cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Geografi Indonesia
ISSN : 02151790     EISSN : 2540945X     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 1 (2000)" : 4 Documents clear
Perilaku Masyarkat Permukim Kawasan Hutan Lindung di Kabupaten Kulon Progo ., Soekadri
Majalah Geografi Indonesia Vol 14, No 1 (2000)
Publisher : Majalah Geografi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.684 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu model pemikiran dasar tentang hubungan kausal antara manusia dengan alam lingkungan. Model yang digunakan adalah pendekatan perilaku (behavioural approaches) dengan dasar teori Persepsi Lingkungan dan Perilaku Masyarakat (enviroment perception and behaviour). Dalam konteks ini diaplikasikan pada perilaku masyarakat pemukim di kawasan hutan dataran rendah berfungsi lindung di dua desa yang berbeda aksesibilitasnya yaitu desa Hargowilis dan desa Sendangsari Kabupaten Kulon Progo. Metode yang dipergunakan adalah metode survei dengan menggunakan sampel responden yang dipilih secara acak sederhana pada masing-masing desa sebanyak 40 orang, atau jumlah total 80 orang sampel responden. Analisis data menggunakan Label frekuensi untuk hal-hal umum dan karakteristik responden, sedangkan pembuktian hipotesis menggunakan analisis korelasi parsial product moment dan koefisien korelasi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur dasar yaitu sistem natal sosio budaya yang didukung oleh unsur pendidikan dan unsur pendorong yang berupa informasi atau penerangan tentang sumberdaya hutan lestari (konservasi) berpengaruh terhadap variasi perilaku masyarakat pada sumberdaya hutan yang bermakna pelestarian atau konservasi di dua desa yang berbeda aksesibilitasnya. Perilaku masyarakat pada desa berakses rendah (Hargowilis) terhadap sumberdaya hutan bermakna pelestarian sangat dipengaruhi oleh faktor kondisi fisik lingkungan yang sulit dan terisolir. Disamping itu juga faktor pendidikan yang rendah serta penerangan yang kurang menyebabkan daya penalaran masyarakat rendah. Sebagai akibatnya masyarakat berperilaku permisif negatif terhadap keselamatan sumbedaya hutan lestari karena nilai sosio budaya masyarakat secara lokal condong berorientasi pada kebersamaan dan solideritas dalam menghadapi keadaan. Sebaliknya di desa Sendangsari yang berakses tinggi karena daya penalarannya lebih balk yang disebabkan oleh faktor pendidikan, dan ditopang oleh peran adat dan religi lokal yang mona unsur keagamaan terdapat di dalamnya ternyata mampu berpengaruh pada masyarakat untuk bersikap don berperilaku positif terhadap sumberdaya hutan yang lestari.
Kajian Tingkat Pelapukan Batuan Menurut Toposekuen Di Daerah Aliran Sungai Tangsi Kabupaten Magelang ., Jamulya; Haryono, Eko
Majalah Geografi Indonesia Vol 14, No 1 (2000)
Publisher : Majalah Geografi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.474 KB)

