cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Kreatif
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 16, No 3 (2013)" : 6 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN TUGAS DAN POSISI TEMPAT DUDUK TERHADAP HASIL BELAJAR STATISTIK PENDIDIKAN Thalib, Muh Mansyur
Kreatif Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.763 KB)

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan skor hasil belajar mahasiswa berdasarkan bentuk tugas dan posisi tempat duduk. Selain itu diharapkan dapat memberikan informasi tentang pengaruh interaksi antara bentuk tugas dan posisi tempat duduk terhadap hasil belajar mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah 60 mahasiswa semester III Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Untad. Disain penelitian berbentuk quasi eksperimen faktorial 2 x 2. Variabel perlakuan adalah bentuk tugas dan variabel atribut adalah posisi tempat duduk, sedang variabel terikat adalah hasil belajar Statistik Pendidikan. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis varians (ANAVA) dua jalur pada taraf signifikansi  α = 0,05, dan dilanjutkan dengan menggunakan uji Tukey atau Tukey’s HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, skor hasil belajar Statistik Pendidikan mahasiswa yang diberikan tugas kelompok lebih tinggi dari pada skor hasil belajar mahasiswa yang diberikan tugas perorangan. Hal ini berlaku pada mahasiswa yang duduk di posisi depan, tetapi tidak demikian halnya pada mahasiswa yang duduk di posisi belakang. Kedua, skor hasil belajar Statistik Pendidikan mahasiswa yang duduk di posisi depan lebih tinggi dari pada skor hasil belajar mahasiswa yang duduk di posisi belakang. Hal ini berlaku pada mahasiswa yang diberikan tugas kelompok, tetapi tidak demikian halnya pada mahasiswa yang diberikan tugas perorangan.  Ketiga, ada interaksi antara pemberian tugas (kelompok vs perorangan) dan posisi tempat duduk (depan vs belakang) dalam mempengaruhi skor hasil belajar Statistik Pendidikan mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling FKIP Untad. Kata Kunci: Bentuk tugas, posisi tempat duduk, dan hasil belajar
Efektifitas Penerapan Pembelajaran Kontekstual dengan Strategi REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, dan Transferring) untuk Meningkatkan Pemahaman Pada materi Logika Fuzzy Lefrida, Rita
Kreatif Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.288 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan penerapan pembelajaran Kontekstual dengan Strategi REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, dan Transferring) untuk meningkatkan pemahaman pada materi Logika Fuzzy.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes essay.Rancangan penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart (Arikunto, 2007:16) yang  terdiri dari 4 (empat) komponen yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Dari hasil penelitian diperolehdaya serap klasikal untuk tes akhir siklus I adalah 79,8% dan daya serap klasikal untuk tes akhir siklus II adalah 88,6%. Ketuntasan klasikal  untuk tes akhir siklus I adalah 100% dan Ketuntasan klasikal untuk tes akhir siklus II adalah 100%.Hal ini menunjukan bahwa Pendekatan Kontekstual dengan strategi React adalah efektif untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa pada materi Logika Fuzzy   Kata kunci: Efektivitas, Pendekatan Kontekstual, Strategy REACT
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN STRATEGI COPING PADA MAHASISWA ANGKATAN 2009 PROGRAM STUDI PG PAUD FKIP UNIVERSITAS TADULAKO Zuama, Hj. Shofiyanti Nur
Kreatif Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.464 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsep diri dengan strategi coping pada mahasiswa. Hipotesis penelitiannya adalah jika konsep diri mahasiswa positif, maka kemampuan strategi coping pada mahasiswa baik. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi PG PAUD FKIP Universitas Tadulako (Untad) Angkatan 2009/2010, memasuki tahun ketiga belajar di Perguruan Tinggi. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dua angket yang telah diuji tingkat validitas dan reliabilitasnya. Kemudian, data dianalisis dengan teknik product moment. Hasil analisis data product moment mengenai hubungan antara konsep diri dengan strategi coping menunjukkan angka korelasi r = 0,535 dengan taraf signifikansi p = 0,000 (p<0,01). Jadi, hipotesis mengenai adanya hubungan yang positif antara konsep diri dengan strategi coping, dapat diterima. Untuk variabel Konsep Diri, subjek yang termasuk dalam kategori yang Sangat Positif sebesar 35.71%, untuk kategori Positif sebesar 64.29%, serta tidak terdapat subjek yang termasuk kategori Negatif dan Sangat Negatif. Sedangkan, pada variabel Strategi Coping, subjek yang termasuk kategori Sangat Baik sebesar 83.33%, untuk kategori Baik sebesar 16.67%, serta tidak terdapat subjek yang termasuk kategori Buruk dan Sangat Buruk. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa konsep diri sangat berhubungan erat dengan strategi coping. Pada konsep diri dengan dua dimensi, yaitu dimensi internal dan dimensi eksternal, mayoritas responden berada pada kategori yang positif. Sedangkan, pada strategi coping dengan tujuh dimensi, mayoritas responden juga berada dalam kategori yang baik. Semakin positif konsep diri, maka semakin baik strategi coping pada mahasiswa.   Kata Kunci: Konsep Diri, Strategi Coping
METODE SURVEI DESKRIPTIF UNTUK MENGKAJI KEMAMPUAN INTERPRETASI CITRA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNIVERSITAS TADULAKO Arsy, Risma Fadhilla
Kreatif Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.668 KB)

