba skala terbatas di tiga sekolah dasar piloting project kurikulum 2013 di Kota Semarang, telah terbukti dapat menguatkan kompetensi berimbang siswa dan perbaikan kinerja guru.Results of preliminary studies, have identified the problems related to the quality of assistance to primary school teachers in the city of Semarang. Successful implementation of the curriculum in 2013 is determined on the quality of assistance to teachers, in order to be able to apply the learning that emphasizes the balance between attitude (attitude), skills (skills) and knowledge (knowledge) is achieved through a holistic learning and fun. Research methods of research and development. Eligibility based teacher mentoring model of self assessment after being validated by learning expert and a linguist. According to the results of the first study that has been obtained, it can be concluded; mentoring model of self assessment based teacher assigned the adequate assessment of learning expert and a linguist and the limited scale trial at three elementary schools piloting the curriculum project in 2013 in the city of Semarang, has been shown to strengthen the students' competence impartial and improved teacher performance.
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL DAN MERENCANAKAN PEMBELAJARAN TEMATIK BAGI GURU KELAS III MELALUI KEGIATAN PELATIHAN STUDI KASUS Arryani, Rr. Melinda
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v44i2.6679

Abstract

Perencanaan merupakan tugas penting dari suatu organisasi. Perencanaan menjadi hal yang sangat penting karena pada kenyataannya manusia dapat mengubah masa depan apabila segala sesuatunya direncanakan dengan baik dan secara matang, demikian juga yang terjadi dalam konteks pembelajaran, perencanaan pembelajaran harus berorientasi pada pencapaian tujuan yang ingin dicapai. Tujuan dari penelitian tindakan sekolah ini adalah meningkatkan kompetensi profesional dan perencanaan pembelajaran tematik dalam menyusun RPP. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan sekolah dengan 2 kali siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah test. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelatihan dengan metode studi kasus dalam kelompok besar dan kelompok kecil dapat meningkatkan kompetensi profesional dari kondisi awal tarap serap (53,89%) ke siklus II tarap serapnya (83,89%) meningkat (30%). Pelatihan dengan metode studi kasus dalam kelompok besar dan kelompok kecil dapat meningkatkan kemampuan menyusun RPP Tematik dari kondisi awal tarap serap (46,11%) ke siklus II tarap serapnya (86,11%) meningkat (40%). pelatihan dengan metode studi kasus dalam kelompok besar dan kelompok kecil dapat meningkatkan kemampuan melaksanakan pembelajaran Peer Teaching dari kondisi awal tarap serap (42,22%) ke siklus II tarap serapnya (83,89%) meningkat (41,67%).Planning is an important task of an organization. Planning is very important because in fact humans can change the future when everything was well planned and matured, so too are happening in the context of learning, planning of learning should be oriented to the achievement of the goals to be achieved. The goal of this school action research is to increase the professional competence and planning of thematic study in drawing up the RPP. The research method used is action research school with 2 time cycle. Data collection techniques used is the test. Data analysis techniques used are descriptive percentage. Research results show that training in methods of case studies in large groups and small groups can enhance the professional competence of the initial conditions tarap absorbency (53,89%) to the cycle II tarap serapnya (83,89%) increase (30%). training in methods of case studies in large groups and small groups can enhance the capability of putting together the initial conditions of the Thematic RPP tarap absorbency (46,11%) to the cycle II serapnya tarap (86,11%) increase (40%). training in methods of case studies in large groups and small groups can enhance the ability of carry out learning Peer Teaching of initial conditions tarap absorbency (42,22%) to the cycle II tarap serapnya (83,89%) increased (41,67%)
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN DAUR ULANG LIMBAH BERORIENTASI BIOENTREPRENEURSHIP DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING. Yuniartiek, Erna; Indriyanti, Dyah Rini; Alimah, Siti
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v44i2.6675

