cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2011)" : 15 Documents clear
Peningkatan Keterampilan dan Aktivitas Belajar Permainan Bola Basket melalui Model Tugas -, Trisyono
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneltian ini merupakan penelitian tindakan kelas dirancang secara sistematis pelaksanaannya pada saat proses belajar berlangsung. Kegiatan diterapkan dalam upaya untuk meningkatkan keterampilan dan aktivitas bermain bola basket. Tahapan langkah disusun dalam siklus penelitian. Setiap siklus memiliki 4 tahapan, yaitu:  perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Dalam penelitian tindakan kelas ini dirancang dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I pesrta didik yang mempunyai keterampilan bermain pada kondisi awal tuntas sebanyak 20 anak atau sebesar 74% menjadi meningkat pada siklus II sebanyak 23 anak atau sebesar 85%. Peningkatan keterampilan bermain bola basket dengan menggunakan model tugas besaranya 11%. Sedangkan untuk aktivitas peserta didik yang pada siklus I masuk kategori aktivitas tinggi sebanyak 14 anak anak atau sebesar 52% menjadi meningkat pada siklus II sebanya 22 anak atau sebesar 81%. Peningkatan aktivitas peserta didik menggunakan model tugas  sebesar 29%. Dari hasi penelitian ini disarankan Guru pendidikan jasmani dalam mengajar hendaknya menggunakan model tugas dengan kartu tugasnya,  mengingat dengan kartu tugas peserta didik akan melakukan kegiatan/latihan secara berulang-ulang mengikuti petunjuk kartu tugas sehingga keterampilan dan aktivitas belajar peserta didik akan menjadi meningkat.Kata Kunci: model tugas;  keterampilan bermain; aktivitas belajarAbstractThis Research is classroom action research designed to systematically practice during the learning process takes place. Activities implemented in an effort to improve the skills and activities to play basketball. The phases prepared in cycle research. Each cycle has four stages: planning, action, observation and reflection. In this classroom action research was designed in two cycles. The results showed that the cycle I  students who have the skills to play in the complete initial conditions as many as 20 children by 74% to increases in the second cycle as many as 23 children by 85%. Improved skills to play basketball with the taskmodel by 11%. As for the activities of learners in the cycle I in the category of high activity or as many as 14 children by 52% to increases in cycle II as 22 children by 81%. Increased activity for the student use task models by 29%. From this result of the research the physical education teacher  suggested  the teaching task should use the model with job cards instructions continously,  so the  skills and learning activities students will be increased.Keywords:  task model; playing skills; learning activities
Latihan Multilateral Alternatif Untuk Meningkatkan Kondisi Fisik Pemain Bola Basket Hidyah, Taufiq
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini membandingkan model latihan multilateral, model pembebanan  dan kemampuan motorik terhadap hasil kondisi fisik pemain bola basket. Metode yang digunakan yaitu eksperimen rancangan faktorial 2 x 2 x 2, dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan 1) Ada perbedaan antara model latihan multilateral dan model latihan konvensional terhadap hasil kondisi fisik, (2) Tidak ada perbedaan antara model pembebanan linier dan tidak linier terhadap hasil kondisi fisik., (3) Ada perbedaan antara kemampuan motorik tinggi dan kemampuan motorik rendah terhadap hasil kondisi fisik, (4) Tidak ada interaksi antara model latihan dan model pembebanan terhadap hasil kondisi fisik, (5) Tidak ada interaksi antara model latihan dan kemampuan motorik terhadap hasil kondisi fisik, (6) Ada interaksi antara model pembebanan dengan kemampuan motorik siswa terhadap hasil kondisi fisik, (7) Tidak ada interaksi antara model latihan, model pembebanan dan kemampuan motorik terhadap hasil kondisi fisik. Simpulan; 1) model latihan multilateral  memiliki pengaruh yang lebih baik dalam pencapaian hasil kondisi fisik pemain bola basket, 2) Kemampuan motorik yang tinggi terbukti sangat berpengaruh terhadap capaian hasil kondisi fisik pemain bola basket, 3) Model pembebanan linier atau tidak linier walaupun tidak berbeda dalam hasil tetapi memiliki pengaruh terhadap pencapaian hasil kondisi fisik pemain bola basket.Kata Kunci: model