cover
Contact Name
Hakim
Contact Email
luqmanhyacob@gmail.com
Phone
+6281288884883
Journal Mail Official
widyagogik@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Widyagogik : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar
ISSN : 2303307X     EISSN : 25415468     DOI : https://doi.org/10.21107/Widyagogik
Core Subject : Education,
Widyagogik, terbit dua kali setahun berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian di bidang pendidikan dan pembelajaran sekolah dasar.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016): Widyagogik" : 7 Documents clear
MENGEMBANGKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA GURU DENGAN SISWA UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI SDN TAJUNGAN Heru Susanto
Widyagogik Vol 4, No 1 (2016): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.118 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v4i1.2215

Abstract

Proses belajar mengajar mempunyai makna dan pengertian yang lebih luas daripada pengertian mengajar. Berkomunikasi merupakan keharusan bagi siswa, sebab melalui komunikasi terjalin interaksi antara keduanya. Interaksi dalam pembelajaran akan memperoleh umpan balik, proses belajar dan berlatih perilaku baru, belajar mengekspresikan perasaan, saling memberikan perhatian serta memberikan kesempatan mempelajari ketrampilan sosial dan ketrampilan berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru dalam mengajar dan peningkatan prestasi belajar dengan adanya komunikasi interpersonal antara siswa dengan guru setelah mengikuti  bimbingan  dan konseling secara kelompok di  SDN Tajungan Semester Genap tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan Sekolah. Dari hasil penelitian mengenai peningkatan ketrampilan komunikasi interpersonal melalui konseling kelompok dapat ditarik kesimpulan bahwa ada perbedaan ketrampilan  komunikasi interpersonal bagi siswa setelah diberi perlakuan dengan sebelum diberi perlakuan bagi kelompok eksperimen,  sehingga dapat dikatakan bahwa konseling kelompok telah terbukti efektif untuk meningkatkan ketrampilan komunikasi interpersonal bagi siswa yang mengalami hambatan dalam ketrampilan berkomunikasi. Penyelenggaraan konseling kelompok dapat dilakukan di sekolah atau di luar sekolah dan bahwa  konseling kelompok merupakan sebuah miniatur sosial yang penuh dengan dinamika kehidupan remaja.
MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI JURISPRUDENSIAL UNTUK MENGUKUR HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR PADA PEMBELAJARAN PKn Yustina Titik Riyanti
Widyagogik Vol 4, No 1 (2016): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.322 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v4i1.2218

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PKn, khususnya materi globalisasi disebabkan kejenuhan siswa terhadap pembelajaran yang bersifat teacher oriented. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi globalisasi melalui penerapan model pembelajaran inkuiri jurisprudensial. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penerapan model pembelajaran inkuiri jurisprudensial dalam pembelajaran PKn materi globalisasi, dan mengukur hasil belajar PKn setelah penerapan model pembelajaran inkuiri jurisprudensial. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Curah Kotok Kapongan Situbondo Tahun Pelajaran 2015/2016. Teknik pengumpulan data yang digunakan di dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi, dan tes. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan diperoleh data Rata-rata peningkatan keaktifan siswa dari siklus I dengan nilai 70,00 ke siklus II dengan nilai 78,50 sebesar  8,5%. Selain itu, penerapan model pembelajaran inkuiri jurisprudensial juga mampu mengukur peningkatan hasil belajar siswa, siklus I dan siklus II, yaitu 67,5 menjadi 80. Sehingga mengalami kenaikan sebesar 12,5%. Dengan demikian model inkuiri jurisprudensial sesuai dengan perkembangan anak sehingga dapat meminimalkan masalah dan dapat meningkatkan penguasaan siswa tentang materi globalisasi. Selain itu, model pembelajaran inkuiri jurisprudensial dapat mengukur peningkatan hasil belajar siswa.
MENGOPTIMALKAN PENGUASAAN KECEPATAN SISTEM PERKALIAN BILANGAN FPB DAN KPK DENGAN METODE KUMON PADA SISWA DI SDN PETAPAN 2 Mas’od Mas’od
Widyagogik Vol 4, No 1 (2016): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.68 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v4i1.2216

