cover
Contact Name
-
Contact Email
sainteknol_lp2m@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sainteknol_lp2m@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Research and Community Service Institute, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 02164566     EISSN : 25273604     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/sainteknol
Core Subject : Science,
Sainteknol published a scientific paper on the results of research and studies in the field of science and technology. Published biannually in June and December contained the writings lifted from the results of research and critical-analysis study in science and technology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 560 Documents
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 2 (2012): December 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v10i2.5558

Abstract

Saat ini, banyak sekali alternatif dalam mengembangkan sebuah sistem presensi. Teknologi biometrika merupakan salah satu alternatif yang mungkin untuk pengembangan sistem presensi. Misalnya dengan memanfaatkan sidik jari, wajah, retina, dan telapak tangan. Pemanfaatan biometrika wajah dalam sebuah sistem presensi, menarik untuk dikaji dan diteliti. Penelitian ini akan mengkaji sistem presensi memanfaatkan biometrika wajah dengan pendekatan artificial neural network. Selain itu, akan diukur pula tingkat akurasi dari sistem presensi yang dikembangkan. Sistem presensi yang dikembangkan terdiri dari tiga buah sub sistem yaitu sistem deteksi wajah otomatis, sistem pelatihan jaringan syaraf tiruan, dan sistem pengenalan wajah. Untuk sistem deteksi wajah digunakan metode segmentasi kulit, sedangkan untuk ekstraksi cirinya digunakan LDA guna menghasilkan matriks proyeksi fisher, dan pada sistem pengenalan digunakan jaringan syaraf tiruan backpropagation. Sistem ini telah diujicoba dengan citra dari database MUG, dan mendapatkan hasil terbaik adalah 67,36% dengan rincian 80 citra latih dan 17 citra non-latih berhasil dikenali dengan baik.
SISTEM AKUISISI DATA BERBASIS TELEMETRI
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 1 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v9i1.5528

Abstract

Abstrak. Pada keadaan yang khusus alat – alat ukur yang terdapat dipasaran tidak dapat digunakan sebagai alat ukur yang mampu memenuhi kebutuhan yang diinginkan. Sehingga untuk kebutuhan – kebutuhan pengukuran yang khusus sesuai dengan yang diinginkan perlu di kembangkan sendiri. Sistem alat ukur seperti ini biasa disebut dengan model sistem akuisisi data. Sistim akuisisi data dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang berfungsi untuk mengambil, mengumpulkan dan menyiapkan data, hingga memprosesnya untuk menghasilkan data yang dikehendaki. Pengembangan system akuisisi data ini biasanya melibatkan dua sub system yaitu sub system hardware sebagai pengambil data dari obyek yang diukur dan sub system software yang merupakan sub system untuk mengumplkan dan memproses data yang kemudian dapat ditampilkan sesuai dengan kebutuhan. Berdasar latar belakang, dapat dijelaskan bahwa lemahnya pengukuran data pada proses desain dan pengujian kolektor surya perlu ditindaklanjuti melalui metode-metode pengukuran yang memanfaatkan teknologi akuisisi data dan teknologi monitoring jarak jauh (telemetri). Pada penelitian ini akan didesain alat ukur dengan menggunakan sistem akuisisi data untuk monitoring suhu berbasis telemetri. Pada penelitian ini pengujian system akuisisi data dilakukan untuk mengukur suhu ruangan yang dilakukan selama 2 jam, dengan sample data yang diambil yaitu 1 data setiap 10 detik secara otoatis dan real time dengan menggunakan sensor suhu jenis LM35. Dalam waktu 2 jam data yang terkumpul sejumlah 720 data suhu ruangan. memperlihatkan hasil pengukuran. Dari hasil pengukuran didapatkan bahwa selama 1 jam suhu disekitar ruangan tidak mengalami perubahan yang signifikan, dengan diperlihatkan pada suhu 30 derajat Celcius secara konstan. Karena belum terdapat perubahan yang signifikan maka sensor dicoba untuk di dekati dengan pemanas untuk menguji sensifitasnya. Dari hasil perlakuan didapatkan bahwa sensor dapat mendeteksi perubahan suhu disekitarnya. Sistem telemetri yang dikembangkan menggunakan sepasang antenna radio jenis YS1020UB. Antenna radio ini dapat melakukan komunikasi secara dua arah atau yang lebih dikenal dengan istilah TRANSCEIVER. Pada percobaan yang dilakukan data yang dapat diterima secara maksimal berada pada jarak 100 m, untuk jarak lebih dari 100 meter terdapat error-error pembacaan. Dari hasil analisis ketidak maksimalan jarak jangkau pengiriman data dari modul transiter ke modul receiver berikut dibaca pada computer dikarenakan factor delay yang terjadi pada saat pengiriman karena lokasi uji coba tidak berada pada daerah line of sight, factor lain yang mempegaruhi karena error data karena delay yang terjadi ketika proses transferring data melalui port USB kemudian ditampilkan pada software.
TRANSFORMASI NITROGEN DI OUTLET SALURAN IRIGASI DAERAH ALIRAN SUNGAI TONDANO
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v13i1.5337

