cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2015): ADITYA" : 15 Documents clear
Analisis Deiksis Cerita Bersambung Evelyn karya Dyah Katrina dalam Majalah Djaka Lodang Tahun 2014 Inarotul ‘Ainiyah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.883 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan jenis dan bentuk deiksis yang terdapat dalam cerita bersambung Evelyn Karya Dyah Katrina, 2) mendeskripsikan pengacuan deiksis yang terdapat dalam cerita bersambung Evelyn Karya Dyah Katrina. Analisis data menggunakan teknik analisis isi atau content analysis. Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) jenis dan bentuk deiksis yang ditemukan meliputi a) deiksis persona meliputi: (1) deiksis persona pertama tunggal: aku ‘aku’, kula ‘saya’. Deiksis persona tunggal bentuk terikat, yaitu –ku ‘-ku’ (enklitik) dan Dak- ‘ku-’ (proklitik). Selanjutnya, deiksis persona pertama jamak bentuk bebas: awake dhewe ‘kita’ dan dhewe ‘kita’. (2) Deiksis persona kedua tunggal bentuk bebas: kowe ‘kamu’, sampeyan ‘kamu’, jenengan ‘anda’, panjenengan ‘anda’, kok ‘kau/kamu’. Deiksis persona kedua bentuk terikat: kok- ‘kau/kamu’ (proklitik) dan ko- ‘kau/kamu’ (proklitik). (3) Deiksis persona ketiga tunggal bentuk bebas: dheweke ‘dia’. Deiksis persona ketiga tunggal bentuk terikat: bentuk –e ‘-nya’ (enklitik); b) deiksis spasial: deiksis spasial bentuk kene ‘sini’, mrene ‘ke sini’, kono ‘situ’, mrono ‘ke situ’, kana ‘sana’; c) deiksis temporal: deiksis temporal bentuk saiki ‘sekarang’,dina iki ‘hari ini’, wengi iki ‘malam ini’, minggu iki ‘minggu ini’, sesuk ‘besok’, besuk ‘besok’, mau ‘tadi’, wau ‘tadi’, nembe wae ‘baru saja’, kepungkur ‘silam’, rikala semana ‘pada saat itu’, biyen ‘dulu’. 2) Pengacuan yang ditemukan berupa pengacuan endofora (anafora dan katafora) dan eksofora pada pengacuan persona, spasial,dan temporal.   Kata kunci : deiksis, cerita bersambung Evelyn
Analisis Butir Soal Ujian Akhir Semester Mata Pelajaran Bahasa Jawa Kelas VIII SMP Negeri 2 Sruweng Kebumen Tahun Pelajaran 2014/2015 Siti Maemunah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.815 KB)

