cover
Contact Name
Dr. Achmad Amzeri, SP. MP.
Contact Email
-
Phone
+6285231168649
Journal Mail Official
agrovigor@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Department of Agroecotechnology, Faculty of Agriculture University of Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang PO BOX 2, Kamal - Bangkalan 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi
ISSN : 1979577     EISSN : 24770353     DOI : https://doi.org/10.21107/agrovigor
Core Subject : Agriculture,
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi is a scientific paper in the field of science Agroecotechnology which include: plant science, soil science, plant breeding, pest and plant diseases.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2021): September" : 12 Documents clear
Isolasi cendawan endofit pada tanaman padi serta potensinya sebagai pemacu pertumbuhan tanaman Hermanu Triwidodo; Listihani Listihani; Dewa Gede Wiryangga Selangga
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i2.10166

Abstract

Cendawan endofit banyak mendapat perhatian karena potensinya dalam memacu pertumbuhan dan kemampuannya dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan hama tanaman. Penelitian ini bertujuan mengisolasi cendawan endofit pada tanaman padi di Bali dan menguji potensinya sebagai pemacu pertumbuhan tanaman. Isolasi bakteri endofit dilakukan dengan metode sterilisasi permukaan dengan alkohol dan natrium hipoklorit pada medium PDA. Lebih dari 15 isolat cendawan endofit berhasil diisolasi dan dikoleksi dari beberapa bagain tanaman padi. Isolat tersebut diseleksi untuk melihat kemampuan antibiosisnya terhadap cendawan patogen secara in vitro dan memacu pertumbuhan tanaman. Hasil seleksi menunjukkan cendawan endofit non pathogen yang memacu pertumbuhan tanaman yaitu 3 isolat asal pelepah, 3 isolat asal batang, dan 1 isolat asal daun padi. Hasil identifikasi cendawan endofit menunjukkan bahwa isolate asal pelepah dan batang padi dinamakan Phoma sp, sedangkan asal daun padi dinamakan Acremonium. Hal ini mengindikasikan bahwa beberapa cendawan endofit non patogen asal padi berpotensi sebagai pemacu pertumbuhan tanaman.
Identifikasi kesesuaian lahan tanaman pangan di Kecamatan Ngaha Ori Anggu, Kabupaten Sumba Timur Yonce Melyanus Killa
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i2.9069

Abstract

Kecamatan Ngaha Ori Anggu Kabupaten Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi sumber daya alam yang tersedia dan belum dikelola secara optimal. Salah satunya yaitu potensi lahan yang beragam karakteristiknya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik lahan dan kesesuaian lahan tanaman pangan di Kecamatan Ngaha Ori Anggu Kabupaten Sumba Timur. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis karakteristik lahan dan analisis kesesuaian lahan. Analisis kesesuaian lahan menggunakan dua metode yaitu overlay parameter pengamatan dengan menggunakan sistem informasi geografis (GIS) melalui extension model builder pada software Arcview dan metode pencocokan parameter karakteristik lahan dengan kriteria kesesuaian lahan tanaman menurut Djaenudin dkk. (2003). Hasil analisis kesesuaian lahan menunjukkan kelas kesesuaian lahan tanaman padi di Kecamatan Ngaha Ori Anggu  yaitu S1 (Sangat Sesuai) 10.575 ha (24,47 %), S2 (Cukup Sesuai) 32.614 ha (75,53 %). Kelas kesesuaian lahan tanaman jagung yaitu: S1 (Sangat Sesuai) 890,7 ha (2,06 %) dan S2 (Cukup Sesuai) 42.327 ha (97,92 %). Kelas kesesuaian lahan tanaman kacang tanah yaitu: S2 (Cukup Sesuai) 43.216 ha (100 %). Kelas kesesuaian lahan tanaman ubi kayu yaitu:  S1 (Sangat Sesuai) 539,48 ha (1,24 %), S2 (Cukup Sesuai) 39.214,70 ha (90,74 %), dan S3 (Sesuai Marginal) 3.462, 80 ha (8,01 %). Hasil pencocokan diperoleh faktor pembatas utama yaitu ketersediaan oksigen (ao) seperti drainase, bahaya erosi (eh) atau lereng, ketersediaan air (wa) atau curah hujan, temperatur (tc) atau temperatur rerata (oC).

Page 2 of 2 | Total Record : 12