Abstract

Abstrak : Ruang lingkup bahasan penelitian mencakup pada kemampuan secara umum mahasiswa dalam interpretasi citra dan dapat mengenali secara langsung objek-objek geografi khususnya pada fenomena fisik, sosial dan lingkungan.  Tujuan yang ingin dicapai adalah : (1) Mengevaluasi tingkat kemampuan mahasiswa terhadap pengenalan secara langsung melalui interpretasi citra pada objek-objek geografi; (2) Mahasiswa dapat mengimplementasikan materi penginderaan jauh khususnya pengetahuan terhadap unsur-unsur interpretasi citra untuk dapat mengenali kajian fisik, sosial dan lingkungan.  Metode survei deksriptif (Normative Survey Method) adalah metode survei normatif yang akan dimanfaatkan dalam penelitian ini.  Metode survei normatif didasarkan pada suatu asumsi tentang fenomena geografi yang secara langsung dapat dikenali dari interpretasi citra dengan pendekatan deskriptif kualitatif.  Penelitian survei ini dapat dimanfaatkan untuk penelitian atas sebagian dari anggota populasi (Sample Survey) namun dapat pula digunakan pada seluruh anggota populasi/Census (Nasir 1983., Godall, 1987 dalam Hadi Sabari, 2010).  Berdasarkan teori tersebut populasi mencakup seluruh jumlah mahasiswa sebanyak 20 orang dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuisioner/angket. Hasil penelitian menunjukkan untuk kemampuan interpretasi berdasarkan kejelasan objek secara umum kategorinya relatif kurang mengenali objek sekitar 65%.  Sementara interpretasi objek secara jelas dengan tingkat kejelasan objek yang sangat jelas yaitu antara 15-20%.  Sedangkan kategori mengenali objek melalui unsur rona/warna diperoleh 65%  lebih tinggi dibandingkan unsur-unsur interpretasi lainnya.  Dan interpretasi citra pada objek-objek fisik, sosial dan kelingkungan menunjukkan tingkat kemampuan mengenali objek geografi terutama pada kajian fisik yaitu sebesar 50% dibandingkan pengenalan kajian sosial dan kelingkungan.   Kata Kunci : Metode Survei Deskriptif, Tingkat Kemampuan Mahasiswa, Interpretasi Citra
IbM DAERAH KONFLIK (NUNU-TAVANJUKA) PALU BARATSULAWESI TENGAH yasa, Suka; Murdiana, I Nyoman
Kreatif Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.026 KB)