Abstract

Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  (1) indeks tingkat kesukaran, (2) indeks daya beda, (3) efektifitas pengecoh, (4) validitas instrumen, dan reliabilitas butir soal Ujian Akhir Semester Mata Pelajaran Bahasa Jawa Kelas VIII SMP Negeri 2 Sruweng Kebumen Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian yaitu semua siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sruweng Kebumen Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 209 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah lembar jawaban pasarta Ujian Akhir Semester Kelas VIII SMP Negeri 2 Sruweng, yang berjumlah 131 siswa, proses perhitungan menggunakan rumus Isaac dan Michael. Teknik sampel yang digunakan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan Software Anates dan Microsoft Excel. Software Anates digunakan untuk menganalisis indeks tingkat kesukaran, Indeks daya beda, dan efektifitas pengecoh. Microsoft excel digunakan untuk menghitung validitas dan reliabilitas intrumen butir soal. Hasil analisis data penelitian diperoleh (1) indeks tingkat kesukaran butir soal Ujian Akhir Semester Ganjil butir soal pilihan ganda 10% tergolong soal sukar dan Butir soal uraian 0% sukar. Sedangkan indeks tingkat kesukaran butir soal Ujian Akhir Semester Genap soal pilihan ganda 7,5% tergolong soal sukar dan Butir soal uraian 0% tergolong sukar; (2) indeks daya beda butir soal Ujian Akhir Semester Ganjil butir soal pilihan ganda 27,5% tergolong soal jelek, dan 15% tergolong soal baik. Butir soal uraian 60% tergolong soal jelek, dan 0% tergolong soal soal baik. Sedangkan indeks daya beda butir soal Ujian Akhir Semester Genap soal pilihan ganda 20% ketegori jelek, dan 40% tergolong soal baik. Butir soal uraian 100% tergolong soal cukup; (3) Efektifitas pengecoh butir soal Ujian Akhir Semester Ganjil 90% berfungsi baik. Sedangkan efektifitas pengecoh butir soal Ujian Akhir Semester Genap 77,5% berfungsi baik; (4) Validitas butir soal Ujian Akhir Semester Ganjil butir soal pilihan ganda tergolong soal valid dengan presentase 80% soal valid dan butir soal uraian 40% valid, sedangkan butir soal Ujian Akhir Semester Genap soal pilihan ganda tergolong soal valid, dengan presentase 92,5% soal valid dan butir soal uraian tergolong soal valid, dengan presentase 100%. Sedangkan reliabilitas butir soal Ujian Akhir Semester Ganjil butir soal pilihan ganda dan uraian 100% tergolong soal tidak reliabel. Sedangkan butir soal Ujian Akhir Semester Genap soal pilihan ganda 100% tergolong soal reliabel dan butir soal uraian 100% tergolong soal tidak reliabel.   Kata kunci : Analisis butir soal, mata pelajaran Bahasa Jawa
Analisis Tindak Tutur Direktif dalam Novel Ngulandara Karya Margana Djajaatmadja Fattrika Susseptiana
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.873 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi jenis tindak tutur direktif yang terdapat dalam novel Ngulandara karya Margana Djajaatmadja, (2) mengidentifikasi fungsi dari jenis tindak tutur yang terdapat dalam novel Ngulandara karya Margana Djajaatmadja. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu Novel Ngulandara Karya Margana Djajaatmadja. Objek penelitian adalah berupa tuturan-tuturan yang mengandung daya tindak tutur direktif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen penelitian adalah peneliti sebagai instrumen dibantu dengan bolpoin, buku, dan kartu pencatat data. Teknik keabsahan data menggunakan kredibilitas atau kepercayaan. Teknik analisis data yang digunakan teknik content analysis (analisis isi). Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian tindak tutur direktif dalam novel Ngulandara karya Margana Djajaatmadja ditemukan delapan jenis tindak tutur yaitu (1) tindak tutur memaksa terdapat 8 tuturan, (2) tindak tutur mengajak terdapat 5 tuturan, (3) tindak tutur meminta terdapat 5 tuturan, (4) tindak tutur menyuruh terdapat 9 tuturan, (5) tindak tutur mendesak terdapat 2 tuturan, (6) tindak tutur memohon terdapat 5 tuturan, (7) tindak tutur menyarankan terdapat 8 tuturan, dan (8) tindak tutur memerintah terdapat 6 tuturan. Dari delapan jenis tindak tutur masing-masing mempunyai fungsi untuk melakukan suatu tindakan yang disebutkan dalam tuturan yang ada di dalamnya.   Kata kunci: tindak tutur direktif, novel Ngulandara
Gaya Bahasa dan Nilai Pendidikan dalam Cerita Bersambung Gurunadi Karya Ismoe Rianto pada Majalah Panjebar Semangat Tahun 2014 Ahad Rohyati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.599 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan gaya bahasa yang ada dalam Cerita bersambung Gurunadi karya Ismoe Rianto dan  (2) mengetahui jenis nilai pendidikan yang ada dalam cerita bersambung Gurunadi karya Ismoe Rianto.Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Cerita Bersambung “Gurunadi” karya Ismoe Rianto, dan data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan dalam Cerita Bersambung “Gurunadi“ karya Ismoe Rianto berupa dialog-dialog yang didalamnya terdapat penggunaan gaya bahasa. Selain itu, juga berupa berupa kutipan-kutipan dialog yang mengandung nilai pendidikan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka dan teknik simak catat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah human instrument yang dibantu buku tentang sastra dan cerita bersambung serta kartu pencatat data. Teknik analisi data yang digunakan adalah metode analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Cerita Bersambung “Gurunadi“ karya Ismoe Rianto mengandung gaya pendidikan dan nilai pendidikan, gaya bahasa yang digunakan antara lain yaitu gaya bahasa retoris yang terdiri dari asidenton (1 data) dan hiperbola (9 data), gaya bahasa kiasan yang terdiri dari persamaan/simile (8 data), personifikasi (6 data), metonimia (9 data), epitet (5 data). Dan nilai pendidikan yang terdapat dalam Cerita Bersambung “Gurunadi“ karya Imoe Rianto antara lain nilai pendidikan agama (2 data), nilai pendidikan sosial (6 data), nilai pendidikan budaya (6 data), dan nilai pendidikan moral yang berhubungan dengan Tuhan (2 data), nilai pendidikan moral yang berhubungan dengan sesama manusia (12 data), dan nilai pendidikan moral yang berhubungan dengan diri sendiri (14 data).   Kata kunci: gaya bahasa, cerita bersambung Gurunadi
Bentuk dan Makna Verba Denominal Bahasa Jawa dalam Rubrik Sariwarta pada Panjebar Semangat Edisi Juli-Desember Tahun 2014 Menik Marisawati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.77 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; 1) proses perubahan bentuk verba denominal bahasa Jawa dalam Sariwarta pada Panjebar Semangat; 2) mendeskripsikan proses perubahan makna kata verba denominal bahasa Jawa dalam rubrik Sariwarta pada Panjebar Semangat edisi Juli-Desember 2014. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data  penelitian ini adalah majalah Panjebar Semangat  tahun 2014 dalam rubik Sariwarta sebanyak 26 edisi. Penelitian difokuskan pada proses pembentukan kata dan perubahan makna kata. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup tiga hal yaitu teknik simak, teknik pustaka dan teknik  catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agih. Teknik penyajian hasil analisis diperoleh dengan teknik  informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) perubahan bentuk kata verba denominal bahasa Jawa terdapat tiga perubahan,  yaitu:  (a) perubahan kata jadian yang diturunkan dari kata dasarnya yaitu dengan proses afiksasi atau imbuhan yang berupa prefiks, sufiks, infiks, konfiks dan afiks gabung, (b) perubahan bentuk kata ulang yang diturunkan dari bentuk dasarnya. Dalam penelitian ini ditemukan dwipurwa dan ulang afiks, (c) perubahan kata majemuk yaitu pada kata ‘mbuntut ula’. 2) perubahan makna verba denominal bahasa Jawa, ditemukan 17 macam perubahan makna verba denominal dalam Rubrik Sariwarta pada Panjebar Semangat  edisi Juli-Desember tahun 2014.   Kata kunci: bentuk, makna, verba denominal, bahasa Jawa  

Page 2 of 2 | Total Record : 15