Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KADAR KLOROFIL DAUN RUMPUT ODOT (Pennisetum purpureum cv. Mott) PADA PERLAKUAN DOSIS PUPUK BOKASHI SLUDGE BIOGAS Yonce Melyanus Killa; I Made Ade Sudarma
Journal TABARO Agriculture Science Vol 5, No 2: DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v5i2.1013

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mendapat informasi tentang kadar klorofil daun rumput odot (P. purpureum cv. mott)  pada perlakuan beberapa dosis pupuk bokashi sludge biogas. Penelitian dilakukan dua tahap, pertama yaitu kegiatan budidaya rumput odot di Kelurahan Kawangu Kecamatan Pandawai Kabupaten Sumba Timur dan tahap kedua kegiatan pengukuran kadar klorofil  dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Kristen Wira Wacana Sumba. Penelitian menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu P0 : tanpa pupuk (kontrol); P1: pupuk bokashi sludge biogas 10 ton-1; P2: pupuk bokashi sludge biogas 20 ton-1; P3: pupuk bokashi sludge biogas 30 ton-1; P4: pupuk bokashi sludge biogas 40 ton-1 dan diulang 4 kali. Uji hipotesis  menggunakan  Anova One Way pada taraf signifikansi 5% dilanjutkan dengan uji Duncan untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis pupuk bokashi sludge biogas berpengaruh nyata terhadap klorofil-a, klorofil-b dan klorofil total.
Identifikasi kesesuaian lahan tanaman pangan di Kecamatan Ngaha Ori Anggu, Kabupaten Sumba Timur Yonce Melyanus Killa
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i2.9069

Abstract

Kecamatan Ngaha Ori Anggu Kabupaten Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi sumber daya alam yang tersedia dan belum dikelola secara optimal. Salah satunya yaitu potensi lahan yang beragam karakteristiknya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik lahan dan kesesuaian lahan tanaman pangan di Kecamatan Ngaha Ori Anggu Kabupaten Sumba Timur. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis karakteristik lahan dan analisis kesesuaian lahan. Analisis kesesuaian lahan menggunakan dua metode yaitu overlay parameter pengamatan dengan menggunakan sistem informasi geografis (GIS) melalui extension model builder pada software Arcview dan metode pencocokan parameter karakteristik lahan dengan kriteria kesesuaian lahan tanaman menurut Djaenudin dkk. (2003). Hasil analisis kesesuaian lahan menunjukkan kelas kesesuaian lahan tanaman padi di Kecamatan Ngaha Ori Anggu  yaitu S1 (Sangat Sesuai) 10.575 ha (24,47 %), S2 (Cukup Sesuai) 32.614 ha (75,53 %). Kelas kesesuaian lahan tanaman jagung yaitu: S1 (Sangat Sesuai) 890,7 ha (2,06 %) dan S2 (Cukup Sesuai) 42.327 ha (97,92 %). Kelas kesesuaian lahan tanaman kacang tanah yaitu: S2 (Cukup Sesuai) 43.216 ha (100 %). Kelas kesesuaian lahan tanaman ubi kayu yaitu:  S1 (Sangat Sesuai) 539,48 ha (1,24 %), S2 (Cukup Sesuai) 39.214,70 ha (90,74 %), dan S3 (Sesuai Marginal) 3.462, 80 ha (8,01 %). Hasil pencocokan diperoleh faktor pembatas utama yaitu ketersediaan oksigen (ao) seperti drainase, bahaya erosi (eh) atau lereng, ketersediaan air (wa) atau curah hujan, temperatur (tc) atau temperatur rerata (oC).
Pengaruh ekstrak bahan lokal terhadap viabilitas benih kacang tanah lokal Walakari (Arachis hypogaea L.) Marlin Rambu Nona; Yonce Melyanus Killa; Lusia Danga Lewu
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.5005

