cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL EKSEKUTIF
ISSN : 23375736     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 7 (2016)" : 56 Documents clear
Peranan Dinas Pertanian Dalam Pemberdayaan Petani Hortikultura di Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan Maindoka, Irna
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 7 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah daerah diharapkan bernisiatif membantu petani,  termasuk  dengan  memfasilitasi  petani  atau memberdayakan petani hortikultura.  Berbagai  permasalahan,  seperti  kelangkaan  pupuk,  fluktuasi  harga, pemasaran, dan kendala permodalan perlu di atasi. Penelitian ini akan mengkaji peranan pemerintah dalam memberdayakan petani Hortikultura di Minahasa Selatan. Berdasarkan permasalahan yang di hadapi oleh para petani kentang maka masalah pokok yang akan di teliti adalah Peranan Dinas Pertanian Dalam Pemberdayaan Petani Hortikultura di Kabupaten Minahasa Selatan khususnya Kecamatan Modoinding. Metode Penelitian yang digunakan adalah Metode Kualitatif dengan Teknik pengumpulan data yang akan peneliti gunakan yaitu Wawancara, Studi Dokumentasi, Observasi (pengamatan lapangan). Hasil penelitian mendapatkan Peran Dinas Pertanian dalam Pemberdayaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian terkait dengan tugas pokok dan fungsinya untuk mempengaruhi, mengarahkan dan menggerakan prilaku warga desanya untuk bekerja berasama-sama dalam rangka mencapai tujuan yang di kehendaki. Terkait dengan hal tersebut, maka dapat dilihat peran tersebut  sebagai berikut : Pemberian dukungan, Fasilitasi Kelompok Petani, Mengembangkan Jaringan, Memberikan Pelatihan, Management Financial, Pemerintah dalam Menyelesaikan Permasalahan dan Beberapa Program Petani. Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka diperoleh kesimpulan yang menyangkut penelitian terkait Peran Dinas Pertanian, Peikanan dan Peternakan Kabupaten  Minahasa Selatan  sebagai  perwakilan  dari  Pemerintah  dalam Pemberdayaan Petani Hortikultura di Kabupaten Minahasa Selatan telah berjalan. Namun pemberdayaan yang diberikan oleh pemerintah belum berhasil sepenuhnya, karena jika dilihat dari keadaan petani yang ada dilapangan saat ini, petani masih mengalami ketergantungan terhadap bantuan dari pemerintah, dan juga  petani belum  mampu menaikan kembali produktifitasnya hingga mengekspor hasil pertaniannya. Penyuluhan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan masih mengalami kendala, yaitu minimnya tenaga penyuluh dan sarana prasarana bagi peyuluh, sehingga akan memperlambat proses peyuluhan kepada petani, belum adanya lembaga simpan pinjam khusus bagi petani, petani masih susah untuk mendapatkan akses dari bank umum atau swasta,  sehingga  perlu  adanya  lembaga  simpan  pinjam  khusus bagi petani.
