cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
SURYA AGRITAMA - Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016): SURYA AGRITAMA" : 16 Documents clear
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN SUSU KAMBING PE RAS KALIGESING DI KABUPATEN PURWOREJO (STUDI KASUS DI SARI ETAWA DESA TLOGOGUWO, KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO) Adi Muhtashor; Uswatun Hasanah; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 2 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.429 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan pengembangan industri pengolahan susu kambing PE ras Kaligesing di Kabupaten Purworejo; (2) faktor eksternal yang menjadi peluang dan ancaman bagi pengembangan industri pengolahan susu kambing PE ras Kaligesing di Kabupaten Purworejo; dan (3) prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan industri pengolahan susu kambing PE ras Kaligesing di Kabupaten Purworejo.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survai. Metode analisis data mengunakan deskriptif analitis. Pengambilan daerah penelitian serta penentuan informan dilakukan secara sengaja (purposive sampling) dengan 5 infoman kunci.dan 11 infoman biasa. Lokasi yang dipilih yaitu desa Tlogoguwo Kecamtan Kaligesing. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu agket atau kuisioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan industri pengolahan susu kambing PE ras Kaligesing di Kabupaten Purworejo terbagi menjadi empat yaitu kekuatan, kelemahan, peluang dan acaman. Kekuatan: (1) SDM yang terampil; (2) tingkat upah yang rendah; (3) keberadaan P4S; (4) kambing peranakan etawa mudah dibudidayakan; (5) pengalaman beternak; (6) produk berbahan alami; (7) dan kondisi lingkungan yang subur. Kelemahan berupa (1) pengetahuan SDM rendah; (2) harga produk yang mahal; (3) atribut produk belum lengkap; (4) promosi kurang; (5) permodalan terbatas; (6) proses produksi yang sulit; (7) dan manajemen kurang rapi. Peluang berupa: (1) banyak bahan baku yang belum tergali; (2) berpotensi untuk kesehatan; (3) berpotensi untuk tempat wisata edukasi; (4) perkembangan teknologi informasi; (5) pangsa pasar luas; (6) diversifikasi produk; dan (7) memiliki hubungan baik dengan stakeholders. Ancaman berupa: (1) keberadaan musim ekstrim; (2) penyakit pada kambing; (3) banyak pemerah beralih ke budidaya; (4) penyuplai bahan baku yang tidak kontiyu; (5) kerusakan sarana produksi; (6) banyak anak kambing betina yang diperdagangkan, dan (7) keberadaan pesaing. Prioritas strategi yang tepat diterapkan dalam pengembangan industri pengolahan susu kambing peranakan etawa (PE) ras Kaligesing di Kabupaten Purworejo, yaitu: Strategi mempertahankan dengan skor sebesar 6,451.
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN SUSU KAMBING PE RAS KALIGESING DI KABUPATEN PURWOREJO (STUDI KASUS DI SARI ETAWA DESA TLOGOGUWO, KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO) Adi Muhtashor; Uswatun Hasanah; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 2 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.429 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan pengembangan industri pengolahan susu kambing PE ras Kaligesing di Kabupaten Purworejo; (2) faktor eksternal yang menjadi peluang dan ancaman bagi pengembangan industri pengolahan susu kambing PE ras Kaligesing di Kabupaten Purworejo; dan (3) prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan industri pengolahan susu kambing PE ras Kaligesing di Kabupaten Purworejo.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survai. Metode analisis data mengunakan deskriptif analitis. Pengambilan daerah penelitian serta penentuan informan dilakukan secara sengaja (purposive sampling) dengan 5 infoman kunci.dan 11 infoman biasa. Lokasi yang dipilih yaitu desa Tlogoguwo Kecamtan Kaligesing. