cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmasi
ISSN : 16938666     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JIF merupakan jurnal yang dikelola oleh Prodi Farmasi Universitas Islam Indonesia, dan diterbitkan dua kali dalam setahun. Jurnal ini dirancang sebagai sarana publikasi penelitian yang mencakup secara rinci sejumlah topik dalam bidang farmasi yang berkaitan dengan farmasi sains dan teknologi serta klinik dan komunitas. Jurnal ini menyediakan sebuah forum sebagai sarana pertukaran gagasan dan dan informasi antar peneliti, akademisi dan praktisi sehingga diharapkan mampu mendukung dan menginisiasi berbagai penelitian terkini yang terkait dengan ilmu kefarmasian. Hasil penelitian yang disajikan dalam jurnal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu di bidang farmasi dan kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2011)" : 6 Documents clear
KESESUAIAN PEMILIHAN OBAT PADA PASIEN SIROSIS HEPATIK Vitarani Dwi Ananda Ningrum; Laili Fitriyani
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 8 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sirosis hati adalah penyakit menahun yang mengenai seluruh organ hati, ditandai dengan pembentukan jaringan ikat disertai nodul. Penyakit ini bersifat irreversible sehingga terapi yang digunakan adalah terapi simptomatis dan pengatasan komplikasi yang terjadi. Pemilihan obat yang tepat menjadi salah satu faktor yang harus dipertimbangkan dalam penatalaksanaan terapi pada pasien sirosis hepatik. Pemilihan obat yang tidak tepat dapat mengakibatkan kerusakan hati yang lebih parah. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil terapi serta kesesuaian pemilihan obat yang digunakan. Pengambilan data dilakukan secara cross sectional terhadap data sekunder berupa data rekam medik pasien yang menjalani rawat inap dengan diagnosa primer maupun sekunder sirosis hepatik. Penilaian kesesuaian pemilihan obat berdasarkan referensi yang sesuai. Tujuh puluh delapan dari 155 pasien memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan terapi obat yang digunakan terdiri dari terapi obat untuk penyakit komplikasi dan terapi obat untuk penyakit penyerta. Penyakit komplikasi yang terbanyak adalah varises esophagus dengan terapi obat terbanyak yaitu vitamin K (83,33 %). Penyakit penyerta terbanyak adalah stress ulkus dengan terapi obat terbanyak yaitu sukralfat (43,59 %). Sebanyak 21 pasien (26,92 %) mendapatkan jenis obat yang tidak sesuai. Kategori jenis obat yang tidak sesuai meliputi 25,64 % obat yang bersifat hepatotoksik, 1,28 % obat bersifat sedatif dan mempresipitasi ensefalopati hepatik. Kata kunci: kesesuaian pemilihan obat, rawat inap, sirosis hepatik 
DRUG RELATED PROBLEMS PAOA PENATALAKSANAAN PASIEN STROKE 01 INSTALASI RAWAT INAP RSAL OR RAMELAN SURABAYA PERIOOE 1 SEPTEMBER m 31 OKTOBER 2006 Bangunawati Rahajeng; Widyati Widyati; Zullies Ikawati
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 8 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Stroke merupakan penyakit yang memerlukan perawatan jangka panjang sehingga untuk mendapatkan therapeutic outcome yang baik perlu kerjasama antara dokter, perawat, apoteker, pasien, dan keluarga pasien. Kejadian drug related problems sangat umum terjadi pada pasien rawat inap yang berisiko meningkatkan kesakitan, kematian, dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri kejadian DRPs pada pasien stroke rawat inap dan untuk mengetahui apakah terjadi DRPs pada penatalaksanaan pasien stroke rawat inap di RSAL Dr Ramelan Surabaya periode 1 September - 31 Oktober 2006. Penelitian dilakukan dengan rancangan studi cross sectional yang dikerjakan secara prospektif terhadap suatu populasi terbatas, yaitu seluruh pasien stroke rawat inap di RSAL Dr. Ramelan Surabaya periode 1 September - 31 Oktober 2006. Data pasien stroke rawat inap didapat dari poli saraf dan UGo, kemudian dilakukan pencatatan status pasien dari rekam medik di bangsal rawat inap. Kekurangan rekam medik dilengkapi dengan melihat catatan perawat, melihat kondisi pasien langsung dengan mengikuti visite dokter, dan wawancara pasien atau keluarga pasien. Data yang diperoleh dilakukan kajian DRPs dengan acuan guidelines stroke yang ada, dihitung persentasenya. Sebanyak 102 dari 109 pasien memenuhi kriteria inklusi. Pad a 102 pasien didapat 67 pasien mengalami DRPs (65,69 %) dan 35 pasien tidak mengalami DRPs (34,31 %). Jenis DRPs yang terjadi adalah drug needed 27 pasien (22,50 %), wrong drug/innappropriate drug 32 pasien (26,67 %), wrong dose 26 pasien (21,67 %), adverse drug reaction 16 pasien (13,33 %), drug interaction 19 pasien (15,83 %). Kata kunci: drug related problems, stroke  
