cover
Contact Name
Muhammad Rifqi Hidayat
Contact Email
rifqifebi@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
yuliahafizah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi
ISSN : 19793804     EISSN : 25489941     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi:This journal is published twice a year in June and December with a focus on economics and the like with the same science
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 1 (2017)" : 6 Documents clear
PEMODELAN RESPON OPTIMAL KEBIJAKAN MONETER TERHADAP STABILITAS SEKTOR PERUMAHAN DAN INFLASI DI INDONESIA Anward, Ryan Juminta; Imansyah, Handry; Siregar, Syahrituah; Syafruddin, Ruddy
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.665 KB) | DOI: 10.18592/at-taradhi.v8i1.1518

Abstract

Pengalaman krisis keuangan global yang telah terjadi menunjukkan kebijakan moneter perlu untuk memperluas tujuannya, yakni tidak hanya terpaku terhadap tujuan tradisional kebijakan moneter (inflasi) namun juga memperhatikan harga asset. Struktural Vector Autoregression (SVAR) dengan restriksi jangka pendek digunakan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi respon dan dampak kebijakan moneter terhadap harga perumahan dan inflasi termasuk juga variabel makro ekonomi lainnya (output dan nilai tukar) di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data triwulan selama periode 2001Q1-2005Q4. Hasil simulasi dari model SVAR menunjukkan suku bunga kebijakan (BI Rate) berdampak signifikan terhadap harga perumahan dan tingkat inflasi. Kebijakan moneter yang dilakukan melalui perubahan BI Rate merespon secara cepat terhadap shock inflasi, output dan nilai tukar namun tidak memberikan respon terhadap fluktuasi harga perumahan. Model yang dikembangkan dalam penelitian ini juga mengindikasikan kurang efektifnya transmisi kebijakan moneter di Indonesia.Kata kunci: kebijakan moneter, harga perumahan, structural VAR
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENENTU RESIKO KERAWANAN PANGAN KABUPATEN BARITO KUALA Yunani, Ahmad
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.741 KB) | DOI: 10.18592/at-taradhi.v8i1.1515

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui indikator dan pemetaan daerah resiko kerawanan pangan di Kabupaten Barito Kuala. Memetakan kondisi ketahanan/kerawanan pangan di Barito Kuala. Mengidentifikasi dan menganalisis isu dan permasalahan terkait kemungkinan potensi resiko kerawanan pangan di Barito Kuala. Data dan informasi yang telah dikumpulkan (data sekunder dan data primer) kemudian dilakukan pemutakhiran data, kompilasi, tabulasi data dan mengolah data spasial (pemetaan). Metode yang digunakan dalam identifikasi kerentanan dan kerawanan pangan di atas menggunakan alat analisis MINITAB sebagai alat analisis statistika yang dapat mengkompilasi sekaligus beberapa variabel untuk analisis komposit. Kemudian untuk sebaran kerawanan dan ketahanan pangan menggunakan Arcgis, suatu alat pemetaan yang sudah banyak digunakan dalam analisis spasial. Melalui analisa komponen utama (Principal Component Analysis/PCA) telah ditentukan komponen yang mempengaruhi dalam penyusunan kerawanan pangan di Barito Kuala melalui 7 (tujuh) indikator tersebut dihasilkan komponen-komponen yang mempengaruhi sebagai berikut :Komponen utama / PC 1 Jumlah Warung/toko kelontongan, fasilitas kesehatan, Komponen utama / PC 2 Akses jalan, persentase kemiskinan, Komponen utama / PC 3 Gizi buruk, akses jalanm, Komponen utama / PC 4          Fasilitas kesehatan, Kematian balita dan ibu melahirkan, Komponen utama / PC 5 Persentase kemiskinan, akses jalan, Komponen utama / PC 6 Fasilitas Kesehatan, kematian balita dan ibu melahirkan.Hasil penelitian ini menyimpulkan ada 12 desa yang masuk katagori prioritas 1 berpotensi rawan pangan, masuk katagori prioritas 2 waspada rawan pangan sebanyak 26 desa, untuk katagori prioritas 3 awas rawan pangan terdapat 65 desa dan masuk katagori prioritas 4, prioritas 5, prioritas 6 dalam kondisi aman rawan pangan totalnya sebanyak 97 desa.  Strategi peningkatan ketahanan pangan perlu dilakukan melalui pendekatan jalur ganda (twin track approaches) yaitu : Pendekatan jangka pendek dengan mengupayakan membangun peningkatan perekonomian masyarakat pedesaan yang berbasis pertanian pada upaya peningkatan nilai tambah dan peluang penyediaan lapangan kerja. Pendekatan jangka menengah dan panjang adalah dengan memenuhi kecukupan pangan dan gizi golongan masyarakat miskin dan rawan pangan dengan pendekatan pemberdayaan melibatkan partisipasi dan peran akitf seluruh komponen.Kata Kunci : Kerawanan Pangan
Estimasi Keinginan Membayar (Willingness To Pay) Terhadap Udara Bersih Untuk Penentuan Pajak Emisi (Survei Terhadap Pelanggan Bengkel Uji Emisi Di Kota Banjarmasin) Rizali, Rizali; Sa’roni, Chairul; Sopiana, Yunita; Muzdalifah, Muzdalifah
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.107 KB) | DOI: 10.18592/at-taradhi.v8i1.1519