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu agket atau kuisioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan industri pengolahan susu kambing PE ras Kaligesing di Kabupaten Purworejo terbagi menjadi empat yaitu kekuatan, kelemahan, peluang dan acaman. Kekuatan: (1) SDM yang terampil; (2) tingkat upah yang rendah; (3) keberadaan P4S; (4) kambing peranakan etawa mudah dibudidayakan; (5) pengalaman beternak; (6) produk berbahan alami; (7) dan kondisi lingkungan yang subur. Kelemahan berupa (1) pengetahuan SDM rendah; (2) harga produk yang mahal; (3) atribut produk belum lengkap; (4) promosi kurang; (5) permodalan terbatas; (6) proses produksi yang sulit; (7) dan manajemen kurang rapi. Peluang berupa: (1) banyak bahan baku yang belum tergali; (2) berpotensi untuk kesehatan; (3) berpotensi untuk tempat wisata edukasi; (4) perkembangan teknologi informasi; (5) pangsa pasar luas; (6) diversifikasi produk; dan (7) memiliki hubungan baik dengan stakeholders. Ancaman berupa: (1) keberadaan musim ekstrim; (2) penyakit pada kambing; (3) banyak pemerah beralih ke budidaya; (4) penyuplai bahan baku yang tidak kontiyu; (5) kerusakan sarana produksi; (6) banyak anak kambing betina yang diperdagangkan, dan (7) keberadaan pesaing. Prioritas strategi yang tepat diterapkan dalam pengembangan industri pengolahan susu kambing peranakan etawa (PE) ras Kaligesing di Kabupaten Purworejo, yaitu: Strategi mempertahankan dengan skor sebesar 6,451.
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KERAJINAN BIJI JENITRI DI CV AKAR BALA AGRA KABUPATEN KEBUMEN Ainur Rizki Kurniawati; Dyah Panuntun Utami; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 2 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.474 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal apa saja yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi pengembangan industri kerajinan biji jenitri di CV Akar Bala Agra, (2) mengetahui alternatif strategi pengembangan yang dapat diterapkan dalam pengembangan industri kerajinan biji jenitri di CV Akar Bala Agra, (3) mengetahui prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan industri kerajinan biji jenitri di CV Akar Bala Agra.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Metode analisis data mengunakan deskriptif analitis. Pengambilan daerah penelitian serta penentuan informan dilakukan secara sengaja (purposive sampling).Faktor internal kekuatan: (1) tenaga kerja yang disiplin, (2) produk tahan lama, (3) pendidikan karyawan cukup tinggi, (4) kualitas biji jenitri baik dan (5) pemanfaatan teknologi internet sebagai media promosi. Faktor internal kelemahan: (1) CV Akar Bala Agra hanya sebagai pedagang, (2) belum adanya tenaga ahli tentang biji jenitri, (3) produk masih belum banyak dikenal, (4) belum terjalin hubungan melembaga dengan pemasok dan konsumen, serta (5) tidak ada stabilitas dan standarisasi harga. Faktor eksternal peluang: (1) pangsa pasar luas, (2) perkembangan teknologi meningkat, (3) bermanfaat untuk kesehatan, (4) memiliki nilai agamistinggi, serta (5) memiliki hubungan baik dengan konsumen. Faktor eksternal ancaman: (1) jumlah pemasok belum pasti, (2) kelangkaan bahan baku, (3) peran pemerintah kurang, (4) kekuatan tawar menawar antara pemasok dan pembeli serta (5) muncul pesaing baru.Alternatif strategi pengembangan yang diperoleh yaitu: (1) melakukan inovasi pengembangan kerajinan biji jenitri untuk menghadapi persaingan, (2) pembentukan lembaga kemitraan dengan petani pemasok dan pembentukan paguyuban pengusaha jenitri, (3) serta meningkatkan kegiatan promosi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.Prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan industri biji jenitri di CV Akar Bala Agra adalah pembentukan lembaga kemitraan dengan petani pemasok dan pembentukan paguyuban antar pengusaha jenitri.