Abstract

Pembelajaran materi daur ulang limbah berorientasi bioentrepreneurship dengan model project based learning merupakan pembelajaran yang dibutuhkan untuk memberikan bekal kewirausahaan dan kreativitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis validitas dan keterlaksanaan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan penelitian pre-tes post-tes control group design.  Sampel penelitian ini adalah peserta didik kelas X MAN Mejayan pada tahun pelajaran 2014/2015. Pengambilan sampel dengan cluster random sampling. Data hasil penelitian berupa data soal hasil tes, lembar observasi pelaksanaan pembelajaran, penilaian produk, serta angket respon peserta didik terhadap pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran daur ulang limbah berorientasi bioentrepreneurship dengan model PjBL memiliki kriteria valid untuk validitas dan keterlaksanaan pembelajaran.Learning on waste recycling material oriented on bioentrepreneurship by using Project Based Learning model is to provide a knowledge on entrepreneurship and creativity for students. This study aims to analyze the validity and enforceability of this learning device. This study used experimental research design (pretest posttest control group design). The subjects were he students of class X MAN Mejayan in the academic year 2014/2015 by using cluster random sampling technique. The data were gained through the results of the test, the data of observation sheets for implementation of learning, assessment of products, as well as the questionnaire responses of learning towards learners. The results showed that the development of waste recycling learning oriented on bioentrepreneurship by using PjBL model was effectively done. The validity and enforceability of this learning device were valid and very good criteria. 
KONTRIBUSI CARA BELAJAR MAHASISWA TERHADAP NILAI UJIAN AKHIR MATA KULIAH PENGANTAR TEKNOLOGI PENDIDIKAN DI UNIVERSITAS BATURAJA Eriyanti, Eriyanti
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v44i2.6673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi cara belajar mahasiswa dengan hasil belajar yang di dapatkan mahasiswa dalam belajar selama satu semester. Penelitian ini merupakan penelitian yang  menggunakan pendekatan kuantitatif dengan ex post facto. Dalam penelitian  ini, tips cara belajar mandiri sudah efektif karena tingkat keberhasilan sudah tercapai dan mahasiswa lebih termotivasi dalam belajar. Keefektifan cara dan gaya belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keberhasilan tentang suatu usaha dari sistem yang dirancang untuk melibatkan mahasiswa secara aktif, dan mandiri dalam mata kuliah pengantar teknologi pendidikan Hasil uji-r menyatakan bahwa ada  korelasi yang positif antara cara belajar dengan hasil belajar yang di dapat mahasiswa.This research aims to determine how students' learning results obtained by students in studying for one semester. This research, tips on how to self learning have been effective because the rate of success has been reached and the students are more motivated to learn. The effectiveness of ways and styles of learning are referred to in this research is the success of business system that is designed to engage students actively and independently in the course of introduction of educational technology test result-r stated that there is a positive correlation between learning with learning outcomes obtained by student. 
PELATIHAN KETRAMPILAN BERKARYA SENI KOLASE, MOZAIK, DAN MONTASE PADA GURU-GURU SD KECAMATAN KARANGAWEN DEMAK Utomo, Kamsidjo Budi; Mujiono, Mujiono
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v44i2.6676

