cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2017): ADITYA" : 18 Documents clear
Citraan dan Hermeneutika dalam Antologi Geguritan Sesotya Prabangkara ing Langit Ngayogya Ari Surya Wijaya
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.237 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan citraan yang terdapat dalam Geguritan pada antologi Geguritan Sesotya Prabangkara Ing Langit Ngayogya, (2) mendeskripsikan makna yang terdapat dalam Geguritan pada antologi Geguritan Sesotya Prabangkara Ing Langit Ngayogya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan bidang kajian sastra. Subjek penelitiannya berupa geguritan dalam antologi Geguritan Sesotya Prabangkara Ing Langit Ngayogya yang diterbitkan oleh Pesan-Trend Budaya Ilmu Giri Yogyakarta dengan jumlah 150 judul geguritan. Objek penelitian adalah citraan dan makna dalam geguritan pada antologi Geguritan Sesotya Prabangkara Ing Langit Ngayogya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumenter dan teknik catat. Dalam penelitian ini, penulis menganalisis data menggunakan metode content analysis yang mengkaji teks karya sastra (geguritan) secara menyeluruh. Teknik penyajian hasil analisis dengan menggunakan teknik penyajian hasil analisis informal. Hasil analisis menunjukkan adanya citraan berupa: 1) citraan penglihatan sebanyak 50 jenis data, 2) citraan pendengaran sebanyak 38 jenis data, 3) citraan perabaan sebanyak 17 jenis data, 4) citraan penciuman sebanyak 7 jenis data, 5) citraan pencecapan sebanyak 11 jenis data, dan 6) citraan gerak sebanyak 40 jenis data. Selanjutnya dalam pemaknaan secara hermeneutika berbagai macam bentuk makna yang tersirat, yaitu pemaknaan tentang percintaan atau kasmaran, pemaknaan tentang persahabatan, pemaknaan tentang suasana hati atau keadaan, pemaknaan tentang pendidikan, pemaknaan tentang pesan atau ajakan, pemaknaan tentang nasihat, pemaknaan tentang renungan, pemaknaan tentang harapan, pemaknaan tentang religius, pemaknaan tentang peristiwa alam, pemaknaan tentang tragedi, pemaknaan tentang duka atau kematian, pemaknaan tentang penggambaran tokoh, pemaknaan tentang perubahan budaya atau perkembangan zaman, pemaknaan tentang perjuangan atau usaha, pemaknaan tentang sikap dan perilaku tercela, pemaknaan tentang penderitaan, dan pemaknaan tentang perseteruan.Kata kunci: Citraan, Hermeneutika, Antologi Geguritan
Kajian Folklor dalam Tradisi Nyokol omah di Desa Ketep, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang Dhoni Sutrisno
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.359 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) prosesi pelaksanaan tradisi Nyokol omah, (2) makna simbolik sesaji yang digunakan dalam tradisi Nyokol omah, dan (3) fungsi folklor dalam tradisi Nyokol omah. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan yang berjumlah delapan. Data dari penelitian ini berupa wawancara dari informan. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri (participant observer). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, teknik observasi partisipasi, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model interaktif. Teknik penyajian data menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan (1) prosesi tradisi Nyokol omah meliputi: (a) penentuan hari, (b) tahlilan, (c) njagongke warga, (d) makan bersama, (e) pelaksanaan tradisi (persiapan sesaji, mengubur degan ijo, menggantung sawen, dan kenduri), (f) jedholan srana, (g) nandhur srana, dan (h) nyepasari, (2) sesaji yang digunakan meliputi: (a) degan ijo, (b) gereh petek, brambang, bawang, lombok abang, mrica, dan garam, (c) dom, (d) bolah putih, (e) padi dan jagung, (f) takir, (g) janur kuning, (h) jengga, (i) empluk kendhi dan beras empluk, (j) senthir, (k) wit gedhang, (l) wit tebu, (m) godhong dadap srep, (n) godhong ringin, (o) sendhang panguripan, (p) tumpeng rasul, (q) ingkung, (r) jajanan pasar, (s) jenang abang putih, (t) ketan, (u) tempe, krupuk dan sayur, (v) gedhang Raja, (w) banyu kembang, (x) kemenyan, (y) dhuwit, (z) wedhang (kopi, putih, teh) dan rokok, (3) fungsi folklor dalam tradisi Nyokol omah meliputi: (a) fungsi sosial, (b) fungsi ritual, (c) fungsi pelestarian tradisi, (d) fungsi pendidikan, dan (e) fungsi pelestarian lingkungan hidup.Kata Kunci: tradisi Nyokol omah