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah a). mengetahui tingkat pelapukan batuan pada fiap bagian lereng pada toposekuen, dan b). mempelajari pengaruh toposekuen dalam mengontrol proses pelapukan di DAS Tangsi. Penelitian ini mengambil cuplikan batuan dan bahan lapukan (regolith) pada setiap bagian lereng mengikuli toposekuen. Cuplikan tersebut dianalisis di laboratorium yang meliputi; a). analisis granulometri, b). analisis volumetri, c). analisis mineral optik dan analisis difralcsi sinar X. Terdapat tujuh lokasi cuplikan yang dianalisis, yaitu puncak lereng atas; lereng- tengah, lereng bawah, dan dataran kaki- perbukitan dinudasional lereng Gunungapi Sumbing; serta lereng atas dan lereng bawah: perbukitan struktural Menoreh. Hasil penelitian menunjukkan bahrva batuan di daerah penelittan, baik di toposekuen perbukitan denudasional lereng Gunungapi Sumbing don lereng perbulatan struktural menoreh. didonsinasl deb breksi andesitig curah Julian rerata tahunan 3.416 mm, dan rerata temperature 22° C– 24,8° C. Tingkat pelapukan-batuan pada tiap bagian lereng pada toposekuen perbukitan denudasional gunungapi Sumbing;dan- perIndltan struktural Menoreh, tidak.menunjukkan kecenderungan berbedaan, bahkan cenderung sama. Tingkat pelapukan batuan belum lanjut, rlitandai dengan terbentuknya4entpung jenis haloisit atau kaolinit yang belum mengkristal sempurna. Berat volume bahan lapukan berkisar antara 0,795 hingga 1,287, tekstur lapukan gelith berdebu hingga geluh berlempung, persentase lempung 10,93% hingga 46,97%. Tingkat pelapukan batuan di flap bagian lereng di daerah penelitian tidak menunjukkan kecenderungan semakin lapuk.
Dampak Hidrologis Pembangunan Waduk Kotapanjang terhadap Kompleks Candi Muara Takus di Riau Simoen, Soenarso
Majalah Geografi Indonesia Vol 14, No 1 (2000)
Publisher : Majalah Geografi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.011 KB)

Abstract

Perusahaan Listrik Negara (PLN) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kotopanjang Riau dengan membendung Sungai Kampar di Muara Lahat luas genangan direncanakan 124 km2 pada elevasi 85 meter (dpal). Pembangunan waduk ini memindahkan penduduk sejumlah 4.886 KK dari daerah genangan di samping itu genangan tersebut akan menenggelamkan sebagian dari area situs Candi Muara Takus. Tujuan penelitian ini adalah (1) mempelajari dampak genangan terhadap bangunan candi; (2) mencari alternatif untuk nrenanggulangi dampak yang terjadi. Metode survai, observasi lapangan dan pendugaan geolistrik digunakan dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan diskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 3 dampak hidrologis terhadap situs muara takus. (1) pada elevasi genangan 85 meter dpal akan menimbulkan air kapiler yang melernbabkan bangunan candi yang dibuat dari batubata. (2) air kapiler akan melembekkan lempung di bawah candi dan dasar candi akan melosok ke dalam tanah lempung (3) pada elevasi muka air waduk antara 83 in dpal dan 80 In dpal tebing sebelah barat yang berupa pasir kerikil dan pragmen batu akan mudah lepas dan longsor.
Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga Km, Sudarsono
Majalah Geografi Indonesia Vol 14, No 1 (2000)
Publisher : Majalah Geografi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.858 KB)

Abstract

Fenornena penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta dengan tingkat kepadatan peringkat kedua sesudah DKI Jakarta, mempunyai keadaan denlograji yang balk. Bila dibandingkan dengan propinsi lainnya mempunyai angka-angka kelahiran, kematian dart•erturnbuhan penduduk yang lebih rendah, sedang harapan hidup pendudulaiya lebih tinggi. Namun keadaan sosial ekonominya belum dapat seperti yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk: a) mengetahui seberapa banyak institusi pemerintah dan rnasyarakat ikut berperan dalam GKBN dan PKS, b) ingin mengetahui prevalensi akseptor KB, alat kontrasepsi yang digunakan, dan pentahapan KS, yang didasarkan data sekunder, wenvancara, dan perhitungan statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa institusi yang banyak berpengaruh terhadap GKBN & PKS, terutama pelayanan KB dari dokter dan bidan, sedang PPKBD dan dasawisma untuk memotivasi dan mengajak menjadi akseptor barn. Prevalensi akseptor KB sudah memenuhi sasaran. Alat kontrasepsi yang digunakan MKE sedikit diatas Non MKE, MKE terutama AKDR dan Non-MKE terutama suntik. Pembangunan KS dalam praktek KB untuk yang tidak membayar terutama KS tahap Pra Sejahtera dan KS-I. Proporsi keluarga Pra-Sejahtera dan KS-I ada penurunan, sebaliknya ada kenaikan. Hal ini menunjukkan keberhasilan pada pembangunan KS. Sebagaimana dengan krisis yang masih berlangsung, maka keberhasilan tersebut menjadi kurang berarti karena harga kontrasepsi menjadi mahal

