cover
Contact Name
Aziz Salam
Contact Email
aziz_salam@ung.ac.id
Phone
+6285299819372
Journal Mail Official
jurnal_nike@ung.ac.id
Editorial Address
Jalan Jenderal Sudirman No.6 Kota Gorontalo 96128, Gorontalo, Indonesia.
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
NIKe Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan | Fisheries and Marine Scientific Journal
ISSN : 23032200     EISSN : 27225836     DOI : https://doi.org/10.37905/.v0i0.6885
Core Subject : Agriculture, Social,
The NIKe Journal is published by the Faculty of Fishery and Marine Sciences - Universitas Negeri Gorontalo. The NIKe Journal publish quarterly on March, June, September and December. Publishing research results in the fields of fisheries and marine science: management of aquatic resources; aquaculture; capture fisheries; and socio-economic-cultural affairs of coastal communities.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "VOLUME 6 NOMOR 2 | JUNI 2018" : 5 Documents clear
Kejutan Suhu Panas terhadap Daya Tetas Telur dan Kelulus-hidupan Benih Ikan Mas | Shock heat for egg hatchability and survival of carp seedling Refliyanto Djalilu; Yuniarti Koniyo; Juliana Juliana
The NIKe Journal VOLUME 6 NOMOR 2 | JUNI 2018
Publisher : Faculty of Fishery and Marine Sciences - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.243 KB) | DOI: 10.37905/.v6i2.5223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan waktu awal mulai kejutan suhu panas (Heat Shock) terhadap daya tetas telur dan kelulusan hidupan (Survival Rate) benih ikan mas (Cyprinus carpio). Desain penelitian yang digunakan adalah metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga kali pengulangan pada setiap kelompok uji. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai daya tetas telur mas (Cyprinus carpio), perlakuan A (kontrol) yaitu 91 %, perlakuan B (2,5 menit setelah fertilisasi) yaitu 81.67 %, perlakuan C (5,0 menit setelah fertilisasi) yaitu 69.33 % dan perlakuan D (7,5 menit setelah fertilisasi) yaitu 61.67 %, dan untuk kelulusan hidupan (Survival Rate) benih ikan mas (Cyprinus carpio), perlakuan A (kontrol) yaitu 48.327%, perlakuan B (2,5 menit setelah fertilisasi) yaitu 77.97 %, perlakuan C (5,0 menit setelah fertilisasi) yaitu 70.698 % dan perlakuan D (7,5 menit setelah fertilisasi) yaitu 55.702 %. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukan bahwa perlakuan dengan selang waktu awal mulai kejutan suhu panas yang berbeda terhadap daya tetas dan kelulusan hidupan (Survival Rate) benih ikan mas (Cyprinus carpio) memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap setiap perlakuan. This study aims to determine the effect of the initial time difference heat shock to the hatchability of eggs and the survival rate of carp (Cyprinus carpio) seeds. The research design used was complete randomized design method (CRD) with three repetitions in each test group. The results showed that the value of hatching eggs by treatment A (control) was 91%, treatment B (2.5 minutes after fertilization) is 81.67%, treatment C (5.0 minutes after fertilization) is 69.33% and treatment D (7.5 minutes after fertilization) is 61.67%, and for Survival Rate) of carp seeds, treatment A (control) that is 48,327%, treatment B (2.5 minutes after fertilization) is 77.97%, treatment C (5.0 minutes after fertilization) is 70,698% and treatment D (7.5 minutes after fertilization) is 55,702%. The results of analysis of variance (ANOVA) showed that the initial time difference heat shock to hatchability and survival rate of carp seeds had a very real effect on each treatment. Katakunci: Telur ikan mas; kejutan suhu; daya tetas; kelulusan hidupan. Keywords: Carp egg; shock heat; hatchability; survival
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Flavonoid Buah Mangrove Sonneratia Alba terhadap Bakteri Vibrio Alginolitycus | Antibacterial activity of flavonoid extract from mangrove fruit of Sonneratia alba against Vibrio alginolitycus bacteria Zulfandi Karim; Rieny Sulistijowati; Nikmawatisusanti Yusuf
The NIKe Journal VOLUME 6 NOMOR 2 | JUNI 2018
