cover
Contact Name
Akhsanul In'am
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jkpp_pedagogi@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144 3rd Campus, 4th Building (GKB 4), 3th Floor
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23377623     EISSN : 23377615     DOI : 10.22219
Core Subject : Education,
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, adalah jurnal open access. Diterbitkan oleh Magister Pedagogi yang sebelumnya bernama Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. Terbit dua kali dalam satu volume, pada bulan April dan Oktober. Berisi tulisan ilmiah hasil penelitian dan ulasan literatur dibidang kebijakan dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2016): Juli" : 10 Documents clear
Kompetensi Pedagogik Guru Biologi Bersertifikasi Di Kabupaten Sikka Yuli Mira Syafriati Y. M. Sani; Akhsanul In’am
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11578

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the pedagogical competence of certified biology teachers in Sikka Regency. The method used is a descriptive quantitative method. Data collection techniques are the distribution of questionnaires and interviews. The study was conducted on certified high school Biology teachers in Sikka District. The results showed that certified Biology teachers in Sikka District had excellent pedagogical potential based on the overall average value of each teacher's core competencies, especially in aspects of mastering students' characteristics from physical, moral, spiritual, social aspects, cultural, emotional, and intellectual (4.22), develop curriculum related to the subjects (4.49), conduct assessment and evaluation of learning processes and outcomes (4.43) and utilize the results of assessment and evaluation for the benefit of learning ( 4.51). Specifically on the aspect of carrying out reflective actions to improve the quality of learning is still not good or sufficient (3.32) this is because Biology teachers have never conducted research (CAR) due to limited time and thought.Keywords: Pedagogic competence, Teacher, Biology, Certification Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pedagogik guru biologi bersertifikasi di Kabupaten Sikka. Metode yang digunakan metode kuantitatif deskriptif. Teknik mengumpulkan data adalah penyebaran kuesioner dan wawancara. Penelitian dilakukan pada guru Biologi SMA bersertifikasi di Kabupaten Sikka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Biologi bersertifikasi di Kabupaten Sikka memiliki kompotensipedagogik yang sangat baik berdasarkan nilai rata-rata keseluruhan dari masing-masing kompetensi inti guru, terutama pada aspek-aspek: menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual (4,22), mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu (4,49),  menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar (4,43) dan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran (4,51). Khusus pada aspek melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran masih kurang baik atau cukup (3,32) hal ini dikarekan guru Biologi belum pernah melakukan penelitian (PTK) dikarenakan keterbatasan waktu dan pikiran.Kata kunci: Kompetensi pedagogik, Guru, Biologi, Sertifikasi
Implementasi Kurikulum Sekolah Dan Pesantren Di SMP Muhammadiyah Boarding School Tarakan Wahyudi Wahyudi; Tobroni Tobroni; M. Syahri
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11579

