cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Geografi Indonesia
ISSN : 02151790     EISSN : 2540945X     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 9 (1992)" : 5 Documents clear
Perkembangan Kualitas Sumberdaya Manusia Indonesia : Antara Harapan dan Kenyataan Sontosudarmo, Alip
Majalah Geografi Indonesia Vol 6, No 9 (1992)
Publisher : Majalah Geografi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.366 KB)

Abstract

Salah satu ciri pokok keadaan penduduk Indonesia adalah jumlah, yang cukup besar dengan laju pertumbuhan masih tinggi. Meskipun telah terjadi penurunan fertilitas dan mortalitas akan tetapi ketika hal ini belum berpengaruh terhadap perubahan struktur penduduk secara menyeluruh. Perubahan struktur dentografi yang ada Baru tramp& jelas pada kelompak untur 0 - 9 tahun. Pada saat mendatang jumlah pendudduk masih cukup besar dengan pertumbuhan penduduk masih tetap tinggi, meskipun tidak setinggi saat ini. Jumlah penduduk yang besar akan menguntungkan bila diikuti dengan kualitas yang memadai. Artinya aspek kualitas penduduk menjadi sangat penting agar jundah yang bcsarjidak menimbulkan nmsalah. Kualitas penduduk dapat dilihat dari berbagai aspek seperti pendidikan, pekerjaan, kesehatan, pendapatan dan pengeluaran. Dililrat dari pendidikan, sebagian besar penduduk masih berpendidikan rendah, kentudian dilihat dari lapangan, Janis dan status pekerjaan, sebagian besar pew-India yang bekerja produktivitasnya midair. Di bidang kesehatait, nu:skip:or tefah berhasil mengatasi berbagai kids pcnyakit yang ada, nannin scgcra muncid Janis pen yakit barer yang lebilt Relit dintasi. Tingkat pendapatan midair dan sebagian besar pcugeluaran untuk kebutuhan balms tnakan. Kualitas sumberdaya manusia Indonesia, dilihat dari indek mutu hidup maupun indek pembangunan manusia relatif masih rendah bila dibandingkan dengan negara di Asia Tenggara. Terdapat perbedaan yang cukup berarti kualitas sumberdaya manusia menurut propinsi dan tempat tinggal desa-kota. Wilayah dengan jumlah penduduk besar, kepadatan penduduk tinggi dan pertumbuhan penduduk rendah, perkembangan kualitas sumberdaya manusianya relatif lambat. Dilihat menurut lokasi, kualitas sumberdaya Indonesia Bagian Timur jauh lebih rendah dari pada Indonesia Bagian Barat.
Pemanfaatan Potensi Obyek Wisatawilayah Tujuan Wisata Pantai Pangandaran Untuk Pengembangan Wilayah Di Daerah Kabupaten Dati Ii Ciamis Propinsi Jawa Barat ., Sujali
Majalah Geografi Indonesia Vol 6, No 9 (1992)
Publisher : Majalah Geografi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.897 KB)

Abstract

Sektor kepariwisataan merupakan salah satu sektor yang sedang mendapatknn perhatian dari penwrintah. Sala), satu falctor nzendorong dalam pengentbangan kepariwisataan di bcrbagai daeral; tuialtzlz program taltun lcunjungan wisata 91 (Visit Indonesian Year 91), kcntudian direncanalcan tahun kunjungan ASEAN. Selain dorongan tersebut adanya kellijaksanaan Menteri Parpostel yakni Sapta Pesona. Dengan dasar ini apakah dapat dimungkinkan obyek wisata Pantai Pangandaran dan potettsi yang ada dapat diangkat ntenjadi salah satu paket obyek wisata tingkat internasional atnu untuk wisatawan mnncanegara. Obyek wisata Pantai Pangandaran tnerupaan salnh satu obyek wisata di wilayah Kahnpaten Dati II Ciamis Propinsi Jawa Barat yang mempunyai lokasi yang sangat bra yakni di pantai selatan Pulnu Jawa dan memiliki pantai yang landai. Penelitian memputryai beberapa tujuan antara lain; mengetahui potensi obyck wisata, mengetahui samtra dan prasarana obyck wisata sebagai dasar dasar untuk pengembangan kawasan wisata Panattjung Pangandaran, dan mengetalrui kentungkinan pengembangan obyek wisata dimastz mendatang. Sektor pariwisata di Indonesia merupakan salah satu sektor ekonomi jasa yang memiliki prospek ccrah, nanturt hingga dewasa ini helm memperlihatkan peratum yang sesuai dengan ;tampon di claim), proses pornbnngunan di Indonesia. Untuk mettingkatIcatt peran kepariwisataan dalam pernbangunan telah digariskan dalam PELITA IV bahwa sektor pariwisata memperoleh prioritas yang utama di samping sektor lainnya. Data Italian analisis diperolelt dari data sekander yang dihimpun dari petranggung jmvab obyek wisata Pantai Pangandaran yang berlokasi di Pananjung Pangandaran. Sebagai balm untuk melengkapi laporan dilakukan pengamatan/observasi di lapangan. Teknik analisis akan menyesuaikannya yakni dengan analisis yang sifatnya analisis deskriptif. Obyek wisata dikawasan Pananjung Pangandaran memiliki dua jenis obyek wisata, yaitu: Pantai Indah Pangandaran dan Cagar Alam /Taman Wisata Pananjung. Kawasan wisata tersebut memiliki kekayaan obyek wisata natural , kultural dan buatan manusia, dengan demikian kawasan tersebut akan memberikan dukungan untuk dilaksanakan pengembangan dan juga adanya tahun kunjungan wisata 1991 dan tahun kunjungan ASEAN.
Perubahan Hirarki Kota Menengah Di Pulau Jawa Ritohardoyo, Su; Murtomo, Rafeal
Majalah Geografi Indonesia Vol 6, No 9 (1992)
Publisher : Majalah Geografi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.538 KB)