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kolase, mozaik, dan montase. Lokasi pelaksanaan di TK Pembina Kota Semarang. Sasaran kegiatan ini adalah guru-guru Gugus PAUD  Srikandi 03 Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang. Metode kegiatan ini dilakukan secara ceramah, tanya jawab, diskusi, dan workshop. Tim pelaksana adalah dua dosen seni rupa Unnes dengan dibantu oleh seorang mahasiswa. Kegiatan ini dapat terlaksana karena dukungan dari kepala sekolah TK Pembina, Dinas Pendidikan Kota Semarang, dan LP2M, serta Fakultas Bahasa dan Seni Unnes.Hasil yang diperoleh pada kegiatan ini adalah para peserta yang berjumlah 30 orang guru telah meningkat pemahaman, pengetahuan, dan wawasannya  terhadap kolase, mozaik, dan montase.  Para peserta juga  telah meningkat ketrampilannya  dalam berkarya kolase, mozaik, dan montase.  Secara keseluruhan kualitas estetik karya yang telah dihasilkan sudah memenuhi standar estetika yang baik namun belum begitu optimal. Hal ini bisa terjadi karena dalam pelatihan guru-guru  banyak yang kehabisan waktu untuk menyelesaikan di tempat pelatihan sehingga saat dikerjakan di rumah guru-guru berpraktik kolase, mozaik, dan montase kurang adanya pendampingan dari pelaksana. Ketika diadakan evaluasi karya, para peserta akhirnya memahami letak kurang estetikanya karya yang telah dihasilkan. Namun demikian, secara keseluruhan mereka sangat antusias dan senang dengan diadakannya kegiatan pelatihan seperti ini. Bahkan mereka  meminta agar kegiatan semacam ini dilaksanakan secara berkelanjutan.The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills collages, mosaics, and montage. Locations implementation in kindergarten Trustees Semarang. The targets of this activity is the cluster PAUD teachers Srikandi 03 Mungkur Gajah District of Semarang. The method of this activity conducted lectures, discussion, discussions, and workshops. The design team is two lecturers art Unnes assisted by a student. This activity is made possible by the support of the kindergarten principal Trustees, Semarang City Department of Education, and LP2M, as well as the Faculty of Language and Art Unnes. The results obtained in these activities is the participants who were 30 teachers has increased understanding, knowledge, and insights on the collage, mosaic, and montage. The participants also have improved their skills in creating collages, mosaics, and montage. The overall aesthetic quality of the works that have been produced already meet the aesthetic standards are good but not so optimal. This can happen because in the training of teachers much run out of time to complete the training in place so that when done at home practicing teachers collages, mosaics, and a montage of lack of assistance from the implementers. When an evaluation work, the participants finally understand the layout less aesthetic works that have been produced. However, overall they are very excited and pleased with the holding of such training activities. In fact, they requested that this kind of activity carried out in a sustainable manner.
STUDENTS’ PARTICIPATION IN LEARNING ARGUMENTATIVE WRITING THROUGH WRITING WORKSHOP Ardianti, Triubaida Maya; Bharati, Dwi Anggani L.; Rukmini, Dwi
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v44i2.6670

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dinamika partisipasi siswa dalam belajar karangan argumentasi melalui lokakarya menulis. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas XI SMA. Angket dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data, dan pekerjaan siswa juga dikumpulkan untuk memperkuat analisa data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi siswa dalam membangun wacana argumentasi lisan dan tulis meningkat sepanjang siklus pembelajaran. Siswa berbicara lebih banyak ketika saling berargumen atas sebuah isu, dan menjadi lebih aktif ketika menulis secara kolaboratif dengan siswa yang lain sehingga kemampuan siswa dalam mengartikulasikan pemikiran mereka ke dalam karangan argumentasi meningkat ke arah yang lebih baik. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan pada rata – rata nilai karangan argumentasi dan kualitas argumentasi mereka.The present study aimed at describing the dynamics of the students’ participation in learning argumentative writing through writing workshop. The subjects consisted of 32 eleventh graders of Senior High School. Questionnaires and observation were used to gather the data, and the students’ works were collected to support the data analysis. The results of the study showed that the students’ participation in establishing oral and written argumentative discourse improved throughout learning cycles. The students produced more talk in arguing over an issue, and became more active in writing collaboratively with their peersm so they got better in articulating their thoughts in written argumentation. It was affirmed by the improvements on the mean of the students’ argumentative writing and the quality of their argumentation. 
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN LINGKUNGAN HIDUP BERVISI KONSERVASI DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC SKILL PADA PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DI SEKOLAH Baihaqi, Imam; Prasetyo, Andreas Priyono Budi; Retnoningsih, Amin
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v44i2.6677