TINGKAT PERESEPAN ANTIBIOTIK DI PUSKESMAS KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA SELAMA TAHUN 2004-2008 Saepudin Saepudin
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 8 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBeberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa peresepan oba! di puskesmas cenderung berlebih, salah satunya adalah antibiotik. Permasalahan yang potensial terjadi akibat penggunaan antibiotik yang berlebihan adalah pesatnya pertumbuhan bakteri-bakteri yang resisten, di samping potensi terjadinya efek yang tidak dikehendaki dan bertambahnya beban biaya kesehatan yang harus ditanggung baik oleh pasien maupun pemerintah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat peresepan antibiotik di puskesmas yang berada di Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta selama tahun 2004 - 2008. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data penggunaan antibiotik dari 5 (lima) puskesmas yang dipilih secara purposive sampling.Data penggunaan antibiotik setiap puskesmas untuk lima tahun selama tahun 2004 - 2008 diperoleh dari unit farmasi puskesmas, meliputi data jenis antibiotik, bentuk sediaan, serta jumlah penggunaan. Kuantitas penggunaan antibiotik selanjutnya dihitung dalam satuan DDD/1000 kunjungan pasien rawat jalan (DDD/1000KPRJ) berdasarkan metode ATC/DDD yang direkomendasikan WHO, dan selanjutnya dihitung persentase peresepan antibiotik berdasarkan persentase pasien rawat jalan yang mendapatkan resep antibiotik, menggunakan asumsi peresepan antibiotik untuk setiap pasien adalah 5 (lima) hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik di kelima puskesmas selama tahun 2004 - 2008 menunjukkan pola yang hampir seragam dalam hal jenis antibiotik dan kuantitas penggunaan untuk setiap jenis antibiotik. Namun demikian terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal total kuantitas antibiotik yang digunakan selama tahun 2004 - 2008 dan juga rata-rata peresepan antibiotik. Selama tahun 2004 - 2008 rata-rata tingkat peresepan antibiotik di kelima puskesmas berkisar antara 13,6 % sampai 21,2 %, dan jenis antibiotik yang diresepkan relatif sama di antara kelima puskesmas tersebut. Kata kunci: antibiotik, ATC/DDD, DDD/1000KPRJ, puskesmas ABSTRACTAs bacterial resistance to antibiotics became a major public-health problem, antibiotic use is increasingly recognised as the main selective pressure driving this problem. Some researchs reported a high rates of antibitic prescription in primary care, espesially for respiratory tract infections. To combate antibiotic resistance, monitoring of antibiotic prescription should accompany other surveillance programmes. However, data for antibiotic prescriptions are often scarce and not freely available. This research was aimed to know antibiotic prescription rates at primary health center (PHC) in Sleman Yogyakarta during 2004 - 2008. Data of antibiotic use obtained from pharmacy unit of 5 PHCs in Sleman Yogyakarta, and the PHCs were selected purvosively based on data availabilty throughout the study periods. Antibioticutilization was retrieved including name, dosage form, and quantity of use. The quantity of antibiotics use finally expressed as the number of defined daily dose (DDD) per 1000 admissions based on 2003 ATC/DDD guideline released by WHO Collaborating Centre for Drug Statistics Methodology, and then antibiotic prescription rates for each PHC was calculated using the number of DDD per 1000 admissions based an assumption that at the PHCs systemic antibiotics were prescribed for 5 days. Antibiotic utilization for each PHC was compared for each year during 2004 - 2008 including total number of antibiotics agents used, total quantity of antibiotics used, and also antibiotics prescription rates. During 2004 - 2008, average of antibiotic prescription rates in the 5 PHCs range from 13.6 % to 21.2 %, and the item of used antibiotics were relatively same among the PHCs. Keywords: antibiotic, ATC/DDD, prescription, primay health center 
