cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2014)" : 7 Documents clear
Penyusunan Parameter Tes Potensi Pemain Tenis Lapangan Nugroho, Prapto
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun tes potensi calon petenis yang memenuhi kriteria tes yang baik, menyusun skor skala bagi para calon petenis, menyusun norma penilaiannya. Sampel penelitian adalah anak-anak yang belajar tenis di Smart Tenis Club berusia 7-14 tahun berjumlah 12 orang. Stratifikasi Random Sampling merupakan cara pengambilan sampel. Metode penelitian ini adalah dengan cara survey, sedangkan teknik pengumpulan data dengan tes dan pengukuran. Tes yang digunakan untuk menyusun potensi calon petenis, yaitu : (1) tes reaksi, (2) tes lari cepat 30 meter, (3) tes power tungkai dengan standing long jump, (4) tes power lengan dengan melempar bola, (5) tes kelincahan dengan fan drill, (6) tes koordinasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk : (1) uji normalitas dengan Kolomogorov-Smirnov, (2) uji homogenitas Cochrans dan Barlett, (3) menjumlahkan hasil tes dengan T score, (4) kesahihan dengan teknik korelasi Pearson Product moment, (5) keandalan tes dengan test retest, dan (6) norma klasifikasi menggunakan standard deviasi. Berdasarkan hasil penelitian, diajukan saran-saran bagi yang menaruh perhatian pada tenis dan pembuatan tes potensi calon olahragawan, antara lain (1) Meneliti dengan wilayah generalisasi yang lebih luas, minimal se Pulau Jawa, (2) Meneliti pula faktor psikologis para sampel, (3) Meneliti status sosial ekonomi dan pendidikan orang tua.
Pengaruh Metode Pembelajaran dan Presepsi Kinestetik terhadap Hasil Pembelajaran Lay Up Shoot Bola Basket Huda, Nurul
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara metode pembelajaran inklusi dan penugasan terhadap hasil pembelajaran layup shoot, persepsi kinestetik tinggi dan rendah terhadap hasil pembelajaran lay up shoot, interaksi antara metode pembelajaran dan persepsi kinestetik terhadap hasil pembelajaran lay up shoot. Jenis penelitian eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2, sampel berjumlah 60. analisis data menggunakan two way anova. Hasil penelitian: 1) F tabel hitung 4,01 dengan rata-rata nilai pembelajaran inklusi 86,87 > 83,40 pembelajaran penugasan. 2) F hitung 8,027> F 4,01 dengan rata-rata nilai persepsi kinestetik tinggi 87,23 > 83,03 persepsi kinestetik rendah.3) Interaksi antara metode pembelajaran danpersepsi kinestetik terhadap hasil lay up shootF hitung 4,856 > F 4,01. Kesimpulan: terdapat perbedaan pengaruh antara metode pembelajaran inklusi dan metode pembelajaran penugasan, 2) terdapat perbedaan pengaruh antara peserta didik dengan persepsi kinestetik tinggi dan rendah, 3) terdapat interaksi yaitu metode pembelajaran inklusi lebih baik dibandingkan metode penugasan terhadap hasil lay up shoot dalam permainan bolabasket
Pengaruh Stretching terhadap Nyeri Punggung Bawah dan Lingkup Gerak Sendi pada Penyadap Getah Karet Koesyanto, Herry; Yuwono, Cahyo; Wahadi, Wahadi; Jeni, Sapto
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan tingkat keluhan nyeri punggung dan lingkup gerak sendi dengan pelatihan peregangan dan tanpa pelatihan peregangan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan Nonequivalent control group design yang melibatkan 1 kelompok intervensi dan 1 kelompok kontrol. Responden penelitian ini adalah 60 orang penyadap getah karet. Instrumen yang digunakan adalah pedoman peregangan nyeri punggung bawah, skala pengukuran nyeri Visual Analog Scale dan Rapid Entire Body Assesment (REBA). Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan peregangan mempengaruhi nyeri punggung bawah (nilai p adalah 0,066>0,05). Namun latihan peregangan tidak berpengaruh terhadap lingkup gerak sendi (nilai p adalah 0,001<0,005) pada pekerja penyadapan getah karet PTPN IX (Persero) Kebun Merbuh Kendal.
Kemampuan Volume Oksigen Maksimal Atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Sepak Takraw Kalimantan Barat Yunitaningrum, Wiwik
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui tingkat kemampuanvolume oksigen maksimal ( VO2 Max ) Atlet Pusat Pendidikan Dan Latihan Pelajar ( PPLP ) Cabang Olahraga Sepak Takraw Kalimantan Barat 2014. metode survei tes, yaitu dengan cara tes dari multitahap bentuk penelitian deskriptif kualitatif, Populasi dalam penelitian ini adalah atlet PPLP cabang Olahraga Sepak TakrawOlahraga harus diberdayakan baik di lapisan masyarakat maupun di lingkungan pendidikan, khususnya pembinaan olahraga di kalangan anak-anak yang dapat membantu disiplin diri, sportifitas, ketahanan diri dan mental yang kuat dalam upaya membangun manusia yang unggul dan berdaya saing prima.Permainan sepak takraw adalah salah satu cabang olahraga yang dalam permainannya membutuhkan gerakan-gerakan yang sangat komplek, tentunya untuk menunjang kebutuhan tersebut dibutuhkan kemampuan fisik atau ketahanan kardiorespirasi yang tinggi dalam permainannya. Berbicara kemampuan fisik maka akan berkaitan dengan ketahanan kardiorespirasi. Pada dasarnya, ada dua macam ketahanan kardiorespirasi, yaitu aerobik dan anaerobik. Pengukuran ketahanan kardiorespirasi untuk kapasitas aerobik dapat dilakukan dengan cara mengukur konsumsi oksigen maksimal (VO 2 Max). VO Max merupakan kemampuan seseorang untuk menghirup dan menggunakan oksigen secara maksimal dalam melakukan aktivitas atau kegiatan olahraga hingga mengalami kelelahan, dengan mengetahui kondisi VO2 Max atlet dapat membantu seorang pelatih untuk membuat program latihan guna meningkatkan performa pada saat bertanding.
