cover
Contact Name
Muhtarom
Contact Email
taromfu@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalteologia@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Theologia
ISSN : 08533857     EISSN : 2540847X     DOI : -
Jurnal THEOLOGIA, ISSN 0853-3857 (print); 2540-847X (online) is an academic journal published biannually by Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. It specializes in Islamic Studies (Ushuluddin) which particularly includes: Islamic Philosophy and Theology, Al-Quran (Tafsir) and Hadith, Study of Religions, Sufism and Islamic Ethics.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue " Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM" : 15 Documents clear
SIKAP DAN PANDANGAN ORANG-ORANG YAHUDI TERHADAP ISLAM Saidurrahman, Saidurrahman
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:This article discusses on the attitude of the Jews who claim to be the chosen peoples ourced from theological doctrine handed down from one generation to the next. Although existentially Jews acknowledge other nations, butitwas limited to there cognition of their existence, not on fundamental rights possessed. With that understanding, attitude and outlook superior to the other nations causing them easily perform a variety of cruelacts beyond the limits of humanity. History has recorded that the relationship between Muslims with Jews alwaystingedtensions for the sake of suspense. Of course, the tensionsarising from unfair attitude that made the Jews in many aspects. Al-Quran and Hadith following historical facts, as the main source of this article, informing us that the attitudes of the Jews against Muslimstend pejorative other than brutal. Criticism for the sake of criticism and even physical violence often they are addressed to Muslims. It happensin everytime and opportunity, not only at the time of the apostles before the Prophet Muhammad, on his future until the time we were the attitude of the Jewish people never change.Abstrak: Artikel membahas tentang sikap orang-orang Yahudi yang mengklaim sebagai bangsa pilihan bersumber dari doktrin teologis yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Meskipun secara eksistensial orang-orang Yahudi mengakui bangsa-bangsa lain, namun pengakuan itu hanya sebatas pada keberadaan mereka, bukan pada hak-hak dasar yang dimiliki. Dengan pemahaman itu, sikap dan pandangan lebih superior dibanding dengan bangsa-bangsa lain menyebabkan mereka mudah melakukan berbagai tindakan kejam di luar batas peri kemanusiaan.Sejarah telah merekam bahwa hubungan antara kaum Muslimin dengan orang-orang Yahudi selalu diwarnai ketegangan demi ketegangan.Tentu saja, ketegangan itu muncul akibat sikaptidak fair yang dilakukan orang-orang Yahudi dalam banyak aspek.Al-Quran dan hadis berikut fakta sejarah, sebagai sumber utama dalam tulisan ini, menginformasikan kepada kita bahwa sikap dan pandangan orang-orang Yahudi terhadap umat Islam cenderung peyoratif selain brutal.Kecaman demi kecaman bahkan kekerasan fisik kerap mereka tujukan kepada umat Islam.Hal itu terjadi dalam setiap waktu dan kesempatan, tidak hanya pada masa rasul-rasul sebelum Rasulullah Muhammad saw, pada masa beliau hingga masa kita pun sikap orang-orang Yahudi tidak pernah berubah.Keywords: Yahudi, Taurat, al-Quran, Zionisme, Nabi Muhammad.
KIDUNG RUMEKSA ING WENGI KARYA SUNAN KALIJAGA DALAM KAJIAN TEOLOGIS Sakdullah, M
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: this article aim to explore of Kidung Rumeksa Ing Wengi that written by Sunan Kalijaga, one of Walisongo members (the nine saints) at Java. In this Kidung, Sunan Kalijaga discussed on the danger of  night which came from genie (jin), satan, and man. To ward off the danger, he advocated Muslims to read it at night. For this reason, for Moslem Javanese especially, this Kidung is recognized the most sacral and they always read it every night to get the protection from God. Abstrak: artikel ini bertujuan mengeksplorasi Kidung Rumeksa Ing Wengi yang ditulis oleh Sunan Kalijaga, salah satu anggota dari Walisongo (sembilan wali) di Jawa. Dalam Kidung ini, Sunan Kalijaga membahas tentang bahaya malam hari yang berasal dari jin, setan, dan manusia. Untuk menangkal bahaya tersebut, iamenganjurkan umat Islam untuk membacanya pada malam hari. Untuk alasan ini, bagi Muslim Jawa khususnya, Kidung ini sangat sakral dan mereka selalu membacanya setiap malam untuk mem­peroleh perlindungan dari Tuhan. Keywords: Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Ahlu al-Sunnah wa al-Jamā`ah, Tuhan, manusia.
KIDUNG RUMEKSA ING WENGI KARYA SUNAN KALIJAGA DALAM KAJIAN TEOLOGIS Sakdullah, M
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: this article aim to explore of Kidung Rumeksa Ing Wengi that written by Sunan Kalijaga, one of Walisongo members (the nine saints) at Java. In this Kidung, Sunan Kalijaga discussed on the danger of  night which came from genie (jin), satan, and man. To ward off the danger, he advocated Muslims to read it at night. For this reason, for Moslem Javanese especially, this Kidung is recognized the most sacral and they always read it every night to get the protection from God. Abstrak: artikel ini bertujuan mengeksplorasi Kidung Rumeksa Ing Wengi yang ditulis oleh Sunan Kalijaga, salah satu anggota dari Walisongo (sembilan wali) di Jawa. Dalam Kidung ini, Sunan Kalijaga membahas tentang bahaya malam hari yang berasal dari jin, setan, dan manusia. Untuk menangkal bahaya tersebut, iamenganjurkan umat Islam untuk membacanya pada malam hari. Untuk alasan ini, bagi Muslim Jawa khususnya, Kidung ini sangat sakral dan mereka selalu membacanya setiap malam untuk mem­peroleh perlindungan dari Tuhan. Keywords: Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Ahlu al-Sunnah wa al-Jamā`ah, Tuhan, manusia.
