cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2016): ADITYA" : 19 Documents clear
Kajian Moralitas Pada Cerkak Dalam Majalah Djaka Lodang Edisi Juni – Desember Tahun 2014 Reni Susanti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.761 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) nilai-nilai moralitas yang terkandung pada cerkakdalam majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember tahun 2014, (2) relevansi nilai-nilai moralitas pada cerkak dalam majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember tahun 2014 dengan kehidupan sekarang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini meliputi kutipan-kutipan langsung pada cerkak dalam majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember tahun 2014. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri serta dilengkapi dengan kartu data. Analisis data yang dilakukan dengan metode analisis isi (conten analysis). Teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian yang ditemukan nilai-nilai moralitas yang terkandung pada cerkak dalam majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember tahun 2014 adalah (1) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan terdapat 5 indikator, (2) nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial terdapat 9 indikator, (3) nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri 15 indikator. Relevansi nilai moralitas pada cerkak dalam majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember tahun 2014 masih relevan dengan kehidupan sekarang ini. Kata kunci : Kajian moralitas, relevansi, cerkak
Peningkatan Keterampilan Membaca Wacana Berbahasa Jawa Melalui Metode CIRC pada Kelas VIII MTs Walisongo Sidowangi Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang Tahun Pembelajaran 2015/2016 Della Oktaviana Pratiwi
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.917 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) langkah-langkah metode pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (2) peningkatan keterampilan membaca dengan metode pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition pada Kelas VIII 2 MTs Walisongo Sidowangi Kecamatan Kajoran. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MTs Walisongo Sidowangi Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang pada Agustus 2015. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII 2 yang berjumlah 25 siswa. objek penelitian adalah keterampilan membaca wacana berbahasa Jawa dengan metode CIRC. Penelitian ini terdiri dari tiga kali kegiatan yaitu kegiatan prasiklus, siklus I dan siklus II. Setiap siklus mengacu pada prosedur penelitian yaitu rencana, tindakan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan non tes. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa dengan menggunakan CIRC mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca wacana berbahasa Jawa. Penerapan pembelajaran membaca dengan metode CIRC meliputi; (1) prasiklus, yaitu hasil membaca wacana berbahasa jawa siswa untuk mengetahui kemampuan awal siswa. (2) siklus I, berisi perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.(3) siklus II, merupakan kelanjutan dan perbaikan dari siklus I. Langkah-langkah pembelajaran model CIRC yaitu; (1) membentuk kelompok yang anggotanya 4-5 orang; (2) guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran; (3) siswa bekerja saling membacakan dan menemukan ide pokok serta memberi tanggapan terhadap wacana/kliping; (4) mempresentasikan/membacakan hasil kelompok; (5) guru membuat kesimpulan bersama; (6) penutup, hasil tes pada prasiklus dengan peningkatan keterampilan membaca wacana berbahasa Jawa dari tahap prasiklus dengan nilai rata-rata 63,24 dengan aspek pemahaman isi wacana memperoleh rata-rata 10,0, rata-rata ketepatan bahasa 13,56, rata-rata ketepatan penyimpulan 13,40, kelogisan 12,96, dan alasan 63,24. Siklus I dengan nilai  rata-rata 78,32 dengan aspek pemahaman isi wacana memperoleh rata-rata 15,80, ketepatan bahasa 16,40, ketepatan penyimpulan 15,40, kelogisan 15,20, dan alasan 15,52. Siklus II dengan rata-rata 87,00 dengan aspek pemahaman isi wacana memperoleh rata-rata 18,40, ketepatan bahasa 17,00, ketepatan penyimpulan 17,20, kelogisan 17,40, dan alasan 17,00.   Kata Kunci :membaca,wacana berbahasa Jawa metode CIRC