Abstract

ABSTRAK : Kegiatan Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) ini merupakan kegiatan Ibm tim Pengabdi usulan tahun 2012. Kegiatan Ibm ini difokuskan pada kegiatan pelatihan/workshop bagi para guru SD untuk merancang kurikulum tematik berbasis Nilai-Nilai Kemanusiaan (Human Values) untuk membentuk karakter cinta kasih dan perdamaian bagi siswa SD daerah konflik (Nunu-Tavanjuka) Palu Barat. Metode yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan ini adalah pelatihan/workshop pengembangan kurikulum tematik yang berbasis Nilai-Nilai Kemanusiaan (Human Values), termasuk praktek dalam mengimplementasikannya sesuai model atau pendekatan pembelajaran yang digunakan. Selain itu juga akan dievaluasi kemampuan guru dalam mengimplementasikan kurikulum tersebut. Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan Ibm ini berupa: (1) kemampuan para guru SD dalam merancang kurikulum tematik berbasis Nilai-Nilai Kemanusiaan (Human Values) untuk membentuk karakter cinta kasih dan perdamaian bagi siswa SD daerah konflik; (2) produk kegiatan IbM berupa sampel perangkat pembelajaran tematik  berbasis Nilai-Nilai Kemanusiaan (Human Values) untuk membentuk karakter cinta kasih dan perdamaian bagi siswa SD daerah konflik. Adapun hasil yang telah dicapai antara lain: (1) adanya paradigma guru dalam proses pembelajaran dengan mengintegrasikan Nilai-Nilai Kemanusiaan (pendidikan karakter) pada setiap pembelajaran; (2) kompetensi guru dalam mengintegrasikan Nilai-Nilai Kemanusiaan dalam proses pembelajaran cukup baik; (3) respon guru dan siswa cukup baik terhadap kegiatan proses pembelajaran yang menitikberatkan pada pengintegrasian Nilai-Nilai Kemanusian. Kata Kunci: karakter, Human Values, siswa SD dan daerah konflik.
EUFEMISASI SEBAGAI MEKANISME KEKERASAN SIMBOLIK DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH fah, Ul
Kreatif Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.922 KB)

Abstract

Abstrak : Kekerasan simbolik memang bukanlah sebuah kekerasan yang mudah dilihat wujudnya, namun sebenarnya bentuk kekerasan ini sangat mudah diamati. Hal itu sebenarnya ada dimana-mana, dalam dunia pendidikan, dengan berbagai wujud dan strategisnya. Konsep ini dikemukakan oleh Bourdieu, seorang sosiolog dari Prancis. Bourdieu menggunakan konsep ini untuk menjelaskan mekanisme yang digunakan kelompok elit atau kelompok atas yang mendominasi struktur sosial masyarakat untuk ‘memaksakan’ ideologi, budaya, kebiasaan, atau gaya hidupnya kepada kelompok kelas bawah yang mendominasinya. Rangkaian budaya ini oleh Bourdieu disebut juga habitus. Salah satu mekanisme yang digunakan oleh Bourdieu untuk menjelaskan kekerasan simbolik ini adalah mekanisme eufemisasi. Eufemisasi adalah mekanismen kekerasan simbolik yang tidak tampak dan bekerja secara halus. Tidak dikenali, dan berlangsung di bawah alam sadar. Bentuk-bentuk eufemisasi dapat berupa perintah,  pemberian bonus, kepercayaan,  dan larangan. Terjadinya kekerasan di sekolah dapat dirasakan karena adanya pola relasi simertis (tidak setara) antara guru dan siswa, siswa dan guru, dan antara siswa dengan siswa. kekerasan ini terjadi disebabkan oleh adanya relasi kekuasaan yang timpang dan hegemoni di mana pihak yang satu memandang diri lebih superior baik dari segi moral, etis, agama, atau jenis kelamin dan usia. Realistas di lembaga pendidikan, sering didengar banyak kata atau istilah untuk menggambarkan  bagaimana bentuk dari kekerasan ini yang tentunya juga tidak terlepas dari hubungan bahasa dan budaya yang sering terjadi dalam pembelajaran di kelas. Kata Kunci : Eufemisasi, Kekerasan Simbolik

Page 1 of 1 | Total Record : 6