cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2017): ADITYA" : 18 Documents clear
Nilai Moral dan Relevansinya dalam Serat Panutan Karya Mas Prawirosudirjo Dian Ratri Mahardini
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.701 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik yang terdapat dalam Serat Panutan karyaMas Prawirosudirjo, (2) nilai moral yang terdapat dalam Serat Panutan karya Mas Prawirosudirjo, (3) relevansi nilai moral dalam Serat Panutan karya Mas Prawirosudirjo dengan kehidupan sekarang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini meliputi kutipan-kutipan dari Serat Panutan karya Mas Prawirosudirjo. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dilengkapi dengan kartu pencatat data, alat tulis, dan buku penunjang. Teknik keabsahan data menggunakan validitas semantis dan reliabilitas keakuratan. Analisis data menggunakan analisis konten. Teknik penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian yang ditemukan dalam Serat Panutan karya Mas Prawirosudirjo adalah (1) tema dalam Serat Panutan adalah perjuangan hidup seorang janda miskin dalam membesarkan dan mendidik anaknya. Tokoh utamanya adalah Mbok Singadrana dan tokoh tambahannya yaitu Dapa, Mbok Suramenggala, Ki Suramenggala, Pak Lurah, Ki Bauwijaya, Mbok Bauwijaya, Tentrem, Mbok Darmadrana, Ki Darmadrana. Alur yang digunakan adalah alur maju. Latar dibagi menjadi tiga, yaitu latar tempat, latar waktu dan latar suasana. Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “dia” mahatau. (2) Nilai moral yaitu: (a) Nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi berhati-hati dalam bertindak, baik, jujur, rajin bekerja, arif bijaksana dan sopan. (b) Nilai moral hubungan manusia dengan sesama dan lingkungan meliputi peduli nasib orang lain, suka menolong dan kasih sayang. (c) Nilai moral hubungan manusia dengan Tuhannya yang meliputi ingat kepada Tuhan, percaya adanya Tuhan, bertawakal kepada Tuhan dan percaya akan pertolongan Tuhan. (3) Relevansi nilai moral pada Serat Panutan karya Mas Prawirosudirjo dengan kehidupan sekarang.Kata kunci : Nilai moral, relevansi, Serat Panutan
Mitos Cerita Makam Gagak Handoko di Gunung Damar Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo Shindy Avianita
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.792 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan versi cerita Gagak Handoko di masyarakat Loano, (2) mendeskripsikan mitos Gagak Handoko di masyarakat Loano, (3) mendeskripsikan fungsi mitos cerita Gagak Handoko di masyarakat Loano.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.Sumber data diperoleh dari informan yang mengetahui benar data yang diperlukan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) observasi terstruktur, yaitu observasi yang telah dirancang secara sistematis, tentang apa yang akan diamati, kapan dan dimana tempatnya, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi metode.Teknik analisis data yang digunakan yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) simpulan melalui pelukisan dan verifikasi, dan teknik penyajian hasil analisis dalam penelitian ini digunakan teknik informal.Hasil penelitian adalah, (1) versi mitos yaitu versi cerita dari versi tersebut peneliti simpulkan Gagak Handoko putera dari Raden Tumenggung Gagak Kumitir III, dan beliau sangat dihormati lantaran pernah menjadi senopati pendamping Pangeran Diponegoro, dan sangat berjasa di tanah Loano. (2) mitos cerita Gagak Handoko meliputi (a) Mitos pemberian sesaji saat memanen padi disebut pok-kecopok,(b) Mitos harus menyudahi segala aktivitas menjelang waktu sholat, (c) Mitos munculnya burung perkutut atau ayam hutan yang tidak boleh diganggu atau di tembak, (d) Mitos tidak boleh mencicipi masakan untuk caos dhahar, (f) Mitos sendang kepuh yang airnya tidak pernah surut dan dipercaya membawa berkah, menyembuhkan segala macam penyakit, dan membuat awet muda, (g) Mitos tidak boleh mengambil bata bekas Kadipaten Gagak Handoko, (h) Mitos warga Dusun Jogotamu dan Cuweran di larang mengambil bambu, kayu atau tumbuh-tumbuhan di Dusun Turusan. (3) Fungsi mitos Gagak Handoko meliputi sebagai proyeksi masyarakat, sebagai alat pengesahan kebudayaan, sebagai alat pendidikan, sebagai budaya dan pariwisata.Kata kunci: Mitos, cerita Gagak Handoko