Abstract

Penulisan hti merupakan basil perrelitian perubaharr hirarki kola di whirr& pilau lawn dari Minor 1930-1990. Tujuan penelitian mengkaji besarrrya peringkat perubahan hirarki kola alas dasar jurnialr penduduk, dart menghitung peringkat kola alas dasar inns lahan perkotatur taint?! 1980. Disamping itu penelitian bertujnan menghitung Inns lalran perkotaan tairun 1990. Penelitian ini dilakukan &organ menggimakan analisis data sekunder, &Nut, dengan teknikanalisis data statistik. Hasil perrelitian menunjukkan balrwa pencrapan konsep peringkat (hirarki) wilayah perkotaan menurut Zipf, di Indonesia (terutama di lawn) secara minim tidak scsuai lagi. Ketidnicsesunian sebagni akibat adanya kecerrderungan di be.berapa wilayah perkotaan memiliki purdah penduduk yang hampir santa, kecuali di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat perbedaan yang sangat nyata antara peringkat wilayah perkotaan daerah kota madya, dengan wilayah perkotaan di daerah kabupaten. Besarnya peringkat wilayah perkotaan menurut luas lahan kota tidak memiliki perbedaab yang nyata, dengan peringkat wilayah perkotaan menurut jumlah penduduk perkotaan. Secara umum dapat dikemukakan bahwa makin tinggi peringkat perkotaan menurut jumlah penduduk, maka makin tinggi pula peringkat perkotaan menurut luas lahan kotanya. Walaupun pengaruh laju pertumbuhan penduduk (baik dalam jiwa maupun rumah tangga) terhadap perubahan peringkat wilayah perkotaan di setiap kota di Jawa tidak cukup kuat, tetapi laju pertumbuhan rumah tangga lebih tinggi, dari pada pengaruh pertumbuhan penduduk dalam jumlah jiwa. Perkembangan penduduk perkotaan di Jawa, pada dasarnya mencerminkan perkembangan wilayah perkotaan setiap kota di Jawa. Walaupun tidak menampakkan pola yang jelas, perubahan peringkat wilayah perkotaan selama tahun 1980-1990, menunjukkan perkembangan wilayah perkotaan dipantai Utara Jawa.
Studi Kepadatan Lalu-Lintas Pada Ruas Jalan Malioboro Yogyakarta Menggunakan Foto Udara Sederhana ., Zuharnen
Majalah Geografi Indonesia Vol 6, No 9 (1992)
Publisher : Majalah Geografi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.701 KB)

Abstract

Penelitian irri bertujuan untuk mcngetabui kcgunaan foto udara serlerhana untuk studi Lahr lirrtas, khususnya kepadatan clan jenis kcndaraan. Foto udara scderlrarm yang dimalcsurikan adalah foto yang diperoleh menggunakan personal camera dan pengambilan gambar»ya dilakukan dari suat u ketinggian. yang dipililr wank penelitian ini adalak ruas Johann Malioboro (Jahu! Ahmad Yani) sepanjang lebilr kurang 300 meter, yang dipotret dengan arab sznnbu kanwra condong dari puncak Hotel Mutiara. Perekaman gambar dilakukan berturnt-turut selama tiga hari (hari kerja dan hari libur) dari pagi hingga sore hari dengan interval waktu 30 mend. Scbagai basil penelitian dapat disirnpulkan, yaitu: (1) teknik ini dapat digunakan unlink studi lain limas, (2) pola don frekuensi lalu-lintas yang melewati jalur jalan tersebut berbeda antara !rani kerja dan hari libur,dan (3) sepcda motor nicrup-rican jutnlah kendaraan terban yak yang melewati runs jalan
Analisis Bioklastik Terumbu Karang Pantai Teluk Awur Kabupaten Jepara ., Sunarto
Majalah Geografi Indonesia Vol 6, No 9 (1992)
Publisher : Majalah Geografi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.532 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Pantai Teluk Awur Jepara dengan maksud ingin mengetahui karakteristik bioklastik terumbu karang. Tujuan yang ingin dicapai, yakni (1) analysis granulometri sedimen bioklastik dan (2) identifikasi komponen terumbu karang dan cangkang moluska. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksplanatori berdasarkan data kebundaran, kebula tan, keterpilahan, kematangan tekstur, komponen terumbu karang dan cangkang moluska. Hasil yang diperoleh menunjukkan, bahwa karakteristik granurometri sedimen klastik, komponen terumbu karang, dan cangkang moluska. Karakteristik granulometrinya menunjukkan bahwa kebundarannya 0,22 (menyudut) dengan keterpilihan kedundaran -0,015 (terpilih sangat balk), kebulatannya 0,6361 (membilah), keterpililzan butirnya 1,03 (terpilih jelek), dan tingkat kernatangannya teksturnya agak matang. Komponen terumbu karang yang menyusunnya terdiri atas MONTIPORA, SYMPHYLL1A, LOBOPHYLLIA, MONTASTREA, dan LEPTOSERIES. Cangkang MOLLUSCA yang ditemukan adalah cangkang GASTROPODA dan cangkang PELECYPODA (MYTILL1S VIRIDIS, PERIGLYPTA PUREA, FRAGUM, ANADARA GRA NOSA dan ANADARA CORNEA.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