Publisher : Faculty of Fishery and Marine Sciences - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.097 KB) | DOI: 10.37905/.v6i2.5224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak flavonoid buah mangrove S. alba terhadap bakteri V. alginolitycus. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan uji konsentrasi hambat minimum (KHM) menggunakan metode dilusi cair, uji diameter zona hambat (DZH) menggunakan metode difusi agar. Penggunaan kontrol positif Chloramphenicol dan kontrol negatif aquadest sebagai parameter pembanding. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua kali ulangan. Hasil analisis uji lanjut (Duncan) menunjukkan bahwa ketiga perlakuan konsentrasi flavonoid mampu memberikan aktivitas penghambatan yang berbeda nyata terhadap V. alginolitycus yaitu antara konsentrasi 500, 375, dan 250 ppm dengan luas zona hambat sebesar (10,33 mm), (9,23 mm), dan (8,07 mm). Berdasarkan hasil penelitian, aktivitas penghambatan ekstrak flavonoid pada konsentrasi 500 ppm tergolong kuat, sehingga mempunyai potensi sebagai antibakteri V. alginolitycus yang merupakan salah satu bakteri penyebab penyakit ice-ice rumput laut Kappaphycus alvarezii. This study aims to determine the antibacterial activity of S. alba mangrove fruit flavonoid extracts against V. alginolitycus bacteria. Antibacterial activity testing is carried out with a minimum inhibitory concentration test (MIC) using the liquid dilution method, the inhibition zone diameter test (DZH) uses the agar diffusion method. The use of Chloramphenicol positive control and aquadest negative control as comparison parameters. This study used a completely randomized design (CRD) with two replications. The results of further test analysis (Duncan) showed that the three treatments of flavonoid concentration were able to provide significantly different inhibitory activity against V. alginolitycus i.e. between concentrations of 500, 375, and 250 ppm with inhibitory zone area of (10.33 mm), (9.23 mm), and (8.07 mm). Based on the results of the study, the inhibitory activity of flavonoid extracts at a concentration of 500 ppm is quite strong, so has the potential as an antibacterial to V. alginolitycus which is one of the bacteria that causes seaweed ice-ice desease of Kappaphycus alvarezii. Katakunci: Sonneratia alba; flavonoid; anti bakteri; Vibrio alginolitycus; KHM; zona hambat Keywords: Sonneratia alba; flavonoid; anti bacterial; vibrio alginolitycus; DZH; inhibition zone
Komposisi dan Pola Sebaran Lamun di Desa Garapia | Composition and distribution of seagrass in Garapia Village Roy M Moningka; Faizal Kasim; Sitti Nursinar
The NIKe Journal VOLUME 6 NOMOR 2 | JUNI 2018
Publisher : Faculty of Fishery and Marine Sciences - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.026 KB) | DOI: 10.37905/.v6i2.5225

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi dan pola sebaran lamun di Perairan Laut Sulawesi Desa Garapia Kecamatan Monano Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan September 2015 sampai Februari 2016. Metode yang digunakan adalah metode kuadran berukuran 1x1 meter. Lokasi penelitian dibagi menjadi 2 stasiun yaitu stasiun I (berdekatan dengan muara sungai dan pangkalan perahu) dan stasiun II (berdekatan dengan hutan mangrove). Komposisi jenis lamun di perairan Desa Garapia adalah Enhalus acoroides (13,29% dan 92,18%), Cymodoceae rotundata (46,43% dan 2,63%), Thalassia hemprichi (8,77% dan 2,86%), Halophila ovalis (18,26% dan 2,34%), Syringodium isoetifolium (13,25% dan 0%). Jenis lamun di perairan Laut Sulawesi Desa Garapia pada stasiun I untuk semua jenis lamun pola sebarannya mengelompok. Pada stasiun II, pola sebaran lamun terbagi atas beberapa kelompok yaitu: Pola sebaran seragam ditemukan pada Cymodocea ratundata dan Thalassia hemprichii, Pola sebaran acak terdapat pada Halophila ovalis, dan pola sebaran mengelompok terdapat pada Enhalus acoroides. Composition and distribution of seagrass in Garapia Village. The purpose of this study was to determine the composition and pattern of seagrass distribution in the Sulawesi Sea of Garapia Village, Monano District, North Gorontalo Regency. This research was conducted in September 2015 to February 2016. The method used was a quadrant method measuring 1x1 meters. The research location was divided into 2 stations, namely Station I (adjacent to the river mouth and boat base) and Station II (adjacent to the mangrove forest). The composition of seagrass