cover
Contact Name
Amirullah
Contact Email
amirullah8505@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pattingalloang@unm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan
Jurnal Pattigalloang adalah Publikasi Karya Tulis Ilmiah dan Pemikiran Kesejarahan dan ilmu-ilmu sosial.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 7, No. 1, April 2020" : 12 Documents clear
Politik Etis Kerajaan Soppeng 1905-1942 Saputra, Irwansya; Patahuddin, Patahuddin; Bahri, Bahri
PATTINGALLOANG Vol. 7, No. 1, April 2020
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v7i1.12513

Abstract

Penelitian  ini membahas mengenai latar belakang penerapan politik etis di Kerajaan Soppeng, bentuk penerapan dan dampak dari politik etis di Kerajaan Soppeng.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik (mencari dan mengumpulkan sumber), kritik sumber (kritik intern dan ektern), interpretasi (penafsiran sumber) dan historiografi (penulisan sejarah). Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan penelitian lapangan terdiri dari wawancara dan mengumpulkan sumber arsip serta literatur-literatur  yang berhubungan. Berdasarkan hasil pelitian ini menunjukkan bahwa masuknya pengaruh Hindia Belanda di Kerajaan Soppeng pertama kali Pada tanggal 25 September 1905 dan menenpatkan diri sebagai penguasa di Kerajaan Soppeng. Semenjak berkuasa, Belanda Menerapkan kebijakan politik etis, dimana kebijakan ini meliputi pembangunan 14 sekolah dan dibangunya 12 irigasi di Wilayah Kerajaan Soppeng. Wilayah ini menjadi perhatian pihak Belanda karena kondisi  masyarakat yang terbelakang dalam bidang pengetahuan dan potensi pertanahan dan pertanian yang subur di wilayah ini patut  untuk dikembangkan. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa masuknya Belanda di Kerajaan Soppeng telah memeberikan dampak positif bagi kaum pribumi, hal ini dikarenakan masuknya Belanda telah mengajarkan konsep pendidikan formal serta tata cara mengelola pertanian dengan moderen seperti, membangun irigasi di Kerjaan Soppeng pada saat itu. Adapun dampak negatif ialah banyaknya kebiasaan lokal yang berubah.             Kata Kunci : Politik, Etis, Kerajaan, dan Soppeng Abstract This research is discuss about the background of the application of Ethical Politics in the Kingdom of Soppeng, the terms of application and the impact of ethical politics in the Soppeng Kingdom. This research is using historical research method which consists of four stages, which is heuristics (searching and gathering sources), source criticism (internal and external criticism), interpretation (source interpretation) and historiography (history writing). The method of data collection is done by conducting field research consisting of interviews and collecting archives and related literatures. Based on the results of this research shows that the entry of the influence of the Dutch East Indies in the Kingdom of Soppeng was the first time on September 25th, 1905 and established itself as a ruler in the Kingdom of Soppeng. Since coming to power, the Netherlands has implemented an ethical political policy, which includes the construction of 14 schools and the construction of 12 irrigation systems in the Soppeng Kingdom Area. This region is concern to the Dutch because the backward condition of the community in the field of knowledge and the potential for fertile land and agriculture in this region deserves to be developed.From the results of this study, it can be concluded that the entry of the Netherlands in the Kingdom of Soppeng had a positive impact on the natives, this is because the Dutch entry had taught the concept of formal education and procedures for managing agriculture in a modern way, such as building irrigation in the Soppeng Work at that time. The negative impact is that many local habits have changed. Keyword : politics, Ethical, Kingdom, and Soppeng
Ilegal Fishing: Penggunaan Alat Tangkap Ikan di Kepulauan Kabupaten Pangkep 1975-2015 Akbar Akbar; Najamuddin Najamuddin; Bustan Bustan
PATTINGALLOANG Vol. 7, No. 1, April 2020
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v7i1.13283