Perwatakan Tokoh Utama Dalam Novel Kirti Njunjung Drajat Karya R. Tg. Jasawidagda (Sebuah Tinjauan Psikologi Sastra) Agus Purwadi
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.595 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  (1) perwatakan tokoh Darba dalam novel Kirti Njunjung Drajat karya R. Tg. Jasawidagda ditinjau dari teori psikologi Sigmund Freud, (2) konflik psikis yang dialami tokoh Darba dalam novel Kirti Njunjung Drajat ditinjau dari teori psikologi Sigmund Freud. Penelitianini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri, instrumen tambahan berupa Card Quantion (Kartu Kutipan), dan buku-buku pengkajian sastra yang relevan. Teknik keabsahan data pada penelitian ini menggunakan validitas semantis, reliabilitas intrarater, dan reliabilitas interrater. Teknik analisis data pada penelitianini menggunakan teknik deskriptif. Teknik penyajian data pada penelitianini menggunakan metode informal.Hasil penelitian ini meliputi: (1) wujud perwatakan tokoh utama: (a) lebih didominasi watak bimbang yang dipengaruhi oleh sistem kepribadian id, (b) sistem id Darba selalu memberi dorongan supaya keinginannya tercapai, (c) sistem ego Darba berperan sebagai pengendali dan menahan dorongan sistem id dari keinginan yang ingin dicapainya, (d) sistem superego Darba bertugas merintangi dorongan-dorongan sistem id, karena perwujudannya yang tidak sesuai dengan moral; (2) konflik psikis tokoh utama: (a) cemas dan pertentangan batin sering dialami oleh sistem kepribadian ego Darba, (b) dorongan sistem id Darba mendorong ego memperlihatkan konflik psikis yang ditunjukkan oleh Darba melalui perwatakannya, (c) sistem superego Darba mengevaluasi dorongan-dorongan id Darba dari keinginannya supaya tetap mempertimbangkan kualitas etika dan moral. Dalam penelitian ini ditemukan keterkaitan antara perwatakan dengan konflik psikis atau batin yang dialami Darba.   Kata Kunci: psikologi sastra, novel Kirti Njunjung Drajat
Tradisi Pindah Rumah di Desa Sucen Jurutengah Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo (Kajian Folklor) Dwi Cahya Ratnaningsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.732 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendiskripsikan prosesi pindah rumah di Desa Sucen Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, (2) Mendriskripsikan makna simbolis yang digunakan dalam tradisi pindah rumah di Desa Sucen Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Jenis penelitian ini mengunakan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah sesepuh desa dan warga desa Sucen Jurutengah. Objek penelitian adalah tradisi Pindah Rumah di desa Sucen Jurutengah Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Lokasi penelitian berada di Desa Sucen Jurutengah  Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, teknik catatan lapangan, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif berpola etnografi. Hasil penelitan dapat disimpulkan yaitu (1) Prosesi tradisi pindah rumah di Desa Sucen Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo antara lain, tahap pra pelaksanakan meliputi : Syarat-syarat untuk pindah rumah atau boyongan antara lain: (a) Menentukan hari yang baik, (b) Persiapan sesaji yang akan digunakan ketika pindah rumah, (c) Persiapan barang-barang yang akan dibawa ketika pindah rumah. Tahap pelaksanaan yaitu, tradisi pindah rumah antara lain: (a) Sudah punya rumah baru yang akan ditempati, (b)  ziarah ke makam leluhur atau simbah yang sudah meninggal, (c) Setelah ziarah pada malamnya di lakukan kendhuren dilanjutkan potong tumpeng dan makan tumpeng bersama. (2) umbarampe yang mempunyai makna sebagai berikut: (a) nasi tumpeng dan lauk pauk, (b) nasi golong, (c) ingkung ayam, (d) jajan pasar, (e) rujak dhegan, (f) gedhang raja, (g) jenang abang, (h) jenang putih, (i) godhong dadap srep (daun dadap srep), (j) kembang telon,  (k) sekar setaman, (l) wedang kopi dan wedang teh, (m) kinang, (n) kendhi, (o) genuk, (p) tikar mendhong, (q) beras kapurata (beras kuning), (r) Telur ayam kampung, (s) Sapu regel, (t) rokok, (u) daun pandan.   Kata kunci : tradisi pindah rumah, boyongan
