cover
Contact Name
Sunandar Macpal
Contact Email
macpal@iaingorontalo.ac.id
Phone
+6282194001028
Journal Mail Official
farabi@iaingorontalo.ac.id
Editorial Address
IAIN Sultan Amai Gorontalo Jl. Gelatik, No. 1, Heledulaa Utara, Kota Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Farabi
ISSN : 19070993     EISSN : 24428264     DOI : -
Core Subject : Religion,
Farabi is an academic journal published by the LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo, INDONESIA. Farabi published twice a year (every six months, ie Juni aThis journal focuses on Ushuluddin and Islamic Thought. It dedicates as public space to develop and promote Islamic thought, idea, and philosophy based on the original research and current issues which are underlying the value of tolerance and moderation, such as the following but not limited to these specific issues.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 2 (2018): Farabi" : 6 Documents clear
Pembaharuan dalam Tasawuf: (Studi Terhadap Konsep Neo-Sufisme Fazlurrahman) Tita Rostitawati
Farabi Vol 15 No 2 (2018): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/jf.v15i2.642

Abstract

Fazlur Rahman sesungguhnya menghendaki agar umat Islam mampu melakukan tawazun (keseimbangan) antara pemenuhan kepentingan akhirat dan kepentingan dunia, serta umat Islam harus mampu memformulasikan ajaran Islam dalam kehidupan sosial. Kebangkitan kembali tasawuf di dunia Islam dengan istilah baru yaitu neo-sufisme nampaknya tidak boleh dipisahkan dari apa yang disebut sebagai kebangkitan agama. Kebangkitan ini juga adalah lanjutan kepada penolakan terhadap kepercayaan yang berlebihan kepada sains dan teknologi selaku produk dari era modenisme. Modernisme telah dinilai gagal memberikan kehidupan yang bermakna kepada manusia. Oleh karena itu, manusia telah kembali kepada nilai-nilai keagamaan karena salah satu fungsi agama adalah memberikan makna bagi kehidupan. Demikianlah, era post-modernisme yang dibelenggu dengan bermacam-macam krisis yang semakin parah dalam berbagai aspek kehidupan. Akhlak masyarakat semakin buruk dan kejahatan semakin banyak. Kebangkitan nilai-nilai keagamaan tidak salah lagi telah menggerakkan kembali upaya menghidupkan karya-karya klasik dengan pendekatan baru termasuk juga dalam bidang tasawuf. Karya-karya dalam bidang tasawuf yang dihasilkan oleh penulis kontemporer seperti al-Taftazani menunjukkan adanya garis lurus untuk menegaskan kembali bahwa tradisi tasawuf tidak pernah lepas dari akar Islam. Ini menunjukkan bahwa kebangkitan tasawuf kontemporer ditandai dengan pendekatan yang sangat pesat antara spiritualisme tasawuf dengan konsep-konsep Syariah. Tasawuf yang dianut dan dikembangkan oleh sufi kontemporer nampaknya berbeda dari sufisme yang difahami oleh kebanyakan orang selama ini yaitu sufisme yang hampir lepas dari akarnya (Islam), cenderung bersifat memisah atau eksklusif. Menurut mereka, sufisme yang berkembang kebelakangan ini, sebagaimana dinyatakan oleh Akhbar S Ahmed, pasca- modernisme membawa kita kepada kesadaran betapa pentingnya nilai keagamaan dan keperluan terhadap toleransi serta perlunya memahami orang lain yang semuanya terdapat dalam neosufisme.
Epistemologi Pendidikan Islam Perspektif Abuddin Nata Ramli Poloso
Farabi Vol 15 No 2 (2018): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/jf.v15i2.645

Abstract

Epistemologi pendidikan Islam Abuddin Nata mengandung muatan humanis yaitu sebuah rumusan pendidikan Islam yang memaksimalkan potensi dan kemampuan akal manusia sebagai makhluk yang sempurna dengan tetap bersandar dan berpijak pada al-Qur‟an dan Sunnah. Pola pendidikan Islam yang humanis tersebut menghendaki pola theo-antropho- centries yaitu memadukan usaha manusia dengan izin dan kehendak Allah swt. Selain itu, Abuddin Nata menginginkan sebuah model pendidikan Islam yaitu pendidikan Islam yang integralistik-konvergensi. Pendidikan Islam integralistik-konvergensi yang dimaksud adalah keterpaduan dan kesatuan antara konsep al-Qur‟an dan Sunnah dengan konteks keindonesiaan sehingga mengarah pada satu tujuan mewujudkan kehidupan yang madani.
Khazanah Tafsir Nusantara: Telaah atas Tafsīr Al-Bayān Karya TM. Hasbi Ash-Shiddieqy Sulaiman Ibrahim
Farabi Vol 15 No 2 (2018): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/jf.v15i2.646