Nilai Moral dalam Novel Suminar Karya Tiwiek SA Bagas Prasetyo Nugroho
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.655 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktur novel Suminar karya Tiwiek SA; dan (2) nilai moral yang terdapat dalam novel Suminar karya Tiwiek SA. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Suminar karya Tiwiek SA. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari novel Suminar karya Tiwiek SA. Teknik pengumpulan data digunakan teknik pustaka, simak dan catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik keabsahan data digunakan teknik perpanjang pengamatan dan meningkatkan ketekunan. Dalam analisis data digunakan metode “content analysis” atau analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis digunakan metode informal. Dari hasil penelitian dan pembahasan data menunjukkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Suminar karya Tiwiek SA terdiri dari: (a) tema adalah percintaan, (b) tokoh utamanya yaitu Suminar; tokoh tambahannya yaitu Indarto, Yu Parti, Mbok Kadinah, Pak Sudarman, Siska, Kadini, Teguh, Yu Munah, Parjan, Parno, dan Ki Anom Suroto. (c) alur yang digunakan adalah alur maju. (d) latar yang digunakan meliputi: latar tempat, latar waktu dan latar suasana. (e) Sudut pandang yang digunakan orang ketiga “dia” serba tahu. (2) nilai pendidikan moral terdiri dari nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri, meliputi: bijaksana, teliti dan hati-hati, mengutamakan kebaikan, pandai, tidak gengsi, pemberani dan tabah, tidak materialistis, tidak mudah percaya, berpikir realistis, dan memiliki harga diri; nilai moral hubungan manusia dengan sesama manusia dalam lingkup sosial dan dengan lingkungan alam, meliputi: setia kepada pasangan, berbakti kepada orang tua, sayang kepada keluarga, perhatian kepada sesama, jujur kepada orang lain, dermawan, perduli dan perhatian kepada pasangan, suka menolong, suka menolong, suka menasihati, dan pemaaf; dan nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan, meliputi: beribadah, ingat kepada Tuhan, percaya adanya Tuhan, dan bersyukur.Kata Kunci : nilai moral, novel Suminar
Pandangan Masyarakat Islam di Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang terhadap Kesenian Sintren Zuliatun Ni’mah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.024 KB)

Abstract

Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: (1) bentuk penyajian kesenian Sintren (2) fungsi kesenian Sintren (3) pandangan masyarakat Islam terhadap kesenian Sintren. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan 22 orang. Data dari penelitian ini berupa wawancara dari informan. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri (participant observer). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, teknik observasi non partisipasi, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model interaktif. Teknik penyajian data menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan (1) Bentuk penyajian kesenian Sintren meliputi: pelaku (Panjak 7, Pengrawit 5, Plandang atau Cantrik 2, Pawang 1, Bador 1,dan Sintren 1, gerak (kepala melenggak-lenggok, kaki berjingkat-jingkat, pinggul bergoyang), iringan (kendang, gambang, demung dan gong) dan tembang (Sulasih-Sulandono,turun-turun Sintren, dan campursari) busana (bebas) dan tata rias (cantik), tempat (di atas panggung) dan waktu pertunjukan (malam hari), properti (1 kurungan ayam), penonton (bervariasi), dan urutan penyajian. (2) fungsi pertunjukan meliputi: Untuk mengungkapkan keindahan, sebagai hiburan, sebagai pemanggil kekuatan supranatural (Gaib), dan sebagai pelestarian budaya. (3) Pandangan masyarakat Islam terhadap kesenian Sintren ini perlu dilestarikan asalkan tidak bertentangan dengan agama Islam. Mengenai kesurupan penari Sintren dalam kesenian Sintren agama Islam tidak memperbolehkan karena itu sama saja mengundang jin dan termasuk syirik.Kata Kunci: Kesenian Sintren
Peningkatan Keterampilan Menulis Pengalaman Pribadi Menggunakan Metode Think Talk Write (TTTW) Pada Siswa Kelas VII G MTs Negeri Loano Tahun Ajaran 2016/ 2017 Tika Setiyana
