cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2014): ADITYA" : 15 Documents clear
Nilai Moral Lakon “Semar Mbangun Kahyangan” Sanggit Ki Eko Suwaryo Adhi Purnama
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.1 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk medeskripsikan unsur intrinsik yang terdapat dalam cerita. (2) Untuk mendeskripsikan nila moral yang terkandung dalam cerita. (3) Untuk medeskripsikan relevansi cerita dengan kehidupan sekarang. Jenis Penelitian dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah video rekaman “Semar Mbangun Kahyangan” Sanggit Ki Eko Suwaryo, data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari cerita “Semar Mbangun Kahyangan” Sanggit Ki Eko Suwaryo. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, buku pencatat, bolpoint, serta buku-buku yang relevan yang dapat mendukung sebagai bahan acuan. Teknik pengumpulan data penulis menggunakan teknik observasi, teknik pustaka, teknik simak catat, dan teknik terjemahan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik Triangulasi. Teknik analisis data menggunakan “content analysis” atau analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) tema yang terdapat dalam lakon wayang “Semar Mbangun Kahyangan” sanggit Ki Eko Suwaryo adalah mencari kesempurnaan hidup untuk bekal di akhirat. Tokoh utamanya adalah Ki Lurah Semar, dan tokoh tambahannya yaitu Wrekudara, Puntadewa, Janaka, Nakula, Sadewa, Kresna, Sengkuni, Durna, Gareng, Petruk, Bawor, Togog, Sarawita, Brahmantara, Brahmanpatih, Degyakala Tunggul Yaksa, Durga, Antarja. Latar dibagi menjadi dua yaitu latar tempat dan suasana. Alur yang digunakan adalah alur maju. Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “dia” maha tahu. (2) nilai moral yaitu: (a) nilai pendidikan moral yang  berhubungan antara manusia dengan diri sendiri yaitu: sabar, khawatir. (b) nilai moral yang berhubungan antara manusia dengan sesama manusia lain dalam lingkup sosial dan hubungan manusia dengan lingkungan alam yaitu:Terbuka, Sikap hormat, Kepahlawanan, Berbakti, Menasehati, Mengadu domba, Memfitnah, Mendidik, Sikap hormat. (c) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhannya yaitu: ingat kepada Tuhan, keyakinan dalam beragama. (d) relevansi nilai moral lakon “Semar Mbangun Kahyangan: Sanggit Ki Eko Suwaryo pada kehidupan sekarang. Kata kunci: nilai moral, Semar Mbangun Kahyangan
Analisis Gaya Bahasa dan Nilai Pendidikan pada Taman Geguritan dalam Majalah Panjebar Semangat Edisi 12-26 Tahun 2013 Asri Richana
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) jenis gaya bahasa kiasan yang terdapat pada taman geguritan dalam majalah panjebar semangat edisi 12-26 tahun 2013, 2) nilai pendidikan yang terdapat pada taman geguritan dalam majalah panjebar semangat edisi 12-26 tahun 2013. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif. Sumber data penelitian adalah kumpulan taman geguritan dalam majalah panjebar semangat edisi 12-26 tahun 2013 dan data penelitian ini adalah berupa frasa, kalimat dan bait pada kumpulan taman geguritan dalam majalah panjebar semangat edisi 12-26tahun 2013. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan teknik simak catat. Intrumen penelitian menggunakan kartu data untuk mencatat data-data berupa kutipan-kutipan yang terkait dengan gaya bahasa kiasan dan nilai pendidikan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Teknik penyajian hasil analisis data dengan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian dan pembahasan data menunjukkan gaya bahasa kiasan yang terdapat pada kumpulan taman geguritan dalam majalah panjebar semangat edisi 12-26 tahun 2013, meliputi: 1) 7 indikator gaya bahasa simile, 2) 3 indikator gaya bahasa metafora, 3) 2 indikator gaya bahasa fabel , 4) 10 indikator gaya bahasa personifikasi, 5) 5 indikator gaya bahasa alusi, 6)  2 indikator gaya bahasa epitet, 7) 3 indikator gaya bahasa sinekdoke, 8) 1 indikator gaya bahasa metonimia, 9) 2 indikator gaya bahasa antonomasia, 10) 1 indikator gaya bahasa hipalase, 11) 1 indikator gaya bahasa ironi dan 2 indikator gaya bahasa sarkasme, 12) 4 jenis gaya bahasa satire, 13) 4 indikator gaya bahasa antifrasis, 14) 1 indikator gaya bahasa pun atau paronomasia, sedangkan nilai pendidikan yang terdapat pada kumpulan taman geguritan dalam majalah panjebar semangat edisi 12-26 tahun 2013 mencakup 1) 5 indikator nilai pendidikan agama, 2) 5 indikator nilai pendidikan sosial, 3) 1 indikator nilai pendidikan budaya, 4) nilai pendidikan moral (1) 4 indikator hubungan manusia dengan Tuhan, (2) 6 indikator hubungan manusia dengan sesama, (3) 2 indikator hubungan manusia dengan diri sendiri.   Kata Kunci: gaya bahasa, nilai pendidikan, taman geguritan