Abstract

Berdasarkan fakta atas hasil pengamatan  peneliti selaku Kepala sekolah bahwa hasil UTS mata pelajaran matematika siswa SDN Petapan 2  Kecamatan  Labang kurang memuaskan. 86% nilai ulangan harian siswa kelas VI tentang perkalian mereka masih kurang dari 6,  Diharapkan melalui pembelajaran yang PAKEM  metode kumon kinerja siswa dan guru / peneliti lebih meningkat, proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan berkualitas siswa lebih kreatif, penguasaan perkalian lebih optimal dan hasil belajar matematika lebih memuaskan. Tujuan penelitian ini meningkatkan kinerja guru mengajar bodang studi matematika  melalui  pembinaan konsep pembelajaran  metode Kumon (2) Memudahkan  guru mengajar tentang konsep  perkalian melalui pentahapan materi perkalian dari yang mudah sampai yang sulit. Bentuk tindakan dalam penelitian ini berupa supervisi (bimbingan kelompok) kepada guru-guru melalui  rapat guru di ruang guru, agar mampu menyusun skenario pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran  manipulatif material secara efektif. Berdasarkan pembahasan temuan penelitian observatif oleh Kepala  sekolah tentang "Optimalisasi pembinaan dan pengarahan konsep metode Kumon guna mengefektifkan pengajaran matematika" yang tercermin melalui 10 indikator, terbukti selama pembinaan sampai penerapan pembelajaran dengan metode Kumon berlangsung terjadi peningkatan mutu gaya mengajar yang variatif dan inovatif, sedangkan bagi siswa  di SDN Petapan 2 Kecamatan Labang Semester Ganjil Tahun Pelajara 2014/2015 melalui hasil pengamatan pengawas sekolah selaku peneliti telah terjadi  peningkatan motivasi belajar secara signifikan
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA SD MELALUI PENERAPAN MEDIA VISUAL HOW WE CAN HEAR THE VOICE Trilogi Hastuti
Widyagogik Vol 4, No 1 (2016): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.215 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v4i1.2217

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SDN Bandulan 3 pada materi tentang Indera Pendengar, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran “How We Can Hear The Voice”  dapat meningkatkan pemehaman konsep materi IPA tentang Indera Pendengar. Media pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini merupakan media pembelajaran yang termasuk dalam jenis visual. Penggunaan media pembelajaran “How We Can Hear The Voice”  membawa pengaruh yang positif terhadap pembelajaran IPA di SDN Bandulan 3. Media Pembelajaran tersebut dapat membantu siswa dalam memahami konsep materi dibandingkan dengan menghafal materi karena melalui media pembelajaran “How We Can Hear The Voice” , materi ajar ditampilkan dalam bentuk konkret yakni bentuk Indera Telinga Manusia. Siswa juga menjadi lebih aktif dalam pembelajaran. Peningkatan pemahaman konsep materi IPA siswa Kelas v pada materi Indera telinga ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata kelas dari 64,5 (Tidak Tuntas) pada siklus I menjadi 73 (Tuntas) pada siklus II.Sedangkan untuk aktivitas siswa mengalanmi peningkatan yang besar dari 69,3 % pada siklus I meningkat sebanyak 12 % menjadi 81,3 % pada siklus II.
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAMS GAMES TOURNAMENTS MENGGUNAKAN FLASHCARD SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN SOFTSKILL DAN HASIL BELAJAR SISWA SD Mohammad Edy Nurtamam; Ariesta Kartika Sari
Widyagogik Vol 4, No 1 (2016): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.221 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v4i1.2212