latihan; model pembebanan; kondisi fisikAbstract The aims are to compare models of multilateral exercises, model loading and motor skills on the results of the physical condition of the basketball players aged students. The experimental factorial design 2 x 2 x 2 is the method, with purposive sampling technique. The result showed (1) there is difference effect of conventional model and multilateral training model to the physical condition. (2) there is no difference effect of the model linear and non-linear loading to the physical condition, (3) There is difference effect of high-motor skills and low motor skills to  the physical condition (4) There is no interaction of training model and the model of loading to the physical, (5) There is no interaction of  motor skills and training model to the physical condition, (6) There is any interaction of loading model and skills motor to the physical condition, (7) There is no interaction of training model, loading model and motor skills to the physical condition. The conclusion are 1) the multilateral training model better to peak physical condition, 2) there is any effect of high motor skills to the peak physical condition, 3) the linear loading model or not linear has not different in result but has effect to peak physical condition.Keywords: training model; loading model; skills motor; the physical condition
Pengaruh Metode Latihan dan Power Tungkai terhadap Hasil Shooting Free Throw -, Priyanto
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) Perbedaan pengaruh antara metode latihan wall shooting dan mata tertutup terhadap hasil shooting free throw, (2) Pengaruh antara power tungkai terhadap hasil shooting free throw, (3) Interaksi antara  metode latihan dan power tungkai terhadap hasil shooting free throw. Populasi dalam penelitian ini adalah Anggota UKM bolabasket putra Unnes yang berjumlah 12 mahasiswa dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukan: 1) Metode latihan wall shooting lebih baik dibandingan dengan metode mata tertutup dengan hasil 20,167 > 5,318 dan rerata nilai wall shooting 6,67 > 4,83. 2)Power tungkai sedang lebih baik jika dibandingakan dengan power tungkai rendah dengan hasil 48,167 > 5,318, dengan rerata nilai 7,17 > 4,33 3). Interaksi antara metode metode latihan  dan power tungkai  terhadap hasil shooting free throw dengan hasil 8,167 > 5,167. Kesimpulan 1) Hasil metode wall shooting lebih baik jika dibandingkan dengan metode mata tertutup dalam shooting free throw pada permainan bolabasket, 2) power tungkai kategori sedang lebih baik jika dibandingkan dengan power tungkai kategori rendah dalam shooting free throw pada permainan bolabasket, 3) Terdapat interaksi yang signifikan antara metode latihan  dan power tungkai  terhadap hasil shooting free throw.Kata Kunci: metode latihan; power tungkai; shooting free throwAbstract The aims of research are; 1) the difference between the influence training of wall shooting method and the shooting with closed of eye toward the shooting free throw, (2) the effect of medium and low of   power of leg toward the shooting free throw, (3) the interaction between training methods and the  power of leg toward the shooting free throw. The sample using total sampling technique within 12 student members of UKM Basketball Unnes. The results showed: 1) the training methods better than blind methods (20,167 > 5,318), mean of wall shooting is 6,67 > 4,83  2) the medium of leg power better than low leg power  (48,167 > 5,318), mean (7,17 > 4,33) 3). The interaction of training method and leg power to the result of shooting free thros is  8.167> 5.167. The conclusion are; 1) the training shooting methods is better than blind method in the shooting free throw, 2) the medium leg power is better than the low leg power, 3) Any significant of the interaction of training method and leg power to the shooting free throw.Keywords: treatment metode; leg power; shooting free throw
Kontribusi Status Gizi dan Motivasi Belajar terhadap Kesegaran Jasmani Ali, Muhammad