Analisis Onomatope Dalam Roman Dhahuru Ing Loji Kepencil Karya Suparto Brata Ervina Novitasari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.052 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan jenis onomatope yang terdapat dalam roman Dhahuru Ing Loji Kepencil karya Suparto Brata, (2) mendeskripsikan fungsi onomatope yang terdapat dalam roman Dhahuru Ing Loji Kepencil karya Suparto Brata. Penelitian ini adalah deksriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari roman Dhahuru Ing Loji Kepencil karya Suparto Brata. Data yang ada dalam penelitian ini berupa satuan gramatikal yang berwujud kata atau kalimat yang mengandung onomatope pada roman Dhahuru Ing Loji Kepencil karya Suparto Brata. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik pustaka, teknik observasi, dan teknik simak catat. Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis data content analysis. Dalam penyajian data menggunakan teknik formal dan informal. Hasil penelitian pemerolehan data dan pembahasan yang mengkaji tentang onomatope yaitu (1) dalam roman Dhahuru Ing Loji Kepencil karya Suparto Brata terdapat tiga jenis onomatope yang digunakan dalam roman tersebut. Jenis-jenis onomatope yang terdapat dalam roman ialah a) tiruan bunyi manusia, b) tiruan bunyi alam, dan c) tiruan bunyi benda. Jumlah jenis onomatope yang paling banyak dalam roman ialah tiruan bunyi manusia sebanyak 38 data, tiruan bunyi alam sebanyak 8 data, dan tiruan bunyi benda sebanyak 37 data. Dari semua jenis onomatope ini, memiliki bentuk frasa, yaitu frasa yang terbentuk dari kata pating dengan kata-kata yang lain sehingga bernilai onomatope,misalnya pating  dlajik, pating jlerit, dan sebagainya. (2) fungsi onomatope yang terdapat dalam roman, terbagi menjadi tiga fungsi, yaitu sebagai berikut. (a) fungsi emotif, (b) fungsi konatif, (c) fungsi eksplorasi.   Kata kunci : onomatope, Dhahuru Ing Loji Kepencil
Kajian Psikologi Sastra dan Nilai Pendidikan dalam Novel Carang-Carang Garing Karya Tiwiek SA Dwiari Anggun Pramitha
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.518 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitan ini bertujuan (1) Mendeskripsikan struktural yang terdapat dalam novel Carang-Carang Garing karya Tiwiek SA. Analisis struktural yang digunakan dalam skripsi ini adalah tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, dan sudut pandang; (2) Mendeskripsikan aspek psikologi dalam novel Carang-Carang Garing karya Tiwiek SA yaitu: id, ego, dan super ego; (3) Mendeskripsikan nilai pendidikan moral yang terkandung dalam novel Carang-Carang Garing karya Tiwiek SA, yaitu: hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial, hubungan manusia dengan lingkungan alam, dan hubungan manusia dengan Tuhannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data penelitian yaitu novel  Carang-Carang Garing karya Tiwiek SA. Data penelitian adalah analisis struktural, psikologi sastra dan nilai pendidikan moral yang terdapat dalam novel Carang-Carang Garing karya Tiwiek SA. Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik pustaka, teknik simak dan catat. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan tabel pencatat data. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menjelaskan berupa: 1) analisis struktural yang digunakan dalam novel Carang-Carang Garing karya Tiwiek SA adalah tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, dan sudut pandang; 2) psikologi sastra dalam novel Carang-Carang Garing karya Tiwiek SA membahas delapan tokoh yaitu Darmini, Suyatman, Darminah, Bambang, Camat Heru, Tutik, Lik Sumi, Adri. Pada analisis psikologi tokoh Darmini, Suyatman, Darminah, Camat Heru, dan Tutik lebih cenderung dominan dalam kepribadian ego dari pada id dan super ego. Kepribadian ego dapat membedakan sesuatu yang hanya