PERGUMULAN KEBERAGAMAAN DI DUNIA BARAT Baharudin, M
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This paper aims to find the answer to a fundamental question: what is religion? How is the phenomenon of religion in the western world? And how religious the Western world in this contemporary Era? In the discussion note several things, among others: 1). Religion is a system of beliefs and practices of life according to these beliefs. Religion is the rules on how to live a physically and mentally. Religionisa reference of life in its various aspects, including aspects of common life or social life. 2). In medieval times, religion is seen as having an absolute and universal truth concretely been visualized in the Western world. 3). In the postmodern era of modernity and religion is criticized and in distortion, the era of religion merely a matter of discussion and separated with practical life, religion is also considered to hinder the progression of man. Abstrak: Tulisan ini bertujuan menemukan jawaban mendasar atas pertanyaan: apa itu  agama? Bagaimana fenomena agama di dunia Barat?Dan bagaimana keber­agamaan dunia Barat pada Era kontemporel ini? Dalam pembahasan diketahui beberapa hal antara lain: 1). Agama ialah sistem kepercayaan dan praktek hidup yang sesuai dengan kepercayaan tersebut. Agama ialah peraturan tentang cara hidup lahir batin. Agama adalah acuan hidup berbagai aspeknya, termasuk aspek kehidupan bersama atau kehidupan sosial. 2). Pada abad pertengahan, agama dipandang sebagai yang memiliki kebenaran mutlak dan universal yang secara kongkrit pernah divisualisasikan di dunia Barat. 3). Pada era modernitas dan post­modern agama dikritik dan di distorsi, pada zaman tersebut agama sekedar menjadi bahan diskusi dan dipisahkan dengan kehidupan praktis, agama juga dianggap menghalangi progresivitas manusia. Keywords: Pergumulan, Keberagamaan, Dunia Barat
TAUHID DAN ETIKA LINGKUNGAN: Telaah atas Pemikiran Ibn ‘Arabī Munji, Ahmad
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Tauḥīd (monotheism) affirms that God has created man most excellent among the creatures with the aim to serve Him. Proof of service must be proved by maintaining the best possible environment as He wills. It will consequences which bring up the ethics that guide humans to interact with their environment. Therefore, the relationship of Tauḥīd and ethics as good and bad links or ethical character that relies heavily on clean and dirty soul and reflect the quality of faith (īmān) and Tauḥīd (monotheism) itself. This article aims to elaborate on the relationship of Tauḥīd with mindset, because mindset is a soul activity that requires imagination in many ways and requires a balance; Tauḥīd relationship with the pattern of attitudes; patterns of attitude is the basic concept of a persons behavior; relationship between Tauḥīd and behavioral patterns (amal).  Amal is a reflection of a very concrete. From this pattern can be described as follows: Tauḥīd produces ethics, and ethics produces behavior (amal). The pattern of this relationship in real life can be seen, among other things, how human beings interact with other God’s creatures (environment). Abstrak:Tauḥīd menegaskan bahwa Tuhan telah menciptakan manusia yang paling baik diantara para makhluk dengan tujuan untuk mengabdi kepada-Nya. Bukti pengabdian harus dibuktikan dengan menjaga lingkungan sebaik-baiknya sebagaimana yang dikehendaki-Nya. Konsekuensi dari ini akan memunculkan etika yang memandu manusia dalam ber­interaksi dengan lingkungannya. Sebab, hubungan Tauḥīd dan etika seperti keterkaitan baik dan buruknya akhlak atau etika yang sangat bergantung pada bersih dan  kotornya jiwa dan mencerminkan kualitas dari iman dan tauhid itu sendiri. Artikel ini bertujuan mengelaborasi hubungan Tauḥīd dengan pola pikir, karena pola pikir adalah aktivitas jiwa yang membutuhkan keseimbangan; hubungan Tauḥīd dengan pola sikap; pola sikap adalah  konsep dasar dari sebuah perilaku seseorang; hubungan antara Tauḥīd dan pola perilaku (‘amal). ‘Amal merupakan cerminan yang sangat kongkrit. Dari sini pola ini dapat digambarkan sebagai berikut: Tauḥīd menghasilkan etika, dan etika menghasilkan perilaku (‘amal). Pola hubungan ini dalam kehidupan riil dapat dilihat, antara lain, bagaimana manusia berinteraksi dengan makhluk-makhluk Tuhan yang lain (lingkungan).   Keywords: Tauḥīd, ‘amal, ethic, Ibn ‘Arabī, Allāh, enviromenment.

Page 2 of 2 | Total Record : 15