cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 4 (2014): ADITYA" : 14 Documents clear
AJARAN ETIKA JAWA DI PADEPOKAN PAYUNG AGUNG CILACAP Dewi Sri Wardani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 4 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.922 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) bagaimanakah ajaran-ajaran etika Jawa yang ada di Padepokan Payung Agung Cilacap, (2) bagaimanakah pendidikan informal tentang etika Jawa yang berlangsung di Padepokan Payung Agung Cilacap. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian yaitu di Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Sumber data yang dipakai yaitu sumber data primer. Dalam teknik pengumpulan data menggunakan cara observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian adalah peniliti sendiri dengan dibantu handphone untuk merekam wawancara dan kamera digital untuk dokumentasi gambar. Teknik analisis data yaitu menggunakan analisis kualitatif. Validitas data yaitu menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: (1) ajaran-ajaran etika Jawa yang disampaikan di Padepokan Payung Agung Cilacap, yaitu (i) kejujuran dan bakti pada orang tua, (ii) sopan santun, tepa slira, andhap asor, wani ngalah bakal luhur wekasanipun, (iii) sabar, narima, tawakal, (iv) eling lan waspada, (v) tidak sewenang-wenang, (vi) laras, lurus, leres, (vii) keguyuban, kerukunan, dan kegotong royongan. 2) metode pendidikan informal tentang ajaran etika Jawa yang ada di Padepokan Payung Agung Cilacap yaitu menggunakan metode ceramah yang dilaksanakan secara (i) rutin (sarasehan) malam Sabtu Pon yaitu hari weton dari guru Padepokan Payung Agung, (ii) secara insidental (sewaktu-waktu).   Kata Kunci: ajaran, etika jawa, padepokan payung agung
RITUAL UPACARA KLIWONAN DI PESAREAN BAGELEN DESA BAGELEN KECAMATAN BAGELEN KABUPATEN PURWOREJO Lukher tina
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 4 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.458 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan prosesi ritual kliwonan di pesarean Bagelen, (2) mendeskripsikan makna simbolis ubarampe dalam ritual kliwonan di pesarean Bagelen, (3) mendeskripsikan fungsi ritual kliwonan di pesarean Bagelen, (4) mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung dalam ritual kliwonan di pesarean Bagelen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, sehingga menghasilkan data deskriptif.Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.Wujud data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah informasi yang berkaitan dengan ritual upacara kliwonan dan berupa foto-foto dan video prosei ritual upacara kliwonan. Data-data tersebut kemudian dianalisis dengan cara mereduksi, mengklasifikasi, dan mendeskripsikan untuk selanjutnya disimpulkan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan  bahwaritual kliwonan di pesarean Bagelen merupakan salah satu kebudayaan Purworejo. Ritual kliwonan di pesarean Bagelen meliputi (a) laku dhodhok, (b) nenuwun, (c) tirakatan, (d) mandi kembang, (e) genduri selamatan jika hajat telah terwujud. Adapun ubarampe yang memiliki makna simbolis meliputi (a) Kembang Telon, (b) Kemenyan, (c) Penajem, (d) Tumpeng Cagak Ambeng, (e) tumpeng alus dan golong, (f) Ingkung, (g) pelas dan sayuran. Fungsi ritual kliwonan di pesarean Bagelen meliputi (a) sebagai media pewaris norma sosial, (b) berfungsi sebagai media dan kesempatan perbaikan sosial, (c) berfungsi untuk integrasi sosial, (d)berfungsi untuk pelestarian budaya. Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ritual kliwonan di pesarean Bagelen meliputi (a) nilai pendidikan ketuhanan (berdoa dan bersyukur), (b) nilai pendidikan sosial (Religius, ekonomi, berbagi rezeki), (c) nilai pendidikan budi pekerti (meneladani leluhur, menghormati orang lain, meninggalkan yang buruk dan melanjutkan yang baik). Kata Kunci: upacara, kliwonan, pesarean Bagelen  
