cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JURNAL TEKNIK SIPIL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2013)" : 6 Documents clear
PERKUATAN PILAR JEMBATAN KR. IDI DENGAN CONCRETE JACKETTING Munawir -
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini memaparkan hasil kajian perkuatan Jembatan Kr. Idi yang terletak pada Jalan Nasional Lintas Timur. Jembatan yang ditinjau terdiri dari jembatan rangka baja Calender Hamilton (CH) sepanjang 42,6 m dan sisanya dihubungkan dengan gelagar baja komposit dari pilar ke abutment arah Pereulak dengan panjang total jembatan 56,6 meter. Berdasarkan hasil assessment visual pada jembatan ini, terlihat bahwa selimut beton pada pilar telah terkelupas dan baja tulangannya juga telah mengalami korosi. Merujuk pada kondisi tersebut, diperkirakan bahwa pilar (pier) jembatan telah berkurang kapasitasnya dalam memikul beban rencana dan perlu mendapat penanganan terkait kebutuhan kapasitas layan dan ultimit serta proteksi terhadap bahaya korosi. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan maka ditetapkan suatu permodelan pilar jembatan dan perhitungan beban-beban kerja yang diprediksi mungkin timbul pada jembatan Kr. Idi. Dari permodelan tersebut, dicoba penerapan metode perbesaran tampang (enlargement) dengan menggunakan selubung beton (concrete jacketing) setebal 125 mm atau perubahan dimensi kolom pilar dari diameter kolom awal 2 m menjadi 2,25 m dengan rekomendasi penambahan tulangan longitudinal adalah D16-200 pada area kolom yang diperkuat (strengthened), tulangan geser berupa sengkang melingkar D13-150 dengan ketebalan selubung beton  150 mm, dimana selimut beton setebal 70 cm dengan mutu beton f’c = 30 MPa (K-350). Hasil perhitungan yan dilakukan menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode concrete jacketing, pilar masih dapat ditingkatkan kapasitasnya terhadap aksial dan lentur serta geser. Selain peningkatan kapasitas penumpang, metode perkuatan ini juga mampu memproteksi perambatan dan pertumbuhan korosi pada tulangan eksisting kolom yang diselubunginya.Kata kunci : pilar jembatan, concrete jacketing, korosi, kapasitas aksial, kapasitas lentur, kapasitas geser.
PENYEBAB DAN DAMPAK VARIATION ORDER PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI JEMBATAN (Studi Kasus pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi jembatan di Provinsi Aceh) Jurisman Amin
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan perintah kerja (variation order), dalam realitanya sering terjadi karena penerapan tahap pelaksanaan kerja belum tentu sesuai rencana terhadap waktu, biaya, dan mutu. Hal inilah yang menjadi latar belakang untuk mengetahui faktor penyebab variation order. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab dan dampak variation order pada pelaksanaan proyek pembangunan jembatan. Penelitian ini dilaksanakan dengan penyebaran kuesioner kepada pihak owner, konsultan dan penyedia jasa. Analisa data kuesioner menggunakan instrument skala Guttman. Pengujian variable dapat dilakukan dengan menguji koefisien reprodusibilitas, skalabilitas, validitas dan reliabilitas.Dampak variation order dikaji pada data dokumen kontrak beserta addendum kontrak. Hasil penelitian diperoleh peringkat penyebab variation order. Penyebab berdasarkan desain adalah masalah keterlambatan persetujuan gambar desain. Diikuti penyebab pelaksanaan lapangan adalah kurangnya konsultasi sebelum melanjutkan pekerjaan lapangan. Kemudian penyebab berdasarkan mutu adalah penurunan kualitas konstruksi sebelum batas akhir masa pemeliharaan. Penyebab berdasarkan biaya adalah karena pengurangan biaya disebabkan keterbatasan anggaran pada  waktu pelaksanaan. Serta penyebab berdasarkan waktu adalah karena keterlambatan proses surat perintah mulai kerja. Hasil penelitian dampak variation order terjadi pada biaya, karena penambahan biaya terjadi implikasi terhadap tambahan volume kerja. Diikuti dengan dampak terhadap waktu, karena setiap terjadi penambahan lingkup kerja atau volume kerja belum tentu dapat menimbulkan dampak terhadap perpanjangan waktu pelaksanaan. Kata kerja: variation order, proyek jembatan
ANALISA PRODUKTIVITAS ASPHALT MIXING PLANT (AMP) DAN DUMP TRUCK SEBAGAI ALAT ANGKUT PADA PEMBANGUNAN JALAN LAMBARO – KM. 77 (SECTION I/BANG-02A KABUPATEN ACEH BESAR) Zainuddin -
