cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bahtera Sastra: Antologi Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2014): Sastra" : 11 Documents clear
KRITIK TEKS DAN TELAAH FUNGSI NASKAH WAWACAN BIDAYATUSSALIK Septiadi Sobar
Jurnal Bahtera Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2014): Sastra
Publisher : Jurnal Bahtera Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengangkat objek penelitian berupa naskah (manuskrip) yang berjudul Wawacan Bidayatussalik (WBS). Latar belakang penelitian ini didasari oleh keberagaman budaya Nusantara yang mengemban isi sangat kaya. Keberagaman tersebut dapat ditemukan pada teks naskah sebagai dokumen kesusastraan lampau yang mencatat perihal perkembangan sejarah, sosial, budaya dan tradisi di masyarakat. Dalam mengungkap berbagai aspek permasalahan pada naskah, penelitian ini menggunakan kajian filologis berupa kritik teks dengan penerapan metode edisi naskah standar. Kajian filologis menekankan pada aspek kajian fisik dan isi teks untuk menghasilkan edisi teks WBS. Pembahasan dilanjutkan dengan tinjauan kandungan teks dan fungsi berdasarkan edisi teks baru WBS. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi kepada masyarakat ihwal naskah sebagai dokumen budaya, dan berkontribusi bagi bidang ilmu lain sejarah, budaya, dan agama.Kata Kunci: filologi, naskah keagamaan, edisi teks, tinjauan kandungan isi, fungsi teks, dan wawacan Bidayatussalik.
SAJARAH CIJULANG: KRITIK TEKS, TINJAUAN ISI, DAN TINJAUAN FUNGSI Uyi Khodariah
Jurnal Bahtera Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2014): Sastra
Publisher : Jurnal Bahtera Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian terhadap naskah Sajarah Cijulang (SC) dilatarbelakangi oleh sulitnya mencari informasi naskah di masyarakat, serta pentingnya mengungkap informasi yang terkandung dalam naskah kuno sebagai hasil pemikiran masyarakat terdahulu. Penelitian ini menjawab beberapa persoalan, yakni mendeskripsikan kesalahan tulis yang terdapat pada naskah SC melalui proses kritik teks, menyajikan edisi teks dan terjemahan teks naskah SC yang mudah dibaca dan dipahami oleh pembaca masa kini, dan mendeskripsikan kandungan isi serta fungsi naskah SC. Untuk mencapai hal tersebut, dalam penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif analisis dan metode kajian filologi edisi standar. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi lapangan dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga kategori penyimpangan redaksional, adanya pengaruh Islam, Hindu, Jawa, dan Cirebon dalam teks naskah SC, serta fungsi naskah sebagai pengingat dan penghormatan terhadap leluhur. Kata Kunci: naskah, kritik teks, edisi teks, kandungan teks, tinjauan fungsi
REPRESENTASI CITRA ORANG INDONESIA DALAM PUISI MBELING KARYA REMY SYLADO Ilham Mahendra
Jurnal Bahtera Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2014): Sastra
Publisher : Jurnal Bahtera Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian terhadap kumpulan puisi berjudul Puisi Mbeling (PM) dilatarbelakangi oleh eksistensi puisi mbeling yang tenggelam pada saat ini, pandangan masyarakat, khususnya masyarakat sastra yang memandang rendah puisi mbeling serta  tidak berbobot, tidak berpesan, dan tidak berestetik. Penelitian ini menjawab beberapa persoalan, yakni mendeskripsikan struktur puisi mbeling dalam kumpulan puisi PM, mendeskripsikan representasi citra orang Indonesia dalam kumpulan puisi PM, dan mendeskripsikan model representasi yang dilakukan dalam kumpulan puisi PM. Untuk menjawab persoalan tersebut digunakan teori struktural dan pendekatan sosiologi sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode desktiptif analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi lapangan dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan tema yang diusung pada umumnya kritik dan sindiran terhadap orang Indonesia, citra orang Indonesia yang direpresentasikan orang Indonesia suka menyingkat salam, tidak pernah menggunakan otaknya, suka tobat sambal, berpikir praktis, berperilaku norak, sombong, dan hanya memikirkan urusan perut, serta model representasi yang dilakukan pada umumnya model representasi aktif.Kata kunci: puisi mbeling, struktur puisi, sosiologi sastra, representasi citra orang Indonesia