ada di dalam batin dan sesuatu yang ada di dunia luar, sehingga sering kali ego harus  mempersatukan pertentangan-pertentangan antara id dan super ego dan dunia luar. Tokoh Bambang cenderung pada kepribadian id. Kepribadian id merupakan reservoir energi psikis yang menggerakkan ego dan super ego. Hal ini terlihat pada tindakan yang dilakukan Bambang kepada Darmini, dirinya berkata kasar, seenaknya, dan tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Sedangkan tokoh Adri cenderung pada kepribadian super ego. Kepribadian super ego cenderung untuk menentang baik ego dan id. Terlihat pada kecurigaan Adri dengan meninggalnya Wawan karena tenggelam. Padahal dirinya tahu kalau Wawan pandai berenang; 3) nilai pendidikan moral yang terdapat dalam novel Carang-Carang Garing karya Tiwiek SA terbagi atas empat pembahasan yaitu hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial, hubungan manusia dengan lingkungan alam, dan hubungan manusia dengan Tuhannya. Nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi niat baik, sedih, bijaksana, rela berkorban, pantang menyerah, dan yakin. Nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial meliputi memuji atau menyanjung orang lain, tulus, pengkhianatan, cinta kasih terhadap suami istri, anak terhadap orang tua, dan kekeluargaan. Nilai moral hubungan manusia dengan lingkungan alam yaitu rindu kampung halaman. Nilai moral hubungan manusia dengan Tuhannya yaitu berserah diri dan berdoa.   Kata kunci : psikologi, nilai pendidikan, novel Carang-Carang Garing
Relevansi Nilai Budi Pekerti dalam Geguritan Dharmakerti Karya I Gusti Ngurah Bagus Linda Ratna Meylia
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.434 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) nilai budi pekerti yang terkandung dalam Geguritan Dharmakerti, (2)  relevansi nilai budi pekerti dalam Geguritan Dharmakerti dengan kehidupan sekarang. Jenis penelitian dalam penelitian ini dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Geguritan Dharmakerti karya I Gusti Ngurah Bagus, objeknya berupa nilai budi pekerti yang terkandung dalam Geguritan Dharmakerti serta relevansinya dengan kehidupan sekarang. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, alat tulis dan buku-buku terkait yang relevan yang dapat menunjang sebagai buku acuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Teknik keabsahan data menggunakan teknik validitas semantis dan ketekunan pengamatan. Teknik analisis data menggunakan analisis isi atau “content analysis”. Metode penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) nilai budi pekerti yang terdapat dalam Geguritan Dharmakerti yaitu meliputi: (a) meyakini adanya Tuhan dan menaati ajaran-Nya, yaitu: percaya adanya Tuhan, ingat kepada Tuhan,; (b) menaati ajaran agama, yaitu: berbakti kepada Tuhan, tidak mencuri, tidak membunuh, mensyukuri anugerah Tuhan; (c) toleransi, yaitu: tenggang rasa, tidak mengambil hak orang lain; (d) disiplin, yaitu: taat aturan, mengelola waktu dengan baik, tahu waktu beribadah; (e) etos kerja dan belajar, yaitu: tekun belajar, rajin bekerja; (f) rasa tangung jawab, yaitu: bertanggung jawab; (g) rasa terbuka, yaitu: memaafkan; (h) mengendalikan diri, yaitu: sabar, tidak mudah marah, tidak iri dan dengki, tidak memfitnah, ikhlas mengendalikan diri dan pikiran; (i) berpikir positif, yaitu: berhati bersih, berpikiran jernih; (j) cinta dan kasih sayang, yaitu: kasih sayang orang tua, berbakti kepada suami, menghormati suami, setia kepada suami,tidak membeda-bedakan, simpati, berbagi; (k) kebersamaan dan gotong royong, yaitu: gotong royong dan tolong menolong, menjaga kebersihan; (l) menghormati, yaitu: menghormati pendapat orang lain; (m) tata krama dan sopan santun, yaitu: bermoral baik, bertata krama, bertutur kata halus, taat tata tertib dan tata susila, senantiasa berbuat baik, (n) menumbuhkan kejujuran, yaitu: berkata jujur; dan (2) relevansi nilai budi pekerti dalam Geguritan Dharmakerti karya I Gusti Ngurah Bagus masih dapat diterapkan pada kehidupan sekarang dalam menjalani kehidupan dengan baik.   Kata kunci: budi pekerti, relevansi, Geguritan Dharmakerti