Abstract

Nitrogen di lingkungan akan mengalami transformasi ke dalam bentuk senyawa nitrat (NO 3 - ), nitrit (NO 2 - ), ammonia (NH 3 ) Transformasi nitrogen tersebut dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi nitrogen di outlet saluran irigasi Daerah Aliran Sungai . (DAS) Tondano. Cara penelitian adalah observasi lapangan terhadap aktivitas pertanian dan pengambilan sampel kualitas air dilakukan dengan menggunakan metode composite sampling pada 25 lokasi sampel di outlet saluran irigasi. Analisis parameter nitrat, nitrit, ammonia dilakukan di Laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Provinsi Sulawesi Utara. Analisis data menggunakan Metode Grafik dan membandingkan dengan Baku Mutu sesuai PP No. 82/2001 Kelas II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi nitrogen (nitrat, nitrit, ammonia) di outlet saluran irigasi persawahan bagian selatan (konsentrasi NO 3 : 8,6-18,4 mg/l; NO 2 : 0,14-0,25 mg/l; NH 0-2,6 mg/l); outlet saluran irigasi persawahan bagian barat (konsentrasi NO 3 3 : 1,33-12,2 mg/l; NO : 0-0,77 mg/l; NH 0,01-0,86 mg/l) dan outlet saluran irigasi persawahan bagian timur
KARAKTERISASI LIMBAH PENGOLAHAN KAYU SENGON SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTRNATIF
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v14i1.7611

Abstract

Kayu sengon merupakan bahan baku dalam industri pengolahan kayu yang limbah pengolahannya berlum tertangani secara maksimal, biasanya hanya dibuang begitu saja atau dibakar untuk menghilangkan limbah tersebut sehingga perlu dipikirkan mengenai pengolahan limbah hasil proses produksi. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan dan menganalisis karakteristik briket yang terbuat dari limbah pengolahan kayu sengon terhadap sifat kimia dan fisika dengan bahan baku murni tanpa diberi perlakuan pada bahan baku. Pembuatan briket dengan cara menimbang bahan baku sebesar 3,5 gram setiap sampel.Sebelum dilakukan pembriketan, cetakan dipanaskan terlebih dahulu sehingga temperatur cetakan menjadi 120 derajat C dengan cara mengatur termokontroler pada temperatur 120 derajat C dan temperatur bahan baku diseragamkan pada temperatur 80derajat C. Pembriketan dilakukan dengan cara pengepresan pada tekanan 200 kg/cm2, 300 kg/cm2 dan 400 kg/cm dengan waktu penahan 1 menit dan dibuat tanpa perekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa densitas naik seiring dengan naiknya tekanan kompaksi tetapi tidak berpengaruh terhadap nilai kalor briket tetapi berpengaruh terhadap energy densitas. Pembuatan briket dengan metode cetak panas mampu untuk meniadakan bahan perekat berbahan dasar air sehingga proses pembuatan briket lebih cepat, briket langsung dapat digunakan tanpa proses pengeringan dan mampu mempertahankan nilai kalor bahan baku.
ALTERNATIF KONSEP PERANCANGAN FASILITAS KORIDOR HIJAU BAGI PEJALAN KAKI DI KAMPUS KONSERVASI UNNES
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 2 (2012): December 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v10i2.5549

