cover
Contact Name
Amirullah
Contact Email
amirullah8505@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pattingalloang@unm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan
Jurnal Pattigalloang adalah Publikasi Karya Tulis Ilmiah dan Pemikiran Kesejarahan dan ilmu-ilmu sosial.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 13, No.1 (2026)" : 5 Documents clear
Peranan Sultan Trenggana dalam Pengembangan Ekonomi Kerajaan Demak Tahun 1521-1546 M Andiyati, Ulfa; Setyorini, Fitri Sari
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan Vol. 13, No.1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v13i1.82187

Abstract

Artikel ini membahas tentang peranan Sultan Trenggana dalam mengembangkan perekonomian Kerajaan Demak selama masa pemerintahannya (1521-1546 M). Dalam memerintah kerajaannya, Sultan Trenggana tidak hanya fokus pada perluasan wilayah Islam, tetapi juga memperkuat basis ekonomi kerajaan. Penelitian ini menggunakan metode historis dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dari sumber primer dan sekunder. Menunjukkan bahwa Sultan Trenggana berperan dalam memperluas pelabuhan, memperkuat jaringan perdagangan di wilayah pesisir, serta memanfaatkan hasil pertanian rakyat sebagai  komoditas utama ekspor. Selain itu, strategi aliansi dagang dengan kerajaan pesisir lain  turut memperkuat posisi Demak sebagai kerajaan Maritim. Sistem pajak hasil bumi dan pungutan pelabuhan diterapkan sebagai sumber utama pendapatan kerajaan. Kesimpulannya, kebijakan ekonomi Sultan Trenggana sangat berkontribusi terhadap kejayaan Demak sebagai pusat perdagangan dan penyebaran Islam di Nusantara.Kata Kunci : Sultan Trenggana, Ekonomi, Demak
Implementasi Deep Learning dalam Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 13 Semarang Ramadhan, Dwiki Duta; Atno, Atno
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan Vol. 13, No.1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v13i1.83773

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 13 Semarang. Permasalahan utama adalah dominasi metode hafalan yang berdampak pada rendahnya kemampuan berpikir kritis dan kurangnya keterkaitan materi dengan realitas kontemporer. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi tiga pertemuan, wawancara guru dan siswa kelas X, serta analisis Modul Ajar. Hasil menunjukkan bahwa prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning melalui Project Based Learning diterapkan efektif, terutama pada materi Masa Kerajaan Hindu-Buddha. Strategi guru seperti asesmen diagnostik digital, diskusi multiperspektif, dan media interaktif mendorong keterlibatan aktif siswa. Meski terdapat keterbatasan waktu, pendekatan ini meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi sesuai tuntutan abad ke-21. Disimpulkan bahwa kompetensi pedagogis guru menjadi kunci pembelajaran sejarah yang lebih bermakna. This study aims to analyze the implementation of the deep learning approach in history instruction at State Senior High School 13 Semarang. The main issue is the dominance of rote memorization methods, which has led to low critical thinking skills and a lack of connection between the material and contemporary reality. The study employed a descriptive qualitative method through observations of three class sessions, interviews with teachers and 10th-grade students, and an analysis of the Teaching Module. The results indicate that the principles of mindful, meaningful, and joyful learning through Project-Based Learning were effectively applied, particularly in the material on the Hindu-Buddhist Kingdom Period. Teacher strategies such as digital diagnostic assessments, multi-perspective discussions, and interactive media encouraged active student engagement. Despite time constraints, this approach enhanced critical thinking skills and collaboration in line with 21st-century demands. It was concluded that teachers’ pedagogical competencies are key to more meaningful history learning.  
Revitalisasi Pembelajaran IPS Berkelanjutan: Sintesis Literatur tentang Epos I La Galigo dalam Kerangka Ecopedagogi Hasni, Hasni; Amiruddin, Asmaul Husnah; Mustari, Ulul Azmi; Sakmawati, Sakmawati; Amirullah, Amirullah
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan Vol. 13, No.1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v13i1.83583

Abstract

Revitalisasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada abad ke-21 menuntut integrasi nilai keberlanjutan dan kesadaran ekologis dalam proses pembelajaran. Namun, praktik pembelajaran IPS masih cenderung bersifat konseptual dan belum optimal memanfaatkan kearifan lokal sebagai sumber belajar kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai ekologis dalam Epos I La Galigo, menganalisis relevansi ecopedagogi dalam pembelajaran IPS, serta merumuskan model integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPS. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap artikel yang bersumber dari database Scopus dan Google Scholar pada periode 2020–2025, dengan kata kunci ecopedagogy, ecological literacy, local wisdom, dan culture-based learning. Analisis data dilakukan melalui teknik sintesis tematik yang meliputi tahap pengumpulan, pengkodean, pengelompokan, dan interpretasi tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Epos I La Galigo mengandung nilai ekologis relasional, etis, dan kosmologis yang relevan dengan paradigma pendidikan berkelanjutan. Pendekatan ecopedagogi terbukti mampu meningkatkan literasi ekologis, kesadaran kritis, dan perilaku berkelanjutan peserta didik. Integrasi budaya lokal dan teknologi menghasilkan pembelajaran IPS yang kontekstual, reflektif, dan transformatif.Kata Kunci: Ecopedagogi, I La Galigo, Pembelajaran IPS, Literasi Ekologis, Kearifan LokalAbstractRevitalizing Social Studies Education in the 21st  century requires the integration of sustainability values and ecological awareness into the learning process. However, Social Studies teaching practices still tend to be conceptual and do not yet make optimal use of local wisdom as a source of contextual learning. This study aims to identify ecological values in the First Epic of La Galigo, analyze the relevance of ecopedagogy in social studies education, and formulate a model for integrating local wisdom into social studies education. The method used was a literature review of articles sourced from the Scopus and Google Scholar databases for the period 2020–2025, using the keywords ecopedagogy, ecological literacy, local wisdom, and culture-based learning. Data analysis was conducted using thematic synthesis techniques, which included the stages of data collection, coding, grouping, and theme interpretation. The research findings indicate that the first epic of La Galigo contains relational, ethical, and cosmological ecological values that are relevant to the paradigm of sustainable education. The ecopedagogical approach has proven effective in enhancing students’ ecological literacy, critical awareness, and sustainable behavior. The integration of local culture and technology results in contextual, reflective, and transformative social studies learning.Keywords: Ecopedagogy, I La Galigo, Social Studies Education, Ecological Literacy, Local Wisdom
Perubahan Strategi Perjuangan Era Pergerakan Nasional: Dari Strategi Non-Kooperatif ke Kooperatif Kabubu, Rusmala Dewi; Malihu, La
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan Vol. 13, No.1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v13i1.83942