STUDI KOMPARATIF USAHATANI JAGUNG DENGAN OLAH TANAH DAN TANPA OLAH TANAH DI KECAMATAN AMBAL KABUPATEN KEBUMEN Amanah Fitriyah; Dyah Panuntun Utami; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 2 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Perbedaan biaya dan produksi, (2) Perbedaan pendapatan, (3) Perbedaan keuntungan, (4) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produksi usahatani jagung olah tanah, (5) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produksi usahatani jagung tanpa olah tanah. Penelitian menggunakan metode desktiptif. pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik survey dengan mewawancarai 32 petani jagung olah tanah dan 29 petani jagung tanpa olah tanah.  Hasil penelitian menunjukkan (1) tidak terdapat perbedaan biaya antara usahatani jagung olah tanah dan biaya usahatani jagung tanpa olah tanah. (2) tidak terdapat perbedaan pendapatan antara usahatani jagung olah tanah dan usahatani jagung tanpa olah tanah. (3) tidak terdapat perbedaan keuntungan antara usahatani jagung olah tanah dan usahatani jagung tanpa olah tanah. (4) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani jagung olah tanah adalah benih, luas lahan, pupuk kompos, pestisida furadan dan pengalaman bertani. Variabel yang tidak berpengaruh secara signifikan adalah tenaga kerja dalam keluarga, tenaga kerja luar keluarga, pupuk urea, dan pupuk phonska. (5) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani jagung tanpa olah tanah adalah benih, luas lahan, pestisida furadan, dan pengalaman bertani. Variabel yang tidak berpengaruh secara signifikan adalah tenaga kerja dalam keluarga, tenaga kerja luar keluarga, pupuk urea, pupuk phonska, dan herbisida gromoxon.
ANALISIS PENYERAPAN DAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA INDUSTRI PENGOLAHAN MANISAN CARICA DI KABUPATEN WONOSOBO Annisa Nur Septiani; Dyah Panuntun Utami; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 2 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.311 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) profil industri pengolahan manisan carica di kabupaten Wonosobo, (2) penyerapan tenaga kerja pada industri pengolahan manisan carica, (3) produktivitas tenaga kerja pada industri pengolahan manisan carica dan (4) pengaruh upah tenaga kerja, modal kerja, biaya bahan baku dan produksi manisan carica terhadap penyerapan tenaga kerja pada industri pengolahan manisan carica. Penelitian ini menggunakan metode desktiptif analitis, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik survey dengan mewawancarai 30 pemilik industri pengolahan manisan carica di kabupaten Wonosobo.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja pada industri pengolahan manisan carica tidak dapat menyerap ≥5 orang tenaga kerja. Produktivitas tenaga kerja pada industri pengolahan manisan carica di kabupaten Wonosobo termasuk dalam kategori tinggi. Variabel modal kerja, biaya bahan baku dan produksi manisan carica berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja pada industri pengolahan manisan carica, sedangkan upah tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja.
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA KERUPUK KETELA DI KECAMATAN KEMIRI KABUPATEN PURWOREJO Eko Arianto Prasetiyo; Istiko Agus Wicaksono; Isna Windani
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 2 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.418 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi faktor-faktor internal yang menjadi kekuatan, kelemahan industri rumah tangga kerupuk ketela. (2) Mengidentifikasi faktor-faktor eksternal yang menjadi peluang dan ancaman industri rumah tangga kerupuk ketela. (3) Merumuskan alternatif strategi yang memungkinkan untuk diterapkan dalam pengembangan produksi kerupuk ketela. (4) Mengetahui prioritas strategi yang dapat diterapkan pada industri rumah tangga kerupuk ketela.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang berdasarkan hasil wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan industri rumah tangga kerupuk ketela, yaitu: Strategi peningkatan mutu dan jumlah produk kerupuk ketela. Prioritas strategi tersebut dipilih, dengan perolehan total nilai daya tarik (TAS) terbesar yaitu 4,804 yang terletak pada alternatif strategi 1 yaitu strategi peningkatan mutu, inovasi bentuk dan jumlah kerupuk ketela.