Abstract

Sebagai Kampus Konservasi, Universitas Negeri Semarang (Unnes) akan menerapkan kebijakan transportasi internal yaitu pergerakan pengguna dengan berjalan kaki atau bersepeda menuju gedung kampus. Fasilitas pejalan kaki ini dipandang masih belum memenuhi aspek kelayakan dan kenyamanan, terutama di koridor kawasan kampus timur. Tujuan penelitian adalah mengkaji faktor kenyamanan pengguna dan menemukan alternatif konsep perancangan fasilitas koridor hijau di kawasan kampus timur. Variabel penelitian meliputi aspek: fungsional, aksesibel, kenyamanan dan estetika. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Pedestrian yang ada masih belum mencapai standar fungsional, baik kenyamanan maupun keamanan pengguna. Hal ini dapat dilihat pada: saluran terbuka yang berada tepat di sisi tepi pedestrian, penutup lubang saluran di bawah pedestrian yang terbuka, penyempitan pedestrian oleh prasaraana lain dan pohon dan banyak area pedestrian yang tidak ternaungi oleh vegetasi peneduh.
PENCARIAN RUTE TERPENDEK DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA DEPTH FIRST, BREATH FIRST DAN HILL CLIMBING (STUDY COMPARATIVE)
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 1 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v9i1.5519

Abstract

Abstrak. Pencarian rute terpendek saat melakukan perjalanan merupakan hal yang perlu dilakukan selain menemukan kota tujuan. Alasan pencarian rute terpendek adalah meringkas perjalanan dan menghemat biaya perjalanan. Persolan lain dalam melakukan perjalanan yang efektif adalah penelusuran kota yang dilakukan oleh seorang sales, dimana seorang sales tersebut harus mengunjungi beberapa tempat untuk mendistribusikan barang, sehingga dia hanya akan sekali singgah di tempat tersebut sampai tempat terakhir yang akan dituju tercapai hingga kembali ke tempat asal. Algoritma pencarian (searching algorithm) yang mendasari kerja dari software atau situs banyak modelnya, akan tetapi kefektifan suatu algortima pencarian dalam menemukan rute atau tujuan tergantung pada proses atau langkah-langkah yang di berikan oleh algortima itu sendiri, sehingga ada algoritma tertentu yang sesuai untuk penacrian rute terpendek ada juga algoritma tertentu yang sesuai untuk pencarian perjalanan yang paling efeftif dan efisien. Dalam menemukan rute yang efektif dan efisien diperlukan suatu penerapan algortima pencarian yang tepat sehingga rute yang disarankan akan benar-benar menjadi rute yang terbaik. Penelitian ini akan memfokuska pada penerapan 3 algoritma pencarian rute yang diterapkan pada dua persoalan yaitu penentuan rute terpendek dan Traveling Salesman Problem. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Algoritma terbaik untuk mendapatkan rute terpendek dan paling efektif yang diterapkan pada jalur transportasi yang tersedia adalah Algoritma Breadth First dan Algoritma Hill Climbing Algoritma untuk mendapatkan titik – titik kota yang paling optimal untuk disinggahi ketika melakukan perjalanan dari kota asal ke kota tujuan adalah Algortima Depth First.
PEMBUATAN TINTA PRINTER DENGAN PIGMEN ORGANIK BERBAHAN DASAR SAMPAH DAUN
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v13i2.5247

Abstract

Waste became one of the unresolved issues in the society. One of the abundant number of waste is organic waste in the form of leaves. The high production of leaf litter on the environment are demanding alternative ways of handling the creative and innovative products useful. An attempt was made is the use of leaf litter as organic color pigments for ink printers. Manufacture of pigments made by reducing the leaf litter to form a homogeneous carbon powder that is burning leaf litter under conditions of low oxygen and then do a simple mixing process with other materials ink makers. The resulting ink tested of transmittance by varying the mass of carbon namely from 1 to 6 grams, the results indicate that the more carbon, the intensity of their light mass is getting low. At the time of adsorbtion rate test showed that carbon ink has almost the same velocity with the type of ink that is circulating in the market, i.e. 1.04 mm/s. Additionally carbon inks have dried faster speed compared to the existing inks on the market, i.e. the ratio of 106: 129 seconds. In the test performance of carbon ink on the printer shows the results that more black and smooth so that appropriate if applied as an inkjet printer.
STUDI PENGGUNAAN PREKURSOR HORMON STEROID DALAM PAKAN TERHADAP KUALITAS REPRODUKSI BURUNG PUYUH JANTAN (COTURNIX COTURNIX JAPONICA)
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.316