Analisis Semiotik Syair-Syair Tembang Campursari pada Album Emas Karya Didi Kempot Miftakhul Janah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.806 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan pembacaan heuristik dalam syair-syair tembang campursari pada album emas karya Didi Kempot, (2) mendeskripsikan pembacaan hermeneutik dalam syair-syair tembang campursari pada album emas karya Didi Kempot. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah tembang campursari pada album emas karya Didi Kempot. Objek dalam penelitian adalah analisis semiotik syair-syair tembang campursari pada album emas karya didi Kempot. Dalam pengumpulan data penelitian ini digunakan teknik observasi, teknik pustaka dan teknik simak catat. Instrumen penelitian yang dipakai adalah peneliti sebagai sumber instrumen dibantu dengan bolpoin, pensil dan kartu pencatat data. Dalam analisis data digunakan metode analisis isi, dan dalam penyajian hasil analisis peneliti menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) pembacaan heuristik syair-syair tembang campursari pada album emas karya Didi Kempot memiliki tingkat kepaduan yang rendah secara struktural, untuk itu hasil analisisnya perlu diberi tambahan kata sambung (dalam kurung), kata-kata dikembalikan ke dalam bentuk morfologinya; (2) pembacaan hermeneutik syair-syair tembang campursari pada album emas karya Didi Kempot disimpulkan sebagai berikut: (a) syair lagu parangtritis digambarkan tentang perasaan kecewa seorang pria; (b) syair lagu pokoke melu digambarkan tentang kecemburuan; (c) syair lagu seketan ewu digambarkan tentang ketidakpercayaan; (d) syair lagu terkintil-kintil digambarkan tentang perasaan jatuh cinta; (e) syair lagu modal dengkul digambarkan tentang perjuangan mendapatkan cinta; (f) syair lagu kesetrum tresna digambarkan tentang perasaan jatuh cinta; (g) syair lagu mabok rindu digambarkan tentang perasaan sedih; (h) syair lagu kridit digambarkan tentang perasaan sedih karena terlilit hutang; (i) syair lagu aku dudu raja digambarkan tentang seseorang yang ditingalkan  kekasihnya; (j) syair lagu wis cukup digambarkan tentang perasaan jera; (k) syair lagu ilang tresnane digambarkan dengan kehilangan kekasihnya; dan (l) syair lagu angkat tinggi digambarkan dengan kegagalan seseorang meraih cinta.   Kata kunci: Semiotik, tembang campursari
Analisis Konjungsi dalam Wacana Berita pada Rubrik Sariwarta di Majalah Panjebar Semangat Edisi Januari-Desember 2013 Nur Widiawati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.86 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis konjungsi yang digunakan dalam wacana berita pada majalah Panjebar Semangat edisi Januari-Desember 2013, (2) makna dan bentuk konjungsi yang digunakan dalam wacana berita pada majalah Panjebar Semangat edisi Januari-Desember 2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek  penelitian ini wacana berita (rubrik sariwarta) di majalah Panjebar Semangat edisi Januari-Desember 2013. Objek penelitian ini konjungsi yang terdapat dalam wacana berita (rubrik sariwarta). Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri dilengkapi dengan instrumen pendukung seperti kertas pencatat data (tabel), alat tulis dan buku yang relevan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi metode, sumber, pengamat, dan teori. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik simak, catat dan pustaka. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data deskriptif. Teknik penyajian data menggunakan metode penyajian informal. Hasil penelitian ini yaitu: (1) jenis konjungsi yang digunakan dalam wacana berita di majalah Panjebar Semangat meliputi 2 jenis konjungsi yaitu: (a) konjungsi intrakalimat: konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif, (b) konjungsi antarkalimat. (2) makna dan bentuk konjungsi yang digunakan dalam wacana berita di majalah Panjebar Semangat yaitu (a) penjumlahan: lan (dan), sarta (serta); (b) pengarep-arep (harapan): supaya (supaya); (c) pemilihan: utawa (atau); (d) kosok balen (kebalikannya): nanging (tetapi), ewasemana (meskipun demikian); (e) titi mangsa (waktu): nalika (ketika), wiwit (mulai), sawise (sesudah), sadurunge (sebelum); (f) sebab dan akibat: awit (karena), jalaran (karena), merga (sebab), sebab (sebab); (g) janggelaning tindak (syarat): menawa (jika), yen (jika), upama (umpama); (h) kesimpulan: mula (maka); (i) sebab: sebab (sebab); (j) waktu: sadurunge (sebelumnya), sawise (sesudahnya); (k) menegaskan: apamaneh (apalagi).   Kata kunci: wacana berita, kohesi, konjungsi  
Analisis Semantik Geguritan dalam Majalah Panjebar Semangat Periode Januari-Juli 2013 Edisi 1-30 Candrai Dwi Pravitasari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.08 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) makna leksikal dalam geguritan pada majalah Panjebar Semangat periode Januari-Juli 2013 edisi 1-30, (2) makna gramatikal dalam geguritan pada majalah Panjebar Semangat periode Januari-Juli 2013 edisi 1-30. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa makna leksikal bermanfaat untuk mengetahui makna sebenarnya sebuah kata dalam kehidupan sehari-hari, misalnya kata: ati,nala, kalbu, manah memiliki makna leksikal hati. Makna gramatikal bermanfaat untuk mengetahui perubahan makna pada kata setelah menjadi sebuah kalimat atau paragraf. Contohnya kalimat: ‘selamanya hidup bersama sampai nyawa ini lepas’ kata ‘lepas’ pada kalimat tersebut dapat diartikan ketika nyawa seseorang diambil dari tubuhnya atau ketika meninggal dunia. Geguritan-geguritan yang terdapat dalam majalah Panjebar Semangat periode Januari-Juli 2013 edisi 1-30 menceritakan atau berisi tentang kejadian-kejadian yang sering bahkan sedang terjadi dalam kehidupan manusia. Kejadian atau isi dari puisi-puisi yang terdapat dalam majalah Panjebar Semangat periode Januari-Juli 2013 edisi 1-30, antara lain tentang: agama, pendidikan, kehidupan manusia, politik atau kekuasaan, asmara atau cinta, kesedihan atau kekecewaan, karya sastra atau kebudayaan, cobaan hidup atau musibah, dan kematian.   Kata kunci : semantik, geguritan

Page 2 of 2 | Total Record : 15