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2000 2000


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 1 (2026): In Progres Vol 39, No 2 (2025): Majalah Geografi Indonesia Vol 39, No 1 (2025): Majalah Geografi Indonesia Vol 38, No 2 (2024): Majalah Geografi Indonesia Vol 38, No 1 (2024): Majalah Geografi Indonesia Vol 37, No 2 (2023): Majalah Geografi Indoenesia Vol 37, No 1 (2023): Majalah Geografi Indonesia Vol 36, No 2 (2022): Majalah Geografi Indonesia Vol 36, No 1 (2022): Majalah Geografi Indonesia Vol 35, No 2 (2021): Majalah Geografi Indonesia Vol 35, No 1 (2021): Majalah Geografi Indonesia Vol 34, No 2 (2020): Majalah Geografi Indonesia Vol 34, No 1 (2020): Majalah Geografi Indonesia Vol 33, No 2 (2019): Majalah Geografi Indonesia Vol 33, No 1 (2019): Majalah Geografi Indonesia Vol 32, No 2 (2018): Majalah Geografi Indonesia Vol 32, No 1 (2018): Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 2 (2017): Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 1 (2017): Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 2 (2016): Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 1 (2016): Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 2 (2015): Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 1 (2015): Majalah Geografi Indonesia Vol 28, No 2 (2014): Majalah Geografi Indonesia Vol 28, No 1 (2014): Majalah Geografi Indonesia Vol 27, No 2 (2013): Majalah Geografi Indonesia Vol 27, No 1 (2013): Majalah Geografi Indonesia Vol 26, No 2 (2012): Majalah Geografi Indonesia Vol 26, No 1 (2012): Majalah Geografi Indonesia Vol 25, No 2 (2011): Majalah Geografi Indonesia Vol 25, No 1 (2011): Majalah Geografi Indonesia Vol 24, No 2 (2010): Majalah Geografi Indonesia Vol 24, No 1 (2010): Majalah Geografi Indonesia Vol 23, No 2 (2009): Majalah Geografi Indonesia Vol 23, No 1 (2009): Majalah Geografi Indonesia Vol 22, No 2 (2008): Majalah Geografi Indonesia Vol 22, No 1 (2008): Majalah Geografi Indonesia Vol 20, No 2 (2006): Majalah Geografi Indonesia Vol 20, No 1 (2006): Majalah Geografi Indonesia Vol 19, No 2 (2005): Majalah Geografi Indonesia Vol 19, No 1 (2005): Majalah Geografi Indonesia Vol 18, No 2 (2004): Majalah Geografi Indonesia Vol 18, No 1 (2004): Majalah Geografi Indonesia Vol 17, No 2 (2003): Majalah Geografi Indonesia Vol 17, No 1 (2003): Majalah Geografi Indonesia Vol 16, No 2 (2002): Majalah Geografi Indonesia Vol 16, No 1 (2002): Majalah Geografi Indonesia Vol 15, No 2 (2001): Majalah Geografi Indonesia Vol 15, No 1 (2001): Majalah Geografi Indonesia Vol 14, No 1 (2000) Vol 14, No 1 (2000): Majalah Geografi Indonesia Vol 10, No 17 (1996): Majalah Geografi Indonesia Vol 6, No 9 (1992): Majalah Geografi Indonesia Vol 6, No 9 (1992) Vol 2, No 3 (1989) Vol 2, No 3 (1989): Majalah Geografi Indonesia Vol 1, No 2 (1988) Vol 1, No 2 (1988): Majalah Geografi Indonesia Vol 1, No 1 (1988) Vol 1, No 1 (1988): Majalah Geografi Indonesia More Issue