Abstract

This article examines the transformation of struggle strategies in the Indonesian national movement from non-cooperative to cooperative approaches during the 1930s. It argues that this shift should be understood not merely as a tactical adjustment but as a transformation of collective consciousness shaped by the colonial socio-historical context, while also assessing its effectiveness in the independence struggle. The study employs the historical method, encompassing heuristic inquiry, source criticism, interpretation, and historiography, drawing on relevant scholarly literature. The analysis is informed by Karl Mannheim’s sociology of knowledge, particularly the concepts of utopia, ideology, and situational knowledge. The findings demonstrate that the non-cooperative strategy embodied a transformative utopian orientation, whereas structural pressure, most notably political repression and the global economic depression, prompted a reconfiguration of the elites’ situational knowledge. This shift gave rise to cooperative strategies as adaptive forms of ideology that operated within colonial structures without relinquishing the goal of independence. The transition thus reflects a dialectical relationship between utopia and ideology within the evolving dynamics of the national movement. This study contributes by conceptualizing strategic change as a transformation of collective consciousness rather than a purely tactical response, thereby advancing theoretically grounded historiography of the Indonesian national movement.
Pergeseran Peran Surat Kabar Asia Raya dari Media Propaganda Jepang menjadi Corong perjuangan Kaum Nasionalis 1942-1945 Nur Sundani, Priyanti Aisyah; Syahir, Amung Ahmad; Purnama, Agung
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan Vol. 13, No.1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v13i1.83889

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika pergeseran fungsi surat kabar Asia Raya selama masa pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945), dari instrumen propaganda militer menjadi medium artikulasi nasionalisme. Fokus utama kajian ini adalah mengeksplorasi bagaimana agen lokal khususnya jurnalis nasionalisme seperti B.M. Diah dan Rasihon Anwar menavigasi struktur sensor ketat Sendenbu untuk menyisipkan agenda kemerdekaan. Dengan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik,kiritk,interpretasi, dan historiografi, penelitian ini membedah data primer berupa arsip digital dan fisik surat kabar Asia Raya. Analisis dilakukan dengan menerapkan teori strukturasi Anthony Ghidens, khususnya melalui model stratiikasi tindakan dan konsep dualitas struktur. Hasil penelitian menunjukan bahwa Jepang memanfaatkan Asia Raya sebagai alat hegemoni melalui teknik propaganda bandwagon, glittering generalities dan transfer untuk melegitimasi kekuasaan serta mobilisasi massa. Namun, para jurnalis nasionalis mengoperasikan kesadaran praktis (practical consciousness) dengan memanfaatkan kebijakan bahasa Indonesia dan rubrik kebudayaan sebagai celah strategis. Melalui kacamata teknik “bahasa Aesopian”,  penggunaan metafora dalam karya sastra menjadi instrumen strategis bagi para agen untuk menyamarkan kritik sekaligus reinterpretasi makna yang membangkitkan kesadaran identitas nasional. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa Asia Raya bukan sekadar entitas pasif dalam kendali militer, melainkan ruang dialektika yang menjadi "sekolah perjuangan" bagi lahirnya pers nasional pasca-proklamasi melalui pendirian harian Merdeka. Kata Kunci: Asia Raya; Propaganda Jepang; Nasionalisme; Teori Strukturasi.AbstractThis study examines the dynamics of the shifting function of the Asia Raya newspaper during the Japanese occupation of Indonesia (1942-1945), from an instrument of military propaganda to a medium for the articulation of nationalism. The main focus of this study is to explore the strategies of local agents, especially nationalist journalists such as B.M. Diah and Rasihon Anwar, in navigating the strict censorship structure of the Sendenbu to insert an independence agenda. Using historical research methods including heuristics, criticism, interpretation, and historiography, this study dissects primary data in the form of digital and physical archives of the Asia Raya newspaper. The analysis is conducted by applying Anthony Ghidens' structuration theory, particularly through the stratification of action model and the concept of duality of structure. The results show that Japan utilized Asia Raya as a tool of hegemony through bandwagon propaganda techniques, glittering generalities, transfers, and so on to legitimize power and mass mobilization. However, nationalist journalists operated with practical consciousness by exploiting the Indonesian language policy and cultural columns as strategic gaps. Through the lens of Aesopian linguistic techniques, the use of metaphors in literary works became strategic instruments for agents to disguise criticism and reinterpret meanings that raised awareness of national identity. The conclusion of this study confirms that Greater Asia was not merely a passive entity under military control, but rather a dialectical space that became a "school of struggle" for the birth of the national press after the proclamation through the establishment of the daily Merdeka.Keywords: Asia Raya; Japanese Propaganda; Nationalism; Structuration Theory.

Page 1 of 1 | Total Record : 5