Abstract

Abstract: This research aims to find out about the implementation of the pesantren curriculum and schools in Tarakan Muhammadiyah Boarding School SMP which includes three aspects namely preparation, implementation, and evaluation. This study uses a qualitative approach to the type of case studies because this research is one form of field research. Data obtained through observation, documentation analysis, and interviews. Research subjects include the Principal, Deputy Principal for Curriculum and teachers. Data analysis techniques using the stages of Miles and Huberman (1992) began by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. Test the validity of the data using source techniques. The results of this study indicate that the establishment of the pesantren curriculum and Muhammadiyah Boarding School SMP Tarakan depart from the need for a balanced educational concept between general subjects and religion in the education unit and the integration between the school curriculum and pesantren curriculum produces a composition of 16 subjects consisting of 6 subjects general lessons and 10 cottage lessons. All lessons are taught in class except tahfidz taught outside class hours. Percentage of subject division by looking at the curriculum composition table in each class. The pesantren curriculum has a percentage of 47.83% with details: 5 subjects in general programs, 4 subjects in supporting programs, and 2 subjects in special programs. School curriculum (National) has a percentage of 34.78% with details: 7 subjects in general programs and 1 subject in support programs. The other 17.39% is extracurricular material and special activities as a characteristic of Muhammadiyah's charitable endeavors in the field of education.Keywords: Curriculum, Pesantren, Schools Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang implementasi kurikulum pesanten dan sekolah di SMP Muhammadiyah Boarding School Tarakan yang mencakup tiga aspek yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus karena penelitian ini merupakan salah satu bentuk penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, analisis dokumentasi dan wawancara. Subjek penelitian meliputi Kepala Sekolah, Wakil kepala sekolah bidang Kurikulum dan guru. Teknik analisis data menggunakan tahapan Miles and Huberman (1992) dimulai dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan teknik sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penetapan kurikulum pesantren dan sekolah SMP Muhammadiyah Boarding School Tarakan berangkat dari kebutuhan konsep pendidikan yang seimbang antara pelajaran umum dengan agama dalam satuan pendidikan dan keterpaduan antara kurikulum sekolah dan kurikulum pesantren ini menghasilkan komposisi berupa 16 mata pelajaran yang terdiri atas 6 mata pelajaran pelajaran umum dan 10 pelajaran pondok. Semua pelajaran diajarkan di kelas kecuali tahfidz diajarkan di luar jam pelajaran. Persentase pembagian mata pelajaran dengan melihat tabel komposisi kurikulum tersebut dalam setiap kelas. Kurikulum pesantren memiliki persentase 47,83% dengan rincian: 5 mata pelajaran dalam program umum, 4 mata pelajaran pada program penunjang, dan 2 mata pelajaran pada program khusus. Kurikulum sekolah (Nasional) mempunyai persentase sebesar 34,78% dengan rincian: 7 mata pelajaran pada program umum dan 1 mata pelajaran pada program penunjang. 17,39% lainnya merupakan materi ekstrakurikuler dan kegiatan khusus sebagai kekhasan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan.Kata kunci: Kurikulum, Pesantren, Sekolah
Pengaruh Kebijakan Try Out Terhadap Prestasi Siswa Dalam Mata Pelajaran Kimia Kelas XII IPA Di SMAN 1 Talibura Sunarwin Sunarwin; Ichsan Anshory
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11580

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the effect of the tryout policy on student achievement in chemistry class XII Science at SMAN 1 Talibura. The data collection method uses a documentation study with a try out as an independent variable and national exam as the dependent variable. The population is Talibura State High School, students. The research sample included all students of class XII Science. Test the validity of the instrument using the Spearman-Brown formula and reliability using the Alpha formula from Cronbach, and fulfilling valid and reliable requirements. Hypothesis testing uses the formula of normality, linearity, simple linear regression, F test, and t-test. The results obtained a probability value of 0.016 ≤ 0.05 and the results of the analysis where the significance is constant 0,000 <0.05 and the significance of Try out are 0.033 <0.05 so it can be concluded that the tryout variable is significantly correlated with the national examination variable. Testing the effect of Try Out on chemistry learning outcomes obtained a constant T count of 6.351 and Try out 2.167 is greater than the T-table (1.9853) then H0 is rejected and H1 is accepted. While the value of F-count = 5.892 <F-table, then H0 is rejected and H1 is accepted. The ability of the Try Out variable in explaining the variance of the National Examination variable is 4.7% (R-Square) so it can be concluded that the influence of the Try Out variable on the National Examination variable is very small.Keywords: Try Out, Student Achievement, Subject of  Chemistry Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan try out terhadap prestasi siswa dalam mata pelajaran kimia kelas XII IPA di SMAN 1 Talibura. Metode pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dengan try out sebagai variabel independen dan ujian nasional sebagai variabel dependen. Populasi adalah siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Talibura. Sampel penelitian meliputi semua siswa kelas XII IPA. Uji instrument validitas menggunakan rumus Spearman Brown dan reliabilitas menggunakan rumus Alpha dari Cronbach, dan memenuhi syarat valid dan reliabel. Uji hipotesis menggunakan rumus normalitas, linieritas, regresi linier sederhana, uji F, dan uji t. Hasil penelitian didapatkan nilai probabilitas sebesar 0,016 ≤ 0,05 dan pada hasil analisis dimana signifikansi constant 0,000 < 0,05 dan signifikansi Try out 0,033 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel try out berkorelasi signifikan terhadap variabel ujian nasional. Pengujian pengaruh Try Out terhadap hasil belajar kimia diperoleh T hitung constant 6,351 dan Try out 2,167 lebih besar dari T - table (1,9853) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sedangkan nilai F-hitung = 5,892 < F-tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Kemampuan variabel Try Out dalam menjelaskan varians dari variabel Ujian Nasional adalah sebesar 4,7 % (R-Square) sehingga dapat disimpulkan pengaruh variabel Try Out terhadap variabel Ujian Nasional sangat kecil.Kata kunci: Try Out, Prestasi siswa, Mata Pelajaran Kimia
Implementasi Sikap Spiritual Pada Mata Pelajaran Biologi Kelas X Di MAN Model Kota Ternate Saiful Muhammad; Mohammad Syahri
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11581