Analisis Nilai Moral dalam Novel Gégér Wong Ndekep Macan karya Hari W. Soemoyo Ria Tri Wahyuni
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.995 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur struktural dalam novel Gégér Wong Ndekep Macan karya Hari W. Soemoyo; (2) nilai-nilai moral dalam novel Gégér Wong Ndekep Macan karya Hari W. Soemoyo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah novel Gégér Wong Ndekep Macan karya Hari W. Soemoyo. Objek penelitian ini adalah nilai moral dalam novel Gégér Wong Ndekep Macan karya Hari W. Soemoyo. Dalam pengumpulan data digunakan teknik baca dan teknik catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan alat bantu yang digunakan dalam penelitian ini dengan nota pencatat data. Dalam analisis data digunakan teknik analisis isi. Adapun teknik keabsahan data digunakan teknik peningkatan ketekunan. Dalam penyajian hasil analisis data digunakan teknik informal. Hasil penelitian ini meliputi: (1) unsur struktural (a) tema: Perjuangan Kaji Iwak dan laskar organik dalam mengembangkan atau memajukan desa Gegerbuta, (b) tokoh dan penokohan: tokoh utama yaitu Kaji Iwak: suka menolong, bijaksana, baik hati, sedangkan tokoh tambahan yaitu Nartem: sayang kepada anak, Cindy: pekerja keras, Ridwan: mandiri, Pak Wardana: sederhana, Pak Bambang: sederhana, Pak Pambudi: pembohong, Pak Suhartono: jahat, Hidayat: baik pada saat ada maunya, Pak Supranto: sederhana, Santoso: peduli dengan sesama, Kaki Saring: bertanggung jawab, Yuhanto: tidak egois, Pak Lurah: tidak egois, (c) alur: maju, (d) latar: tempat: balong/kolam, padhukuhan Puncrit, Kantor Bupati, rumah Kaji Iwak, balai desa, mushola, stasiun, di dalam kereta, malioboro; waktu: pagi, siang, malam; suasana: menyenangkan, mengharukan, menyedihkan, (e) sudut pandang orang ketiga “dia” serba tahu, (f) amanatnya yaitu jangan melakukan kejahatan karena suatu saat bisa kembali kepada kita, jangan menerima suap, harus mengejar impian(2) nilai moral: hubungan manusia dengan Tuhan; bersyukur kepada Allah SWT, taat menjalankan perintah-Nya, berdoa kepada Allah, hubungan manusia dengan manusia; memberi contoh yang baik, bermanfaat untuk orang banyak, saling tolong-menolong, hormat dengan orang tua, hubungan manusia dengan diri sendiri; mandiri, tidak terpancing emosi, bekerja keras, tepat waktu, cekatan, jujur, tegas, rendah diri, hubungan manusia dengan lingkungan; memanfaatkan alam sekitar.   Kata kunci:nilai moral, novel Geger Wong Ndekep Macan
Peningkatan Keterampilan Menulis Aksara Jawa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together pada Siswa Kelas VII I MTsN Triwarno Kutowinangun Kabupaten Kebumen Ani Safaroh
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.912 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Together); dan (2) mengetahui hasil belajar siswa kelas VII I MTsN Triwarno Kutowinangun tahun pelajaran 2014/2015 setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Together). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII I MTsN Triwarno Kutowinangun yang berjumlah 30 siswa dan objek penelitian ini adalah kemampuan menulis aksara Jawa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dokumentasi, dan wawancara. Validitas data menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang terdiri dari tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pembelajaran melalui model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together dapat meningkatkan keterampilan menulis aksara Jawa pada siswa kelas VII I MTsN Tri warno Kutowinangun tahun ajaran 2014/2015. (2) Hal ini dapat dilihat pada keterampilan menulis aksara Jawa prasiklus nilai rata-rata siswa 61,3 dengan persentase ketuntasan klasikal 20 %, pada siklus I nilai rata-rata kelas 69,5 dengan persentase ketuntasan klasikal 64 %, dan siklus II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 77,3 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 90%.   Kata kunci: menulis, aksara Jawa, Numbered Head Together

Page 2 of 2 | Total Record : 19