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan tentang: (a) kontribusi status gizi terhadap kesegaran jasmani; (b) kontribusi motivasi belajar terhadap kesegaran; (c) kontribusi status gizi dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap kesegaran jasmani. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa putra semester empat Program Studi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Jambi tahun akademik 2008/2009 yang berjumlah 122 orang mahasiswa. Penarikan sampel dengan mengunakan Proportional Random Sampling sebesar 50% dari populasi maka didapat sampel 61 orang mahasiswa. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi dan regresi secara sederhana dan ganda. Hipotesis 1 dan 2 dianalisis dengan korelasi dan regresi sederhana formula Product Moment, sedangkan hipotesis 3 dianalisis dengan korelasi dan regresi ganda melalui program SPSS (Statistical Product and Service Solution for Windows versi 16). Hasil analisis disimpulkan sebagai berikut: (1) terdapat kontribusi yang signifikan antara status gizi terhadap kesegaran jasmani mahasiswa sebesar 10, 24%; (2) terdapat kontribusi yang signifikan antara motivasi belajar terhadap kesegaran jasmani mahasiswa sebesar 9, 61%; (3) terdapat kontribusi yang signifikan antara status gizi dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap kesegaran jasmani mahasiswa Program Studi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Jambi sebesar 45, 83%.Kata Kunci: status gizi; motovasi belajar; kesegaran jasmaniAbstractThe aim of this research is to find out; (1) The contribution of nutrient status to physical fitness; (2) The contribution of learning motivation to physical fitness; (3) The contribution of nutrient status and learning motivation to physical fitness. The population of this research is 122 students at second years of sport education and healthy section of Jambi University the academic year 20008/2009. However, this research states 61 students as samples by using proportional random sampling. The technique of analyzed data using correlation and regression techniques in a simple and double. The first and second hypothesizes are analyzed by correlation and regression techniques in a simple with using the Product Moment formula. The third hypothesis is analyzed by correlation and regression techniques in a double with using SPSS program (Statistical product and service solution for windows version 16). The result are; (1) it was the significance contribution of nutrient status in students’ to physical fitness that was 10,64%. (2) It also was the significance contribution learning motivation to physical fitness of students that was 9,16%. Then (3) it was significance contribution of nutrient status and learning motivation together to physical fitness students that was 45,83 %.Keywords: nutrient status; learning motivation; physical fitness
Evaluasi Program Pembinaan Olahraga Tenis Lapangan di Kota Padang Firdaus, Kamal
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi (1) context yang meliputi penyebaran informasi, dukungan pemerintah dan masyarakat, ketersediaan sumber daya manusia (2) Input meliputi seleksi penerimaan atlet, pelatih dan asisten pelatih, kelayakan sarana dan prasarana, pembiayaan pelaksanaan program pembinaan (3) Process  meliputi pelaksanaan program latihan, sistem promosi dan degradasi, koordinasi, kesejahteraan, dan transportasi, (4) Product  meliputi keberhasilan program pembinaan, prestasi daerah, dan prestasi regional, prestasi nasional dan internasional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian evaluasi program ini adalah CIPP Model (Stufflebeam’s) ditinjau dari tahapan-tahapan Context, Input, Process dan Product. Metode penelitian evaluasi menggunakan rancangan/desain dengan mixing method atau elective.Penelitian ini menghasilkan temuan (1) Context program pembinaan olahraga tenis lapangan yang ada di Kota Padang, sudah pada kondisi baik (43%), (2) Input program pembinaan olahraga tenis lapangan  yang ada di Kota Padang sudah baik (58%). (3) Process program pembinaan olahraga tenis lapangan yang dilaksanakan secara umum telah berjalan dengan baik (42,8%). (4) Product program pembinaan olahraga tenis lapangan sudah baik (45%). Dapat disimpulkan secara keseluruhan program pembinaan belum baik (52,8%). Simpulan dari hasil penelitian adalah Konteks, kualitas masukan, proses dan produk pembinaan olahraga tenis lapangan yang ada di Kota Padang, sudah pada kondisi yang baik.Kata Kunci: evaluasi program; pembinaan; tenis lapanganAbstract The aims of this research are; (1) evaluate the coaching program plan, (2) implementation of athletes enrollment selection, (3) practice/training program, (4) the success of coaching program and the model of tennis coaching program