Abstract

Abstract: This research aims to describe the implementation of religious-based spiritual attitudes in biology subjects in the MAN Model Ternate City. This research uses a descriptive qualitative approach. Sources of data in this study were obtained from primary and secondary data. Primary data include obtained from observations and interviews with biology subject teachers, deputy school principals in the curriculum, counseling guidance teachers, and students. Secondary data include learning device documents and observations. Data analysis techniques use Miles and Huberman's (1992) stages, namely data reduction, data presentation, and concluding. To obtain valid data, a data validity test is performed using source triangulation techniques. The results showed that the role of Biology Teachers in MAN Model Ternate City had fulfilled the stages to implement the education of the spiritual attitudes of students. Constraints faced are the many assessments that hinder the process of implementing spiritual attitudes in the classroom. The solution is to reduce the assessment and elaboration of existing regulations with school policies and provide the widest opportunity for Biology Teachers to improve the spiritual attitude education in MAN Model Ternate City.Keywords: Education, Spiritual Attitudes, Religious Biology Subjects Abstrak: Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi sikap spiritual berbasis religius pada mata pelajaran biologi di MAN Model Kota Ternate. Penilitian ini mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari data primer dan sekunder. Data primer meliputi diperoleh dari hasil observasi dan wawancara kepada guru mata pelajaran biologi, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru bimbingan konseling, dan siswa. Data sekunder meliputi dokumen perangkat pembelajaran dan hasil pengamatan. Teknik analisis data mengunakan tahapan Miles dan Huberman (1992) yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mendapatkan data yang valid maka dilakukan uji keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran Guru Biologi di MAN Model Kota Ternate sudah memenuhi tahapan-tahapan untuk mengimplementasi pendidikan sikap spiritual peserta didik. Kendala yang di hadapi yaitu banyaknya penilain sehingga menghambat terhadap proses implementasi sikap spiritual di kelas. Solusi yang dilakukan yaitu dengan pengurangan penilaian dan elaborasi antara peraturan yang ada dengan kebijakan sekolah serta memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi Guru Biologi untuk meningkatkan pendidikan sikap spiritual di MAN Model Kota Ternate. Kata kunci: Pendidikan, Sikap Spiritual, Religius Mata Pelajaran Biologi
Analisis Tingkat Ketercapaian Standar Nasional Pendidikan Di Sekolah Daerah Terpencil Kabupaten Bulukumba Nita Anggraeni; Endang Poerwanti
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11582