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji efek penggunaan prekursor hormon steroid(dari bahan alami) dalam pakan terhadap kualitas reproduksi puyuh jantan. Prekursorhormon steroid dari bahan alami yang dimaksud yaitu minyak ikan lemuru (sumberomega-3), minyak sawit (sumber omega-6), dan kuning telur (sumber kolesterol),yang dicampurkan ke dalam pakan. Dalam penelitian ini digunakan 175 ekor burungpuyuh jantan umur empat minggu, dengan berat badan 60-98 gram, dibagi secaraacak menjadi tujuh kelompok, yaitu R-0 (kontrol), R-1 (3% ML), R-2 (6% ML), R-3(3% MS), R-4 (6% MS), R-5 ( 3% KT), dan R6 (6% KT). Pemberian pakandilakukan pada pagi pukul 07:00 dan sore pukul 16:00 WIB sebanyak 20 g pakan/100g BB puyuh/hari. Air minum diberikan secara ad libitum. Variabel penelitian(indikator kualitas reproduksi puyuh jantan) berupa kadar hormon testosteron plasma,kualitas darah, kecemerlangan/warna bulu dada, kualitas suara, dan kualitasspermatogenesis. Untuk mengamati struktur histologi testis, terlebih dahulu dilakukanpreparasi jaringan testis menggunakan metode pewarnaan H-E. Data dianalisisdengan analisis variansi menggunakan RAL, dilanjutkan dengan uji kontras ortogonaldan uji morpometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ML dan MSmampu meningkatkan kecemerlangan warna bulu dada burung puyuhjantan (P0,01). Pemberian pakan sumber asam lemak dan kolesterol terbukti mampumeningkatkan motilitas dan konsentrasi spermatozoa burung puyuh secara bermakna(P0,01). Pemberian ML level 6% mampu menurunkan abnormalitas spermatozoasecara bermakna. Pemberian MS level 6% mampu meningkatkan jumlahspermatozoa yang hidup. Pemberian MS dan ML level 6% mampu meningkatkankonsentrasi spermatozoa, sedangkan pemberian kolesterol level 6% cenderungmenurunkan kualitas semen. Pemberian ML dan MS level 6% menyebabkanpeningkatan kadar hormon testosteron. Kadar hormon testosteron tertinggiditunjukkan oleh kelompok puyuh yang diperlakukan dengan ML 6%. Kadar hormontestosteron terendah ditunjukkan oleh kelompok puyuh yang diperlakukan denganKT 6 % dan kelompok kontrol. Tingginya kadar hormon testosteron pada perlakuanML 6% dibarengi dengan rendahnya kadar kolesterol total (196,93 mg/ dl), HDL(79,73 mg/dl) dan LDL (12,68 mg/dl) pada plasma puyuh jantan. Pemberian ML,MS, dan KT level 6% juga meningkatkan hampir semua indikator kualitas suara.Kata Kunci: Minyak ikan lemuru, minyak sawit, kuning telur, hormon testosteron, kualitasreproduksi puyuh jantan.
PENINGKATAN SIFAT MEKANIS ALUMINIUM BEKAS YANG DIDAUR ULANG MELALUI INOKULASI UNSUR TEMBAGA
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 1 (2012): June 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v10i1.5540

