cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2017): Maret" : 30 Documents clear
ANALISIS FINANSIAL USAHATANI PEMBIBITAN BUAH DURIAN LOKAL (Durio zibethinus L.) PADA TINGKAT KELOMPOK TANI KECAMATAN BARONG TONGKOK KABUPATEN KUTAI BARAT Meri Febriati, Abdul Kholik Hidayah, dan Puji Astuti
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2592

Abstract

Analisis Finansial Usahatani Pembibitan Buah Durian Lokal (Durio zibethinus L.) Pada Tingkat Kelompok Tani Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat. Tujuan Penelitian ini adalah  (1) Untuk mengetahui tahapan usaha pembibitan buah Durian lokal yang diusahakan oleh masyarakat di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat; (2) Untuk mengetahui kelayakan finansial usaha pembibitan Durian lokal di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat.Objek penelitian ini adalah petani di Kampung Ombau Asa dan Geleo Asa Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur, khususnya menyangkut pengelolaan, biaya produksi, produksi dan pendapatannya serta permasalahan yang ada.Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, dimulai Bulan Maret sampai dengan Bulan Mei 2014, dengan metode sensus kelompok tani di Kampung Ombau Asa dan Geleo Asa, dimana semua bibit tanaman sebanyak 110.000 bibit sebagai objek penelitian yang terdapat di pembibitan pada Kampung Ombau Asa dan Geleo Asa Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat.Analisis kelayakan finansial pada usaha pembibitan Durian Lokal di Kampung Ombau Asa dan Geleo Asa Kecamatan Barong Tongkok, menunjukan total biaya produksi sebesar Rp. 38.330.000, sedangkan penerimaan sebesar Rp. 150.000.000, dan keuntungan sebesar Rp. 111.670.000.Usahatani pembibitan Buah Durian Lokal di Kampung Ombau Asa dan Geleo Asa layak diusahakan. B/C rasio yang diperoleh sebesar 3,91, produktivitas produksi lebih besar dari BEP produksi yaitu 110.000 bibit > 5.679 bibit dan harga yang diterima oleh pemilik pembibitan lebih besar dari BEP harga yaitu Rp. 2.000 > Rp.348,45.
KOMPOSISI VEGETASI MANGROVE DI TELUK BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Warsidi dan Sri Endayani
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2598

Abstract

Komposisi Vegetasi Mangrove di Teluk Balikpapan  provinsi Kalimantan  Timur. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Komposisi vegetasi mangrove yang terdapat di Teluk Balikpapan.Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode pengambilan contoh berlapis (stratified sampling) secara sistematik (stratified systematic sampling).  Plot pengambilan contoh berbentuk linear yang terdiri dari subplot berbentuk lingkaran yang tersusun tegak lurus dengan garis pinggir hutan mangrove. Di dalam subplot tersebut dilakukan pengukuran untuk diameter dan tinggi pohon serta identifikasi jenis pohon yang diukur. Plot berbentuk lingkaran dengan diameter lingkaran  14 meter untuk menginventarisasi pohon,  dan lingkaran yang lebih kecil dengan diameter 2 meter untuk menginventarisasi semai dan pancang. Data yang didapat kemudian di analisis untuk menentukan Indek Nilai Penting Jenis (INP) dari tingkat semai, pancang dan pohon.Hasil penelitian adalah tingkat semai di Teluk Balikpapan tercatat ada 13 jenis dengan pola persebaran dan kepadatan yang berbeda berdasarkan Indeks Nilai Pentingnya, Rhizophora apiculata adalah yang paling tinggi yaitu 81,63%. Pada tingkat pancang, jumlah jenis tumbuhan mangrove yang ditemukan di Teluk Balikpapan tercatat berjumlah 15 jenis, INP terbesar dimiliki oleh jenis Rhizophora apiculata (168,71%). Di hutan mangrove Teluk Balikpapan hanya ditemukan 10 jenis tumbuhan mangrove pada tingkat pohon, INP terbesar dimiliki oleh jenis Rhizophora apiculata (177,63%).
STUDI TENTANG PENILAIAN KINERJA GANISPHPL DAN WASGANISPHPL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR DAN KALIMANTAN UTARA PERIODE TAHUN 2008 SAMPAI DENGAN TAHUN 2014 Eka Dian Suryani, Taufan Tirkaamiana, dan Zuhdi Yahya
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kinerja Ganis-PHPL dan Wasganis-PHPL di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara periode tahun 2008 sampai dengan tahun 2014, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan serta penurunan kinerja GANISPHPL dan WASGANISPHPL secara kuantitas dan kualitas.Penelitian  dilaksanakan di Balai Pemantauan Pemanfaatan Hutan Produksi Wilayah XIII Samarinda selama ±4 (empat) bulan yaitu dari bulan Februari 2015 sampai dengan minggu keempat bulan Mei 2015.  Pelaksanaan kegiatan penelitian mengacu pada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.58/Menhut-II/2008 jo. P.20/Menhut-II/2010 Tentang Kompetensi dan Sertifikasi Tenaga Teknis Pengelolaan Hutan Produksi Lestari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam periode penilaian selama 7 (tujuh) tahun dapat disimpulkan perolehan Nilai Kinerja Ganis-WasganisPHPL mempunyai kecenderungan meningkat, hal ini dapat dilihat pada perolehan Nilai Kinerja A dan perolehan Kinerja C dari Tahun 2008 hingga Tahun 2014.  Kecenderungan menurun yang sangat menonjol terjadi pada Tahun 2010 dimana perolehan Nilai Kinerja A hanya mencapai 6,93% dan perolehan Nilai Kinerja C mencapai 3,81%. Faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan dan penurunan kinerja Ganis-PHPL yang sangat dominan adalah pola kebiasaan karena Penilaian Kinerja selalu dilakukan setiap tahun, pembobotan nilai kumulatif sebelum diberlakukannya Peraturan Permenhut P.20/Menhut-II/2010 antara Ganis-WasganisPHPL yang aktif dan tidak aktif  adalah sama sehingga untuk Ganis-WasganisPHPL yang tidak aktif mempunyai bobot nilai yang rendah dari sisi nilai pelaporan, kurang mengetahui perkembangan peraturan-peraturan terbaru terkait bidang tugasnya.
STUDI ASPEK SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT DESA SEDULANG TERHADAP UPAYA KELESTARIAN CAGAR ALAM MUARA KAMAN SEDULANG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Rasyid Rahman, Heni Emawati, dan Ismail Bakrie
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2593