PERAN APARATUR PEMERINTAH DESA DALAM PELAYANAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI UGUY, FRISKA NEILA
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 7 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pemerintah juga dalam pembangunan desa dititik beratkan kepada upaya untuk meletakan dasar-dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan pembanguan yang disesuaikan dengan kondisi daerah yang ada di desa.Setiap kebijakan dan langkah yang diambil pemerintah diarahkan kepada terjaminnya keserasian antara pembangunan daerah pedesaan dan daerah perkotaan yang menjadi pusatnya, serta kepada pemecahan masalah daerah pedesaan itu sendiri. Berdasarkan alasan tersebut di atas, maka penelitian ini lebih cenderung pada pembanguan  jalan setapak yang di lakukan pemerintah agar supaya dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan dalam pembangunan yang dilakukan di Desa tolombukan 1 (satu). untuk itu penulis melakukan penelitian tentang Peran Aparatur Pemerintah Dalam Pelayanan PNPM MANDIRI di Desa Tolombukan 1 Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara. Sayapun melakukan wawancara kepada hukum tua Tolombukan satu Bapak Jelfi Uguy beliau mengatakan bahwa pada intinya dalam membangun Desa kita harus adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah agar sgalanprogram pembangunan yang akan dilakukan dapat berjalan dengan baik. Karena sangat penting untuk memudahkan pekerjaan pembangunan yang ada khususnya dalam pembuatan jalan setapak, oleh karena itu perlu ada hubungan yang baik salalu antara pemerintah dan masyarakat. Program nasional ini juga mempermudah aparatur pemerintahdalam segala program pembangunan yang ada di desa tolombukan satu, karena pembangunan desa itu merupakan sebuah kebutuhan yang utama dengan meningkatkan tata pemerintahan yang khususnya yang ada di Desa Tolombukan Satu sehingga adapaun salah satu masyarakat yang memberikan komentar mengenai PNPM Mandiri ini yang mengatakan “ saya melihat pendekatan terpadu PNPM Mandiri pedesaan ini sangat berguna. Bagi saya, itu sangat baik karena kebutuhan masyarakat bervariasi dan semua program tidak dapat melakukan semuanya.Meskipun dalam menjalankan progam pasti terdapat tantangan atau permasalahan yang ada, namun hal itu selalau dapat teratasi dengan adanya kerjasama dengan saling melengkapi dan dengan mencapai tujuan secara bersama”.   Kata kunci: Aparatur pemerintah,pelayanan masyarakat
PERAN KEPEMIMPINAN CAMAT DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN KERJA PEGAWAI DI KANTOR KECAMATAN TAGULANDANG SELATAN KABUPATEN SIAU TAGULANDANG BIARO Ponto, Sri Timur Sari
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 7 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disiplin Pegawai Negeri Sipil adalah Kesanggupan Pegawai Negeri Sipil untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dan/atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi hukuman mati. Kepemimpinan merupakan suatu seni, yaitu seni mempengaruhi orang lain agar melakukan tindakan dan perbuatan yang dinginkan pemimpin. Kecamatan merupakan perangkat daerah kabupaten/kota sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu dan dipimpin oleh Camat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran kepemimpinan Camat dalam meningkatkan disiplin kerja pegawai di Kecamatan Tagulandang Selatan. Hasil dari penelitian ini sudah dikatakan baik, peran tersebut meliputi pemberian penjelasan pada pegawai, dukungan fasilitas kantor, tanggung jawab pada pekerjaan, disiplin kehadiran , pengawasan. Agar disiplin di Kecamatan Tagulandang Selatan dapat terlaksana dengan baik Camat harus melakukan pembinaan  supaya dapat ditingkatkan lagi  disiplin kerja pegawai dengan menfokuskan pada masing-masing bidang pegawai atau menurut kemampuannya Kata Kunci : Peran, Kepemimpinan, Disiplin Kerja
PERANAN CAMAT DALAM MENINGKATKAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN DI DESA ONGKAW KECAMATAN SINONSAYANG KABUPATENMINAHASA SELATAN MAMANGKEY, ALFA
