cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
SURYA BETON - Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013" : 4 Documents clear
TINJAUAN SIFAT PLASTISITAS TANAH LEMPUNG YANG DISTABILISASI DENGAN KAPUR Jatmoko Dwi Heru
SURYA BETON - Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.041 KB)

Abstract

Tanah merupakan material yang sangat berpengaruh dalam suatu pekerjaan kontruksi. Kondisi tanah yang sering menjadi kendala dan relatif banyak dijumpai adalah tanah yang memiliki sifat kembang susut yang tidak seragam serta sifat plastisitas tanah yang cukup tinggi, sehingga akan mengakibatkan tidak stabilnya bagi landasan bangunan struktur bangunan sipil. Indeks plastisitas (IP) adalah merupakan parameter yang penting sebagai tolak ukur stabilitas tanah sebagai tanah dasar. Melihat kondisi tanah seperti itu maka pada penelitian ini, peneliti mencoba untuk memperbaiki sifat-sifat tanah yang merugikan tersebut dengan menambahkan suatu bahan aditif yaitu kapur. Sampel tanah yang digunakan pada penelitian ini berasal dari sekitar lokasi jalan Soekarno-Hatta ± km. 2 kabupaten Purworejo. Penelitian perbaikan tanah ini selanjutnya akan mengamati tentang perilaku plastisitas tanah setelah ditambahkan kapur. Variasi campuran kapur adalah 4%, 8%, 12%, dan 16% dari berat tanah murni. Dari hasil pengujian diperoleh hasil bahwa tanah menurut AASHTO adalah merupakan tanah golongan A-7-5 dengan nilai indeks gup (GI) = 43>20 merupakan jenis tanah yang buruk sebagai tanah dasar. Hasil pengujian terhadap tinjauan nilai batas plastis terjadi peningkatan nilai batas plastinya yaitu sebesar 9,114 %, sementara dari nilai indeks plastisitasnya terjadi penurunan indeks plastisitas yaitu sebesar 20,695 %. Hasil ini menunjukan bahwa penambahan kapur dapat meningkatkan stabilitas dan ternyata kapur dapat mengendalikan sifat plastisitas dari tanah lempung. Kata kunci : indeks plastisitas, kapur, lempung
PROSENTASE PENCAPAIAN KUAT DESAK PAVING BLOCK SAAT UMUR 7 HARI PADA METODE TUMBUK DENGAN BEBERAPA VARIASI JUMLAH KADAR SEMEN Jatmoko Dwi Heru
SURYA BETON - Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.952 KB)

Abstract

Pemasangan “paving block”  pada seharusnya dilaksanakan ketika “paving block” mencapai usia layan ( 100 % ) sama dengan pada beton “konvensional”, namun karena suatu hal sering kali pemasangan “paving block” dilakukan sebelum mencapai umur layan tersebut, untuk itu perlu dilakukan penelitian mengenai prosentase pencapaian kekuatan sebelum tercapainya usia layan. Hal yang perlu menjadi perhatian dan berbeda mengenai prosentase kekuatan pada umur pemeliharaan ( 7, 14 dan 21 hari ) pada beton “konvensional” dan beton “paving block” adalah  karena proses pencetakan kedua beton ini yang berbeda. Pada beton “konvensional “ proses pencetakan dilakukan dengan alat getar   (vibrator) agar beton tak berongga (keropos), sedangkan beton “paving block” proses pencetakaannya dilakukan dengan alat bantu ( dalam hal ini ) tumbuk, selain itu pada beton “paving block” menggunakan adukan beton dengan nilai slum yang mendekati 0 ( nol ) yang berbeda dengan beton “konvensional” ( karena pengaruh terhadap “workability” ). Hasil analisa setelah dilakukan percobaan di laboratorium ternyata bahwa  dari beberapa variasi jumlah kadar semen kekuatan “paving block” pada umur 7 hari maka diperoleh nilai prosentase yang berbeda – beda yaitu untuk campuran ( pc:pasir: kerikil ) 1:6:5 adalah 69,5 % ; 1,5:6:5 adalah 78,27 % dan 2:6:5 adalah 76,65 % atau bila diambil nila rata – ratanya adalah sebesar 74,84 % dari umur layan yang sebenarnya yang nilai ini dibawah nilai pencapaian beton umur 7 hari pada beton konvensional.. Dari beberapa variasi jumlah kadar semen dalam campuran tersebut juga diperoleh hasil bahwa dengan semakin meningkatnya jumlah kadar semen pada sebuah “paving block” maka prosentase kekuatan desak pada umur 7 hari terhadap umur layan ( 28 hari ) akan meningkat pula,  hal ini diukung dengan hasil perhitungan nilai korelasi r = 0,65  ( positif ). Kata Kunci       : Paving block, tumbuk, 7 hari
OPTIMASI FAKTOR PENYEDIAAN AIR RELATIF SEBAGAI SOLUSI KRISIS AIR PADA BENDUNG PESUCEN M - Taufik
SURYA BETON - Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.785 KB)