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.018 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran menulis pengalaman pribadi kelas VII G MTs Negeri Loano dengan menggunakan metode Think Talk Write (TTW) serta untuk mengetahui peningkatan prestasi siswa kelas VII G MTs Negeri Loano dalam pembelajaran menulis pengalaman pribadi setelah menggunakan Metode Think Talk Write (TTW). Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Sumber data dalam penelitian ini Siswa Kelas VII G MTs Negeri Loano. Data dalam penelitian ini adalah hasil tes kemampuan menulis pengalaman pribadi dan langkah-langkah menulis pengalam pribadi dengan menggunakan metode Think Talk Write (TTW). Instrumen yang digunakan adalah soal tes, lembar observasi, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pedoman pengamatan, wawancara, penugasan, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) langkah-langkah pembelajaran menulis pengalaman pribadi dengan menggunakan metode Think Talk Write (TTW) dilaksanakan dalam II siklus yang meliputi perencanaan, implementasi tindakan, pemantauan dan refleksi. (2) Peningkatan prestasi menulis pengalaman pribadi siswa pada siklus I nilai rata-ratanya 74,07 telah mengalami peningkatan sebesar 57,90% dari nilai rata-rata prasiklus 66,44, pada siklus II nilai rata-rata 78,70 siswa mengalami peningkatan dalam menulis pengalaman pribadi sebesar 94,73%. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis pengalaman pribadi dengan menggunakan Metode Think Talk Write (TTW).Kata kunci: menulis, pengalaman pribadi, Think Talk Write (TTW)
Analisis Nilai Moral Cerita Bersambung “Lahar Kali Krasak” Karya Itheng Sulistyawati pada Majalah Djaka Lodang Edisi Desember 2015 – Februari 2016 dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Di Kelas XI SMA Eri Lesviyati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.116 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, (1) unsur intrinsik cerita bersambung Lahar Kali Krasak karya Itheng Sulistyawati (2) nilai moral cerita bersambung Lahar Kali Krasak karya Itheng Sulistyawati, (3) rencana pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan: (1) unsur intrinsik cerita bersambung Lahar Kali Krasak meliputi: (a) tema: penghianatan dalam kehidupan rumah tangga, keikhlasan dan melakukan kebaikan terhadap orang lain. (b) Tokoh utama: Pak Tarlan, Bu Tarlan. Tokoh tambahan: Pak Rohiman, bu Rohiman, Lian, Ari. (c) Alur: tahap penyituasian, tahap pemunculan konflik, tahap peningkatan konflik, tahap klimaks, dan tahap penyelesaian. (d) Latar tempat: Rumah Pak Tarlan, TK Pertiwi Blawuran, Pos penjagaan polisi, Kantor Bayangkari, Tempat parkir, Halaman rumah Pak Tarlan, Kandang ayam, Belakang rumah Mbah Sastro, Rumah Om Teddy, Rumah Pak komandan, Dalam Angkutan dan Latar waktu: pagi hari, siang hari, Sore siang, dan Latar sosial: yang diceritakan dalam cerita bersambung Lahar Kali Krasak karya Itheng Sulistyawati meliputi status sosial rendah, status sosial tinggi. (2) Nilai moral dalam cerita bersambung Lahar Kali Krasak karya Itheng Sulistyawati meliputi: (a) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhannya: ibadah, meminta rejeki kepada yang maha kuasa, berdoa dan bersyukur. (b) Nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri: Bekerja keras, Bertanggung Jawab, marah, Rajin, malas, sebal, Taat akan peraturan, rasa ikhlas. (c) Nilai Moral hubungan Manusia dengan Manusia Lain: Penghianatan (perselingkuhan) dan Peduli kepada orang lain. (3) unsur intrinsik cerita bersambung Lahar Kali Krasak karya Itheng Sulistyawati yang telah dianalisis dapat dimanfaatkan untuk rencana pembelajaran di SMA untuk mencapai kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator sebagaimana dijelaskan dalam kurikulum.Kata kunci : nilai moral, cerbung Lahar Kali Krasak, rencana pelaksanaan pembelajaran
Eksistensi Penggunaan Ragam Bahasa Jawa Krama Pada Anak Usia 9-10 Tahun di Desa Tanjunganom Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo Winda Mei Puspita Dewi