Nilai Moral dalam Cerita Bersambung “Calon Lurah” pada Majalah Djaka Lodhang Tahun 2016 Vita Sari Isnaeni
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.531 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik yang terdapat dalam cerita bersambung “Calon Lurah”; dan (2) nilai pendidikan moral yang terdapat dalam cerita bersambung “Calon Lurah”. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah cerita bersambung “Calon Lurah”. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari cerita bersambung “Calon Lurah”. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, teknik simak dan catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik keabsahan data menggunakan teknik perpanjang pengamatan dan meningkatkan ketekunan. Teknik analisis data menggunakan “content analysis” atau analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Dari hasil penelitian dan pembahasan data menunjukkan bahwa (1) unsur intrinsik cerita bersambung “Calon Lurah” terdiri dari: (a) tema adalah usaha Purwo untuk memenangkan pemilihan kepala desa, (b) dengan tokoh utamanya Purwo; tokoh tambahannya yaitu Ibunya Purwo, Pak Padmo, Pak Broto, Narti, Mbah Dipo, dan Pak Sugeng. (c) Alur yang digunakan adalah alur maju. (d) Latar yang terdapat dalam cerita bersambung “Calon Lurah” meliputi: latar tempat, latar waktu dan latar suasana. (e) Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “dia” serba tahu. (2) nilai pendidikan moral terdiri dari nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri, nilai moral hubungan manusia dengan sesama manusia dalam lingkup sosial dan dengan lingkungan alam, dan nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan.   Kata Kunci : nilai moral, cerita bersambung “Calon Lurah”
Aspek Konjungsi dalam Cerkak pada Majalah Djaka Lodhang Tahun 2015 Esti Nur Imamiati Khasanah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.725 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis dan makna konjungsi koordinatif yang digunakan dalam Cerkak (Crita Cekak) pada Majalah Djaka Lodhang tahun 2015; dan (2) jenis dan makna konjungsi subordinatif yang digunakan dalam Cerkak (Crita Cekak) pada Majalah Djaka Lodhang tahun 2015.Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptifkualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu Cerkak (Crita Cekak) pada Majalah Djaka Lodhang tahun 2015. Data dalam penelitian ini berupa kutipan kalimat yang mengandung aspek konjungsi koordinatif dan suboordinatif dalam Cerkak (Crita Cekak) pada Majalah Djaka Lodhang tahun 2015. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan teknik catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Bentuk instrumen penelitian ini berupa tabel data. Teknik analisis data yang digunakan yaitu metode agih. Teknik yang digunakan yaitu teknik Bagi Unsur Langsung (BUL). Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan metode penyajian data informal.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa cerkak (Crita Cekak) pada Majalah Djaka Lodhang tahun 2015 ini terdapat dua aspek konjungsi yaitu (1) aspek konjungsi koordinatif yang mencakup a) menggabungkan biasa, b) menggabungkan memilih, c) menggabungkan mempertentangkan, d) menggabungkan menegaskan, e) menggabungkan mengurutkan, f) menggabungkan menyamakan, g) menggabungkan menyimpulkan; dan (2) aspek konjungsi subordinatif meliputi a) menyatakan sebab, b) menyatakan syarat, c) menyatakan tujuan, d) menyatakan waktu, e) menyatakan akibat, f) menyatakan sasaran, g) menyatakan perbandingan. Kata kunci: aspek konjungsi, cerkak
