cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL EKSEKUTIF
ISSN : 23375736     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 4 (2015)" : 155 Documents clear
PELAKSANAAN HUMAN RELATIONS DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN Tombe, Glen T.
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya keterlibatan semua unsur pemerintahan di desa Tanah Putih Kabupaten Minahasa Utara, dalam pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan di tingkat Desa.Oleh karena itu, dibutuhkan human relations dengan memberikan rasa nyaman, aman dan hati yang puas dalam bekerja, sehingga meningkatkan pembangunan masyarakat di desa dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Secara singkat human relations adalah suatu proses interaksi yang terjadi antara seseorang dengan orang lain untuk mendapatkan adanya saling pengertian, kesadaran dan kepuasan psikologis. Dalam teori human relations beranggapan bahwa komunikasi interpersonal untuk mengubah perilaku seseorang lewat interaksi untuk membangun suasana akrab dalam kerja sama yang dapat memberikan motivasi dalam bekerja dengan perasaan puas. Dalam Teori Pemerintahan, tugas pokok pemerintahan yaitu: Pelayanan (service), pemberdayaan (empowerment), dan pembangunan (development). Dipandang dari segi human relations, keberhasilan seseorang dalam melaksanakan tugas dan fungsi yang diamanahkan, haruslah dapat diukur dari ketiga fungsi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif yang bermaksud untuk membuat pencandraan (deskripsi) mengenai situasi atau kejadian-kejadian. Informan penelitian berjumlah 15 orang dan teknik pengumpulan datanya adalah studi dokumentasi, wawancara mendalam dan observasi. Sedangkan teknik analisa datanya adalah analisis data kualitatif. Kata Kunci : Human Relations, Pemerintahan
PERANAN DINAS PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF DALAM MENGELOLA WISATA PANTAI KABUPATEN BANGGAI LAUT BABO, JAMES P.
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbicara mengenai potensi alam, Indonesia begitu sangat kaya akan hal itu, di berbagai daerah bahkan mengelolanya untuk menjadi sumber pendapatan asli daerah yang besar.Dalam hal ini potensi alam yang cukup menarik untuk dikembangkan adalah bagian potensi  pantai, dimana potensi ini bisa dikembangkan menjadi sebuah objek wisata. Salah satu daerah yang kaya akan potensi wisata pantai adalah daerah Kabupaten Banggai Laut, sesuai dengan namanya Banggai Laut yang artinya kaya dengan potensi kelautan, dimana dalam hal ini adalah potensi Pantai yang begitu banyak dan mempunyai keindahan alam yang begitu menarik, namun yang menjadi masalahnya keindahan tersebut hanya terbiarkan begitu saja hal ini disebabkan karena belum ada pengelolaan yang baik dari Pemerintah setempat, misalnya pantai yang ada di Desa Kelapa Lima yang memilki keindahan pasir putih, namun belum dikelola,padahal tempat ini sering menjadi tempat favorit bagi orang –orang yang tidak hanya dalam daerah saja, tapi luar daerah untuk menghabiskan waktu bersama dengan keluarga, teman-teman, di akhir pekan atau hari-hari libur. Potensi ini harus diperhatikan oleh Pemerintah setempat, karena dampaknya bukan hanya mengangkat nama baik daerah, tapi bisa menjadi sumber pendapatan bagi daerah untuk kesejahteraan rakyat.  Agar suatu potensi itu bisa berjalan dengan baik pemerintah harus bekerja sama dengan Pihak Ketiga, dan masyarakat, bahkan yang saya harapakan tempat wisata ini bisa menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan-kegiatan nasional maupun internasional. Dalam penelitian ini mengenai peran dari Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif itu sendiri adalah strategi mereka dalam mengelola sera mengembangkan potensi wisata pantai yang ada di daerah Kabupaten Banggai Laut, khususnya yang ada di desa Kelapa Lima ini, metode penelitian yang saya gunakan dalam hal ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu metode yang dipakai untuk menggambarkan suatu masalah yang ada dalam penelitian. Ketika Mengenai peran dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mengelola wisata pantai Kabupaten Banggai Laut dalam hal ini mereka sudah mulai bekerja , walaupun masih belum lama terbentuk, hal itu bisa dilihat dari rencana program kerja yang mereka miliki, bahkan mereka mulai menggambarkan atau membuat suatu konsep tata letak dari wisata yang ada. Dalam penelitian ini ada beberapa hal yang saya harapkan untuk bisa saya rekomendasikan  pertama cara untuk agar wisata pantai ini bisa terkelola dengan baik, yakni Dinas terkait melibatkan pihak ketiga yang mempu mengajak masyarakat setempat untuk bisa terlibat langsung, bahkan menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setempat yakni masyarakat sekitar bisa menjual hasil-hasil alam mereka kepada setiap wisatawan yang datang, kemudian cara mengelolanya, dimana tempat ini harus bisa disediakan fasilitas-fasilitas yang menunjang wisata ini. Kata kunci : Peran, Dinas Pariwisata, Wisata Pantai
PERANAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL (SUATU STUDI PADA INDUSTRI KECIL PENGOLAHAN BUAH PALA DI KABUPATEN KEPULAUAN SITARO) Gumunggilung, Chris Peter
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kecil merupakan salah satu bentuk alternatif strategi untuk mendukung pengembangan perekonomian daerah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan pemerintah daerah terhadappengembangan industri kecil di Kabupaten Kepulauan Sitaro dalam hal meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan kualitas mutu/kualitas produk dan mengatur strategi pemasaran.Pengumpulan data akan dilakukan dengan menggunakan metode yang umumnya digunakan pada pendekatan kualitatif yaitu observasi, wawancara mendalam (in depth interview). Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Kepulauan Sitaro dalam hal  meningkatkan kualitas  Sumber Daya Manusia (SDM), peningkatan mutu/kualitas produk, sudah dilakukan dilihat dari beberapa program yang dilakukan oleh pemerintah, sedangkan dalam hal strategi pemasaran masih kurang diperhatikan dilihat dari kurangnya program dalam hal pemasaran.
EFEKTIFITAS PEMEKARAN DESA DALAM MEWUJUDKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK (Suatu Studi di Desa Tempok dan Tempok Selatan Kecamatan Tompaso) Poli, Jeilen
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas pemekaran desa dikecamatan tompaso khususnya didesa tempok dan tempok selatan kabupaten minahasa yang dimekarkkan pada tahun 2012. Metodelogi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan analisa kualitatif dimana proses penelitian ini dipusatkan pada masalah maupun fenomena yang ada pada saat penelitian dilakukan atau pada masalah yang bersifat aktual, kemudian menggambarkan fakta-fakta tentang masalah yang diselidiki sebagaimana adanya diiringi dengan interpretasi yang rasional dan akurat. Hasil penelitian yang penulis lakukan membuktikan bahwah pemekaran didesa tempok dan tempok selatan  membawah dampak yang baik bagi masyarakat, karena ruang lingkup kerja pemerintah desa diperkecil sehingga pelayanan kepada masyarakat sangat baik dapat dilihat dari kesejahteran masyarakatnya dan lebih nyata adalah pembangunan fisik desa yang lebih cepat berkembang jika dibandingkan dengan sebelum dimekarkan.   Kata kunci : Efektifitas, Pemekaran, Pelayanan Publik
“Kepemimpinan Lurah Dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Aparatur Kelurahan Tidore Kabupaten Kepulauan Sangihe” lahabir, Juliyanti
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penyelenggaraan pemerintahan kemampuan seorang pemimpin dalam memimpin sangatlah menentukan keberhasilan dari organisasi yang dipimpinnya. Kepemimpinan pada hakikatnya merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk membina, membimbing, mengarahkan dan mengerakkan orang lain agar dapat bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pemimpin perlu melakukan serangkaian kegiatan diantaranya adalah mengarahkan orang-orang yang terlibat dalam organisasi yang dipimpinnya. Seiring dengan perkembangan zaman, tuntutan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang berkualitas terus meningkat dari waktu ke waktu. Tuntutan tersebut semakin berkembang seiring dengan tumbuhnya kesadaran bahwa warga negara memiliki hak untuk dapat diberikan pelayanan. Penyediaan pelayanan publik merupakan kewajiban yang harus diselenggarakan pemerintah untuk masyarakat, namun dalam penyelenggaraan pelayanan publik tersebut kenyataannya masih belum terlaksana secara maksimal. Di kelurahan Tidore Kecamatan Tahuna Timur efektivitas kerja aparatur kelurahan dalam pelayanan publik belum maksimal. Hal ini terlihat dari kurangnnya disiplin kerja yang ditunjukan aparatur yang ada dikelurahan Tidore. Berdasarkan hasil temuan  tersebut kepemimpinan lurah dalam meningkatkan disiplin kerja aparatur yang ada di kelurahan Tidore belum maksimal.   Key words : Kepemimpinan Lurah, Disiplin Kerja, Aparatur Kelurahan.    