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.922 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk(1) mendeskripsikan penggunaan bahasa Jawa pada anak ragam krama di DesaTanjunganom Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo; (2) mendeskripsikan eksistensi bahasa Jawa anak ragam krama di Desa Tanjunganom Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo. Jenis penelitian ini yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data di penelitian yaitu Dokumen dan Informan. Data dalam penelitian ini berupa kosa kata bahasa Jawa yang dipakai anak usia 9-10 tahun di Desa Tanjunganom Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, dokumen, dan wawancara. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrument utama, dengan bantuan buku-buku pendamping Instrumen penelitian dalam penelitian ini juga di dukung dengan lembar observasi, pedoman wawancara dengan Informan, dan pedoman dokumentasi.Teknik keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi. Teknik analisis data dilakukan dengan metode content analisis. Teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ragam bahasa Jawa krama pada anak usia 9-10 tahun di Desa Tanjunganom Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo dari 25 informan yang diteliti terdapat 2 informan bernama Dina dan Melanie yang sampai sekarang masih eksis menggunakan ragam bahasa Jawa krama dilingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah dengan perhitungan dalam presentase sebanyak 8%, sedangkan 23 informan lainnya menggunakan ragam bahasa Jawa ngoko dan juga bahasa Indonesia untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan keluarga, dilingkungan sekolah maupun lingkungan sekitar dengan perhitungan dalam presentase sebanyak 92%. Jadi penggunaan ragam bahasa Jawa krama pada anak usia 9-10 tahun di Desa Tanjunganom Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo tidak eksis.Kata kunci: penggunaan, bahasa Jawa, ragam krama
Analisis Sosiologi Sastra Cerita Bersambung Bebanten Katresnan Karya Sri Adi Harjono dalam Majalah Panjebar Semangat Tahun 2013 dan Pembelajarannya di SMA Khumaesatul Banat
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.37 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik; (2) aspek sosiologi sastra; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran cerita bersambung Bebanten Katresnan di SMA. Sumber penelitian ini adalah Cerbung Bebanten Katresnan karya Sri Adi Harjono; objek penelitiannya yaitu sosiologi satra dalam cerbung Bebanten Katresnan; fokus penelitian ini adalah unsur-unsur intrinsik, aspek sosiologi sastra cerita bersambung Bebanten Katresnan karya Sri Adi Harjono dan pembelajarannya di kelas XI SMA; teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik catat dan studi pustaka; instrument penelitian yang dipakai yakni peneliti sendiri dibantu dengan kertas pencatat data dan data tulisnya; analisis data dilakukan dengan metode analisis isi; teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan metode informal. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian ini disimpulkan (1) unsur intrinsik dalam cerita bersambung Bebanten Katresnan sebagai berikut: (a) tema cerita bersambung ini adalah pengorbanan cinta; (b) tokoh utamanya adalah Rara Widarti, sedangkan tokoh tambahannya, yaitu Raden Abru, Kiswaka, Yekti, Adipati Tirtanata, Raden Ayu Tirtanata, Demang Grenceng, Demang Tenggeles; (c) alur yang digunakan adalah alur maju; (d) latar, tempat: di bawah pohon nagasari, rumah Rara Widarti, rumah jaga, bawah pohon sawo, gardu, kamar, bawah pohon asem; latar waktu: pagi, malam, slasa; latar suasana: bahagia, sedih, terharu, (e) sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga serba tahu; (2) sosiologi sastra dalam cerita bersambung Bebanten Katresnan yaitu aspek kekerabatan antara Rara Widarti dengan Raden Abru; perekonomian yakni golongan bangsawan dengan rakyat jelata, pendidikan berupa nasehat dan keagamaan yang berupa kepercayaan kepada Tuhan; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran cerita bersambung Bebanten Katresnan di SMA meliputi: kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, metode pembelajaran alokasi waktu, langkah-langkah pembelajaran, media pembelajaran dan evaluasi.Kata kunci: unsur intrinsik, aspek sosiologi sastra, rencana pelaksanaan pembelajaran.
