cover
Contact Name
Robby Yuli Endra
Contact Email
jurnalteknikmesin@ubl.ac.id
Phone
+6281219015178
Journal Mail Official
jurnalteknikmesin@ubl.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung Jalan ZA Pagar Alam No.26 Labuhan Ratu Bandar Lampung 35142
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : 20873832     EISSN : 30891965     DOI : http://dx.doi.org/10.36448
Core Subject : Engineering,
Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal Teknik Mesin : Desain dan Inovasi, Manufaktur dan Produksi, Material dan Struktur Mekanis, Sistem Energi dan Termal, Robotik dan OtomasiRekayasa Sistem dan Mekatronik: Jurnal Teknik Mesin menyoroti integrasi teknologi mekanik dengan sistem elektronik dan komputer, termasuk dalam konteks mekatronik dan sistem kontrol. Setiap artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Teknik Mesin telah melalui proses peninjauan sejawat yang ketat untuk memastikan kualitas, validitas, dan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Jurnal ini ditujukan bagi para peneliti, akademisi, insinyur, dan profesional yang tertarik pada perkembangan terkini dan inovasi dalam bidang teknik mesin. Melalui publikasi ini, para kontributor dapat berbagi pengetahuan, berdiskusi, dan berkolaborasi dalam upaya untuk memajukan bidang teknik mesin secara global.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2017): Oktober" : 6 Documents clear
ANALISA STRUKTUR MIKRO PADA MATERIAL BAJA KARBON RENDAH AKIBAT PENGELASAN PADA PENGUJIAN IMPACT DAN PENGUJIAN TARIK Deni erlangga
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.561 KB)

Abstract

Pengujian bertujuan untuk mengetahui material baja carbon sedang pada proses pengelasan setelah dilakukan pekerjaan permesinan. Dimana pengujian ini membandingkan Proses pengelasan yang diberikan pada suatu logam dapat mempengaruhi sifat-sifat mekanik dari logam tersebut. Salah satu proses pengelasan yang dapat diberikan pada logam setelah dilakukan pekerjaan pemesinan. Pengelasan itu sendiri adalah proses penggabungan logam dimana logam menjadi satu akibat panas las, dengan atau tanpa pengaruh tekanan, dan dengan atau tanpa logam pengisi. Berdasarkan definisi dari Duetch Industrie Normen (DIN) las adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam atau logam paduan yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair. Dari definisi tersebut dapat dijabarkan lebih lanjut bahwa las adalah sambungan setempat dari beberapa batang logam dengan menggunakan energi panas. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan pada baja karbon rendah setelah dilakukan pengerjaan permesianan dan mengalami proses pengelasanterhadap uji impact uji tarik dan struktur mikro yang dihasilkan. Pengujian ini merupakan pengujian ek-sperimental. Bahan yang digunakan yaitu baja karbon rendah, diberikan perlakuan pekerjaan pengelasan pada variasi arus 65A, 75A, dan 85A. Selanjutnya dilakukan pengujian.Nilai rata-rata kekuatan tarik raw material sebesar 490.97 N/           Nilai rata-rata kekuatan tarik 65A adalah 26.78 N/ Nilai rata-rata kekuatan tarik 75 A adalah 319.44 N/  Nilai rata-rata kekuatan tarik 85 A adalah 315.47 N/  Hasil analisis struktur mikro yang didapat Perlite+Ferrite.
ANALISA PENGARUH KAMPUH LAS BERBAHAN ALUMINIUM TERHADAP SIFAT MEKANIS PADA LAS ASETILIN Najamudin Najamudin; Frendiantoro Frendiantoro
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.867 KB)

Abstract

Telah dilakukan proses pengujian dengan meterial alumunium yang dilas dengan beda kampuh las yaitu X, V, dan I. Dimana pengujian ini membandingkan hasil lasan yang memakai kampuh yang berbeda yang mengakibatkan mempengaruhi sifat-sifat mekanik dari alumunium tersebut. Pengelasan (Welding) adalah salah satu teknik penyambungan  logam  dengan  cara  mencairkan  sebagian logam induk dan logam pengisi. Dari definisi tersebut terdapat 2 kata kunci untuk menjelaskan definisi pengelasan yaitu mencairkan sebagian  Iogam dan logam pengisi. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan hasil pengelasan beda kampuh las pada alumunium terhadap ketangguhan uji impact (carpy) dan struktur mikro. Nilai uji impact dan struktur mikro rata-rata spesimen adalah :BM 2,2472 joul/mm2, Nilai uji impact rata-rata spesimen dengan kampuh V 2,6300 joul/mm2, Nilai uji impact rata-rata spesimen dengan kampuh X 2,6449 joul/mm2, Nilai uji impact rata-rata spesimen dengan kampuh I 2,8400 joul/mm2, Dan hasil analisis struktur mikro yang didapat Al (berwarna putih ), Mg (berwarna keabu-abuan), Si (bewarna abu-abu) dan Cu (berwarna abu-abu agak kemerahan) dari setiap speseimen Base Material, has dan las pada kampuh V, X dan I.
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PADA PROSES HEAT TREATMENT BAJA S45C DENGAN BEBERAPA MEDIA PENDINGIN TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO Agung Agung
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.318 KB)