Abstract

Air sangat dibutuhkan untuk lahan pertanian, hanya saja distribusi air yang tidak merata di seluruh wilayah yang ada, serta kesenjangan antara kebutuhan air dan ketersediaan air di musim penghujan dan di musim kemarau. Untuk mengatasi hal tersebut maka sarana dan prasarana telah dibangun salah satunya yaitu Bendung Pesucen yang membendung Sungai Kedung Bener yang dapat mengairi lahan pertanian seluas 1.657 ha. Perhitungan potensi ketersediaan air Bendung Pesucen berdasarkan data yang tercatat pada stasiun AWLR Suraturunan yang dilakukan tiap periode ½ bulanan. Analisa imbangan air dilakukan tiap periode ½ bulanan untuk kondisi dari tahun ke tahun berikutnya. Hasil analisa neraca air ternyata di Bendung Pesucen kebutuhan air hanya tercukupi 1(satu) periode setengah bulanan atau 4,55% dari 22 periode setengah bulanan yang membutuhkan air, sedangkan yang 2 periode setengah bulanan tidak membutuhkan air karena tidak ada masa tanam. Hal ini menunjukkan bahwa lokasi di atas mengalami kekurangan air, baik pada musim penghujan maupun musim kemarau. Sehingga dalam rangka peningkatan produksi pertanian pada umumnya produksi padi dan palawija khususnya, usaha yang dilaksanakan adalah mengoptimalkan air di Bendung Pesucen supaya efisien sehingga dapat terpenuhi kebutuhan air di lahan tersebut.   Kata Kunci : Ketersediaan air, kebutuhan air , neraca air
KOMPARASI PEMBERIAN AIR IRIGASI DENGAN SISTIM CONTINOUS FLOW DAN INTERMITTEN FLOW Muhamad taufik
SURYA BETON - Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.948 KB)

Abstract

Analisa dan penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan suatu sistim pemberianair irigasi untuk tanaman padi yang efektif dan efisien yaitu dengan menggunakan SistimIntermitten Flow. Prinsip pemberian air irigasi Sistim Intermitten Flow untuk tanamanpadi adalah pemberian air sampai tinggi genangan yang diinginkan dengan waktupemberian air yang telah ditentukan, setelah itu pemberian air dihentikan sampaigenangan di sawah habis, kemudian setelah genangan habis sawah diairi kembali.Besarnya kebutuhan air irigasi dihitung berdasarkan evapotranspirasi dan faktor – faktoryang lain. Studi ini membandingkan besarnya kebutuhan air irigasi dan besarnya debitdi intake Sistim Continous Flow dengan Sistim Intermitten Flow. Hasil penelitian dananalisa menunjukkan bahwa sistim pemberian air irigasi untuk tanaman padi denganmenggunakan Sistim Intermitten Flow dapat menghemat kebutuhan air dibandingkanSistim Continous Flow. Penghematan kebutuhan air dengan Sistim Intermitten Flowpada Musim Tanam I sebesar 1.859.374,101m3 atau 38,87 %, pada Musim Tanam IIsebesar 691.027,94 m3 atau 21,65 %, dan total selisih kebutuhan air Sistim ContinousFlow dengan Sistim Intermitten Flow selama dua musim tanam padi dengan pola tanamPadi – Padi – Palawija sebesar 2.550.402,041 m3 atau 31,88 %.Kata kunci : debit intake,Continous Flow, Intermitten FlowPENDAHULUAN

Page 1 of 1 | Total Record : 4