Konflik Sosial pada Cerita Cekak Dalam Majalah Djaka Lodang Edisi Januari-Desember Tahun 2016 Intan Sari Dwi Setiawan Hartanti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.642 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud konflik sosial dan penyebab konflik sosial yang terkandung dalam majalah Djaka Lodang Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu Cerkak (Cerita cekak) dalam majalah Djaka Lodang Tahun 2016. Data dalam penelitian ini berupa konflik sosial pada Cerkak (Cerita cekak) dalam majalah Djaka Lodang Tahun 2016. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka dan teknik catat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kartu data. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan teknik content analysis atau analisis isi penelitian sastra. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan metode penyajian data informal. Hasil penelitian ini meliputi: (1) wujud konflik sosial: a) ketidaksopanan, b) penghinaan, c) perbedaan status, d) pengorbanan, e) kecurigaan, f) menfitnah, g) kecemburuan; (2) faktor penyebab konflik sosial: a) perbedaan pendapat, b) ketidakcocokan, c) pemaksaan kehendak, d) konflik batin, e) prasangka buruk, f) sindiran, g) perbedaan status sosial, h) kecemburuan, i) sakit hati, j) dendam, k) fitnah, l) kekecewaan, m) kesalahpahaman.Kata kunci: konflik sosial, cerkak
Analisis Struktural Objektif Cerbung Ngoyak Lintang karya Al Aris Purnomo dalamMajalah Panjebar Semangat Tahun 2013 Taufan Prayogo
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.451 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) struktur cerbung Ngoyak Lintang karya Al Aris Purnomo yang meliputi tema, alur (plot), tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang dan gaya bahasa; (2) nilai-nilai pendidikan yang berupa nilai pendidikan religi, moral, sosial dan budaya dalam cerbung Ngoyak Lintang karya Al Aris Purnomo. Sumber data penelitian ini adalah cerbung Ngoyak Lintang dalam majalah panjebar semangat tahun 2013. Instrumen penelitian adalah human instrument (peneliti sendiri) dan dibantu alat tulis dan nota pencatat. Teknik pengumpulan data dengan teknik simak bebas libat cakap dan metode catat. Teknik analisis data dengan teknik deskriptif interpreatif (kualitatif). Teknik penyajian data penulis menggunakan metode informal. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tema dalam cerbung Ngoyak Lintang karya Al Aris Purnomo adalah wanita cantik yang ingin mengejar cita-citanya sebagai pemimpin perusahaan. Alur yang digunakan adalah alur maju. Tokohnya berjumlah tujuh tokoh yaitu dua tokoh utama dan lima tokoh tambahan. Latar yang digunakan meliputi: (a) latar tempat: Kota Solo di Jalan Slamet Riyadi, ruang direktur utama, warung gado-gado, rumah, kos-kosan dan kamar; (b) latar waktu: hari minggu, jam enam sore, siang hari dan jam delapan malam; (c) latar sosial: sosial rendah, latar sosial menengah dan latar sosial tinggi; Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “ dia” mahatahu. (2) nilai-nilai pendidikan yang ada dalam cerbung Ngoyak Lintang terbagi menjadi empat yaitu: (a) nilai pendidikan religi berupa hubungan manusia dengan Tuhan meliputi: taat beragama, dengan mengaji setiap hari, selalu menumbuhkan sikap sabar, tidak sombong, tidak angkuh pada sesama, saling mencintai dan menghormati; (b) nilai pendidikan moral berupa hubungan manusia dengan lingkup sosial masyarakat meliputi: ringan tangan, disiplin, kerukunan dan kasih sayang; (c) nilai pendidikan sosial mencangkup kebutuhan hidup bersama meliputi: kasih sayang, kepercayaan, pengakuan, dan penghargaan; (d) nilai pendidikan budaya mencangkup kebutuhan individu meliputi: kerja keras untuk membantu keluarganya dalam mencukupi kebutuhan hidup.Kata kunci: struktural, nilai-nilai pendidikan

Page 1 of 2 | Total Record : 18