species in the waters of Garapia Village are Enhalus acoroides (13.29% and 92.18%), Cymodoceae rotundata (46.43% and 2.63%), Thalassia hemprichi (8.77% and 2.86%), Halophila ovalis (18.26% and 2.34%), Syringodium isoetifolium (13.25% and 0%). Seagrass species in the Sulawesi Sea, Garapia Village at Station I, for all types of seagrass, the distribution patterns are clustered. At Station II, seagrass distribution patterns are divided into several groups, namely: uniform distribution patterns found in Cymodocea ratundata and Thalassia hemprichii, random distribution patterns found on Halophila ovalis, and clustered distribution patterns found in Enhalus acoroides. Kata kunci: Komposisi; pola sebaran; lamun; Laut Sulawesi Keywords: Composition; distribution pattern; sea grass; Sulawesi Sea
Pemberian Pakan Alami Cacing Sutera pada Benih Ikan Lele Sangkuriang | Natural feeding of silk worms to Sangkuriang catfish seeds Susanto Kasim; Hasim Hasim; Mulis Mulis
The NIKe Journal VOLUME 6 NOMOR 2 | JUNI 2018
Publisher : Faculty of Fishery and Marine Sciences - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.709 KB) | DOI: 10.37905/.v6i2.5186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian pakan alami cacing sutera (Tubifex sp) terhadap pertumbuhan benih ikan lele sangkuriang (Clarias sp). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata (p < 0,05) terhadap pertumbuhan panjang dan berat benih lele sangkuriang. Rata-rata pertumbuhan panjang dan berat tertinggi ditunjukkan pada perlakuan C berturut-turut sebesar 0,023 cm dan 0.011 gr, disusul perlakuan B berturut-turut sebesar 0,011 cm dan 0,007 gr, dan terendah pada perlakuan A berturut-turut sebesar 0,005 cm dan 0,005 gr. Hasil ini menunjukkan bahwa frekuensi pemberian pakan alami cacing sutera sebanyak 4 kali memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan benih lele sangkuriang. This study aims to determine the effect of the frequency of natural feeding of silk worms (Tubifex sp) on the growth of sangkuriang catfish (Clarias sp). The study used a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 3 replications. The analysis showed that there was a significant difference (p
Penilaian Kondisi Mangrove Berdasarkan Tingkat Kerapatan Jenis | Mangrove assesment based on species density Femy Sahami
The NIKe Journal VOLUME 6 NOMOR 2 | JUNI 2018
Publisher : Faculty of Fishery and Marine Sciences - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/.v6i2.5185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi mangrove di wilayah pesisir Kecamatan Paguyaman Pantai berdasarkan tingkat kerapatan jenisnya. Pengambilan data dilakukan pada Bulan Juli-Agustus 2015 di Desa Lito, Desa Limbatihu dan Desa Apitalao menggunakan metode garis transek kuadrat plot bertingkat (nested quadrat). Tingkat kerapatan jenis dihitung berdasarkan kriteria pertumbuhan mangrove yaitu semai, pancang dan pohon. Hasil penelitian menujukkan bahwa jenis-jenis mangrove yang ditemukan sejumlah 11 jenis. Secara umum kondisi mangrove masih dalam kondisi relative baik dengan nilai kerapatan berdasarkan kategori pertumbuhannya yaitu: Tingkat semai memiliki kerapatan antara 50.600-291.700 tegakan/ha; tingkat pancang dengan nilai kerapatan berkisar antara 6.500-47.930 tegakan/ha; dan tingkat pohon memiliki kerapatan 2.983-9.550 tegakan/ha. This study aims to determine the condition of mangroves in the coastal area of Paguyaman Pantai District based on the level of species density. Data was collected in July-August 2015 in Lito Village, Limbatihu Village and Apitalao Village using the nested quadrate plot transect line method. Species density level is calculated based on mangrove growth criteria, namely seedlings, saplings and trees. The results showed that there were 11 species of mangroves. In general, mangrove conditions are still in relatively good condition with density values based on growth categories, namely: seedling level has a density between 50,600-291,700 stands / ha; sapling level with density values ranging from 6,500-47,930 stands / ha; and tree level has a density of 2,983-9,550 stands / ha. Katakunci: Mangrove; penilaian; kerapatan; semai; pancang; pohon. Keywords: Mangrove; assesment; density; seedling; sapling; tree.

Page 1 of 1 | Total Record : 5