Alih Kode dan Campur Kode pada Tuturan Penyiar Acara Campursari Goda-gado Irama Fm Purworejo Lukman Al Anas
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.17 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Mendeskripsikan bentuk alih kode yang berupa alih bahasa dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia, bahasa Indonesia ke Jawa, dan bahasa Jawa ke bahasa Asing, (2) Mendeskripsikan wujud campur kode yang berwujud kata-kata, frase, dan baster yang terdapat pada tuturan penyiar acara Goda-gado Campursari Irama Fm Purworejo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah rekaman siaran radio dalam acara Goda-gado Campursari Irama Fm Purworejo. Data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan mengenai unsur alih kode dan campur kode pada tuturan penyiar acara Goda-gado Campursari Irama Fm Purworejo. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai instrument utama, dibantu dengan menggunakan kartu pencatat data, alat tulis, buku-buku, dan media lain yang digunakan sebagai acuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik rekam, teknik simak, dan teknik catat. Untuk mengecek keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan metode agih dan metode padan, kemudian data disajikan dengan metode informal yaitu berupa uraian atau kata-kata dalam bentuk tabel. Hasil analisis berupa kutipan-kutipan tuturan penyiar acara Goda-gado Campursari Irama Fm Purworejo. Dari pembahasan data tersebut diperoleh hasil, yaitu terdapat unsur alih kode berupa alih kode intern 1 berjumlah 14 indikator, salah satu contohnya yaitu “Minta lagu anu apa itu ya, prawan pabrikya mas ya?”. Alih kode intern 2 berjumlah 12 indikator, salah satu contohnya yaitu “nggih dene informasi ingkang langkung ceto menika langsung kemawon saget”. Alih kode ekstern 1 berjumlah 4 indikator, salah satu contohnya yaitu Assalamua’alaikum.” “Wa’alaikumsalam, saking?”. Alih kode ekstern 2 berjumlah 1 indikator, yaitu “start soho finish”.Dalam rekaman siaran radio acara Goda-gado Campursari Irama Fm Purworejo juga terdapat unsur campur kode yaitu campur kode bentuk kata berjumlah 56 indikator, salah satu contohnya “Menika saking kang rame telaga depan Mirit”. Campur kode bentuk frasa berjumlah 7 indikaktor, salah satu contohnya “mau minta sekaripun, mas Joko.” Campur kode bentuk baster berjumlah 5 indikator, salah satu contohnya yaitu, “Nyuwun lagunipun menika lungiting Asmara”.   Kata kunci : Alih kode, Campur kode, Irama Fm Purworejo
Pandangan Masyarakat terhadap Upacara Tolakan di Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo Wahid Ibnu Purwanto
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.511 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) prosesi upacara tolakan, (2) makna simbolik sesaji yang digunakan dalam upacara tolakan, dan (3) pandangan masyarakat dari segi agama, pendidikan, dan kebudayaan pada upacara tolakan. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan dan dokumentasi. Data dalam penelitian ini berupa informasi tentang upacara tolakan. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri (participant observer). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis model interaktif. Teknik penyajian data menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan (1) prosesi upacara tolakan meliputi: (a) bersih lokasi dan pembuatan sesaji, (b) pembakaran dupa, (c) pembacaan mantra-mantra dan do’a, (d) ngalap berkah, (e) surak-surak, (2) makna simbolik sesaji yang digunakan meliputi: (a) kembang telon mempunyai makna agar manusia meraih tiga kesempurnaan dan kemuliaan hidup yaitu kaya materi, kaya ilmu, kaya kekuasaan, (b) bubur mempunyai makna sebagai peringatan kepada cucu Nabi Muhammad Saw yaitu Hasan, Husen dan juga sebagai lambang asal mula diri manusia yaitu dari ayah dan ibu, (c) dupa atau kemenyan mempunyai makna sebagai perantara interaksi antara dunia nyata dan dunia gaib, (d) sega kenong mempunyai makna sesaji slametan setiap masing-masing anggota keluarga, (e) takir mempunyai makna dalam mengarungi bahtera kehidupan harus menata diri dengan menata pikiran karena laju perjalanan bahtera selalu terombang-ambing mengikuti gelombang kehidupan, (f) lauk dan pelengkap merupakan pelengkap sesaji upacara tolakan,  (3) pandangan masyarakat terhadap upacara tolakan dalam segi agama bahwa pelaksanaannya tetap tertuju kepada Allah Swt, dalam segi pendidikan terdapat beberapa nilai diantaranya nilai pendidikan budaya, pelestarian tradisi, dan pendidikan sosial, dalam segi kebudayaan upacara tolakan merupakan sebuah tradisi untuk memperpanjang atau nguri-uri budaya Jawa.   Kata Kunci: upacara tolakan
Pengembangan Model Pembelajaran Berbicara Bahasa Jawa Berbasis Analisis Kesantunan di Sekolah Menengah Kejuruan Herlina Setyowati Joko Purwanto
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.707 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian adalah untuk (1) menghasilkan model pembelajaran berbicara berbasis kesantunan di Sekolah Menengah Kejuruan;(2) mengetahui efektivitas model pembelajaran berbicara berbasis kesantunan dalam pelaksanaan praktik berbicara siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan pendidikan (education Research & Development). Penelitian pengembangan didefinisikan sebagai pengkajian yang sistematik dalam pendesainan, pengembangan dan pengevaluasian program, proses dan produk pengajaran yang harus memenuhi kriteria validitas, praktikalitas dan efektivitas dengan langkah (1) identifikasi masalah dan potensi, (2) alternatif solusi, (3) rancangan produk, (4) rancangan pembuatan  materi dan perangkat lunak, (5) produk awal, (6) uji ahli, (7) revisi I, (8) uji empirik terbatas, (9) revisi II, dan (10) produk akhir. Berdasar hasil pengembangan dan pengujian, diketahui bahwaberdasar hasil angket kebutuhan guru sebesar 60% dan siswa sebesar 80%. Hal ini menunjukkan perlu adanya pengembangan model kesantunan berbahasa. Efektivitas model pembelajaran berbicara berbasis kesantunan. Hasil perhitungan statistik menunjukkan t hitung 17.78 sedangkan t table dengan df 121 = 1,66. t hitung lebih besar dari pada t table artinya ada perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Nilai p value sebesar 0,000 di mana < 0,05. Karena < 0,05 maka ada perbedaan bermakna secara signifikan pada probabilitas 0,05. Jadi, ada perbedaan yang efektif dan signifikan keterampilan berbicara antara kelompok yang melakukan pembelajaran menggunakan model kesantunan berbahasa dan konvensional.   Kata Kunci : Model Pembelajaran, Berbicara, Analisis Kesantunan, SMK
Kearifan Lokal Pendidikan Bahasa, Sastra, Budaya di Sekolah dan Masyarakat Sebagai Wujud Strategi Budaya Menuju Peradaban Dunia eko santosa
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.626 KB)

Abstract

Abstrak: Budaya berkembang dengan begitu pesatnya. Berkembang arus globalisasi sebagai suatu tantangan terhadap peranan pendidikan. Pendidikan yang ada dalam kehidupan sekolah dan masyarakat dituntut untuk dapat berinovasi sesuai dengan kebutuhan yang ada, salah satu nya pendidikan Bahasa sastra serta budaya itu sendiri. Wujud kearifan lokal budaya masyarakat dapat dijadikan pola dan inspirasi pengembangan sekaligus strategi menuju peradaban dunia.Kurikulum pendidikan boleh diangkat dari lokal namun dapat pula dengan menggunakan perkembangan dunia teknologi yang modern sebagai upaya menjawab peradaban dunia modern. Kata kunci: globalisasi, kearifan lokal

Page 2 of 2 | Total Record : 18