ANALISIS DEIKSIS DALAM NOVEL EMPRIT ABUNTUT BEDHUG KARYA SUPARTO BRATA Gumilang Laksana
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 4 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.005 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan bentuk deiksis dalam novel Emprit Abuntut Bedhug karya Suparto Brata, (2) mendeskripsikan fungsi deiksis dalam novel Emprit Abuntut Bedhug karya Suparto Brata. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan kalimat percakapan yang terdapat dalam novel Emprit Abuntut Bedhug karya Suparto Brata.  Sumber data adalah novel Emprit Abuntut Bedhug karya Suparto Brata. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini digunakan teknik pustaka, teknik simak dan teknik catat. Instrumen penelitian adalah peneliti dan nota pencatat. Teknik analisis data  digunakan teknik analisis isi, dan dalam penyajian hasil analisis peneliti menggunakan teknik informal. Hasil analisis deiksis dalam novel Emprit Abuntut Bedhug karya Suparto Brata adalah ditemukanya jenis deiksis persona, deiksis temporal, dan deiksis lokatif. Jenis deiksis persona adalah  deiksis persona pertama tunggal (aku, -ku, dak-, kula), deiksis persona pertama jamak (awake dhewe, kita), deiksis persona kedua tunggal (kowe, -mu, panjenengan, sampean, kok-), dan deiksis persona ketiga tunggal (dheweke, piyambakipun). Wujud deiksis temporal adalah deiksis temporal ‘samenika’, deiksis temporal ‘saiki’, deiksis temporal ‘mengko’, deiksis temporal ‘mangke’, deiksis temporal ‘mau’, dan deiksis temporal ‘wingi’. Sedangkan  wujud deiksis lokatif adalah deiksis lokatif ‘kono’, deiksis lokatif ‘kana’, deiksis lokatif ‘mriki’, deikisi lokatif ‘mriku’ dan deiksis lokatif ‘ngrika’.   Kata kunci: deiksis, novel
KAJIAN STILISTIKA PADA KUMPULAN GEGURITAN BOJONEGORO ING GURIT HIMPUNAN SANGGAR SASTRA PAMARSUDI BASA JAWI BOJONEGORO Noviorita Prahutami
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 4, No 4 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.941 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rima, citraan, dan gaya bahasa pada kumpulan geguritan Bojonegoro ing Gurit himpunan Sanggar Sastra Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu kumpulan geguritan Bojonegoro ing Gurit Himpunan Sanggar Sastra Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi serta observasi dengan membaca yang dilanjutkan pencatatan. Instrumen pengumpulan data menggunakan kartu data. Setelah data terkumpul kemudian data dianalisis menggunakan teknik analisi konten atau content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam kumpulan geguritan Bojonegoro ing Gurit Himpunan Sanggar Sastra Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro terdapat rima, diantaranya purwakanthi guru swara (asonansi), purwakanthi guru sastra (aliterasi), dan rima akhir. Penggunaaan rima pada geguritan dimaksudkan untuk memberi efek bunyi yang teratur sehingga akan menambah nilai estetika dan menekankan isi geguritan. Citraan yang terdapat dalam kumpulan geguritan tersebut diantaranya citraan gerak, citraan pendengaran, citraan pengelihatan, citraan penciuman, citraan pengecapan, dan citraan perabaan. Citraan tersebut digunakan untuk memberikan gambaran kepada pembaca agar ikut merasakan apa yang diutarakan pengarang. Sedangkan gaya bahasa (figurative of speech) dalam kumpulan geguritan tersebut menunjukkan adanya penggunaan  simile, metafora, personifikasi, depersonifikasi, tautologi, hiperbola, klimaks, metonimia, sinekdoke, eponim, epitet, polisindeton, anafora, anadiplosis. Dari hasil tersebut gaya bahasa personifikasi lebih dominan, karena digunakan pada 53 geguritan. Penggunaan gaya bahasa dimaksudkan untuk memberikan efek tertentu misalnya, menegaskan, menghidupkan benda mati atau melebih-lebihkan sesuatu yang diungkapkan pada geguritan.   Kata kunci: kajian stilistika, rima, citraan, gaya bahasa geguritan

Page 2 of 2 | Total Record : 14