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan komoditas kacang-kacangan utama di Indonesia karena memiliki sumber protein nabati dan nilai gizi yang tinggi. Salah satu penyebab yang menghambat upaya peningkatan produksi kacang tanah yaitu rendahnya benih yang bermutu tinggi yang dapat dipengaruhi oleh lama penyimpanan benih. Salah upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi rendahnya mutu suatu benih yaitu melakukan pengujian mutu benih secara dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa bahan lokal terhadap viabilitas benih kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Kristen Wira Wacana Sumba. Penelitian dilaksanakan pada bulan November -Desember 2021. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan acak lengkap dengan 10 Perlakuan dan 2 ulangan, perlakuannya antara lain: Kontrol, Air kelapa 50 mL/L air aquadest, 150 mL/L aquadest, 250 mL/L aquadest, Ekstrak daun sirih 50 mL/L aquadest, 150 mL/L aqudest, 250 mL/L aquadest, dan Ekstrak cabai 50 mL/L aquadest, 150 mL/L aquadest, 250 mL/L aquadest. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji daya kecambah dengan menggunakan air kelapa dengan konsentrasi 150 mL/L aquadest mencapai 90%, pada pengujian keserempakan tumbuh pada perlakuan air kelapa dengan konsentrasi 150 mL/L aquadest mencapai 66.67%, serta pengujian indeks vigor pada perlakuan air kelapa dengan konsentrasi 150 mL/L aquadest mencapai 3’3%.
Analisis Vegetasi Gulma di Lahan Jagung Di Desa Umbu Pabal Selatan Kabuapten Sumba Tengah Fiter Karenga; Yonce M Killa; Suryani Kurniawi K. L Kapoe
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2022): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v10i1.5161

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan pada lahan tanaman jagung yang tidak dikehendaki keberadaannya karena menimbulkan kerugian bagi tanaman jagung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui analisis vegetasi gulma pada pertanaman jagung dan mengetahui tingkat kepadatan gulma pada pertanaman jagung di Desa Umbu Pabal Selatan Kabupaten Sumba Tengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai Januari 2022. Metode yang dilakukan adalah metode sampling kuandran. Pengambilan sampel di lakukan di 15 titik pada 3 lokasi berbeda yang ditentukan dengan metode kuadran sampling. Analisis data meliputi analisis vegetasi dengan menghitung Summed dominasi ration/perbandingan nilai penting (SDR) dan analisis keragaman hayati yang di hitung dengan indeks diversitas Shannon-Wienner. Hasil penelitian diperoleh  9 jenis gulma dengan vegetasi gulma yang dinilai berdasarkan nilai SDR yaitu nilai tertinggi adalah gulma B. alata dengan nilai SDR 55,63 yang diikuti I. cylindrical dengan nilai 20,66 dan gulma yang paling rendah yaitu S. anthelmia L, dan O. gratissimum dengan nilai yang sama yaitu 0,13. Hasil perhitungan nilai indeks keragaman masing-masing gulma dalam klasifikasi rendah sedangkan total gulma dalam klasifikasi sedang
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Kacang Tanah di Kecamatan Lewa Kabupaten Sumba Timur Yonce Melyanus Killa; Lusia Danga Lewu
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v8i2.1539

Abstract

Kecamatan Lewa adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan daerah lahan kering dengan potensi lahan yang dapat dimaksimalkan dengan menanam kacang tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lahan dan kesesuain lahan untuk kacang tanah di kecamatan Lewa Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Desemper 2018. Metode analisis yang digunakan adalah metode pencocokan (Matching) dengan membandingkan karakteristik lahan dengan persyaratan tumbuh tanaman. Hasil pencocokan menunjukan bahwa karakteristik lahan di kecamatan lewa kelas kesesuiannya terdapat sangat sesusai (S1), cukup sesuai (S2) dan sesuai marginal (S3). Faktor pembatas utama yang menyebabkan daerah tersebut tidak S1 yaitu ketersediaan air (wa) seperti curah hujan,ketersediaan oksigen (ao) seperti drainase, media perakaran (rc) seperti kedalaman tanah, bahaya erosi (eh). Kata Kunci: Kacang tanah, karakteristik lahan, kesesuaian lahan
Keragaman Perakaran, Tajuk serta Korelasi Terhadap Hasil Kedelai pada Berbagai Kombinasi Interval Penyiraman dan Dosis Bahan Organik Lusia Danga Lewu; Yonce Melyanus Killa
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.586 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v8i3.1541