KINERJA DINAS TENAGA KERJA DALAM MENANGANI PENGANGGURAN DI KOTA MANADO Sumahi, Rehabeam
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kinerja Dinas Tenaga Kerja dalam menangani pengangguran di Kota Manado.Metodelogi yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan jenis atau metode penelitian kualitatif.Kemudian menggambarkan fakta-fakta tentang masalah yang diselidiki sebagaimana adanya diiringi dengan interpretasi yang rasional dan akurat.Model penelitian kualitatif ini biasanya digunakan dalam pengamatan dan penelitian sosial. Hasil penelitian yang penulis lakukan membuktikan bahwa kinerja Dinas Tenaga Kerja dalam menangani pengangguran di Kota Manado belum semaksimal seperti yang diharapkan, karena jumlah pengangguran di Kota Manado masih cukup banyak, walaupun dari data yang ada menunjukan adanya penurunan angka pengangguran dari tahun 2013 ke tahun 2014 yaitu, 2013 berjumlah 20.947 orang (10,84%) dan tahun 2014 berjumlah 16.791 orang (8,78%) akan tetapi masyarakat Kota Manado belum seutuhnya merasa puas dengan kinerja dari Dinas Tenaga Kerja karena masala upah/gaji yang diberikan oleh para pengusaha kepada pekerja/buruh tidak sesuai dengan Upah Menimum Pegawai (UMP) Kota Manado sehinga ada sebagian yang memilih untuk menganggur bahkan masalah Sumber Daya Manusia yang masih dibawah rata-rata. Kata Kunci : Kinerja, Dinas Tenaga Kerja, dan Pengangguran.
PERAN KEPALA BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA DALAM MEMNINGKATKAN DISIPLIN KERJA PEGAWAI (Studi Di Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintahan Desa Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro) PATARA, JEIN ANJELA
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran pemerintah di era reformasi sekarang ini mesti lebih diarahkan pada penciptaan aparatur yang efisien, efektif, bersih, berwibawa serta mampu melaksanakan seluruh tugas- tugas umum pemerintah dengan sebaik-baiknya, dengan dilandasi semangat dan disiplin kerja yang baik pula.Tujuan lain dari peran kepala badan dalam  meningkatkan disiplin kerja adalah untuk mencapai efisiensi dan produktifitas yang tinggi. peran adalah tindakan yang diharapkan seseorang didalam kegiatan yang berhubungan dengan orang lain. Hal ini timbul sebagai akibat- akibat kedudukan yang dimiliki dalam struktur sosial dalam interaksi dengan sesamanya. Penelitian ini disusun berdasarkan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif.  Hasil penelitian menunjukan bahwa peran kepala badan sangat mempengaruhi disiplin kerja pegawai yang menjadi bawahan, kepala badan perlu meninjau kembali perilaku dan kepribadian yang terlanjur melekat dalam peran yang dibawakannya selaku pimpinan dengan memperhatikan aspirsi, perasaan dan penilaian para pegawai yang menjadi bawahan, dimana peran yang sudah sesuai dan berdampak positif terhadap simpati dan respek bawahan tetap dijaga dan ditingkatkan. Sedangkan peran yang masih belum sesuai harus diperbaiki, dirubah dan disesuaikan dengan tuntutan kondisi dan perkembangan psikologis para bawahan,  sebagaimana para bawahan secara berjenjang dalam jabatan dan kepangkatan mereka masing-masing dan berusaha melakukan perannya agar dapat menjadi contoh dan motivasi diri sendiri maupun pegawai lain disekitar mereka, maka terlebih kepala badan selaku pimpinan instansi harus bersedia melepaskan diri dari ego selaku orang istimewa, tetapi perlu menerapkan peran yang sama dan sejalan dengan harapan dan aspirasi para pegawai yang menjadi bawahannya Kata Kunci : Peran Kepala Badan Dan Disiplin Kerja Pegawai
PERAN KEPALA DESA DALAM PEMBANGUNAN JALAN DESA DI DESA SAWANGAN KECAMATAN AIRMADIDI KABUPATEN MINAHASA UTARA Gunawan, Vindy