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 7 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Camat mengembang tugas kepada usaha-usaha untuk memperlancar kegiatan pemerintah dan pembangunan, keberhasilan seorang camat dalam merangkul warga masyarakat dan membina melakukan pembinaan kepada terhadap masyarakat tersebut akan mencerminkan kegiatan-kegiatan penyelenggaraan dalam  pemerintah dan pembangunan tidak berjalan dengan yang diharapkan khususnya dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat. Peranan Camat adalah suatu langka yang di ambil oleh camat dalam ranga meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat.Adapun maksud dan tujuan tersebut yaitu Camat harus mampu mendorong dan mengarahkan warga masyarakatnya untuk bersama-sama meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya yang ada di Desa Ongkaw. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan kepada camat, sekretaris camat, kepala desa, sekretaris desa, dan kepala kepolisian sinosayang, mengenai peranan camat dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya yang ada di desa ongkaw, maka akan diuraikan analisa-analisa yang merupakan hasil dari penelitian ini. Kata Kunci :Peran Camat, Meningkatkan Keamanan
PENGARUH PROFESIONALISME TERHADAP KINERJAAUDITOR INSPEKTORAT DAERAH KABUPATEN MINAHASA TENGGARA PELLENG, BRYANT
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 7 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar pemeriksaan keuangan negara menuntut adanya profesionalisme sebagai salah satu syarat terwujudnya akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara. Dalam melaksanakan tanggung jawab profesionalnya, auditor  harus memahami prinsip-prinsip pelayanan kepentingan publik serta menjunjung tinggi integritas, obyektivitas, dan independensi. Auditor harus memiliki sikap untuk melayani kepentingan publik, menghargai dan memelihara kepercayaan publik, dan mempertahankan profesionalisme serta bertanggung jawab merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan untuk memenuhi tujuan pemeriksaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran pengaruh profesionalisme terhadap kinerja auditor (variabel dependen) baik secara parsial dan simultan melalui variabel profesionalisme (independen) yang diurai menjadi lima bagian (pengabdian pada profesi, kewajiban sosial, kemandirian, keyakinan terhadap profesi, dan hubungan sesama profesi), serta untuk mengetahui faktor-faktor yang turut mempengaruhi kinerja auditor inspektorat selain profesionalisme. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 15 responden yang merupakan auditor di Inspektorat Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara. Data primer diperoleh lewat kuesioner dan kemudian dianalisis lewat uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik dengan menggunakan uji normalitas dan heterokedastisitas, analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis lewat uji f (pengaruh simultan) dan uji t (pengaruh parsial). Seluruh pengujian dibantu dengan  software SPSS (Statistical Program for Social Scienses) 22 for windows version. Berdasarkan hasil analisis penelitian menggunakan regresi berganda di peroleh persamaan Ŷ = 5,274 + 0,227X1 + 0,336X2 + 0,079X3 - 0,087X4 + 1,214X5. Secara simultan profesionalisme berpengaruh secara positif terhadap kinerja auditorterbukti dengan uji f dimana nilai fhitung (23,651)> dari ftabel (3,48) dan nilai Sig  0,00 < 0,05. Sedangkan ketika  diuji secara parsial, hanya variabel pengabdian pada profesi (X5) yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja auditor dimana nilai thitung X5 (4,863) > dari ttabel (2,62) dan nilai Sig  0,000< 0,05. Adapun nilai koefisien korelasi (r) profesionalisme bernilai 0,803 sehingga masuk dalam kategori sangat kuat hubungannya dengan kinerja, sedangkan koefisien determinasi (r square) bernilai 0,645 yang berarti secara simultan pengaruh profesionalisme terhadap kinerja adalah sebesar 64,5%, sedangkan 35,5% lainnya merupakan faktor lain yang diprediksi adalah tingkat pendidikan, latar belakang disiplin ilmu, pengalaman, usia, gaji dan tunjangan, serta peran atasan dan faktor lain yang tidak diteliti lebih lanjut dalam penelitian ini.   Kata Kunci :Profesionalisme, Kinerja, Auditor Inspektorat 
Peranan Dinas Pertanian Dalam Pemberdayaan Petani Hortikultura di Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan Maindoka, Irna