policy at Padang. In this research, the researcher conducted a quantitative and a qualitative research that is CIPP which was consisted of Contexts, Input, Process, and Product. The result showed: (1) the plan and socialization of tennis coaching program in Padang have been run well, (2) the implementation of athletes, coach, and coach’s assistant selection had been run well, (3) the administrative system depended on athletes” parents and club, (4) the coordination, prosperity, and the exixtence of supporting elements of tennis coaching program at Padang had not been run well, (5) the result of tennis coaching program at PT. Semen padang and PTL UNP tennis club that their athletes already had some achievements. The conclusion: (1) CIIP at PT. Semen Padang and PTL UNP tennis club is aimed at improving athlete’s achievements, (2) the goverment carries out a long term training program, (3) the development of coaching science for tennis coaches, (4) athletes should have high commitment.Keywords: program evaluate; tennis
Efek Cairan Rehidrasi terhadap Denyut Nadi, Tekanan Darah dan Lama Periode Pemulihan Krisnawati, Dyah; Pradigdo, S. Fatimah; Kartini, Apoina
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bertujuan untuk mengetahui jenis cairan rehidrasi mana yang mempercepat pemulihan setelah olahraga. Metode yang digunakan quasi eksperimen  dengan desain pretest-posttest Group Design untuk membandingkan efek rehidrasi air minum, elektrolit dan elektrolit+glukosa. Subjek adalah 20 orang atlet sepakbola di klub Mandala. Pengukuran berat badan, denyut nadi, tekanan darah sebelum dan setelah latihan fisik selama 45 menit, serta lama periode pemulihan pada pemberian tiap jenis cairan rehidrasi dilakukan 2 kali dengan interval waktu 3 hari. Variabel-variabel tersebut dibandingkan antara ke 3 jenis cairan. Analisis dilakukan dengan menggunakan metoda Repeated Measure untuk variabel yang berdistribusi normal dan metoda Friedman untuk variabel yang tidak berdistribusi normal serta dilanjutkan dengan regresi linier berganda untuk mengontrol variabel pengganggu. Hasil penelitian menunjukkan; Ada perbedaan efek pemberian ke 3 jenis cairan rehidrasi terhadap peningkatan denyut nadi setelah latihan fisik. Cairan rehidrasi air minum menghasilkan peningkatan denyut nadi terkecil yaitu sebesar 28 kali/menit dibandingkan dengan 39 kali/menit pada pemberian cairan elektrolit dan 45 kali/menit pada pemberian cairan elektrolit+glukosa. Tidak ada perbedaan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik setelah pemberian 3 jenis cairan tersebut. Tidak ada perbedaan periode pemulihan denyut nadi, tekanan darah sistolik dan diastolik setelah pemberian 3 jenis cairan rehidrasi. Simpulan; pemberian cairan air minum memberikan hasil yang terbaik pada latihan fisik selama 45 menit.Kata Kunci: cairan rehidrasi; denyut nadi; tekanan darah; lama periode pemulihanAbstract This study aimed to find the best rehydration solution for recovery after exercise. The method of this research is quasy experiment with pretest-postest design study was conducted to compare the rehydration effect of water, electrolyte and glucose-electrolyte. The subjects were 20 football athletes of Mandala football club. Body weight, heart rate, blood pressure at pre and post 45 minutes exercise and the recovery period were done twice by 3 days interval for three weeks. Those measurements at 3 kinds of rehydration solutions were comparid. Analysis was conducted by repeated measure for normally distributed variables and friedman for not normally distributed variables and followed by multiple linear regresion for controlling the confounding variable. The result are; drinking water solution gave the smallest increase of heart rate (28 X/minutes) compared to electrolyte solutions (39 X/minutes) and electrolyte-glucose solutions (45 X/minutes). There were no difference in systolic and diastolic blood pressure increase after the three different rehydration solution consumption. There was no difference in the recovery period of heart rate, systolic and diastolic blood pressure after the three different rehydration solution consumption.The conclusion is drinking water showed the best effect as a rehydration solution for 45 minute exercise.Keywords: rehydration solution; heart rate; blood pressure recovery period
Pengaruh Metode Latihan Global terhadap Akurasi Ground Stroke Forehand dalam Permainan Tenis A., Palmizal
