cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2014): ADITYA" : 15 Documents clear
Analisis Kalimat Majemuk dalam Cerita Bersambung Ngoyak Lintang Karya Al Aris Purnomo Feni Astuti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.3 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis kalimat majemuk dalam cerita bersambung Ngoyak Lintang karya Al Aris Purnomo; (2) mendeskripsikan hubungan makna antarklausa dalam kalimat majemuk pada cerita bersambung Ngoyak Lintang karya Al Aris Purnomo. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka dan teknik simak-catat. Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kalimat majemuk dalam cerita bersambung Ngoyak Lintang karya Al Aris Purnomo terdiri atas (1) kalimat majemuk setara; (2) kalimat majemuk bertingkat; (3) dan kalimat majemuk campuran. Hubungan makna antarklausa dalam kalimat majemuk setara ada tiga hubungan makna, yaitu hubungan makna ‘penjumlahan’, hubungan makna ‘perlawanan’, dan hubungan makna ‘pemilihan’. Hubungan makna antarklausa dalam kalimat majemuk bertingkat ada lima hubungan makna, yaitu hubungan makna ‘waktu’, hubungan makna ‘sebab’, hubungan makna ‘akibat’, hubungan makna ‘isi’, dan hubungan makna ‘harapan’.   Kata kunci: kalimat majemuk, cerita bersambung Ngoyak Lintang
Kajian Struktural Objektif Sastra pada Cerbung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo dalam Majalah Panjebar Semangat Edisi 12 Bulan Maret Sampai Edisi 26 Bulan Juni Tahun 2013 Rika Dwi Septian
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.236 KB)