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan yang sering dihadapi kontraktor ketika hendak melaksanakan suatu proyek adalah perencanaan biaya peralatan yang tidak sesuai dengan realisasi di lapangan. Kontraktor harus mempertimbangkan biaya yang dipergunakan untuk peralatan per jam kerja yang dapat mempengaruhi biaya sewa peralatan tersebut. Penelitian pada proyek Pembangunan Jalan Lambaro – KM. 77 Kabupaten Aceh Besar ini berupa studi kasus terhadap nilai produktivitas AMP dan Dump Truck sebagai alat angkut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan produktivitas kerja efektif AMP dan dump truck dari hasil pengamatan pekerjaan hotmix pada proyek tersebut. Pengolahan dan analisa data dilakukan dengan menggunakan metode distribusi frekuensi, korelasi, dan regresi. Hasil perhitungan waktu kerja rata-rata AMP didapat X = 3,13 jam dan hasil perhitungan waktu kerja rata-rata dump truck didapat x = 3 jam. Perhitungan waktu siklus rata-rata AMP didapat x = 45 menit, waktu siklus rata-rata dump truck didapat x = 190 menit. Perhitungan produktivitas kerja untuk AMP didapat  50 ton/jam dan hasil perhitungan pada volume rata-rata pada dump truck didapat 25,50 ton. Hubungan antara waktu siklus dan produktivitas pada AMP didapat R2 = 0,9977 dan pada dump truck diperoleh R2 = 0,9998. Berdasarkan waktu siklus rata-rata dump truck pada pekerjaan AC-BC maka banyaknya dump truck yang dilayani oleh satu AMP sebanyak 5 dump truck dengan lamanya penyelesaian pekerjaan 4 hari dengan biaya sewa peralatan Rp.123.578,560,- dan sedang pada pekerjaan AC-WC maka banyaknya dump truck yang dilayani oleh satu AMP sebanyak 5 dump truck dengan lamanya penyelesaian 4 hari dengan biaya sewa peralatan Rp.154.473.200,-. Maka total sewa peralatan dalam pekerjaan hotmix pada paket Pembangunan Jalan Lambaro – Km.77 Aceh Besar adalah sebesar Rp.278.051.760,- Kata kunci ; pproduktivitas amp, peralatan, dump truck
THE IRON TRIANGLE AS THE TRIPLE CONSTRAINTS IN PROJECT MANAGEMENT Hafnidar Abdul Rani
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractProject Management can be used as a tool to maximize the success of a project. Empirically, there is strong evidence that the practice of project management knowledge can affect of the project success. Time, cost and quality, over the last 50 years have become inextricably linked with measuring the success of project. The iron triangle are the principle criteria for the project success. In fact, almost every plan relating to mention three of them and show the importance of criteria in project development. This is perhaps not surprising, since over the same period those criteria are usually included in the description of project management. Time and cost  are best guesses, typically calculated when less is known during the planning phases, and quality is an attitude that changes over the project life cycle. The iron triangle comprises three well recognized criteria against which project success is measured. The measure of project success is how far the triple constraints can be filled out.Keywords : Project management; iron triangle; triple constraints; project success.Abstrak :Manajemen proyek dapat digunakan sebagai alat untuk memaksimumkan kesuksesan proyek. Secara empiris, ada bukti kuat bahwa praktik pengetahuan manajemen proyek dapat mempengaruhi keberhasilan proyek. Waktu, biaya dan kualitas, selama 50 tahun terakhir telah menjadi terkait erat dengan mengukur keberhasilan proyek. The iron triangle adalah criteria asas untuk keberhasilan proyek. Malah hampir setiap rencana berkaitan menyebutkan ketiga-tiganya dan menunjukkan pentingnya kriteria itu dalam proyek konstruksi. Hal ini mungkin tidak mengherankan karena selama tempo yang sama kriteria selalu termasuk dalam deskripsi manajemen proyek. Waktu dan biaya merupakan terkaan terbaik yang biasanya dikira jika kurang dikenali selama fasa perencanaan dan kualitas merupakan suatu sikap perubahan selama kitaran hidup proyek. The Iron triangle terdiri dari tiga criteria yang dikenali dengan bai terhadap keberhasilan proyek yang diukur. Ukuran keberhasilan proyek adalah sejauh mana tiga kendala dapat diisi.Kata kunci : manajemen proyek; iron triangle; tiga kendala; keberhasilan proyek.