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada pengaruh latihan ground stroke forehand dalam permainan tenis dengan menggunakan metode latihan global. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Jambi yang mengikuti perkuliahan tenis, yaitu berjumlah 78 orang. Sampel penelitian ini adalah berjumlah 25 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Hipotesis penelitian adalah Metode latihan global dapat meningkatkan akurasi ground stroke forehand  dalam permainan tenis. Teknik analisa data dalam penelitian ini dilakukan dengan uji t. Berdasarkan analisis data yang dilakukan diketahui terjadi peningkatan rata-rata antara tes awal dan tes akhir pada metode latihan, yaitu untuk metode latihan global sebesar 4,92. Selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis ketiga dalam penelitian ini dengan menggunakan analisis statistik uji t tes. Setelah dilakukan pengujian hipotesis diketahui nilai t-hitung  adalah sebesar didapat  t hitung = 19.09 lebih besar dari t tabel  (ά=0.05:24) = 1.711. Dengan demikian dapat disimpulan bahwa metode latihan global  efektif dalam meningkatkan akurasi ground stroke forehand dalam permainan tenis mahasiswa Prodi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan  FKIP Universitas Jambi.Kata Kunci: tenis; ground stroke forehand; metode latihan globalAbstract The purpose of this study is to see whether there are training effects of ground strokes forehand in tennis game by using the global training method. The populations in this study are students of Sport and Health  Education, Jambi University, who attending the tennis course, which numbered 78 people. The sample in this study are 25 people. The sampling technique is done by using proportional random sampling technique. Research carried out by using experimental method. Research hypothesis is the global training method can improve the accuracy of ground strokes forehand in tennis game. A data analysis technique in the study was performed by t-test. Based on the data analysis, there was improvement of score average between the initial test and final test on the training method, namely to the global training method for 4.92. Furthermore, the third hypothesis was tested in this study by using the t-test statistical analysis. After testing the hypothesis, known t count = 19. 09 bigger than t tabel  (ά=0,05:24) = 1.711. Thus it can be concluded that the global training method is effective in improving the accuracy of the ground stroke forehand in tennis game of students of Sport and Health  Education, Faculty of Teacher Training and Education, Jambi University.Keywords: tennis; ground stroke forehand; global training method
Bola Multifungsi untuk Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Hartono, Mugiyo
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mendesain bola multifungsi yang dapat digunakan untuk kebutuhan permainan basket, voli dan sepakbola. Metode penelitian yang digunakan, yaitu: 1) analisis kebutuhan; 2) Merancang produk awal; 3) Produk awal; 4) Validasi ahli dengan menggunakan para ahli; 5) Revisi produk pertama dilakukan untuk perbaikan atas hasil evaluasi ahli; 6) Uji coba skala kecil; 7) Revisi produk kedua; 8) Uji coba skala besar; 9) Revisi produk akhir; 10) Pelaporan Hasil. Sampel uji coba skala kecil menggunakan 36 peserta didik SD dan SMP, dan untuk uji coba skala besar menggunakan sebanyak 72 anak SD dan SMP di Kota Semarang. Hasil produk akhir adalah sebuah bola multifungsi untuk permainan basket, voli dan sepakbola dengan ukuran 66 cm terbuat dari bahan Spon PU (Poly Urhetane) halus tidak licin, berat 270 gram, tekanan angin 0.250-0.3 bar dan memiliki pantulan 105-115. Desain bola menggambarkan cirri khas ketiga bola yaitu basket, voli dan sepakbola dengan warna cerah dan menarik. Simpulan dalam penelitian ini adalah bola multifungsi yang memiliki fungsi ganda untuk permainan basket, voli dan sepakbola untuk anak SD dan SMP, tidak menimbulkan rasa sakit karena ringan dan tidak terlalu besar untuk ukuran anak SD dan SMP.Kata Kunci: bola multifungsi; pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan  Abstract The aims of this research is to design the multifunction of the ball that can fulfill the needs of basketball, volleyball and football games. The method are; 1) needs analysis, 2) Designing the initial product, 3) initial product; 4) Validation