REPRESENTASI BUDAYA POPULER DALAM NOVEL ANAK B-JELL CHEERS KARYA THALIA SALSABILLA (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA) Rangga Saputra
Jurnal Bahtera Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2014): Sastra
Publisher : Jurnal Bahtera Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan sastra anak yang semakin berkembang pada masa sekarang dan kurang didukung penelitian akademisi mengenai sastra anak serta belum adanya penelitian mengenai telaah representasi budaya populer terhadap cerita anak dalam novel. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Dalam hal ini, cara kerja yang dilakukan adalah mendeskripsikan fakta cerita yang ada dalam karya sastra tersebut melalui tinjauan sosiologi sastra. Dalam penelitian ini yang dijadikan—dipilih dan ditetapkan—sebagai sumber data adalah novel anak B-Jell Cheers karya Thalia Salsabilla. Hasilnya, bentuk-bentuk budaya pop atau budaya populer tersebut bisa terlihat pada kedua aspek pembangun karya sastra. Representasi budaya pop tersebut baik tersirat maupun tersurat terlihat pada aspek fakta cerita dan sarana ceritanya.Kata Kunci: Budaya Populer, Sastra Anak, Representasi, Sosiologi Sastra
WAWACAN SAPRI: KRITIK TEKS DAN TINJAUAN KANDUNGAN Arifudin Muhammad Rasyid
Jurnal Bahtera Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2014): Sastra
Publisher : Jurnal Bahtera Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakArtikel ini merupakan kajian terhadap naskah Wawacan Sapri yang ada di Desa Pasirhuni Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif analisis dengan menerapkan kritik teks naskah tunggal edisi standar. Kajian meliputi aspek teks naskah Wawacan Sapri dan tinjauan kandungan isi. Kajian teks menghasilkan edisi teks yang mudah dibaca dan terjemahan teks yang mudah dipahami serta terdapat refleksi kearifan lokal dalam bentuk pemakaian bendé. Terdapat pula kemiripan antara teks naskah Wawacan Sapri dengan Hikayat Indra Bangsawan versi Melayu dan versi Aceh. Bentuk teks naskah Wawacan Sapri berupa Pupuh (puisi terikat) yang sesuai dengan konvensi yang berlaku di masyarakat Sunda namun terdapat beberapa penyimpangan, yaitu penyimpangan guru wilangan pada beberapa pupuh.Kata kunci: Wawacan Sapri, pupuh, tinjauan kandungan
MAKNA KEMATIAN DALAM PUISI-PUISI JOKO PINURBO MELALUI PENDEKATAN SEMIOTIKA Wili Azhari
Jurnal Bahtera Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2014): Sastra
Publisher : Jurnal Bahtera Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa begitu maraknya tema kematian yang ditulis oleh penyair Indonesia maupun dunia. Kematian seakan-akan menjadi tema besar yang membayang-bayangi para penyair. Nama-nama besar seperti Chairil Anwar, Goenawan Mohamad, Sapardi Djoko Damono, Subagio Sastrowardoyo, Abdul hadi WM, Acep Zamzam Noor hampir dapat kita jumpai tema kematian pada beberapa puisinya. Berbeda dengan kebanyakan penyair lainnya yang cenderung mengungkap kematian dengan gaya liris. Kematian dalam puisi Joko Pinurbo digambarkan melalui simbol-simbol unik. Dengan kata lain, puisi-puisi yang ditulis Joko Pinurbo berbeda dari tradisi besar puisi lirik pada umumnya.Penelitian ini mendeskripsikan makna