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 7 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa hal yang dilakukan Dinas Pertanian dalam pemberdayaan Petani Hortikultura yakni : 1). Menciptakan suasana yang memungkinkan potensi masyarakat untuk berkembang, 2). Memperkuat  potensi  yang  dimiliki  oleh  rakyat  dengan  menerapkan langkah-langkah nyata, 3). Melindungi dan membela kepentingan masyarakat lemah. Kemudian dapat dirumuskan peranan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Minahasa Selatan terhadap masyarakat petani adalah 1). Pemberdayaan petani dengan melaksanakan  program  pembinaan  dan  penyuluhan,  2).  Pengembangan kemitraan dan usaha agribisnis, 3). Penguatan modal dengan dana bantuan pinjaman  langsung  pada  masyarakat  untuk  modal  usahatani,  4).  Peningkatan sarana dan prasarana pertanian, 5). Pengembangan Kelembagaan. Mengingat komoditas  tanaman  padi dan kacang hijau merupakan  komoditas  andalan  dan unggulan. Selain itu, lahan sawah merupakan sumber pendapatan dan penopang hidup  yang  sangat  diandalkan  sebagai  petani.  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa peran Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Minahasa Selatan dalam pembinaan dan penyuluhan,  berjalan dengan baik. Pemberdayaan yang dilakukan dalam bentuk penyuluhan, pengawas penangkar benih, pemberi bantuan bibit unggul, pendorong kemajuan teknologi,  pendampingan  dalam  pengelolaan  lahan,  dan  pendampingan dalam kelembagaan petani. Namun pemberdayaan yang diberikan oleh pemerintah belum berhasil sepenuhnya, karena jika dilihat dari keadaan petani yang ada dilapangan saat ini, petani masih mengalami ketergantungan terhadap bantuan dari pemerintah, dan juga  petani  kentang belum  mampu menaikan kembali produktifitasnya hingga mengekspor hasil pertaniannya. Sehingga tujuan dari pemberdayaan   untuk membuat petani mandiri, dan berdaya saing belum dapat tercapai.
Peranan Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Selatan Dalam Pemberdayaan Petani Hortikultura di Kecamatan Modoinding Tarandung, Efdi Steven
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 7 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah daerah diharapkan bernisiatif membantu petani,  termasuk  dengan  memfasilitasi  petani  atau memberdayakan petani hortikultura.  Berbagai  permasalahan,  seperti  kelangkaan  pupuk,  fluktuasi  harga, pemasaran, dan kendala permodalan perlu di atasi. Penelitian ini akan mengkaji peranan pemerintah dalam memberdayakan petani Hortikultura di Minahasa Selatan. Berdasarkan permasalahan yang di hadapi oleh para petani kentang maka masalah pokok yang akan di teliti adalah Peranan Dinas Pertanian Dalam Pemberdayaan Petani Hortikultura di Kabupaten Minahasa Selatan khususnya Kecamatan Modoinding. Metode Penelitian yang digunakan adalah Metode Kualitatif dengan Teknik pengumpulan data yang akan peneliti gunakan yaitu Wawancara, Studi Dokumentasi, Observasi (pengamatan lapangan). Hasil penelitian mendapatkan Peran Dinas Pertanian dalam Pemberdayaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian terkait dengan tugas pokok dan fungsinya untuk mempengaruhi, mengarahkan dan menggerakan prilaku warga desanya untuk bekerja berasama-sama dalam rangka mencapai tujuan yang di kehendaki. Terkait dengan hal tersebut, maka dapat dilihat peran tersebut  sebagai berikut : Pemberian dukungan, Fasilitasi Kelompok Petani, Mengembangkan Jaringan, Memberikan Pelatihan, Management Financial, Pemerintah dalam Menyelesaikan Permasalahan dan Beberapa Program Petani. Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka diperoleh kesimpulan yang menyangkut penelitian terkait Peran Dinas Pertanian, Peikanan dan Peternakan Kabupaten  Minahasa Selatan  sebagai  perwakilan  dari  Pemerintah  dalam Pemberdayaan Petani Hortikultura di Kabupaten Minahasa Selatan telah berjalan. Namun pemberdayaan yang diberikan oleh pemerintah belum berhasil sepenuhnya, karena jika dilihat dari keadaan petani yang ada dilapangan saat ini, petani masih mengalami ketergantungan terhadap bantuan dari pemerintah, dan juga  petani belum  mampu menaikan kembali produktifitasnya hingga mengekspor hasil pertaniannya. Penyuluhan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan masih mengalami kendala, yaitu minimnya tenaga penyuluh dan sarana prasarana bagi peyuluh, sehingga akan memperlambat proses peyuluhan kepada petani, belum adanya lembaga simpan pinjam khusus bagi petani, petani masih susah untuk mendapatkan akses dari bank umum atau swasta,  sehingga  perlu  adanya  lembaga  simpan  pinjam  khusus bagi petani.