Abstract

Artikel ini meneliti sejauh mana kesadaran pengguna kendaraan sebagai individu pembuang polutan akan kebersihan lingkungan khususnya udara bersih yang diintepretasikan oleh Willingness to Pay (WTP). Pengukuran WTP dilakukan melalui pertanyaan terbuka terhadap responden yang sedang melakukan perawatan kendaraan di bengkel pelaksana uji emisi di Kota Banjarmasin. Estimasi menggunakan model regresi kuadrat terkecil dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan karakteristik responden terhadap besaran WTP.Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya kemauan responden yang dinyatakan dalam nilai WTP menunjukkan rataan WTP yang diperoleh dari seluruh responden adalah sebesar Rp 432.182,70 per tahun. Karakteristik responden yang berpengaruh signifikan dengan perubahan besaran nilai WTP dan kemungkinan responden memiliki WTP lebih besar dari nol adalah yang berhubungan dengan penggunaan kendaraan, sedangkan karakteristik individu responden yang berpengaruh signifikan hanyalah pengeluaran responden terhadap kemungkinan responden memiliki WTP lebih besar dari nol. Hasil penelitian juga menunjukkan dampak penerapan pajak emisi lebih tinggi bagi masyarakat berpengeluaran rendah.  
STRATEGI PENGELOLAAN PAJAK DAERAH DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KOTA BANJARMASIN Dewi, Eny
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.127 KB) | DOI: 10.18592/at-taradhi.v8i1.1517

Abstract

This study aims to determine the effectiveness, efficiency and strategy of local tax management to increase the local receipt (PAD). The analysis technique used is descriptive analysis and SWOT analysis. The result of the research shows that the 2011-2015 average of effectiveness ratio of Banjarmasin City Local Tax is included in very effective category, so also efficiency ratio is in very efficient category. In detail the Local Taxes by type belonging to very effective categories include Hotel Tax, Restaurant Tax, Street Lighting Tax, Parking Tax, and Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-PP). Fairly effective categories include Entertainment Tax and Advertising Tax, less effective category is a BPHTB tax, while the Swallow's Nest Tax is an ineffective category. Overall efficiency averages fall into the most efficient category, except the Tax on Land and Building Acquisition (BPHTB) and Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-PP) which fall into the efficient category. Strategies to increase Local Receipt (PAD) are 1) to socialize and publicize services and public awareness of the importance of Local Taxes 2) Increase the use of better information technology so as to increase the capability in validation of tax potentials and levies more valid, 3) Simplify the bureaucratic stage and increase online services in terms of tax payments so as to attract public interest to pay taxes.Keyword: Local Receipt, Local Tax, Effectiveness Ratio, Efficiency Ratio
ANALISIS HASIL KINERJA PDAM DALAM UPAYA MENINGKATKAN PAD PEMERINTAH PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA DI KALIMANTAN SELATAN Saleh, Muhammad; Nasrudin, Nasrudin; Syafrudin, Ruddy
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.489 KB) | DOI: 10.18592/at-taradhi.v8i1.1516

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesehatan PDAM di Kalimantan Selatan, Potensi PDAM dalam menyumbang PAD Provinsi dan Kabupaten di Kalimantan Selatan, dan faktor- faktor yang mempengaruhi kinerja PDAM di Kalimantan Selatan. Data dianalisis menggunakan metode deskriftif kuantitatif. Hasilnya penelitian menunjukkan bahwa jumlah PDAM di Kalimantan Selatan sebanyak 12 buah dimana sebanyak 3 (tiga) diantaranya dalam kondisi sehat tetapi hanya 2 (dua) PDAM yang dapat menyumbang PAD. Kedua belas PDAM  tersebut punya potensi besar dalam menyumbang PAD jika dilakukan perbaikan modal, manajemen (karyawan), dan pengawasan. Adapun faktor- faktor yang mempengaruhi kinerja BPR adalah faktor internal yang terdiri dari modal setor yang masih  rendah, kualitas karyawan masih rendah dan pengawasan yang masih kurang, kemudian faktor eksternal terdiri dari keadaan ekonomi lokal sehingga banyak masyarakat yang tidak membayar rekening airnya  dan mempengaruhi kinerja keuangan lainnya.
STRATEGI BERTAHAN DAN MODAL SOSIAL PEDAGANG PASAR TRADISIONAL SWASTA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Istifhama, Lia
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.294 KB) | DOI: 10.18592/at-taradhi.v8i1.1492

Abstract

Pergeseran gaya hidup sebagai konsekuensi modernisasi teraplikasi dalam banyak hal, salah satunya kebiasaan berkonsumsi. Dalam hal ini, masyarakat kian dijamu dengan bermacam perbelanjaan modern yang menyajikan suasana lebih nyaman daripada pasar tradisional dan varian tawaran harga diskon. Kompetisi antara ritel modern melalui persaingan harga dan berbagai even tertentu justru membuat pasar tradisional kian tertinggal. Padahal, pasar tradisional merupakan cermin perdagangan sector usaha rakyat karena melibatkan pedagang-pedagang skala mikro. Guna menjaga eksistensi sektor riil tersebut, tentunya diperlukan upaya-upaya khusus untuk menyelamatkan atau menjaga keberadaannya. Upaya tersebut bisa melibatkan pemerintah melalui revitalisasi pasar atau kebijakan-kebijakan yang bersifat pro poor budgeting, ataupun penguatan strategi pemasaran oleh pedagang sendiri. Selama ini kebanyakan pedagang mengenal pemasaran dalam sudut konvensional saja, padahal seiring islamisasi pengetahuan, pemasaran juga bisa diaplikasikan sesuai konsep Islam. Selain pemasaran yang bisa menjadi poin penting dalam survival strategies, modal social pun tentunya bisa menopang agar sektor usaha rakyat ini tetap bisa berdiri normal di tengah pertumbuhan ritel modern. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6