puisi Joko Pinurbo yang berpotensi menggambarkan kematian dengan menggunakan analisis semiotika yaitu ilmu tentang tanda. Sebuah karya sastra diteliti dan diinterpretasikan untuk menemukan makna yang terkandung dalam teks. Tiga langkah kerja semiotika yang digunakan adalah dengan menganalisis aspek sintaksis, aspek semantik dan aspek  pragmatik. Berdasarkan hasil analisis sintaksis didapatkan hubungan tanda-tanda dalam struktur kalimat; hasil analisis semantik diperoleh interpretasi antara tanda-tanda dan acuannya; hasil analisis pragmatik diperoleh hubungan antara pengirim dan penerimanya. Objek penelitian ini adalah puisi-puisi yang ditulis Joko Pinurbo berjudul “Keranda”, “Kain Kafan”, “Ranjang  Kematian” dan “Kalvari”. Pemilihan sumber data dalam penelitian ini dipilih dengan melihat sejauh mana entitas kematian yang digambarkan dalam teks puisi, selain itu pemilihan sumber data dipilih dengan memperhatikan unsur-unsur instrinsik yang berbeda dari setiap puisinya seperti bunyi, diksi dan kecenderungan gaya bahasa yang digunakan. Berdasaarkan serangkaian analisis tersebut maka, penelitian ini bermuara pada terungkapnya hal-hal sebagai berikut: (1) gambaran kematian yang terdapat dalam puisi “Keranda”, “Kain Kafan”, “Ranjang  Kematian” dan “Kalvari” dan perwujudannya dalam struktur puisi (2) makna kematian yang terdapat dalam puisi Joko Pinurbo berjudul “Keranda”, “Kain Kafan”, “Ranjang  Kematian” dan “Kalvari”. Kata kunci: puisi, kematian, semiotika, intertekstual, makna   
KESETARAAN GENDER DALAM CERPEN “CELEMEK RAKA” PADA MAJALAH BOBO TAHUN 2012 Inayah Hikmahwati
Jurnal Bahtera Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2014): Sastra
Publisher : Jurnal Bahtera Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBanyaknya gerakan akan membaca pada anak bisa diwujudkan dengan kecintaan anak pada sastra anak. Adanya pelakuan berbeda antara laki-laki dan perempuan melahirkan berbagai gerakan untuk menyetarakan gender. Melalui cerpen majalah Bobo pemahaman kesetaraaan gender mulai disosialisasikan kepada pembaca anak. Anggapan patriarki tentang pembagian gender dengan sektor pekerjaan seperti perempuan yang harus di ranah domestik dan laki-laki di ranah publik mulai berubah. Kemunculan kaum laki-laki pintar memasak di media massa baik itu televisi, ataupun koran, mulai diterima keberadaanya oleh masyarakat. Seperti yang diketahui memasak adalah salah satu pekerjaan domestik yang biasa dikerjakan oleh perempuan, melalui gambaran koki/shef pada laki-laki yang memasak mengubah pandangan bahwa pekerjaan domestik juga dapat dikerjakan oleh laki-laki. Peran laki-laki pada ranah domestik adalah salah satu tanda bahwa kesadaraan akan kesetaraan gender dalam masyarakat mulai ada.Kata kunci: kesetaraan gender, peran laki-laki, cerpen majalah Bobo
MAKNA KEMATIAN DALAM PUISI-PUISI JOKO PINURBO MELALUI PENDEKATAN SEMIOTIKA Wili Azhari
Jurnal Bahtera Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2014): Sastra
Publisher : Jurnal Bahtera Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa begitu maraknya tema kematian yang ditulis oleh penyair Indonesia maupun dunia. Kematian seakan-akan menjadi tema besar yang membayang-bayangi para penyair. Nama-nama besar seperti Chairil Anwar, Goenawan Mohamad, Sapardi Djoko Damono, Subagio Sastrowardoyo, Abdul hadi WM, Acep Zamzam Noor hampir dapat kita jumpai tema kematian pada beberapa puisinya. Berbeda dengan kebanyakan penyair lainnya yang cenderung mengungkap kematian dengan gaya liris. Kematian dalam puisi Joko Pinurbo digambarkan melalui simbol-simbol unik. Dengan kata lain, puisi-puisi yang ditulis Joko Pinurbo berbeda dari tradisi besar puisi lirik pada umumnya.Penelitian ini mendeskripsikan makna puisi Joko