Abstract

Tujuan yang dicapai adalah (1) mendiskripsikan metoda pengecoran dan menganalisis sifat fisis maupun mekanis paduan aluminium dari bahan daur ulang (recyclable materials); (2) menganalisis sifat bahan terhadap perlakuan aluminium paduan dari bahan daur ulang (recyclable materials) melalui proses inokulasi unsur Cu; (3) melakukan optimalisasi perlakuan proses inokulasi unsur Cu bahan aluminium paduan daur ulang; dan (4) merumuskan metoda peningkatan sifat material dan besarnya peningkatan yang diperoleh. Metode yang digunakan adalah Eksperimen Laboratorium. Bahan yang digunakan adalah sekrap aluminium terpilih dari bahas piston bekas sedang unsur tembaga (Cu) berasal dari kawat tembaga. Inokulasi menggunakan unsur Cu divariaskan 2%, 4,5% dan 6%. Bahan dilebur pada crusible grafit dengan pemenasan burner sedangkan inokulasi dilakukan pada cairan logam, selanjutnya dibuat spesisimen dan diuji komposisi kimia, foto mikro, uji kekerasan dan uji impak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses pengecoran untuk material aluminium daur ulang dilakkan dengan mencairkan logam tersebut ke dalam dapur crusible yang dipanaskan dengan burner sampai suhu 725 untuk mendapatkan hasil coran yang baik, kemudian dituang pada cetakan logam yang telah dipanaskan supaya tidak terjadi pendinginan yang mendadak. (2) Untuk menganalisis sifat mekanis dari aluminium adalah dengan melakukan pengujian kekerasan, tarik dan impak menggunakan mesin-mesin uji yang telah dikalibrasi serta spesimen pengujian dibuat sesuai dengan standar ASTM yang disesuaikan dengan mesin o uji. (3) Optimaslisasi dilakukan dengan menambahkan unsur Cu dengan metoda inokulasi pada cairan logam, sehingga diperoleh kekuatan mekanis yang paling optomal. (4) Inokulasi unsur Cu menunjukkan adanya peningkatan pada sifat mekanis piston bekas yang dicor ulang, hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya nilai kekerasan Brinell dan nilai ketangguhan impact. Kesimpulannya adalah bahwa inokulasi Cu sebesar 4,5% pada pengecoran piston bekas menghasilkan sifat fisis dan mekanis yang lebih baik bila dibandingkan dengan penambahan unsur Cu sebesar 2% dan 6% serta raw material, hal ini sesuai dengan referensi.
MODEL PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN DAN SURYA SKALA KECIL UNTUK DAERAH PERBUKITAN
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v12i1.5422

Abstract

Energi terbarukan yang terdapat di Propinsi Jawa Tengah khususnya di daerah perbukitan kota Semarang dengan potensi cukup besar dan sesuai karakteristik sebagai sumber energi yang dapat dimanfaatkan, murah dan ramah lingkungan salah satunya adalah energi angin yang dikonversi menjadi tenaga listrik menggunakan generator listrik yang digerakkan kincir angin. Potensi energi cahaya matahari di daerah tropis juga sangat besar dan dapat dikonversi menjadi energi listrik dengan piranti sel surya yang bekerja berdasarkan efek photovoltaic. Dengan menyatukan dua kekuatan sumber energi terbarukan tersebut melalui pembangkit listrik sistem hibrid dapat dihasilkan energi listrik untuk kebutuhan rumah tangga yang murah dan ramah lingkungan.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): December 2023 Vol 21, No 1 (2023): June 2023 Vol 20, No 2 (2022): December 2022 Vol 20, No 1 (2022): June 2022 Vol 19, No 2 (2021): December 2021 Vol 19, No 1 (2021): June 2021 Vol 18, No 2 (2020): December 2020 Vol 18, No 1 (2020): June 2020 Vol 18, No 2 (2020): Desember Vol 18, No 1 (2020): Juni Vol 16, No 1 (2018): Juni No 1, 2018 Vol 16, No 2 (2018): December 2018 Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 16, No 1 (2018): June 2018 Vol 15, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 15, No 2 (2017): December 2017 Vol 15, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 15, No 1 (2017): June 2017 Vol 14, No 2 (2016): December 2016 Vol 14, No 2 (2016): December 2016 Vol 14, No 1 (2016): June 2016 Vol 14, No 1 (2016): June 2016 Vol 13, No 2 (2015): December 2015 Vol 13, No 2 (2015): December 2015 Vol 13, No 1 (2015): June 2015 Vol 13, No 1 (2015): June 2015 Vol 12, No 2 (2014): December 2014 Vol 12, No 2 (2014): December 2014 Vol 12, No 1 (2014): June 2014 Vol 12, No 1 (2014): June 2014 Vol 11, No 2 (2013): December 2013 Vol 11, No 2 (2013): December 2013 Vol 11, No 1 (2013): June 2013 Vol 11, No 1 (2013): June 2013 Vol 10, No 2 (2012): December 2012 Vol 10, No 2 (2012): December 2012 Vol 10, No 1 (2012): June 2012 Vol 10, No 1 (2012): June 2012 Vol 9, No 2 (2011): December 2011 Vol 9, No 2 (2011): December 2011 Vol 9, No 1 (2011): June 2011 Vol 9, No 1 (2011): June 2011 Vol 8, No 2 (2010): December 2010 Vol 8, No 2 (2010): December 2010 Vol 8, No 1 (2010): June 2010 Vol 8, No 1 (2010): June 2010 More Issue