of expert by using experts; 5) Revision of the first products is done for the improvement of expert evaluation results; 6) Small scale test trials; 7) Revision of the second product; 8) large-scale trials; 9) Revision of the final product; 10) Deployment and implementation of results. Samples of small-scale trials use 36 elementary and junior high students, and for large-scale trials use 72 students of Elementary and Junior High Schools in Semarang City. The results of the final product are a multifunctional ball for basketball, volleyball and football with a size of 66 cm, made from sponge material PU (Poly Urhetane), a smooth non-slippery, weight of 270 grams, 0.250-0.3 bar of air pressure and has reflections of 105-115. Ball design describes characteristic of three ball, there are basketball, volleyball and football with bright and interesting colors. Conclusions in this study are a multifunctional ball with the correct specification as in the research results above, has a multifunction for basketball, volleyball and football for Elementary and Junior High School students, does not cause pain because they are light and proper size for Elementary and Secondary School students.Keywords: multifunctional ball; physical education sport and health
Asam Laktat dan Aktivitas SOD Eritrosit pada Fase Pemulihan Setelah Latihan Submaksimal Purnomo, Mochamad
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk membandingkan kadar asam laktat dan aktivitas SOD eritrosit pada fase setelah latihan submaksimal. Hasil menunjukkan bahwa rerata asam laktat awal 2,282 ± 0,555 mMol/L, asam laktat 5 menit setelah latihan 7,936  ± 1,125 mMol/L, asam laktat 60 menit setelah latihan 3,109± 0,501 mMol/L, aktivitas SOD eritrosit awal 70,727 % ± 11,889, aktivitas SOD eritrosit 5 menit setelah latihan 4,364 % ± 2,501, aktivitas SOD eritrosit 60 menit setelah latihan 10,000 % ± 2,828. Persentase kadar asam laktat darah 60 menit setelah latihan 85,099 % ± 11,515, persentase aktivitas SOD eritrosit 60 menit setelah latihan 8,177 % ± 5,132. Uji normalitas menunjukkan nilai p > 0,05. Uji ANOVA sama subyek menunjukkan  asam laktat sebelum dengan 5 menit setelah latihan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05) dan aktivitas SOD eritrosit sebelum latihan dengan 5 menit  setelah latihan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05). Asam laktat 5 menit dengan 60 menit setelah latihan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05), aktivitas SOD eritrosit 5 menit dengan 60 menit setelah latihan memiliki nilai p sebesar 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan persentase aktivitas SOD eritrosit lebih kecil dari pada persentase kadar asam laktat darah 60 menit setelah latihan olahraga submaksimal.Kata Kunci: kadar asam laktat darah; aktivitas SOD eritrosit; latihan submaksimalAbstrast The aims of study is to compare the levels of lactic acid and erythrocyte SOD activity in the phase after exercise submaximal. The results showed: the early lactic acid levels 2.282 ± 0.555 mMol / L, lactic acid level 5 minutes after exercise 7.936 ± 1.125 mMol / L, lactic acid levels 60 minutes after exercise 3.109 ± 0.501 mMol / L, activity initial erythrocyte SOD 11.889 ± 70.727%, erythrocyte SOD activity 5 minutes after the workout 4.364% ± 2.501, erythrocyte SOD activity 60 minutes after the workout 10.000% ± 2.828. Percentage of blood lactic acid levels 60 minutes after exercise 11.515 ± 85.099%, and the erythrocyte SOD activity 60 minutes after the workout 8.177% ± 5.132. Normality test p value > 0.05. ANOVA of the same subjects obtained by lactic acid levels before the 5 minutes after the workout has a p value of 0.000 (p <0.05) and erythrocyte SOD activity before exercise by 5 minutes after the workout has a p value of 0.000 (p <0.05). Lactic acid levels in 5 minutes with 60 minutes of exercise a p value of 0.000 (p <0.05) and erythrocyte SOD activity 5 minutes to 60 minutes after exercise has a p value of 0.001 (p<0.05). With the test of independent sample T test on the percentage decrease in blood lactic acid levels in erythrocyte SOD activity 60 minutes after exercise obtained p value of 0.000 (p <0.05).  Conclusion that the percentage of erythrocyte SOD activity is less than the percentage of blood lactic acid levels 60 minutes after exercise submaximal.Keywords: lactic acid; erythrocyte SOD activity; exercise submaximal.