Pinurbo yang berpotensi menggambarkan kematian dengan menggunakan analisis semiotika yaitu ilmu tentang tanda. Sebuah karya sastra diteliti dan diinterpretasikan untuk menemukan makna yang terkandung dalam teks. Tiga langkah kerja semiotika yang digunakan adalah dengan menganalisis aspek sintaksis, aspek semantik dan aspek  pragmatik. Berdasarkan hasil analisis sintaksis didapatkan hubungan tanda-tanda dalam struktur kalimat; hasil analisis semantik diperoleh interpretasi antara tanda-tanda dan acuannya; hasil analisis pragmatik diperoleh hubungan antara pengirim dan penerimanya. Objek penelitian ini adalah puisi-puisi yang ditulis Joko Pinurbo berjudul “Keranda”, “Kain Kafan”, “Ranjang  Kematian” dan “Kalvari”. Pemilihan sumber data dalam penelitian ini dipilih dengan melihat sejauh mana entitas kematian yang digambarkan dalam teks puisi, selain itu pemilihan sumber data dipilih dengan memperhatikan unsur-unsur instrinsik yang berbeda dari setiap puisinya seperti bunyi, diksi dan kecenderungan gaya bahasa yang digunakan. Berdasaarkan serangkaian analisis tersebut maka, penelitian ini bermuara pada terungkapnya hal-hal sebagai berikut: (1) gambaran kematian yang terdapat dalam puisi “Keranda”, “Kain Kafan”, “Ranjang  Kematian” dan “Kalvari” dan perwujudannya dalam struktur puisi (2) makna kematian yang terdapat dalam puisi Joko Pinurbo berjudul “Keranda”, “Kain Kafan”, “Ranjang  Kematian” dan “Kalvari”. Kata kunci: puisi, kematian, semiotika, intertekstual, makna   
REPRSENTASI IDEOLOGI PATRIARKI DALAM NOVEL SEKUNTUM RUH DALAM MERAH KARYA NANING PRANOTO (KRITIK SASTRA FEMINIS) Junita Mohenny
Jurnal Bahtera Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2014): Sastra
Publisher : Jurnal Bahtera Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian terhadap novel Sekuntum Ruh dalam Merah ini dilatarbelakangi oleh kenyataan sosial tentang ideologi patriarki yang telah mendarah daging dalam masyarakat Indonesia dan mengakibatkan perempuan selalu berada di wilayah domestisitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan adanya ideologi patriarki dalam penyifatan perempuan, peran perempuan, adanya ketidakadilan oleh sebab ideologi patriarki, dan model representasi yang digunakan adalah model aktif. Kata kunci: representasi, ideologi patriarki, novel Sekuntum Ruh dalam Merah, kritik sastra feminis
STRUKTUR MENTAL PENGARANG HANNA FRANSISCA PADA KONDE PENYAIR HAN Faisal Syahreza
Jurnal Bahtera Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2014): Sastra
Publisher : Jurnal Bahtera Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra, menganalisis struktur mental pengarang dalam antologi puisi Konde Penyair Han. Adapun analisis isi dan bentuk, dimaksudkan untuk mengetahui tujuan estetik, bentuk cara pengarang menulis, isi atau gagasan yang diekspresikan pengarang dalam tulisannya. Dari struktur yang dimaksudkan itulah, terkandung pengertian relasi timbal balik antara bagian-bagiannya dan antara keseluruhannya. Metode yang dipergunakan dalam analisis teks untuk mengetahui strukturnya, kemudian dipergunakan memahami lebih dalam lagi gejala sosial yang di luar sastra. Berdasarkan hasil analisis struktur didapatkan hubungan puisi pada antologi puisi Konde Penyair Han dengan kesatuan yang bulat dan utuh, tidak dapat dipisahkan. Bentuk struktur puisi ditelaah unsur-unsurnya hanya dalam kaitannya dengan gejala sosial di masyarakat. Unsur-unsur itu hanyalah berarti dalam totalitasnya dengan keseluruhannya. Dari unsur-unsur puisi dalam antologi puisi Konde Penyair Han dapat diketemukan jenis dan bentuk diskriminasi yang diterima oleh Etnis Tionghoa dari kaum pribumi di Indonesia. Kata Kunci: pengarang, diskriminasi, Tionghoa

Page 1 of 2 | Total Record : 11