CONCENTRATION OF DIAFILTRATE IN LOCAL GREEN TEA (Camellia sinensis) WITH Arraca yabukita GRADE THROUGH NANOFILTRATION MEMBRANE ANTI AS STRESS COMPOUND Agustine Susilowati; Aspiyanto Aspiyanto
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 8 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pemekatan diafiltrat ieh hijau lokal (Camellia sinensis) grade Arraca yabukita merupakan rangkaian multifiltrasi untuk memisahkan dan memekatkan L-theanine dari komponen teh hijau lainnya yang didominasi oleh polyfeno!. L-theanine merupakan komponen yang berperan sebagai senyawa untuk relaksasi dan berpotensi untuk anti stres. Pemekatan dilakukan dengan menggunakan modul nanofiltrasi (NF) pad a tekanan proses 25 bar, kecepatan motor pompa 25 Hz, selama 0, 30, 60, 90, 120 dan 150 menit, dan pada suhu ruang (- 23 - 25°C). Hasil penelitian Menunjukkan bahwa sistem NF memisahkan L-theanine dengan sempurna dimana L-theanine lebih banyak tertahan pad a retentatlkonsentrat dari pada Lolos dalam permeat. Selektifitas membran nanofiltrasi terhadap L-theanine, protein terlarut,total polytenol dan total padatan tercapai masing-masing sebesar 97,92 %, 99,75 %, 10,38 % dan 99,78 %. Semakin lama proses NF akan meningkatkan L-theanine, total polytenol, protein terlarut dan total padatan dalam retentat,namun menurunkan nilai fluks permeat. Konsentrasi L-theanine tertinggi dicapai pada waktu pemekatan optimal 150 menit. Pad a kondisi ini menghasilkan nilai fluks sebesar 12,22 Liter/m2 .jam dengan kandungan L-theanine sebesar 7,2117 %, total polytenol 9,84 %, protein terlarut 2 mg/mL dan total padatan 1,2102 %. Permeat berpotensi sebagai minuman fungsional untuk relaksasi. Kata kunci: diafiltrat, L-theanine, teh hijau (Camellia sinensis), konsentrat, Nanofiltrasi (NF) 
MIKROENKAPSULASi KAPTOPRIL DENGAN PENYALUT ETIL SELULOSA MENGGUNAKAN METODA PENGUAPAN PELARUT Ade Arinia Rasyad; Deni Noviza Muslim
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 8 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk membuat suatu sediaan Ie pas lambat dengan cara mikroenkapsulasi menggunakan metoda penguapan pelarut. Bahan polimer yang digunakan untuk membentuk dinding mikrokapsul adalah etil selulosa dengan berbagai perbandingan (1:1; 1:1,25; 1: 1,5). Sediaan mikrokapsul yang terbentuk dievaluasi dengan distribusiukuran partikel, foto mikroskopis dan uji disolusi. Formula 3 mikrokapsul kaptopril dengan perbandingan 1: 1,5 memberikan hasil yang baik. Uji disolusi mikrokapsul menggunakan metode II (metode dayung) dengan medium dapar posfat pH 6,8 memenuhi persyaratan untuk sediaan lepas lambat, yaitu dalam waktu 6 jam persentase obat terdisolusi sebesar 55,76 %. Kata kunci: kaptopril, etilselullosa, mikroenkapsulasi, penguapan pelarut 
PERKEMBANGAN PENELITIAN BENTUK SEDIAAN OBAT Oktavia Indrati
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 8 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Losartan merupakan suatu antagonis reseptor angiotensin II yang digunakan pada tempi hipertensi leru!arna untuk pasien yanq mengalarni efek sam ping berupa batuk akibat pemberian inhibitor angiotensin-converting enzyme (ACE) serta untuk mengurangi resiko stroke pada pasien denganhipertropi pad aventrikel kiri. L.osartan memiliki karakteristik-karakteristik berupa waktu paruh pendek, bioavailabilitas rendah serta bobot molekul yang keci!. Rendahnya bioavailabilitas tentu saja kurang disukai. Seiring dengan habisnya masa paten losartan pada tahun 2009 maka berbagai penelitian telah dilakukan untuk menghasilkan suatu formula dan bentuk sediaan yang baru dari zat aktif losartall. Pada review illi didiskusikan mengenai penelitian-penelitian yang telah dilakukan dalam mngka mengembangan bentuk sediaan farmasi dengan zat aktif losartan. Kata kunci: bentuk secliaan, losartan, peneli!ian, perkembangan  

Page 1 of 1 | Total Record : 6