STUDI KOMPARATIF USAHATANI KEDELAI KUNING DAN KEDELAI HITAM DI KECAMATAN PITURUH KABUPATEN PURWOREJO Isnaeni Noviana Dewi; Dyah Panuntun Utami; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 2 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.165 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani kedelai kuning varietas Grobogan dan kedelai hitam varietas Mallika, (2) biaya, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan usahatani kedelai kuning varietas Grobogan dan kedelai hitam varietas Mallika (3) perbedaan biaya, produksi, pendapatan, dan keuntungan usahatani kedelai kuning varietas Grobogan dan kedelai hitam varietas Mallika di Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo. Penelitian menggunakan metode desktiptif. Pengumpulan data menggunakan teknik survei dengan mewawancarai 41 petani kedelai kuning dan 30 petani kedelai hitam.Hasil penelitian menunjukkan: (1) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani kedelai kuning adalah pupuk organik dan luas lahan. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani kedelai hitam adalah luas lahan, (2) Rata-rata biaya usahatani kedelai kuning Rp 2.037.108,00; penerimaan usahatani kedelai kuning Rp 3.861.922,00; pendapatan usahatani kedelai kuning Rp 2.878.215,91; dan keuntungan usahatani kedelai kuning Rp 1.781.258,00. Rata-rata biaya usahatani kedelai hitam Rp 576.932,30; penerimaan usahatani kedelai hitam Rp 1.970.266,67; pendapatan usahatani kedelai hitam Rp1.566.062,26; dan keuntungan usahatani kedelai hitam Rp 1.393.334,00, dan (3) Terdapat perbedaan signifikan biaya usahatani kedelai kuning dan kedelai hitam dengan thitung=6,279; terdapat perbedaan signifikan tingkat produksi usahatani kedelai kuning dan kedelai hitam dengan thitung=3,184; terdapat perbedaan yang signifikan pendapatan usahatani kedelai kuning dan kedelai hitam dengan thitung=2,158 pada taraf signifikansi 1,994 (P<0,05); dan tidak terdapat perbedaan signifikansi keuntungan usahatani kedelai kuning dan kedelai hitam thitung=0,735 pada taraf signifikansi 0,465 (P>0,05).
PERAN INDUSTRI PENGOLAHAN PANGAN DALAM MENINGKATKAN NILAi TAMBAH SINGKONG DI KABUPATEN KEBUMEN Maunatul Itsnainiyah; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 2 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.001 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) Mengetahui pendapatan petani singkong yang hasil singkongnya dimanfaatkan oleh industri pengolahan pangan, (2) Mengetahui kemampuan industri pengolahan pangan lanting, golak singkong dan beras analog dalam meningkatkan nilai tambah singkong, dan (3) Mengetahui peran industri pengolahan pangan dalam meningkatkan nilai tambah singkong.Sampel yang digunakan ada 2 yaitu sampel petani singkong dengan jumlah 23 orang, sampel industri lanting dengan jumlah 32 industri, sampel industri golak singkong dengan jumlah 10 industri dan beras analog hanya 1 industri. Pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling.Hasil analisis petani singkong yang hasilnya di manfaatkan oleh industri pengolahan pangan penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 28.370.473, pendapatan sebesar Rp 27.333.692 dan keuntungan petani singkong sebesar Rp 19.123.562. Hasil analisis nilai tambah lanting sebesar Rp 564,39, sedangkan untuk nilai tambah golak singkong sebesar Rp 16.219 dan untuk nilai tambah beras analog sebesar Rp 10.157. Hasil analisis peran industri pengolahan pangan dalam meningkatkan nilai tambah singkong di kabupaten Kebumen. Industri lanting memiliki skor sebesar 24,4, industri golak singkong memiliki skor sebesar 24,6 dan industri beras analog memiliki skor sebesar 24, dengan rata-rata skor 24,3 jadi industri berperan penting dalam meningkatkan nilai tambah singkong.
STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUKSI KEMUKUS DI DESA BANYUASIN KEMBARAN KECAMATAN LOANO KABUPATEN PURWOREJO Mukhamad Johan Aris; Uswatun Hasanah; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 2 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.193 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) faktor internal yang mempengaruhi pengembangan produksi kemukus di desa Banyuasin Kembaran; (2) faktor eksternal yang mempengaruhi pengembangan produksi kemukus di desa Banyuasin Kembaran; dan (3) prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan produksi kemukus di desa Banyuasin Kembaran.Pengambilan sampel daerah penelitian ditentukan berdasarkan purposive sampling. Lokasi yang dipilih yaitu desa Banyuasin Kembaran. Populasi petani kemukus di desa Banyuasin Kembaran yaitu 2 orang informan kunci dan 22 informan pendukung. Penentuan jumlah sampel informan kunci berdasarkan purposive sampling dan informan pendukung purposive sampling dan snowball sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket atau kuisioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan produksi kemukus di desa Banyuasin Kembaran terbagi menjadi empat yaitu kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Kekuatan berupa: (1) tanaman mudah dibudidayakan; (2) produk tahan lama; (3) tanaman dapat hidup lama; (4) perawatan tanaman mudah; dan (5) biaya budidaya rendah. Kelemahan yaitu: (1) kualitas SDM rendah; (2) siklus produksi tahunan; (3) rendahnya minat budidaya kemukus; (4) kondisi tanaman kurang diperhatikan; dan (5) belum memakai teknik budidaya yang efisien. Peluang berupa: (1) saluran pemasaran pendek; (2) harga relatif stabil; (3) berpotensi untuk kesehatan; (4) pangsa pasar luas; dan (5) kebutuhan kemukus dalam negeri relatif tinggi, sedangkan ancaman yaitu: (1) serangan penyakit; (2) kurangnya penyuluhan; (3) kurangnya peran dari lembaga-lembaga pemerintah seperti Dinas Pertanian atau Perkebunan; (4) perubahan musim kurang stabil; dan (5) beralih ke komoditas lain. Prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan produksi kemukus di desa Banyuasin Kembaran yaitu membentuk kelompok tani khusus kemukus dengan jumlah skor yang diperoleh sebanyak 5,4.
STUDI KOMPARATIF TEMPE MENGGUNAKAN KEMASAN PLASTIK DAN KEMASAN DAUN PISANG PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA TEMPE DI KABUPATEN PURWOREJO Ridha Wulan Lestari; Istiko Agus Wicaksono; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 2 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.118 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Menganalisis dan membandingkan biaya, industri rumah tangga tempe menggunakan kemasan plastik dan kemasan daun pisang (2) Menganalisis dan membandingkan pendapatan industri rumah tangga tempe menggunakan kemasan plastik dan kemasan daun pisang (3) Menganalisis dan membandingkan keuntungan industri rumah tangga tempe menggunakan kemasan plastik dan kemasan daun pisang.Hasil penelitian menunjukan: (1) terdapat perbedaan biaya industri rumah tangga tempe kemasan plastik dan daun pisang dengan thitung = 2.345 pada taraf signifikansi 10% nilai ttabel adalah 1.663. Nilai thitung> ttabel (2.345>1.663) atau p > 0,10, (2) terdapat perbedaan pendapatan industri rumah tangga tempe kemasan plastik dan daun pisang dengan thitung = 11.903 pada taraf signifikansi 10%, Nilai ttabel adalah 1.663. Nilai thitung > ttabel (11.903>1.663) atau p>0,10, (3) terdapat perbedaan keuntungan industri rumah tangga tempe kemasan plastik dan kemasan daun pisang dengan thitung = 11.097 pada taraf signifikansi 10%, Nilai ttabel adalah 1.663. Nilai thitung> ttabel (11.097>1.663) atau p>0,10.

Page 1 of 2 | Total Record : 16