Abstract

Pembelajaran IPA di SMP Negeri 13 Magelang selama ini belum menerapkan pembelajaran bervisi konservasi dengan pendekatan scientific skill. Pembelajaran masih menggunakan metode ceramah sehingga kurang aplikatif dan kurang memotivasi siswa dalam belajar Hal ini menyebabkan karakter konservasi siswa belum berkembang dengan baik. Oleh sebab itu perlu dikembangkan perangkat pembelajaran biologi bervisi konservasi dengan pendekatan scientific skill melalui pengolahan sampah organik di sekolah dan menguji efektifitas serta kepraktisan perangkat pembelajaran untuk menanamkan nilai-nilai konservasi siswa. Metode yang digunakan adalah Research and Development dengan menganalisis kebutuhan kemudian mengembangkan produk dan diuji validitas, efektivitas, dan kepraktisanya hingga diperoleh produk final. Produk yang dikembangkan adalah perangkat pembelajaran bervisi konservasi  dengan pendekatan scientific skill yang  meliputi silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), bahan ajar, lembar diskusi siswa (LDS), dan lembar penilaian scientific skill. Hasil penelitian berupa perangkat pembelajaran IPA materi lingkungan hidup bervisi konservasi dengan pendekatan scientific skill pada pengolahan sampah organik di sekolah cukup valid, praktis dan efektif untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Hasil uji coba menunjukkan rata-rata respon siswa 97,57% atau sangat baik,  rata-rata nilai  scientific skills siswa  3,53 atau baik, hasil  t-test menunjukkan sig = 0,001 = 0,1% < 5 % dan nilai rata-rata  konservasi siswa sebesar 89,43 berada dalam kategori sangat baik.   Science teaching learning at Sekolah Menengah Pertama Negeri  13 Magelang at present has not applied yet the conservation  vision, using scientific skill approaches. Teaching learning process still uses lecturing methods, consequently it is not applicative and motivating students. It also makes student conservation character is not developed yet. Because of the needs, this study was aimed at developing science teaching tools grounded in conservation using scientific skill approaches through student activity ‘making compost’ at schools, and  testing its effectiveness and practicability, in terms of  student conservation values.  The method used is research and development by analyzing needs and then develop products and test their validity, effectiveness, and convenience to the final product obtained. products developed are learning devices visionary approach to conservation with scientific skills include syllabi, lesson plans, teaching materials, sheet student discussions, and scientific skills assessment sheet. The results of the research are: the science learning device of living space in conservational vision using scientific skill approach is valid, practice and effective to apply in teaching learning process. The result of the experiment shows the average of students responses 97. 57% (very good), the average of students scientific skill values 3.53 (good), The result of T-test shows sig = 0.001 = 0.1%< 5% and The average of students conservation values 89.43 in very good category. 
THE UNIQUE DIFFERENT FEATURES OF VOCABULARY OF THE BRITISH ENGLISH (BRE) AND AMERICAN ENGLISH (AME): A REVIEW Dirgeyasa, I Wy
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v44i2.6671

Abstract

It is a fact that there are some amazing differences between British English (BrE) and American English (AmE) such as spelling, meaning, pronunciation, usage, and even vocabulary. The two varieties of English, as a matter of fact, are often confusing especially who study and use English as second and foreign language. Because of their differences and distinctive features, the speakers often find difficulties which one to use. This condition, then can lead to misunderstanding and misinformation and this finally causes ineffective communication.  This paper is attempting to review the unique features of BrEand  AmEfocusing on the vocabulary.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN BERVISI SETS MELALUI PRAKTIKUM IDENTIFIKASI BIOINDIKATOR SUNGAI CIMANUK TERHADAP KETUNTASAN HASIL BELAJAR ASPEK KETERAMPILAN SISWA Syuru, Awan Usy; Indriyanti, Dyah Rini; Retnoningsih, Amin
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v44i2.6678