Abstract

Pada dunia industri baja merupakan material yang banyak digunakan. Salah satu jenis baja yang banyak digunakan yaitu baja S45C, yang tergolong sebagai baja dengan kadar karbon sedang. Namun pada penggunaanya sifat baja itu sendiri tidak sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan, untuk itu perlu adanya rekayasa atau perubahan sifat dari baja itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan, salah satu caranya adalah dengan metode heat treatment, dimana pada proses perlakuan panas dipengaruhi oleh temperatur dan media pendingin yang digunakan. Untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur dan beberapa media pendingin terhadap proses perlakuan panas pada bajaS45C, maka pada penelitian ini dilakukan uji kekerasaan dan struktur mikro terhadap baja tersebut. Variasi temperature yang digunakan pada penelitian ini adalah 750 dan 950 dengan waktu tahan 60 menit dan menggunakan media pendingin udara  dan solar. Hasil pengujian menunjukan bahwa nilai kekerasaan pada baja yang menggunakan temperatur 750 , 950 dengan media pendingin udara dan temperatur 950 dengan media pendingin solar mengalami penurunan Nilai kekerasan, tetapi pada temperatur 750 dengan media pendingin solar mengalami peningkatan.
ANALISA PERLAKUAN PANAS TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAJA COR Indra Surya; Dini Maria Alqipti
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.749 KB)

Abstract

Analisa perlakuan panas terhadap kekerasan dan struktur mikro pada baja cor bertujuan untuk mengetahui sifat mekanis yakni nilai kekerasan dan struktur mikro baja. Baja cor diberi perlakuan panas yaitu  full annealing dengan suhu  1000°c lalu didinginkan secara perlahan-lahan di dalam tungku atau furnace. Nilai kekerasan pada raw material sebesar 46,20 HRB dengan struktur mikro perlit yang mendominasi dibanding ferit, pada spesimen full annealing nilai kekerasannya adalah 44,20 HRB. Baja cor mengalami penurunan nilai kekerasan dikarenakan mengalami pelunakan atau anil. Struktur mikro pada spesimen full annealing terdapat kristal ferit lebih mendominasi dibanding kristal perlit.
RANCANG BANGUN MESIN PENGOLAHAN ADONAN ROTI KAPASITAS 10 KG DENGAN MENGGUNAKAN TENAGA MEKANIS Femby Alfember
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.715 KB)

Abstract

Tujuan dari pembuatan tugas akhir ini adalah merancang mesin yang dapat membantu kerja masyarakat dalam bidang rumahan pengolahan adonan roti dalam skala kecil, mengaplikasikan perhitungan yang ada pada tataran teori kepada mesin yang dibuat, mengetahui dan melakukan pengujian kinerja mesin. Dengan adanya mesin adonan roti produsen mampu mengolah adonan ±10 kg bahan baku. Diharapkan dengan adanya mesin adonan ini, mampu mencukupi akan kebutuhan makanan ringan di pasaran. Dari hasil rancang bangun mesin yang telah didapatkan kapasitas bahan baku ±10 kg, daya motor digunakan ½ Hp, diameter poros 25,5 mm. Dari hasil perhitungan biaya pada alat didapatkan biaya pembelian bahan baku Rp. 2.398.000,- dan biaya upah pembuatan Rp. 3.150.000,-
KARAKTERISTIK BAJA AISI 1045 HASIL PENGERJAAN MESIN MILLING DENGAN PROSES CARBURISING TERHADAP SIFAT MEKANIS Grahita Ina Nugrahan
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.458 KB)

Abstract

Logam merupakan jenis bahan yang digunakan hampir seluruh masyarakat dunia. Permesinan yang ada didunia industri dan transportasi, peralatan masak, bahkan perabotan rumah tangga tak pernah lepas dari kebutuhan terhadap logam. Baja AISI 1045 merupakan salah satu logam baja karbon sedang yang digunakan sebagai bahan utama pembuatan komponen mesin seperti poros, roda gigi, dan pahat. Penggunaan baja karbon sedang di dunia industri diiringi dengan penyesuaian kondisi logam yang dibutuhkan, seperti dilakukannya proses pengerjaan mesin dan perlakuan permukaan. Proses pengerjaan mesin milling untuk membentuk baja memiliki dampak terhadap kondisi baja pada permukaannya. Perlakuan permukaan merupakan salah satu cara yang digunakan untuk dapat menambah kekerasan permukaan guna menahan gesekan ketika komponen mesin beroprasi. Carburising merupakan perlakuan permukaan dengan cara memanaskan baja dilingkungan yang mengandung karbon. Peningkatan karbon dilakukan dengan mendifusikan karbon pada permukaan baja sehingga didapat kekerasan permukaan yang cukup tinggi. Penulis menggunakan temperatur 950 °?? pada proses carburising yang dilakukan dengan variasi waktu tahan 30 menit, 60 menit, dan 90 menit. Hasil pengujian menunjukan bahwa kekerasan permukaan yang diperoleh mengalami peningkatan saeiring dengan lamanya waktu tahan yang digunakan. Hasil pengujian kekerasan pada baja AISI 1045  raw material memiliki rata-rata kekerasan sebesar 61,6 HRB, dengan waktu tahan 30 menit memiliki rata-rata kekerasan sebesar 67 HRB, dengan waktu tahan 60 menit memiliki kekerasan rata-rata 70,8 HRB, dan dengan waktu tahan 90 menit memiliki kekerasan rata-rata 72,4 HRB.

Page 1 of 1 | Total Record : 6