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to analyze the level of achievement of the National Education Standards in remote areas in Bulukumba Regency. The type of research used is a case study using the Explanatory Sequential Design mix method. This research was conducted in Bulukumba Regency. The subjects of this study were the Principal, Teachers in remote areas and the head of the Education Office of the district of Bulukumba. Data collection techniques are observation, interviews, questionnaires, and documentation. Data analysis in the form of data reduction, data presentation, and verification. To test the wetness of the data using triangulation analysis methods and sources. The results showed that the National Education Standards reached by the Kahaya district school, Bulukumba Regency was in terms of content, process, graduation competencies, education staff, management, and assessment, while only the facilities and infrastructure standards had not been achieved. The obstacle faced is the access road to school, the availability of facilities and infrastructure. Efforts made in overcoming obstacles are carried out efficiently by utilizing the surrounding environment to be a means of learning activities.Keywords: Achievement of SNP, Schools, Remote Areas Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis tingkat ketercapaian Standar Nasional Pendidikan di Sekolah daerah terpencil Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian yang digunakan yaitu studi kasus dengan menggunakan pendekatan mix method Explanatory Sequential Desaign. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bulukumba. Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru di daerah terpencil dan kepala Dinas Pendidikan kabupaten Bulukumba. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan Verifikasi. Untuk menguji keabsahan data menggunakan analisis triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Standar Nasional Pendidikan yang telah tercapai oleh sekolah daerah Kahaya, Kabupaten Bulukumba yaitu pada standar isi, proses, kompetensi kelulusan, tenaga kependidikan, pengelolaan dan penilaian, sedangkan hanya standar sarana dan prasarana yang belum tercapai. Kendala yang dihadapi adalah akses jalan menuju sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala yaitu dilakukan efisiensi dengan memanfaatkan lingkungan sekitar untuk dijadikan sarana kegiatan pembelajaran.Kata kunci: Ketercapaian SNP, Sekolah, Daerah Terpencil
Peran Majelis Dikdasmen Dalam Peningkatan Kinerja Guru Di MTs Muhammadiyah Nangahure Muhammad Ihsan Wahab; Agus Tinus
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11583

Abstract

Abstract: This research aims to describe the role of the Wiring branch primary and secondary education Council in improving teacher performance in MTs Muhammadiyah Nangahure. The research method used in this study is a descriptive qualitative approach. This research was conducted at MTs Muhammadiyah Nangahure, Wiring District. The subject of the research was the Muhammadiyah Branch Manager. Data collection techniques include observation, interview, and documentation. Data analysis techniques using Miles and Huberman (1992) in the form of reviewers, sorting, grouping data to compile work hypotheses and raise the theory of research results. Descriptive analysis is done by data reduction, data presentation, and concluding. The results of this study indicate that the role of the primary and secondary education assembly has proven ineffective. The ineffectiveness of the primary and secondary education assembly can be seen in two ways. First, because there is no structure in the organization of the primary and secondary education assembly which is shown through the management decree by the leader of the Wiring Branch Muhammadiyah. Second, there is no work program.Keywords: Council of primary and secondary education, Muhammadiyah, Teacher performance Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Majelis Dikdasmen cabang Wuring dalam Peningkatan kinerja guru di MTs Muhammadiyah Nangahure. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di MTs Muhammadiyah Nangahure Kecamatan Wuring. subyek penelitian adalah Pimpinan Cabang Muhammadiyah. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Miles and Huberman (1992) berupa penelaah, pengurutan, pengelompokan data dengan tujuan menyusun hipotesis kerja dan mengangkat teori hasil penelitian. Analisis deskriptif dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran majelis dikdasmen terbukti tidak efektif. Ketidakefektifan majelis Dikdasmen tersebut dapat di lihat pada dua hal. Pertama, karena tidak adanya struktur dalam organisasi majelis dikdasmen yang di tunjukkan melalui SK kepengurusan oleh pimpinan Muhammadiyah Cabang Wuring. Kedua, belum adanya program kerja.Kata kunci: Majelis Dikdasmen, Muhammadiyah, Kinerja guru
Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Sar Pelajar SFAT Dalam Konteks Penanggulangan Bencana Di SMK Al-Mabrur Kabupaten Banjarnegara Irega Gelly Gera; Arif Budi Wurianto; Abdul Kadir Raharjanto
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11584