Pengembangan Instrumen dan Skala Penilaian Service Panjang Pemain Putra 13-15 Tahun Suratman, Suratman; Fransiska, Eka
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengembangkan instrumen dan skala penilaian service panjang pemain putra usia 1315 tahun PBSI Kota Semarang. Metode penelitiannya adalah penelitian pengembangan dari Borg & Gall, yaitu; 1) penelitian pendahuluan, 2) mengembangkan produk awal (Instrumen service panjang dengan membagi daerah sasaran), 3) Evaluasi ahli menggunakan dua ahli akademisi dan satu ahli kepelatihan, 4) Revisi produk berdasarkan hasil evaluasi ahli dan uji coba kelompok kecil (16 testee), 5) Uji coba kelompok besar (40 testee), (6) Revisi produk hasil uji coba kelompok besar, 7) Hasil akhir instrumen service panjang dengan membagi daerah sasaran. Pengumpulan data menggunakan tes pengukuran secara langsung yang telah dievaluasi oleh tiga ahli bulutangkis. Produk yang dihasilkan adalah instrumen service panjang yang membagi daerah sasaran menjadi tiga, yaitu back boundary nilainya 3 dan dua daerah sasaran di depannya, masing-masing berukuran 0,46m dengan nilai 2 dan 1. Tes dilakukan dengan service panjang 60 kali. Melalui validasi ahli dan pengukuran tes secara langsung diperoleh validitas 0,83 dan reliabilitas 0,97. Kesimpulannya, instrumen service panjang ini dapat digunakan untuk pemain putra usia 13-15 tahun PBSI Kota Semarang.
Latihan Fleksi Telapak Kaki dengan Kinesio Taping pada Fleksibel Flat Foot Indardi, Nanang
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan fleksi telapak kaki tanpa kinesio taping dan dengan penambahan kinesio taping pada otot terhadap keseimbangan pada penderita fleksibel flat foot. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pre and post-test group. Populasi penelitian siswa SD Negeri 2 Ceporan Kabupaten Klaten, sampel 20 siswa usia 6-12 th yang memiliki flat foot. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode analisis data menggunakan uji t-test. Hasil penelitian untuk kelompok A (latihan keseimbangan tanpa kinesio taping) pre-test 18,1 ±18,5 detik sedang p ost-test rata-rata 18,3±28,01 detik, t=0,15, tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan fleksi telapak kaki tanpa kinesio taping terhadap peningkatan keseimbangan pada penderita flat foot. Sedangkan untuk kelompok B (latihan keseimbangan dengan kinesio taping) rata-rata kesimbangan 17,9±18,5 detik dan post-test 24,3±27,3 detik, t=4,47 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan fleksi telapak kaki menggunakan kinesio taping terhadap peningkatan keseimbangan pada penderita fleksibel flat foot. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh latihan fleksi telapak kaki tanpa kinesio taping dan latihan fleksi telapak kaki menggunakan kinesio taping terhadap peningkatan keseimbangan pada penderita fleksibel flat foot. Dimana hasilnya latihan fleksi telapak kaki menggunaan kinesio taping lebih baik dari pada latihan fleksi telapak kaki tanpa kinesio taping.
Pengembangan Aquajogger sebagai Peluang Bisnis yang Prospektif Dibidang Olahraga Kebugaran Mukarromah, Siti Baitul
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air telah dikenal sebagai media untuk terapi kesehatan serta pengobatan berbagai macam penyakit. Air memberikan banyak manfaat terhadap kesehatan, salah satunya memberikan efek pemijatan atau relaksasi secara alami. Fenomena ini kemudian berdampak pada makin tingginya minat dan kesadaran untuk melakukan olah raga air atau secara khusus adalah Water Fitness (Aquarobic) yang merupakan bentuk senam tubuh (Exercise) yang dilakukan baik dengan musik maupun tanpa musik melalui media air. Water Fitness (Aquarobic) bisa dilakukan dikolam renang terbuka maupun tertutup baik pada kolam bagian yang dangkal maupun pada kolam bagian yang dalam, oleh karena itu kemampuan dalam penguasan berenang bukan merupakan halangan dan prasarat untuk mengikuti latihan ini. Pelampung (Aquajogger), dirancang untuk membantu partisipan untuk tetap mengapung diair selama melakukan latihan, serta memungkinkan untuk melakukan gerakan-gerakan yang lebih variatif. Water Fitness (Aquarobic) sebagai bentuk olah raga aerobik sangat efektif untuk melatih jantung dan pembuluh-pembuluhnya, dimana gerakan alaminya relatif sederhana tetapi manfaat dan keuntungannya sangat besar bagi kesehatan, yaitu merangsang otot tubuh untuk terus melakukan gerakan secara aktif dan dinamis.

Page 1 of 1 | Total Record : 7