PERAN PEMERINTAH MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DI DESA TOUNDANOU SATU KECAMATAN TOLUAAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA RUMENGAN, STEVE ROMMY
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 7 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kita memahami bahwa pembangunan di butuhkan untuk memecahkan berbagai masalah seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, pengangguran dan lain sebagainya. Namun pemahaman demikian tidak boleh di biarkan begitu saja tanpa adanya kritik maupun kontrol terhadapnya karena pada prinsipnya kehadiran pembangunan yang di asumsikan semula sebagai satu-satunya carauntuk dapat memecahkan masalah yang sudah di sebutkan di atas dapat berbalik fakta seperti kesenjangan sosial, ekonomi,politik dan kebudayaan. Bertitik tolak dari permasalahan di atas di butuhkan keterlibatan aktif dan keseriusan dari pemerintah dalam memainkan peranya serta melibatkan masyarakat dalam setiap proses pembangunan. Baik pemerintah pusat Daerah provinsi, Kabupaten/kota, kecamatan sampai pemerintah Kelurahan/desa bila pembangunan tersebut lebih di arahkan ke wilayah kelurahan/desa.Berdasarkan pemikiran di atas penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang topik: (Peran pemerintah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di desa toundanou satu kecamatan toluaan kabupaten minahasa tenggara). Penelitian ini bertujuan untuk memgetahui bagaimana peran pemerintah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Uuntuk mengetahui bagaimana tingkat partisipasi masyarakat dalam setiap proses pembangunan. Secara ilmiah, penelitian ini dapat memberikan sumbangan atau masukan dalam bidang ilmu pengetahuan khususnya di bidang ilmu pemerintahan. Secara praktis, penelitian ini juga di harapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran yang cukup berarti untuk pembangunan di desa toundanou satu kecamatan toluaan kabupaten minahasa tenggara. Konsep yang di pakai dalam menganalisa topik yang dipilih. Konsep peran, pemerintah, partisipasi masyarakat, pembangunan. Seperti yang di kemukakan oleh beberapa Ahli. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kwalitatif berdasarkan presentase. Data yang di peroleh dari hasil penelitian ini di gambarkan dengan kalimat menurut kategorinya untuk di simpulkan, apabila ada data-data berupa angka-angka hasil perhitungan di proses berdasarkan: Di jumblahkan di bandingkan dengan jumblah yang di harapkan dan hasilnya di presentasekan. Arikonto suharsimi ( 1998:246 ). Peran pemerintah dalam mengimplementasikan kebijakan program pembangunan desa sudah cukup baik karna masyarakat mendukung setiap proses pembangunan yang berjalan. Karna pemerintah sebagai motifator atau exekutor pembangnan. Dalam menjalankan pemerintahan sangat perlu melibatkan masyarakat, di samping itu juga pemerintah harus terus melakukan hal-hal yang menurut masyarakat baik dan dapat menyerap aspirasi yang mereka sampaikan. Kata Kunci : Peran Pemerintah, Partisipasi Masyarakat, Pembangunan.