ANALISIS RII (RELATIF IMPORTANT INDEX) TERHADAP FAKTOR-FAKTOR PENENTU PEMENANGAN LELANG PROYEK KONSTRUKSI DI PROPINSI ACEH YANG MENGGUNAKAN METODE ICB Sri Indah Setyaningsih
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelelangan proyek konstruksi dengan metode International Competitive Bidding (ICB) merupakan metode pelelangan internasional yang belum biasa diikuti penyedia jasa konstruksi di Indonesia, sehingga pada pelaksanaannya banyak kendala yang dihadapi oleh kontraktor lokal dan nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji factor-faktor yang berkontribusi terhadap penentuan pemenang lelang proyek konstruksi dengan menggunakan metode International Competitive Bidding (ICB). Objek penelitian adalah proyek konstruksi pada proyek Infrastructure Reconstruction Financing Facility (IRFF) BRR NAD – Nias yang lokasinya tersebar di NAD – Nias. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner kepada panitia lelang dan kontraktor yang terlibat pada pelelangan proyek ICB pada proyek IRFF dan data sekunder yang diperoleh dari ekstraksi dokumen proyek. Metode analisis yang digunakan pada penelitian adalah analisis Relative Important Index (RII). Kata kunci : International Competitive Bidding (ICB), proyek konstruksi, Relative Importance Index (RII).
ANALISA PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP BANJIR DAS KRUENG MEURUDU Netty Herissandy
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab banjir adalah rusaknya fungsi hidrologis di suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) akibat perubahan tata guna lahan yang tidak sesuai. Pesatnya pertumbuhan penduduk menuntut adanya ketersediaan lahan. Kenyataan yang ada saat ini menunjukkan bahwa banyak terjadi perubahan fungsi dan pemanfaatn lahan. Krueng Meurudu merupakan sungai yang daerah aliran sungainya terletak di Kabupaten Pidie Jaya. Pidie Jaya, dengan ibukota kabupaten yaitu Kota Meurudu berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2007 merupakan pemekaran dari Kabupaten Pidie. Sebagai konsekuensi baik perubahan lahan yang tidak sesuai dengan RTRW maupun adanya penebangan liar yang kian marak terjadi di hulu DAS Krueng Meurudu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap banjir DAS Krueng Meurudu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap banjir DAS Krueng Meurudu. Penelitian ini meliputi modifikasi Model Tangki Sugawara sebagai model hidrologi, pengujian model, analisa debit maksimum dan minimum, dan identifikasi kondisi DAS Krueng Meurudu. Hasil analisa debit maksimum dan minimum diperoleh nilai debit maksimum yang semakin meningkat dan debit minimum yang semakin menurun. Nilai Koefisien Regim Sungai (KRS) dari tahun ke tahun cenderung meningkat. KRS Tahun 1996 sebesar 26.24 (kondisi baik), KRS Tahun 2006 sebesar 68.241 (kondisi sedang), dan KRS Tahun 2010 sebesar 130.271 (kondisi buruk). Presentase luas hutan di DAS Krueng Meurudu hanya tersisa30.9%, merupakan ambang batas yang harus dipertahankan berdasarkan Unadng-undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Penyelesaian permasalahan banjir tidak dapat dipisah dengan meretensi pada bagian hulu atau hilir saja, melainkan meretensi dari hulu hingga hilir secara merata. Sehingga alternative penanggulan banjir secara eko-hidraulik merupakan pilihan yang tepat. Kata Kunci  : model tangki, penggunaan lahan, banjir.

Page 1 of 1 | Total Record : 6