Abstract

Produktivitas kedelai yang optimal terutama harus didukung oleh sistem perakaran dan perkembangan tajuk yang baik pula. Keterbatasan air dan bahan organik menjadi salah satu kendala di lahan penanaman kedelai yang seringkali menjadi faktor penghambat dalam mempertahankan hasil kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan perakaran dan tajuk serta korelasi terhadap hasil kedelai pada berbagai kombinasi interval penyiraman dan dosis bahan organik. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas 15 kombinasi perlakuan dari interval penyiraman (2, 4, 6, 8 dan 10 hari), dan dosis bahan organik (0,10 dan 20 ton/ha). Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat kering akar (5,09 g), tajuk (16,90 g) dan biji/tanaman (23,10 g) tertinggi diperoleh pada perlakuan interval penyiraman 2 hari, dosis bahan organik 20 ton/ha. Berat kering akar dan tajuk memiliki hubungan keeratan yang kuat (nilai korelasi : 0,7357) sedangkan berat kering tajuk dan biji/tanaman memiliki hubungan keeratan yang sangat kuat (nilai korelasi : 0,8839). Kata kunci : Kedelai, Keragaan, Interval penyiraman, Bahan organik
Pelatihan Pembuatan Perangkap Serangga pada Kelompok Wanita Tani Suka Maju Kelurahan Malumbi Yonce Melyanus Killa; Uska Peku Jawang; Marten Umbu Nganji; Lusia Danga Lewu; Melycorianda H. Ndapamuri; Suryani K. K. L. Kapoe
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 6 (2021): December Pages 1257-1486
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i6.476

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Suka Maju merupakan salah satu kelompok tani yang ada di Kelurahan Malumbi Kecamatan Kambera Kabupaten Sumba Timur yang melakukan kegiatan pertanian  kususnya dibidang hortikultura. Kegiatan pertanian yang dilakukan sering terjadi masalah salah satunya dari organisme pengganggu tanaman (OPT) sehingga membutuhkan pengetahuan untuk melindungi tanaman yang dibudidayakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan teknik pengendalian hama terutama serangga yang ramah lingkungan dan menggunakan bahan bekas. Metode kegiatan yaitu Sosialisasi, Ceramah Praktek pembuatan perangkap kuning dan memasang perangkap di lahan serta monitoring. Hasil sosialisasi menunjukan anggota kelompok tani paham dan dapat membedakan OPT dan dapat membuat perangkap kuning dari bahan bekas dan mampu membuat perangkap kuning dan mengaplikasikan atau memasangnya pada lokasi lahan budidaya. Hasil monitoring ditemukan beberapa serangga yang terperangkap atau lengkep pada perangkap kunung seperti lalat buah (Bactrocera sp.) dan imago dari ulat crop (Plutella xylostela) serta beberapa serangga lain.
RESISTENSI KEPIK COKLAT (Riptortus linearis) TERHADAP JENIS INSEKTISIDA BRANTAS 25 EC PADA TANAMAN KACANG PANJANG Oky Magdalena Bunga; Yonce M. Killa; Suryani K.K.L Kapoe
Jurnal Agro Indragiri Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v9i1.1863