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan yang dilaksanakan di Pedesaan atau tingkat Kelurahan merupakan realisasi pembangunan nasional. Untuk menunjang pembangunan di pedesaan atau tingkat Desa peran serta pemerintah serta partisipasi seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan. Dalam merealisasikan tujuan pembangunan, maka segenap potensi alam harus digali, dikembangkan, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, demikian pula halnya sumber daya manusia harus lebih ditingkatkan sehingga dapat mengembangkan potensi alam secara maksimal agar tujuan pembangunan dapat tercapai. Dalam undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa pada pasal 26 mengatakan Kepala Desa bertugas menyelenggarakan Pemerintahan Desa, melaksanakan Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa. Berdasarkan undang-undang tersebut jelas dimanfaatkan kepada kepala desa untuk menyelenggarakan pembangunan Desa, tentunya dengan segala kapasitas yang diberikan kepadanya salah satunya menggunakan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan bertujuan untuk mengetahui peran dari kepala desa dalam pembangunan jalan desa. Dari hasil penelitian ternyata kepala desa berperan aktif dalam proses pembangunan desa terutama jalan desa, dari proses perencanaan pelaksanaan sampai tahap evaluasi.   Key words : Kepala Desa, Pembangunan, Jalan Desa  
KINERJA DINAS PERTANIAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA DALAM PROGRAM BANTUAN PENINGKATAN HASIL PERTANIAN DI DESA BETELEN KECAMATAN TOMBATU Tumiwa,, Vijay L.
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Undang-Undang RI No. 41 Tahun 2009 psl 6 Pemerintah dan Pemerintah daerah wajib melindungi dan memberdayakan petani, kelompok petani, koperasi petani, serta asosiasi petani. Sulawesi utara merupakan salah satu daerah di Indonesia yang mempunyai luas pertanian yang patut dibangakan. Karena, Sulawesi utara turut serta dalam menjaga kestabilitan pangan bahkan sebagai swasembada. Dengan adanya berbagai hasil pertanian di Sulawesi utara salah satunya daerah kabupaten Minahasa Tenggara yang menghasilkan berbagai komoditi hasil pertanian sehingga mengundang berbagai daerah lain untuk mepelajari bagaimana kelompok-kelompok petani di kabupaten Minahasa Tenggara lebih khususnya di desa betelen kecamatan Tombatu. Dalam upaya pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara dalam mengupayakan peningkatan hasil pertanian melalui bantuan yang ada sehingga, pemerintah daerah tersebut mengeluarkan program SAMISADE Satu milyar satu desa yang di dalamnya sudah termasuk pendidikan, infrastruktur dan pertanian. Dalam konteks penyelenggaraan program bantuan peningkatan hasil pertanian bagaimana pemerintah kabupaten Minahasa Tenggara khususnya kinerja Dinas pertanian mengupayakan agar program bantuan peningkatan hasil pertanian di daerah tersebut khususnya Desa Betelen Kecamatan Tombatu. Agar dapat menjaga dan menstabilkan pangan di kabupaten Minahasa Tenggara. Pelaksanaan Kinerja Dinas Pertanian yang ada didesa Betelen terbagi atas dua program fisik dan program non fisik, sedangkan program fisik itu pada pembuatan jalan pertanian sedangkan non-fisik itu yakni program pembinaan generasi muda para kelompok tani yang dilakukan kepala desa melalui aspek keagamaan dan aspek ekonomi. Melalui aspek keagamaan kepala desa melakukan pembinaan dengan cara melakukan pembinaan lewat Gereja, sedangkan melalui aspek ekonomi melalui organisasi kelompok tani melalui pembinaan pinjaman modal usaha dari PNPM dengan bunga yang sangat kecil. Peran kepala desa sebagai Pembina Masyarakat dalam Kelompok Tani. Pembinaan kehidupan masyarakat desa dialkukan oleh kepala desa melalui nilai-nilai kearifan local dan modal social yang dianut oleh masyarakat desa sejak dulu, yakni menumbuhkan kembali semangat gotong royong. Sedangkan kepala desa menggunakan konsep kesadaran dan keamanan dari masyarakat sendiri. Kegiatan sehari-hati dilakukan dengan cara bergotong royong, baik itu dalam membersihkan desa atau melakukan pembangunan desa melalui program pemerintah dengan adanya kelompok tani. Kata kunci : Kinerja, Dinas Pertanian, Hasil Pertanian
PERANAN DINAS PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF DALAM MENGELOLA WISATA PANTAI KABUPATEN BANGGAI LAUT BABO, JAMES P.