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to find out the implementation of SFAT Student SAR extracurricular in the context of disaster management in SMK Al-Mabrur, Banjarnegara Regency. The research method used in this study is descriptive qualitative. The location of the study was at SMK Al-Mabrur, Pejawaran District, Banjarnegara Regency. The subjects of this study were the deputy headmaster in the student field, extracurricular coaches, and students. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques using the interactive model of Miles and Huberman 1994, and testing the validity of the data using triangulation of sources and techniques. The results of the study showed that the implementation of SFAT Student SAR extracurricular activities in the context of disaster management in SMK Al-Mabrur Banjarnegara District was seen through three factors, namely the agenda of the SAR SAR SFAT activities which included registration, weekly routine training, education and education, materials for the SFAT Student SAR activities. which contains disaster and SAR material, the instructor's method is divided into three, namely a few lectures, an emphasis on practice, and a semi-military situation. The driving factor consists of the selection of competent coaches, interesting activities and high enthusiasm, and support from the school principal. Factors that have hindered the SFAT Student SAR activities are the lack of funds for facilities and infrastructure, the and post-processing of activities began to be less effective.Keywords: Extracurricular, SAR, Disaster Abstrak: Penelitian bertujuan mengetahui pelaksanaan ekstrakurikuler SAR Pelajar SFAT dalam konteks penanggulangan bencana di SMK Al-Mabrur Kabupaten Banjarnegara. Matode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian bertempat di SMK Al-Mabrur Kecamatan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara. Subjek penelitian ini adalah wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru pembina ekstrakurikuler, dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles and Hubberman 1994, dan uji keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler SAR Pelajar SFAT dalam konteks penanggulangan bencana di SMK Al-Mabrur Kabupaten Banjarnegara dilihat melalui tiga faktor yaitu agenda kegiatan SAR Pelajar SFAT yang berisi kegiatan pendaftran, pelatihan rutin mingguan, diklat dan pengorenan, materi kegiatan SAR Pelajar SFAT yang berisi materi kebencanaan dan SAR, cara mengajar pembina yang terbagi tiga yaitu sedikit ceramah, penekan pada praktek, dan mengkondisikan situasi semi militer. Faktor pendorong terdiri dari pemilihan pembina yang berkompeten, kegiatan yang menarik dan antusiame yang tinggi, dan dukungan dari kepala sekolah. Faktor yang menjadi penghambat kegiatan SAR Pelajar SFAT adalah kurangnya dana sarana dan prasarana, dan pasca pengorenan kegiatan mulai kurang efektif.Kata kunci: Esktakurikuler, SAR, Bencana 
Analisis Implementasi Praktik Kerja Industri Di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 7 Gondanglegi Imayati Kalean; Mohammad Syaifuddin
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11585