PERANAN MASYARAKAT DESA DI KECAMATAN SILIAN RAYA DALAM PELAKSANAAN (GOOD GOVERNANCE) AKAY, DOLFI
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 7 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam UU No. 6 Tahun 2014 mengamanatkan pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan desa  mengutamakan pemanfaatan sumber daya manusia dan mendaya gunakan swadaya gotong royong masyarakat. Juga menekankan pada prinsip-prinsip demokrasi, peran serta masyarakat, pemerataan dan keadilan serta memperhatikan potensi dan keanekaragaman daerah. Pelaksanaan pemerintahan yang baik semakin berkembang di tengah-tengah masyarakat kita seiring dengan semakin tingginya kompleksitas permasalahan bangsa dalam berbagai aspek penyelenggaraan negara.Perkembangan ini ditandai dengan dikembangkannya paradigma baru di bidang politik pemerintahan yang saat ini dikenal secara luas dengan istilah good governance atau sering diartikan secara umum sebagai penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Untuk menghindari masalah yang akan muncul dalam mewujudkan good governance secara utuh dalam melaksanakan tugas-tugas umum pemerintahan maka peranan masyarakat diperlukan untuk menunjang pelaksanaan pemerintahan yang baik dalam pembangunan desa. Kenyataan yang dapat dilihat sekarang bahwa sampai saat ini pun pelaksanaan kehidupan negara, khususnya dalam konteks pemerintahan desa justru masih menghadapi berbagai masalah dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya guna mewujudkan good governance secara utuh. Dalam mewujudkan good governance secara utuh sangat tergantung kepada kemampuan pimpinan organisasi yang cakap dan terampil mengatasi berbagai masalah secara cepat, tepat dan praktis dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan juga oleh peranan masyarakat dalam berpartisipasi untuk menunjang pelaksanaan pemerintahan yang baik. Kata kunci : Peranan, Masyarakat, Good Governance
PERAN PEMIMPIN INFORMALDALAM PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN DI DESA AIRMADIDI ATAS KECAMATAN AIRMADIDI Sahafin, Fadly
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 7 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jelaslah disini bahwa partisipasi masyarakat merupakan pula salah satu penentu bagi keberhasilan pelaksanaan pembangunan. Dilain pihak bahwa pembangunan desa atau kelurahan diarahkan pada imbangan kewajiban antara pemerintah disatu pihak. Bahkan didalam pokok-pokok kebijaksanaan pembangunan desa dirumuskan bahwa mekanisme pembangunan desa atau kelurahan adalah merupakan perpaduan yang harmonis dan serasi antara dua kelompok kegiatan utama yaitu berbagai kegiatan pemerintah sebagai kelompok kegiatan yang pertama dan berbagai kegiatan prtisipasi masyarakat sebagai kelompok utama yang kedua. Faktor-faktor ini paling tidak menurut pengamatan penulis dapat meningkatkan partisipasi masyarakat melalui pemimpin informal dalam pelaksanaan pembangunan di Desa Airmadidi Atas. Salah satu bukti sarana pembangunan fisik yang dilaksanakan masyarakat atas peran dari pemimpin informal antara lain yaitu pengerasan jalan setapak. Dengan dukungan dari para pemimpin informal maka hampir semua elemen masyarakat mengambil bagian dalam pelaksanaan pembangunan ini.Masih banyak lagi bukti fisik hasil partisipasi masyarakat dalam pembangunan dengan peran pemimpin informal di dalamnya. Didalam kehidupan masyarakat, pemimpin informal sangat berpengaruh, baik didalam pelaksanaan pemerintahan maupun kepada masyarakat. Sebagai pemimpin informal yang dapat mewakili warga masyarakat, maka ia harus memiliki tingkat kemampuan yang tinggi dalam menggerakan partisipasi masyarakat. Berbagai upaya yang dilakukan para pemimpin informal adalah ingin membangkitkan semangat kerja yang tinggi dikalangan masyarakat tentang tanggung jawabnya dalam melaksanakan kegiatan pembangunan. Kemudian sikap mental masyarakat yang tradisional seperti sikap apatis, meremehkan segala sesuatu yang dianggap baik kearah yang lebih modern seperti sikap dinamis, kreatif, inovatif serta mampu bekerja sendiri.Dari hasil penelitian terhadap para informan, belum adanya kerjasama antara pemerintah dengan pemimpin informal dalam mendorong masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan.   Kata Kunci :Pemimpin Informal, Pembangunan desa