Abstract

Abstrak: Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) analisis struktural objektif sastra (tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, amanat) dalam cerita bersambung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo dan (2) nilai moral tokoh yang terkandung dalam cerita bersambung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo. Metode penelitian ini membahas mengenai jenis penelitian, sumber data dan data, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, teknik analisis data dan teknik penyajian hasil analisis data. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu cerita bersambung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pustaka dan teknik catat. Teknik pustaka yaitu dengan menggunakan buku-buku pustaka dan  menggunakan sumber tertulis berupa cerita bersambung Getih Sri Panggung. Teknik catatnya yaitu dengan mencatat data-data berupa kutipan yang telah ditemukan ke dalam nota pencatat data. Instrumen penelitian menggunakan kartu data. Teknik analisis data yang digunakan yaitu metode content analysis (analisis isi). Teknik penyajian hasil analisis data dalam penelitian ini dengan cara pendeskripsian. Berdasarkan hasil analisis, dapat ditunjukkan bahwa (1) analisis struktural objektif dalam cerita bersambung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo meliputi tema, yaitu teka-teki pembunuhan misterius terhadap Praharsini. Tokoh yakni tokoh utama Wicitra Wirya, Detektif Setyawan dan Komisaris Pamungkas. Tokoh tambahannya adalah Inspektur Satu Nur Sodiq Gunaryo, Hirno, Bandiyah, Ulupi, Aseng Santosa dan Pak Hardjono. Alurnya campuran. Terdapat tiga macam latar yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar sosial.  Pusat pengisahan digunakan sudut pandang pesona ketiga mahatahu. (2) nilai moral tokoh yang terkandung dalam cerita bersambung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo meliputi (a) nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri, (b) nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain, (c) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan, (d) nilai moral hubungan manusia dengan lingkungan. Kata kunci : struktural objektif, nilai moral
Analisis Kesalahan Menulis Aksara Jawa pada Siswa Kelas XI SMK Muhammadiyah KebumenTahun Pelajaran 2013/2014 Sri Widyaningsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.821 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini betujuan penelitian ini untuk mengungkap: (1) mendeskripsikan kesalahan dalam pemakaian Sandhangan; (2) mendeskripsikan kesalahan dalam pemakaian aksara rekan; (3) mendeskripsikan kesalahan dalam pemakaian tanda baca; (4) Mendeskripsikan kesalahan dalam pemakaian angka;  (5) mendeskripsikan kesalahan dalam pemakaian pasangan; (6) mendeskripsikan kesalahan dalam pemakaian aksara murda dalam penulisan aksara Jawa.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah Kebumen. Objek penelitian ini ialah analisis kesalahan menulis aksara Jawa pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah Kebumen. Teknik pengumpulan data teknik tes berupa instrumen tes, sedangkan teknik nontes berupa angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif untuk mengelola data-data berupa kalimat penulisan aksara Jawa yang mengalami kesalahan. Teknik  penyajian data menggunakan teknik penyajian informal. Hasil penelitian dalam penelitian ini,bahwa kesalahan penulisan sandhangan yaitu sebanyak (106) 14,72%, kesalahan penulisan aksara rekan (31) 8,61%, kesalahan penulisan tanda baca yaitu sebanyak (25) 10,41%, kesalahan penulisan angka yaitu sebanyak (29) 12,08%, kesalahan penulisan pasangan yaitu sebanyak (43) 11,94%, kesalahan penulisan aksara murda yaitu sebanyak (130) 27,08%. Hasil komulatif analisis kesalahan penulisan aksara Jawa pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah Kebumen Tahun Pelajaran 2013/2014 yaitu sebanyak 84,84% dikategorikan baik.   Kata kunci: menulis aksara Jawa, kesalahan
Analisis Mikrostruktural Roman Asmarani Karya Suparto Brata Desy Anindita Sari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.523 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) aspek-aspek gramatikal yang terdapat pada wacana roman Asmarani; (2) aspek-aspek leksikal yang terdapat pada wacana roman Asmarani. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah roman Asmarani karya Suparto Brata yang diterbitkan oleh penerbit Elmatera pada tahun 2013 dengan tebal 154 halaman dan data dalam penelitian ini adalah satuan gramatikal yang memuat aspek gramatikal dan aspek leksikal yang menjadi sarana keutuhan wacana roman Asmarani karya Suparto Brata. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri dan dibantu buku-buku tentang wacana, buku-buku penunjang yang berkaitan dengan penelitian serta kartu data. Teknik keabsahan dalam penelitian ini menggunakan uji kredibilitas data dengan peningkatan ketekunan. Pengumpulan data digunakan teknik dasar dengan menggunakan metode simak dan teknik lanjutan berupa teknik catat. Analisis data digunakan teknik analisis konten dan teknik penyajian hasil analisis menggunakan metode penyajian verbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam wacana ini ditemukan adanya empat aspek gramatikal berupa referensi, subtitusi, elipsis, dan konjungsi. Aspek gramatikal ini didominasi oleh penggunaan aspek referensi sebanyak 310, kemudian aspek konjungsi 13, aspek elipsis 9, dan aspek subtitusi 6. Selain aspek gramatikal, dalam wacana ini juga terdapat aspek leksikal berupa repetisi sebanyak 20, sinonimi 17, antonimi 12, kolokasi 1, hiponimi 5, dan ekuivalensi 5.   Kata kunci: mikrostruktural, roman Asmarani
Bentuk, Fungsi, dan Makna Kesenian Jemblung di Desa Pesantren, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas Elyana Hanifah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.692 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk kesenian Jemblung di Desa Pesantren, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, (2) mendeskripsikan fungsi kesenian Jemblung di Desa Pesantren, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, dan (3) mendeskripsikan makna kesenian dan makna simbolik pada kesenian Jemblung di Desa Pesantren, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.Sumber data utama diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan narasumber yang dianggap memiliki wawasan luas serta didukung dengan kajian pustaka yang berkaitan erat dengan topik penelitian.Teknik pengumpulan data menggunakan (1) teknik wawancara tak terstruktur, (2) teknik observasi non partisipan, dan (3) teknik dokumentasi.Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi.Hasil analisis data menggunakan metode penyajian secara informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bentuk penyajian pertunjukan meliputi empat tahap, yaitu (a) tahap persiapan, meliputi mempersiapkan ubarampe, mempersiapkan tata rias, dan mempersiapkan kostum; (b) tahap pertunjukan, meliputi waktu pertunjukan, tempat pertunjukan, urutan pertunjukan, dan penutup; (c) pasca pertunjukan; dan (d) unsur pendukung, meliputi tata rias dan busana, tempat pementasan, dan jumlah pemain; (2) fungsi yang terkandung dalam kesenian Jemblung meliputi fungsi bagi kehidupan seniman, dan fungsi bagi masyarakat. Fungsi kesenian Jemblung pada zaman dahulu berbeda dengan saat ini, pada zaman dahulu kesenian Jemblung dipentaskan hanya pada saat muyen saja, namun sekarang kesenian ini dipentaskan di tempat-tempat hajatan dan acara lain. Melalui kesenian Jemblung para seniman mendapatkan hasil tambahan untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan kesenian ini juga sekarang ini dijadikan sebagai sarana hiburan serta pendidikan bagi masyarakat, dan; (3) makna yang terkandung dalam kesenian Jemblung meliputi makna kesenian dan makna sesaji atau ubarampe.Dalam makna kesenian itu sendiri terdapat dua unsur yaitu unsur cerita dan unsur pendukung. Kemudian terdapat sesaji meliputi, tumpeng kuat, pisang ambon, dan jajanan tradisional. Tumpeng kuat disimbolkan sebagai gunungan, pisang ambon disimbolkan sebagai gaman atau senjata, dan jajanan tradisional hanya digunakan sebagai pelengkap ubarampe saja.   Kata kunci: Bentuk, Fungsi, Makna, Kesenian Jemblung

Page 2 of 2 | Total Record : 15