Abstract

This research intends to describe the students’ responses toward the application of cooperative learning, especially Teams Games Tournaments (TGT) using flashcard, and to know the development of students’ soft skills in learning. Moreover, this research also intends to know the difference of learning results of students in elementary school after using TGT and conventional learning. This research conducted at Pejagan 5 Elementary School in Bangkalan. The sample of this research is elementary school students, grade five, especially in math subjects. The research method in this research is experimental research, starting with making lesson plan and worksheets for a group work, and learning evaluation. The research instrument consists of students’ questionnaire, students’ worksheet and learning evaluation. Based on the result of this research, it can be conclude that there is no significant differences between learning using cooperative learning TGT type using flashcard and using conventional learning. However, classical target in experiment group is better than control group which reaches 90%. Moreover, students’ response toward this learning is very good, the presentation shows that 95,3% students’’ soft skills increase up to 16 point in twice meeting. And in the last lesson, the students’ soft skills develop well and also there is a significant difference between TGT groups learning using flashcard with conventional group learning
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TEMATIK BERBASIS QUANTUM LEARNING BERDASARKAN PENDEKATAN SAINTIFIK Andika Adinanda Siswoyo; Ana Yuniasti Retno
Widyagogik Vol 4, No 1 (2016): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.179 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v4i1.2214

Abstract

Pembelajaran tematik di sekolah dasar sangat penting, dikarenakan tahapan berfikir anak SD berada pada tahapan operasional konkret, dan bersifat holistik. Perangkat pembelajaran yang sesuai sebagai sumber belajar, sangat diperlukan agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, sehingga berimplikasi terhadap tercapainya tujuan pembelajaran tematik yang efektif. Penerapan Quantum Learning dalam pembelajaran lebih bermakna karena memperhatikan lingkungan pebelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran tematik berbasis Quantum Learning berdasarkan pendekatan Saintifik yang valid dan praktis. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Banyuajuh Kamal- Madura. Model yang digunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran ini adalah model Thiagarajan yang lebih dikenal dengan model 4D, terdiri dari: (i) tahap Define (pendefinisian), (ii) tahap Design (perancangan), (iii) tahap Develop (pengembangan), (iv) tahap Disseminate (penyebaran). Namun, tahap penyebaran dilakukan sebatas simposium di sekolah yang menjadi subjek penelitian. Hasil uji validasi RPP dan Modul oleh dua orang validator adalah 4,55 dan 4, 3 dan memenuhi kategori valid. Hasil uji coba lapangan untuk kepraktisan perangkat pembelajaran, rata-rata dari keempat pertemuan keterlaksanaan perangkat pembelajaran 4,45 dan termasuk kategori tinggi, sedangkan ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 83%. Berdasarkan  hasil uji coba lapangan,  tersebut maka dapat dikatakan bahwa perangkat pembelajaran tematik berbasis Quantum Learning memenuhi kategori valid dan praktis untuk diterapkan.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT DENGAN METODE SQ3R PADA SISWA KELAS V SDN GILI ANYAR KAMAL BANGKALAN Mohammad Hosen
Widyagogik Vol 4, No 1 (2016): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.528 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v4i1.2213

Abstract

Belajar adalah proses yang aktif ketika siswa harus terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pembelajaran sebagai respons terhadap stimulus guru. Stimulus yang diberikan oleh guru tidak akan berarti tanpa adanya perhatian dan motivasi siswa. Menumbuhkan motivasi siswa dapat dilakukan dengan menerapkan metode SQ3R. Metode pembelajaran SQ3R merupakan metode belajar yang melaksanakan pembelajaran membaca cepat pada anak. Subjek penelitian ini adalah siswa kels V SDN Gili Anyar Kamal Tahun Pelajaran 2013/2014. Teknik Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, angket, dan tes hasil belajar. sedangkan teknik analisi data yang digunakan secara deskriptif kuantitatif. Rata-rata kecepatan baca siswa pada siklus I yaitu 97 kpm dan rata-rata persentase pemahaman isi bacaan 70%, kemampuan membaca siswa 68 kpm, sedangakan pada siklus II, Rata-rata kecepatan baca pada siklus II yaitu 111 kpm,  rata-rata persentase pamahaman isi bacaan yaitu 72% dan kemampuan membaca cepat 82 kpm. Sehingga berdasarkan hasil penelitian metode SQ3R mampu meningkatkan kemampuan membaca siswa secara cepat.

Page 1 of 1 | Total Record : 7