cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
E-Journal Graduate
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal elektronik pada Program Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan media bagi mahasiswa untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian maupun karya pemikiran lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2014): Part F - Theology" : 2 Documents clear
MEMBANGUN SPIRITUALITAS PANGGILAN IMAMAT MELALUI PENDEKATAN NARATIF PANGGILAN MARIA DALAM LUKAS 1:26-38 Stefanus Tanto Agustiana
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part F - Theology
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.331 KB)

Abstract

AbstrakPanggilan Allah adalah dialog dan kerjasama antara Allah yang memanggil dan manusia yang menanggapi. Karena panggilan Allah itu misteri, perlu ada pegangan hidup untuk memahaminya, yaitu Kitab Suci. Kisah pemberitaan kelahiran Yesus dalam Luk. 1:26-38 terdapat narasi panggilan Allah kepada Maria karena ada dialog dan kerjasama antara Allah yang memanggil dan Maria yang menanggapi panggilan Allah. Inisiatif panggilan selalu berasal dari Allah dan bersifat pribadi. Tujuannya adalah memberikan keselamatan kepada manusia. Melalui utusan-Nya, Allah memilih Maria sebagai mediator keselamatan sesuai dengan kehendak bebas-Nya. Kehendak Allah pun menjadi hidup jika ditanggapi oleh Maria. Panggilan itu sebuah tawaran sehingga tidak ada paksaan dari pihak Allah. Maria menjawab “Ya” sesuai dengan kehendak bebasnya untuk menyerahkan diri secara total kepada kehendak Allah. Jawaban tersebut bukan berarti Maria telah menyelesaikan panggilannya, melainkan menjadi sebuah konsekuensi yang dihadapi selanjutnya. Dengan bercermin dari panggilan Maria, para imam pun hendaknya dapat menyadari dan memahami proses panggilan Allah yang diterimanya itu.Kata Kunci: Panggilan, Kehendak Bebas, Penyerahan Diri, Inisiatif, Tanggapan. AbstractGod’s vocation is a dialogue and cooperation between God who calls and human who responds it. Because it is mystery, there should be a means to understand it, such as the Scriptures. In the story of the birth of Jesus in Luke 1:26-38, there is a narrative about God’s calling to Mary because there is a dialogue and cooperation between the God who called Mary and Mary who responded the call of God. The initiative calling always comes from God and it is very personal. The aim is to provide the salvation for all the people. Through His messenger, God chose Mary as a mediator in accordance with His free will. However, God's will be alive when it is perceived by Mary.  The vocation is an offer that there is no compulsion from God. Mary answered "Yes” according to her free will to surrender herself to the will of God. The answer does not mean that Mary has completed her call. She has to face the further consequences. With mirrored from Mary’s vocation, the priests ought to realize and understand the process of receiving the vocation of God.Key Word: Vocation, Free Will, Surrender, Initiative, Reaction.
Sebuah Pandangan Tentang Kematian: Bahkan Kematian Memiliki Hati alexander aria sasongko
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part F - Theology
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.391 KB)

Abstract

Hal yang pasti dalam kehidupan manusia ialah kematian. Kematian, bagi beberapa orang, mungkin suatu bagian dari siklus kehidupan yang amat menakutkan atau mengerikan. Kematian datang dengan tiba-tiba tidak tahu kapan, dimana, dan bagaimana harus mengalami kematian? Kematian menjadi sebuah misteri yang mana manusia tidak akan pernah dapat menyelaminya. Ketidakpastian akan kehidupan setelah kematian terkadang menjadi sebuah pertanyaan yang terus mengusik benak pikiran manusia. Dalam tulisan ini penulis ingin menyampaikan kepada pembaca bahwa janganlah pernah takut akan kematian. Markus Zusak dalam bukunya yang berjudul The Book of Thief, mengatakan, “Bahkan kematian memiliki hati”. Sebuah pernyataan yang menyentil ke dalam batin setiap manusia. Bukankah kematian itu hanya “kematian”? Bagaimana mungkin seakan-akan kematian itu sesuatu yang hidup? Jika memang kematian memiliki hati, seperti apakah hati itu?

Page 1 of 1 | Total Record : 2