Abstract

Abstract: This research aims to describe the implementation of industrial work practices in the 7th Vocational High School Muhammadiyah Gondanglegi which includes procedures for the implementation of Internship, implementation of Internship, and obstacles in the implementation of Internship. This research uses a qualitative method with a descriptive type. The subject of this research is the pre-engineering teacher. Data collection techniques used were interviews and document study. While the data analysis technique uses qualitative data analysis techniques. Test the validity of the data using member checking and triangulation. The results of this study are the procedures for implementing Internship used are DU/DI data collection, the preparatory meeting I, submission of an application to DU/DI, registering participants in the internship with DU/DI, preparatory meeting II, procurement of internship, meetings with student guardians, implementation of internship, monitoring, making the internship report, internship exam, and internship evaluation. The implementation of the internship has been running quite well, but it is necessary to evaluate several things, namely the implementation procedure of Internship, the briefing of Internship, monitoring system, guidance system, the involvement of DU/DI in the implementation of Internship planning, and the involvement of DU/DI in the evaluation of Internship. Barriers to the implementation of Internships are: students 'maturity is lacking, students' character and work ethics are minimal, where an internship is not by the wishes of students, school communication and foundations have not been maximized to realize international Internship.Keywords: Industrial Work Practices, Procedures, Implementation Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi praktik kerja industri di Sekolah Menengah Kejuruan 7 Muhammadiyah Gondanglegi yang meliputi prosedur implementasi prakerin, implementasi prakerin, dan hambatan dalam implementasi prakerin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru pengampu prakjerin. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi dokumen. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif. Uji keabsahan data menggunakan member checking dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosedur implementasi prakerin yang digunakan yaitu pendataan DU/DI, rapat Persiapan I, pengajuan surat permohonan ke DU/DI, mendata peserta prakerin dengan DU/DI, rapat persiapan II, pembekalan prakerin, rapat bersama wali murid, pelaksanaan prakerin, monitoring, pembuatan laporan prakerin, ujian prakerin, dan evaluasi prakerin. Implementasi prakerin sudah berjalan cukup baik, tetapi perlu dilakukan evaluasi terhadap beberapa hal yaitu prosedur pelaksanaan prakerin, pembekalan prakerin, sistem monitoring, sistem pembinaan, keterlibatan DU/DI dalam perencanaan pelaksanaan prakerin, dan keterlibatan DU/DI dalam evaluasi prakerin. Hambatan implementasi prakerin adalah: kedewasaan berpikir siswa kurang, karakter dan etika kerja siswa minim, tempat prakerin tidak sesuai dengan keinginan siswa, komunikasi sekolah dan yayasan belum maksimal untuk mewujudkan prakerin internasional. Kata kunci: Praktik Kerja Industri, Prosedur, Implementasi
Implementasi Permendiknas No. 28 Tahun 2010 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah Pada SMP Di Kabupaten Bima Ilham Ilham; Trisakti Handayani
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11586

Abstract

Abstract: This research aim is to find out; (1) The implementation of Permendiknas No. 28 of 2010 in the Regency of Bima, West Nusa Tenggara; (2) Supporting and inhibiting factors for the implementation of Permendiknas No. 28 of 2010 in the Regency of Bima, West Nusa Tenggara; (3)Efforts to overcome the inhibiting factors. This type of research is a qualitative descriptive approach. Location; Dikpora, BKD, and SMP. Data type; primary and secondary. Informant; Head of KPMP Dikmen, Head of BKD Mutation, and Head of Junior High School. Instruments, researchers themselves. Data Clumping; observation, interview, and documentation. Analysis; Data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Checking the validity of the data; source triangulation and data collection techniques. Results and conclusions; 1) Recruitment of candidates for junior high school based on Ministry of Education Regulation No.28 / 2010principals through; First, the announcement by Diaspora. Second, the proposal by the school principal. Third, administrative selection. Fourth, proposing by Dikpora; General and special lines; 2) The inhibiting factor, Dikpora is difficult to understand the Permendiknas, the politicization of position by the Regent. Supporting factors for the increase in prospective principals with S2 qualifications. 3) Efforts to overcome the inhibiting factors, Dikpora adjusts the application of Permendiknas No.28 / 2010 with Permendiknas No.13 / 2007 by providing dispensations to prospective principals related to administrative completeness. Efforts to appoint the headmaster directly appointed by the Bupati with the status of Plt were assigned to the SATAP school.Keywords: Minister of Education Regulation No. 20, Recruitment Mechanism, Appointment Process, Teacher's Task as a Principal Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui; (1) Implementasi Permendiknas No. 28 Tahun 2010 di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat; (2) Faktor pendukung dan penghambat implementasi Permendiknas No. 28 Tahun 2010 di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat; (3) Upaya mengatasi faktor penghambat. Jenis penelitian deskriptif pendekatan kualitatif. Lokasi; Dikpora, BKD dan SMP. Jenis data; primer dan sekunder. Informan; Kasi KPMP Dikmen, Kepala Mutasi BKD, dan Kepala SMP. Instrumen, peniliti sendiri. Pengumpulan data; observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis; Reduksi data, Penyajian data dan Penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data; triangulasi sumber dan teknik pengumpulan data. Hasil dan kesimpulan; 1) Perekrutan calon kepala SMP berdasar Permendiknas No.28/2010melalui; Pertama, pengumuman oleh Dikpora. Kedua, pengusulan oleh kepala sekolah. Ketiga, seleksi administrasi. Keempat, pengusulan oleh Dikpora; Jalur umum dan khusus; 2) Faktor penghambat, Dikpora sukar memahami Permendiknas tersebut, politisasi jabatan oleh Bupati. Faktor pendukung bertambahnya calon kepala sekolah berkualifikasi S2;3) Upaya mengatasi faktor penghambat, Dikpora menyesuaikan penerapan Permendiknas No.28/2010 dengan Permendiknas No.13/2007 dengan memberikan dispensasi kepada calon kepala sekolah terkait kelengkapan administrasi. Upaya pengangkatan kepala sekolah yang ditunjuk langsung Bupati yang berstatus Plt, ditugaskan pada sekolah SATAP.Kata kunci: Permendiknas No. 20, Mekanisme Perekrutan, Proses Pengangkatan, Tugas Guru Sebagai Kepala Sekolah
Perbedaan Pengembangan Kegiatan Profesi Konselor: Ditinjau Dari “Belum Dan Sudah” Memperoleh Sertifikat Pendidik Anies Lusiana; Endang Poerwanti
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11587