Kajian Teh Rosella (Hibiscus sabdariffa) dalam Meningkatkan Kemampuan Fisik Berenang (Penelitian Eksperimen Pada Mencit Jantan Remaja) Ekanto, Budi; -, Sugiarto
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan aliran darah ke sel jantung, paru, otot rangka akan mengganggu dalam proses metabolisme untuk menyediakan energi yang diperlukan dalam aktifitas. Penurunan ketersediaan ATP berdampak pada penurunan kemampuan otot jantung dan otot skeletal untuk kontraksi. ATP yang menurun menyebabkan penurunan kemampuan fisik seseorang dalam melakukan kegiatan olahraga. Superoksida Dismutase sebagai antioksidan tubuh tidak mampu lagi mengimbangi jumlah radikal bebas yang ditimbulkan oleh metabolisme atau dari polutan lingkungan. Ketidakseimbangan tersebut dapat diatasi dengan antioksidan dari luar tubuh. Rosella merupakan salah satu sumber antioksidan eksogen yang diharapkan dapat mencegah aterosklerosis dan vasokonstriksi serta menyediakan nutrisi yang cukup pada proses metabolisme sel. Tujuan penelitian ini mengkaji perbedaan kemampuan fisik berenang pada tikus yang diberi teh Rosella dengan yang tidak diberi teh Rosella. Desain penelitian  pre-post test control group design. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu teh rosella, variabel terikat yaitu kemampuan fisik berenang. Jumlah total sampel 30 mencit. Kelompok kontrol 15 dan kelompok perlakuan 15. Bahan yang digunakan; mencit usia 1 bulan, BB minimal 10 gr, bunga rosella yang dibuat menjadi minuman teh, pakan jenis BR II. Alat yang digunakan; kandang pemeliharaan hewan coba, timbangan hewan, ember pengukur daya tahan berenang, dan alat pencatat waktu (stop watch). Analisis data menggunakan analisis varian (Anova) untuk menguji perbedaan secara keseluruhan rerata perubahan kemampuan fisik sebelum perlakuan, hari ke 7, hari ke 14, hari ke 21, hari ke 28 perlakuan dan antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Data diolah menggunakan alat bantu komputer yaitu program  SPSS for windows version 16.00. Hasil penelitian yaitu pemberian minuman teh rosella pada mencit belum memberikan pengaruh yang nyata terhadap kemampuan fisik berenang sampai pada minggu ke-3 (p value > 0,05), tetapi memberikan kontribusi yang nyata terhadap peningkatan kemampuan fisik mencit setelah diberikan secara kontinyu sampai pada minggu ke-4 (p value = 0,029 < 0,05). Kelompok mencit tanpa perlakuan teh rosella mengalami penurunan daya tahan fisik berenang setelah minggu ke-empat. Saran dari hasil penelitian yaitu hendaknya minuman teh rosella dapat dijadikan sebagai salah satu minuman untuk meningkatkan kemampuan fisik. Untuk menyempurnakan penelitian, perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang efek minuman  rosella dengan kajian tingkat molekul dan organela sel. Kata Kunci: metabolisme; antioksidan; teh rosella; kemampuan fisikAbstractDecreased blood flow to the heart cells, lung, skeletal muscle will interfere in the  metabolism process to provide energy required in the activity. Decreased availability of ATP impact the reduction ability of the heart muscle and skeletal muscles to contraction. ATP reduction causes a decrease in a person’s physical abilities in performing sports activities. Superoxide Dismutase as an antioxidant of the body no longer able to compensate the amount of free radicals generated by metabolism or from environmental pollutants. The imbalance can be mitigated by antioxidants from outside the body. Rosella is one source of exogenous antioxidants is expected to prevent atherosclerosis and vasoconstriction as well as providing adequate nutrition in the process of cell metabolism. The purpose of this study examines differences in physical ability to swim in rats fed with tea Rosella with those are not given. The study design pre-post test control group design. The independent variable in this research is rosella tea, the dependent variable is the physical ability to swim. Total sample is 30 mice. The control group are 15 and 15 are treatment groups. Materials used: mice aged 1 month, Body Weight least 10 grams, rosella flowers are made ​​into tea, feed type BR II. The tools used; maintenance animal cages, animal weighing, measuring bucket endurance swimming, and time recording devices (stop watch). Data analysis using analysis of variance (ANOVA) to examine differences in overall rates of change in physical ability before treatment, day 7, day 14, day 21, day 28 between treatment and control groups with treatment groups. Data processed using computer tools that SPSS for windows version 16:00. The results of rosella tea beverage delivery in mice not given a noticeable effect on the physical ability to swim up in week 3 (p value> 0.05), but provide a real contribution to improving the physical ability of mice when administered continuously until the week 4th (p value = 0.029 <0.05). Group of mice without treatment rosella tea decreased physical endurance to swim after four week. Suggestions from the research results is rosella tea beverages should be used as a beverage to enhance physical abilities. To improve research, need to do further research on the effects of rosella drinks with studies on the molecular level and cell organelles.Keywords: metabolism; antioxidant; rosella tea; physical capabilities

Page 1 of 2 | Total Record : 15