Abstract

Karya ini menjelaskan tentang penangkapan ikan secara ilegal di Kepulauan Kabupaten Pangkep pada masa pemerintahan Presiden ke-2 sampai tahun 2015. Alat tangkap tersebut mulai ada sejak tahun 1975 seperti Dodoro’ (Bom ikan), dan Racun potassium yang digunakan oleh sebagian nelayan yang ada di Kepuluan Kabupaten Pangkep. Masuknya orang Jawa ke perairan Selam Makassar Pada tahun 1989 memperkenalkan alat tangkap baru kepada nelayan dan melakukan aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap Catrang atau yang biasa disebut Trawl (Trol). Dari sinilah awal nelayan mengenal yang namanya Cantrang/trawl. Sebagai akibatnya, sebagian nelayan di Kecamatan Liukang Tupabiring khusunya Pulau Podang-podang Lompo terdorong melakukan praktek penangkapan ikan secara ilegal karena permintaan pasar semakin meningkat serta, cara prakteknya pun mudah dilakukan dan bisa mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. Semasa penggunaan alat illegal (Bom ikan, Potasium, dan Trawl) terus beroperasi sampai mengalami perkembangan dari tahun 2000-2015 dan berdampak pada rusaknya terumbu karang dan memiliki potensi besar mengancam kepunahan ikan dan biota laut lainnya selain itu membahayakan nyawa orang lain..Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian historis (Historical Research), yang terdiri atas beberapa tahapan yakni: (1) Heuristik, dengan melakukan wawancara terhadap para nelayan Kecamatan Liukang Tupabiring seperti Dg. Mudo, Dg. Ilyas, Dg. Harrang, Haerul, dll. Mengumpulkan sumber di Perpustakaan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Hasanuddin Makassar, Perpustakaan Wilayah Provinsi Sulawesi-selatan, data-data Kecamatan Liukang Tupabiring, sera artikel-artikel yang ada dikoran Fajar. (2) Kritik atau proses verifikasi keaslian sumber sejarah. (3) Interpretasi atau penafsiran sumber sejarah, dan (4) Historiografi, yakni tahap penulisan sejarah. Kata Kunci: Illegal fishing, alat tangkap, Kecamatan Liukang Tupabiring.  AbstractThis work describes illegal fishing in the Pangkep Regency Islands during the 2nd President's administration until 2015. The fishing gear began to exist since 1975 such as Dodoro (Fish Bomb), and Potassium Poisons used by some fishermen in Head of Pangkep Regency. The entry of Javanese into the waters of Makassar Submarine In 1989 introduced new fishing gear to fishermen and carried out fishing activities using Catrang fishing gear or commonly called Trawl. From here the fishermen knew the name Cantrang / trawl. As a result, some fishermen in the Liukang District of Tupabiring, especially Podang-podang Island, Lompo, are encouraged to practice illegal fishing because market demand is increasing and the practice is easy and can get very satisfying results. During the use of illegal tools (Fish bombs, Potassium and Trawlers) continued to operate until they developed from 2000-2015 and had an impact on the destruction of coral reefs and had great potential to threaten the extinction of fish and other marine biota in addition to endangering the lives of others ... This study is a qualitative research with historical research approach (Historical Research), which consists of several stages, namely: (1) Heuristics, by conducting interviews with fishermen in the Liukang Tupabiring District such as Dg. Mudo, Dg. Ilyas, Dg. Harrang, Haerul, etc. Gathering resources in the Library of the Faculty of Fisheries and Maritime Affairs, University of Hasanuddin Makassar, Regional Library of South Sulawesi Province, data from the Liukang Tupabiring District, as well as articles in the newspaper Fajar. (2) Criticism or the process of verifying the authenticity of historical sources. (3) Interpretation or interpretation of historical sources, and (4) Historiography, namely the stage of historical writing. Keywords: Illegal fishing, fishing gear, Liukang Tupabiring District.

Page 2 of 2 | Total Record : 12