1992 1992


Filter By Issues
All Issue Vol 39, No 2 (2025): Majalah Geografi Indonesia Vol 39, No 1 (2025): Majalah Geografi Indonesia Vol 38, No 2 (2024): Majalah Geografi Indonesia Vol 38, No 1 (2024): Majalah Geografi Indonesia Vol 37, No 2 (2023): Majalah Geografi Indoenesia Vol 37, No 1 (2023): Majalah Geografi Indonesia Vol 36, No 2 (2022): Majalah Geografi Indonesia Vol 36, No 1 (2022): Majalah Geografi Indonesia Vol 35, No 2 (2021): Majalah Geografi Indonesia Vol 35, No 1 (2021): Majalah Geografi Indonesia Vol 34, No 2 (2020): Majalah Geografi Indonesia Vol 34, No 1 (2020): Majalah Geografi Indonesia Vol 33, No 2 (2019): Majalah Geografi Indonesia Vol 33, No 1 (2019): Majalah Geografi Indonesia Vol 32, No 2 (2018): Majalah Geografi Indonesia Vol 32, No 1 (2018): Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 2 (2017): Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 1 (2017): Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 2 (2016): Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 1 (2016): Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 2 (2015): Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 1 (2015): Majalah Geografi Indonesia Vol 28, No 2 (2014): Majalah Geografi Indonesia Vol 28, No 1 (2014): Majalah Geografi Indonesia Vol 27, No 2 (2013): Majalah Geografi Indonesia Vol 27, No 1 (2013): Majalah Geografi Indonesia Vol 26, No 2 (2012): Majalah Geografi Indonesia Vol 26, No 1 (2012): Majalah Geografi Indonesia Vol 25, No 2 (2011): Majalah Geografi Indonesia Vol 25, No 1 (2011): Majalah Geografi Indonesia Vol 24, No 2 (2010): Majalah Geografi Indonesia Vol 24, No 1 (2010): Majalah Geografi Indonesia Vol 23, No 2 (2009): Majalah Geografi Indonesia Vol 23, No 1 (2009): Majalah Geografi Indonesia Vol 22, No 2 (2008): Majalah Geografi Indonesia Vol 22, No 1 (2008): Majalah Geografi Indonesia Vol 20, No 2 (2006): Majalah Geografi Indonesia Vol 20, No 1 (2006): Majalah Geografi Indonesia Vol 19, No 2 (2005): Majalah Geografi Indonesia Vol 19, No 1 (2005): Majalah Geografi Indonesia Vol 18, No 2 (2004): Majalah Geografi Indonesia Vol 18, No 1 (2004): Majalah Geografi Indonesia Vol 17, No 2 (2003): Majalah Geografi Indonesia Vol 17, No 1 (2003): Majalah Geografi Indonesia Vol 16, No 2 (2002): Majalah Geografi Indonesia Vol 16, No 1 (2002): Majalah Geografi Indonesia Vol 15, No 2 (2001): Majalah Geografi Indonesia Vol 15, No 1 (2001): Majalah Geografi Indonesia Vol 14, No 1 (2000) Vol 14, No 1 (2000): Majalah Geografi Indonesia Vol 10, No 17 (1996): Majalah Geografi Indonesia Vol 6, No 9 (1992) Vol 6, No 9 (1992): Majalah Geografi Indonesia Vol 2, No 3 (1989) Vol 2, No 3 (1989): Majalah Geografi Indonesia Vol 1, No 2 (1988) Vol 1, No 2 (1988): Majalah Geografi Indonesia Vol 1, No 1 (1988): Majalah Geografi Indonesia Vol 1, No 1 (1988) More Issue