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbicara mengenai potensi alam, Indonesia begitu sangat kaya akan hal itu, di berbagai daerah bahkan mengelolanya untuk menjadi sumber pendapatan asli daerah yang besar.Dalam hal ini potensi alam yang cukup menarik untuk dikembangkan adalah bagian potensi  pantai, dimana potensi ini bisa dikembangkan menjadi sebuah objek wisata. Salah satu daerah yang kaya akan potensi wisata pantai adalah daerah Kabupaten Banggai Laut, sesuai dengan namanya Banggai Laut yang artinya kaya dengan potensi kelautan, dimana dalam hal ini adalah potensi Pantai yang begitu banyak dan mempunyai keindahan alam yang begitu menarik, namun yang menjadi masalahnya keindahan tersebut hanya terbiarkan begitu saja hal ini disebabkan karena belum ada pengelolaan yang baik dari Pemerintah setempat, misalnya pantai yang ada di Desa Kelapa Lima yang memilki keindahan pasir putih, namun belum dikelola,padahal tempat ini sering menjadi tempat favorit bagi orang –orang yang tidak hanya dalam daerah saja, tapi luar daerah untuk menghabiskan waktu bersama dengan keluarga, teman-teman, di akhir pekan atau hari-hari libur. Potensi ini harus diperhatikan oleh Pemerintah setempat, karena dampaknya bukan hanya mengangkat nama baik daerah, tapi bisa menjadi sumber pendapatan bagi daerah untuk kesejahteraan rakyat.  Agar suatu potensi itu bisa berjalan dengan baik pemerintah harus bekerja sama dengan Pihak Ketiga, dan masyarakat, bahkan yang saya harapakan tempat wisata ini bisa menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan-kegiatan nasional maupun internasional. Dalam penelitian ini mengenai peran dari Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif itu sendiri adalah strategi mereka dalam mengelola sera mengembangkan potensi wisata pantai yang ada di daerah Kabupaten Banggai Laut, khususnya yang ada di desa Kelapa Lima ini, metode penelitian yang saya gunakan dalam hal ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu metode yang dipakai untuk menggambarkan suatu masalah yang ada dalam penelitian. Ketika Mengenai peran dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mengelola wisata pantai Kabupaten Banggai Laut dalam hal ini mereka sudah mulai bekerja , walaupun masih belum lama terbentuk, hal itu bisa dilihat dari rencana program kerja yang mereka miliki, bahkan mereka mulai menggambarkan atau membuat suatu konsep tata letak dari wisata yang ada. Dalam penelitian ini ada beberapa hal yang saya harapkan untuk bisa saya rekomendasikan  pertama cara untuk agar wisata pantai ini bisa terkelola dengan baik, yakni Dinas terkait melibatkan pihak ketiga yang mempu mengajak masyarakat setempat untuk bisa terlibat langsung, bahkan menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setempat yakni masyarakat sekitar bisa menjual hasil-hasil alam mereka kepada setiap wisatawan yang datang, kemudian cara mengelolanya, dimana tempat ini harus bisa disediakan fasilitas-fasilitas yang menunjang wisata ini. Kata kuncinya adalah Peran Dinas