Abstract

Pembelajaran di MAN Indramayu belum mengaitkan pada lingkungan sekitar, padahal kondisi sekolah dapat dijadikan pokok bahasan materi pencemaran lingkungan, karena terdapat lingkungan yang rentan terhadap pencemaran lingkungan. Oleh karena itu dibutuhkan pembelajaran dan tugas yang nyata pada lingkungan sekitar, sehingga siswa dapat aktif dan memenuhi ketuntasan hasil belajar. Tujuan penelitian ini menguji keefektivan pembelajaran bervisi SETS melalui praktikum identifikasi bioindikator Sungai Cimanuk terhadap ketuntasan hasil belajar aspek keterampilan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dan subjek penelitian adalah kelas X matematika ilmu alam (MIA) sebanyak 88 siswa (tiga kelas). Hasil uji keefektivan diperoleh nilai ketuntasan klasikal hasil belajar aspek keterampilan mencapai 93%. Data hasil belajar aspek keterampilan diperoleh nilai rerata 3,48 atau predikat (B+). Hasil ini menunjukkan pembelajaran bervisi SETS melalui praktikum identifikasi bioindikator Sungai Cimanuk efektif terhadap ketuntasan hasil belajar aspek keterampilan siswa.Learning in MAN Indramayu has not related the material in the surrounding environment yet. In fact, the condition of the school can be set as a subject matter of environmental pollution because there is an environment that is vulnerable toward the environmental pollution. Therefore it needs learning and the real assignment in the surrounding environment, so that the students can be active and achieve the completeness of learning outcomes. The purpose of research is to test the efectiveness by learning SETS-vision through practical bio-indicator identification of Cimanuk River will be effective toward the completeness of learning outcomes of students' skills aspects . The method used was experimental and research subjects are grade X math science (MIA) as many as 88 students (three classes). The effectiveness result of learning in getting the classical completeness score of learning outcome of skill aspect reach 93%. Learning outcome of skills aspect gets a mean score of 3.48 or predicate (B+). These results show that learning SETS-vision through practical bio-indicator identification of Cimanuk River effective toward the completeness of learning outcome of students’ skill aspect.
STUDENTS’ PARTICIPATION IN LEARNING ARGUMENTATIVE WRITING THROUGH WRITING WORKSHOP Ardianti, Triubaida Maya; Bharati, Dwi Anggani L.; Rukmini, Dwi
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v44i2.6670

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dinamika partisipasi siswa dalam belajar karangan argumentasi melalui lokakarya menulis. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas XI SMA. Angket dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data, dan pekerjaan siswa juga dikumpulkan untuk memperkuat analisa data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi siswa dalam membangun wacana argumentasi lisan dan tulis meningkat sepanjang siklus pembelajaran. Siswa berbicara lebih banyak ketika saling berargumen atas sebuah isu, dan menjadi lebih aktif ketika menulis secara kolaboratif dengan siswa yang lain sehingga kemampuan siswa dalam mengartikulasikan pemikiran mereka ke dalam karangan argumentasi meningkat ke arah yang lebih baik. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan pada rata – rata nilai karangan argumentasi dan kualitas argumentasi mereka.The present study aimed at describing the dynamics of the students’ participation in learning argumentative writing through writing workshop. The subjects consisted of 32 eleventh graders of Senior High School. Questionnaires and observation were used to gather the data, and the students’ works were collected to support the data analysis. The results of the study showed that the students’ participation in establishing oral and written argumentative discourse improved throughout learning cycles. The students produced more talk in arguing over an issue, and became more active in writing collaboratively with their peersm so they got better in articulating their thoughts in written argumentation. It was affirmed by the improvements on the mean of the students’ argumentative writing and the quality of their argumentation. 

Page 1 of 2 | Total Record : 18


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 52, No 2 (2023): September: Technology and Innovation in Education, Inclusive Education and Equi Vol 52, No 1 (2023): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 51, No 2 (2022): September: Curriculum and Learning, Inclusive Education and Equity Vol 51, No 1 (2022): April: Technology and Innovation in Education, Leadership, Policy, and Educatio Vol 50, No 2 (2021): September: Leadership, Policy, and Educational Governance Vol 50, No 2 (2021): September Vol 50, No 1 (2021): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 50, No 1 (2021): April Vol 49, No 2 (2020): September Vol 49, No 1 (2020): April Vol 48, No 2 (2019): September Vol 48, No 1 (2019): April Vol 47, No 2 (2018): September Vol 47, No 1 (2018): April Vol 46, No 2 (2017): September 2017 Vol 46, No 1 (2017): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2017 Vol 46, No 1 (2017): April 2017 Vol 45, No 2 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2016 Vol 45, No 2 (2016): September 2016 Vol 45, No 1 (2016): April 2016 Vol 45, No 1 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2016 Vol 44, No 2 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2015 Vol 44, No 2 (2015): September 2015 Vol 44, No 1 (2015): April 2015 Vol 44, No 1 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2015 Vol 43, No 2 (2014): September 2014 Vol 43, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 43, No 1 (2014): Edisi April 2014 Vol 43, No 1 (2014): April 2014 Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 40, No 1 (2011) Vol 40, No 1 (2011) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 1 (2007) Vol 36, No 1 (2007) More Issue