Abstract

Abstract: The purpose of this study to describe and analyze the differences in professional development. The purpose of this study to describe and analyze the differences in professional development activities and the counselors that have not been certified in junior derby Pasuruan. This research used a descriptive research comparative quantitative approach. The population in this study is junior counselors of Pasuruan many as 35 people. Data collection techniques by distributing questionnaires to the respondents. Data analysis was performed using descriptive analysis and comparative analysis. The analysis showed that the pedagogical counselor who has been certified by 83% with a performance score of 15 and counselors are not certified as much as 67% with a performance score of 12 out of a maximum score is 18. The personal competence counselor has been certified as much as 85% with a score of 24 and performance counselors are not certified as much as 64% with a performance score of 18 out of a maximum score is 28. social competence counselor who has been certified as much as 86% with a performance score of 19 and counselors that have not been certified as much as 64% with a performance score of 14 out of a maximum score is 22. the professional competence of counselor who has been certified by 32% with a performance score of 23 and counselors are not certified as much as 15% with a performance score of 11 out of the maximum score is 72.Keywords: Counselor profession, Competence counselor, Educator certification Abstrak: Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis perbedaan kegiatan pengembangan profesi konselor yang belum dan yang sudah sertifikasi di SMP sekota Pasuruan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif komparatif pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah konselor SMP SekotaPasuruan sebanyak 35 orang. Teknik pengumpulan data dengan cara membagikan angket kepada responden. Analisis data dilaksanakan menggunakan analisis deskriptif dan analisis komparatif. Hasil analisis menunjukkan menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik Guru BK/Konselor yang sudah sertifikasi sebanyak 83% dengan skor capaian 15 dan Guru BK/Konselor yang belum sertifikasi sebanyak 67% dengan skor capaian 12 dari skor maksimal yaitu 18. Sedangkan kompetensi kepribadian Guru BK/Konselor yang sudah sertifikasi sebanyak 85% dengan skor capaian 24 dan Guru BK/Konselor yang belum sertifikasi sebanyak 64% dengan skor capaian 18 dari skor maksimal yaitu 28. Kompetensi sosial Guru BK/Konselor yang sudah sertifikasi sebanyak 86% dengan skor capaian 19 dan Guru BK/Konselor yang belum sertifikasi sebanyak 64% dengan skor capaian 14 dari skor maksimal yaitu 22. Sedangkan kompetensi professional Guru BK/Konselor yang sudah sertifikasi sebanyak 32% dengan skor capaian 23 dan Guru BK/Konselor yang belum sertifikasi sebanyak 15% dengan skor capaian 11 dari skor maksimal yaitu 72.Kata kunci: Profesi konselor, Kompetensi konselor, Sertifikasi pendidik

Page 1 of 1 | Total Record : 10