Abstract

Kepik coklat (Riptortus linearis) merupakan hama utama pada tanaman kacang panjang, adapun cara hama R. linearis merusak tanaman kacang panjang dengan cara R. linearis menusuk stiletnya ke dalam polong dan biji, sehingga polong dan biji kacang panjang dapat gugur dan biji keriput. Populasi hama R. linearis pada semua stadium, dapat berpotensi merusak polong kacang panjang, untuk itu para petani melakukan tindakan pengendalian secara kimia yaitu dengan menggunakan penyemprotan insektisida kimia untuk mengendalikan hama, namun dalam pengendalian yang tidak efektif dapat mengalami resistensi hama, sehingga terjadinya kegagalan dalam pengendalian, selain itu dapat mengalami residu dan resurjensi. Saat ini belum terdapat data, terkait evaluasi resistensi hama R. linearis terhadap penggunaan insektisida kimia di Kabupaten Sumba Timur. Oleh karena itu, perlu di lakukan penelitian tentang uji resistensi hama R. linearis terhadap insektisida kimia (Brantas 25 EC) di laboratorium. Hasil penelitian meenunjukan bahwa aplikasih insektisida kimia brantas 25 EC, pada hama R. linearis dengan konsentrasi 0,25 ml/l, 0,5ml/l, 0,75 ml/l, 1,00ml/l dan 1,25ml/l dapat di lihat mortalitas R. linearis dalam waktu 24 jam, dengan mengakibatkan mortalitas tertinggi 66%. Hasil penelitian Estimated resistance ratio (ERR), menunjukan bahwa aplikasih insektisida kimia terhadap R.linearis dengan LC50, dapat mengakibatkan resistensi tertinggi yaitu 3,44% pengamatan dilakukan 28 jam setelah aplikasih insektisida kimia brantas 25 EC.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Komoditas Perkebunan di Kecamatan Nggaha Ori Angu Kabupaten Sumba Timur Umar Bin Muhammad Soud; Uska Peku Jawang; Yonce M. Killa
AGRITROP Vol 19, No 1 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v19i1.5619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan terhadap komoditas perkebunan di Kecamatan Nggaha Ori Angu Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Juli - Oktober 2020. Dengan menggunakan metode analisis pencocokan (Matching), persyaratan tumbuh tanaman dan dilakukan metode overlay menggunakan extension modelbuilder. Kelas kesesuaian lahan untuk komoditas perkebunan kemiri adalah S1 (sangat sesuai) dengan luas 27.889,203 ha atau (64,52 %), S2 (cukup sesuai) dengan luas 15.238,136 ha atau (35,25 %), dan N (tidak sesuai) 8,4 ha atau (0,02 %). Komoditas jambu mete dengan kesesuaian lahan S1 (sangat sesuai) dengan luas 7.676,022 ha atau (17,75 %), S2 (cukup sesuai) dengan luas 35.453,526 ha atau (82,02 %), dan N (tidak sesuai) 9,1 ha atau (0,03 %). Komoditas kelapa dengan kesesuaian lahan S2 (cukup sesuai) dengan luas 21.445,633 ha atau (49,61 %), S3 (sesuai marginal) dengan luas 21.683,66 ha atau (50,16 %), dan N (tidak sesuai) 9,4 ha atau (0,03 %). 
PENINGKATAN KAPASITAS KELOMPOK TANI WANITA SUKA MAJU DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT BERBAHAN ARANG SEKAM PADI DAN KOTORAN SAPI DI KELURAHAN MALUMBI, KABUPATEN SUMBA TIMUR Uska Peku Jawang; Lusia Danga Lewu; Melycorianda H. Ndapamuri; Yonce Melyanus Killa; Marten Umbu Nganji; Suryani K. K. L. Kapoe; Umbu Rihi L. Niki; Sonia S. Helen; Adelita P. Maranda; Kawawu M. Tana; Maya R. Hana; Darius M. Yewa
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i2.8650

Abstract

ABSTRAKMinimnya informasi pemanfaatan bahan lokal sebagai dasar pembuatan pupuk padat di Kelompok Wanita Tani Suka Maju, Kelurahan Malumbi, Kabupaten Sumba Timur merupakan alasan utama yang mendasari kegiatan pengabdian ini. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembuatan pupuk organik padat dari bahan arang sekam dan kotoran sapi. Oleh karena itu, ketergantungan terhadap penggunaan pupuk anorganik, serta biaya produksi tanaman hortikultura dapat dikurangi. Metode pelatihan yang digunakan yaitu ceramah, diskusi, dan demontrasi, sedangkan metode evaluasi pelaksanaan pelatihan yaitu observasi. Hasil yang diperoleh bahwa petani sangat antusias selama kegiatan berlangsung, dan mampu mempraktikkan pembuatan pupuk organik secara mandiri. Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi Kelompok Wanita Tani Suka Maju dalam memanfaatkan bahan lokal yang ada dilingkunganya untuk dijadikan pupuk serta mampu meningkatkan produksi tanaman hortikultura yang diusahakan. Kata kunci: kelompok tani; pelatihan; pupuk organik; arang sekam padi; kotoran sapi ABSTRACTThe lack of information on the use of local materials as the basis for making solid fertilizer in the Suka Maju Women Farmers Group, Malumbi District, East Sumba Regency is the main reason for conducting service activity. The purpose of community service is to increase knowledge and skills in making solid organic fertilizer from husk charcoal and cow dung. Therefore, the dependence on the use of inorganic fertilizers, as well as the cost of producing horticultural crops can be reduced.  The training methods used are lectures, discussions, and demonstrations, while the evaluation method for the implementation of the training is observation. The results showed that farmers were very enthusiastic during the activity, and they were able to practice making organic fertilizer independently. This training provides new knowledge and skills for the Suka Maju Women Farmers Group in utilizing local materials in their environment to be used as fertilizers and has increased the production of cultivated horticultural crops. Keywords: farmer group; training; organic fertilizer; rice husk charcoal; cow dung.