Abstract

Tulisan ini ingin memperkenalkan salah satu khazanah tafsir di Nusantara. Walau Indonesia dilihat dari sisi geografisnya jauh dari pusat Islam—dengan tidak mengatakan Islam Indonesia sebagai Islam pinggiran, akan tetapi ulama-ulama dan karya-karya yang muncul ternyata tidak kalah kualitasnya dengan karya-karya yang muncul dibelahan bumi Timur Tengah. Akan tetapi harus diakui bahwa sampai saat ini mainstream Timur Tengah masih melekat dalam karya-karya tafsir yang muncul di Indonesia, termasuk di dalamnya Tafsīr al-Bayān sendiri. Penerapan metodologi penafsiran, corak tafsir, model atau pola penafsiran, ternyata masih mengikuti gaya yang berkembang di Timur Tengah khususnya di Mesir. Meskipun begitu keunikan Tafsīr al-Bayān adalah mencoba mendialogkan antara teks al-Qur‟an dengan kondisi umat Islam saat tafsir ini ditulis. Dengan pola ini, nampaknya Hasbi Ash-Shiddieqy berkeinginan agar tafsir ini dapat mampu memberikan solusi atau respon terhadap permasalahan yang dihadapi oleh umat Islam di Indonesia. Dari sinilah maka tafsir Tafsīr al-Bayān bisa dimasukkan sebagai katagori tafsir modern di Indonesia.
Politik Keagamaan Kolonial: Diskontinuitas dan Kontinuitas di Indonesia Taufik Ajuba
Farabi Vol 15 No 2 (2018): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/jf.v15i2.1017

Abstract

Tujuan dari penjajahan Belanda ke Indonesia pertama kalinya adalah menguasai perdagangan rempah-rempah di dunia. Hal seperti ini bisa dilihat dari pembentukan VOC untuk mengorganisir perdangangan rempah-rempah di Indonesia. Keterkaitan dengan gerakan keagamaan di Indonesia, bisa dilihat dari awal kedatangan C. Snouck Hurgroje di Indonesia. Menurut pengamatan C. Snouck Hurgroje, Indonesia menghasilkan beberapa pengumpulan data mengenai pranata-pranata Muhammadan di Hindia Timur yang akan diusahaknya akan bermanfaat bagi Pemerintah Pusat. Dengan semakin lama Belanda menjajah Indonesia, pemerintah Hindia Belanda menghasilkan kebijakan politik etis yang tujuanya adalah untuk menghasilkan pegawai yang bisa mengabdi kepada Hindia Belanda. Kolonialisme yang di gagas oleh pemerintah Jepang justru memberikan perhatian yang lebih terhadap perkembangan Islam di Indonesia, dengan memberikan peranan sosial dan politik yang penting kepada para pemimpin Islam melalui lembaga yang disebutnya Shummukd (Seksi Urusan Keagamaan) yang didirikan di setiap karisidenan
Metode Penyusunan Kitab Tahzib Al-Tahzib Ibnu Hajar Al-Asqalani Fitri Laiya
Farabi Vol 15 No 2 (2018): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/jf.v15i2.1018

Abstract

            Penelitian sanad dalam hadis merupakan salah satu aspek yang penting, selain penelitian matan. Dari sisi sanad misalnya ada yang disebut dengan ilm jarh wa al-ta’dil. Ilm jarh wa al-ta’dil memiliki pengertian  ilmu yang mengkaji rawi dari segi kualitasnya. Salah satu  kitab yang sering digunakan dalam mengkaji kualitas rawi adalah kitab tahzib al-tahzib karya Ibnu Hajar al-Asqalani. Dinamakan tahzib karena kitab ini berisi ringkasan dari kitab Tahzib al-Kamal karya al-Mizzi. Tulisan ini membahas tentang kitab Tahzib al-Tahzib karya Ibnu Hajar al-Asqalani.
Aksiologi “Tumbilotohe” Masyarakat Gorontalo Relevansinya dengan Kesucian Jiwa Nazar Husain Hadi Pranata Wibawa
Farabi Vol 15 No 2 (2018): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/jf.v15i2.794

Abstract

Artikel ini ingin menunjukkan aksiologi tumbilotohe yang ada di Gorontalo. Penelitian ini merupakan studi lapangan. Data dikumpulkan melalui inventarisasi data, kemudian dianalisis dan diinterpretasikan. Hasil penelitian menunjukkan Pertama, Nilai Kesadaran dari Keturunan yang Sama; Pemasangan lampu dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Orang miskin, kaya, pegawai, pendatang yang tinggal di Gorontalo, Bupati, Gubernur seluruhnya memasang lampu di sekitar rumah. Kedua, nilai kembali pada yang fitri puasa ramadhan merupakan rutinitas yang ibadah yang tidak bisa ditinggalkan dalam setiap tahunnya karena hukumnya yang wajib Puasa Ramadahan ialah puasa yang dilaksanakan dari mulai fajar hingga terbenam matahari. Ketiga, Nilai Kepuasan Spiritual; Kepuasan spitirual masyarakat Gorontalo diwujudkan dengan tetap memasang tumbilotohe dengan model lampu minyak tanah. Harga minyak tanah yang lebih mahal dari pada premium tidak menjadi halangan bagi masyarakat Gorontalo

Page 1 of 1 | Total Record : 6