Abstract

Studi Aspek Sosial, Ekonomi dan Budaya Masyarakat Desa Sedulang Terhadap Upaya Kelestarian Cagar Alam Muara Kaman Sedulang Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui aspek sosial ekonomi dan budaya masyarakat yang berada disekitar Cagar Alam Muara Kaman Sedulang kaitanya dalam upaya pelestarian Cagar Alam Muara Kaman Sedulang. Dan hasil yang diharapkan adalah dapat memberikan data dan informasi yang jelas mengenai keadaan sosial, ekonomi dan budaya  masyarakat yang berada disekitar Cagar Alam Muara Kaman Sedulang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tinjauan pustaka (library research) dan penelitian lapangan (field work research) yaitu observasi, kuisioner langsung dengan responden dan pada lembaga-lembaga terkait dengan tujuan penelitian ini Badan Pusat Statistik, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur dan Dinas Kehutanan Kabupaten Kutai Kartanegara. Sumber data diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling.Semua data yang telah terkumpul dilakukan editing untuk perbaikan kualitas data dan selanjutnya data hasil penelitian dibuat model tabulasi untuk mengadakan proses analisis, setelah ditabulasikan sesuai dengan tujuan penelitian, maka data dianalisis secara deskritif.Berdasarkan data dan hasil analisa yang telah dilakukan diketahui bahwa secara sosial dan ekonomi sebagian besar masyarakat Desa Sedulang yang bermatapencaharian utama sebagai nelayan belum dapat memenuhi kebutuhan minimum mereka sehari-hari sehingga untuk mencukupi kebutuhannya masyarakat menggantungkan hidupnya di bidang pertanian dan perkebunan dengan memanfaatkan lahan disekitar Cagar Alam Muara Kaman Sedulang.Dalam kaitannya dengan kelestarian Cagar Alam Muara Kaman masyarakat Desa Sedulang telah menggerakkan modal sosial dengan melakukan konservasi lahan penanaman dan penghijauan hutan kembali didaerah penyangga karena didasari atau tidak masyarakat Desa Sedulang mempunyai ketergantungan terhadap Cagar Alam Muara Kaman Sedulang.Untuk dapat melakukan upaya penggelolaan Cagar Alam Muara Kaman Sedulang dengan optimal maka sangat diperlukan adanya partisipasi masyarakat secara keseluruhan yang didukung dengan pendampingan dari instansi terkait serta dalam proses perencanaan pengelolaan Cagar Alam Muara Kaman Sedulang pada tahap-tahap tertentu masyarakat sangat perlu dilibatkan.
INVENTARISASI JENIS TUMBUHAN YANG BERKHASIAT SEBAGAI OBAT PADA PLOT KONSERVASI TUMBUHAN OBAT DI KHDTK SAMBOJA KECAMATAN SAMBOJA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Yusub Wibisono dan Zikri Azham
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2599

Abstract

Inventarisasi Jenis Tumbuhan Yang Berpotensi Sebagai Obat pada Plot Konservasi Tumbuhan Obat di KHDTK Samboja Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman dan potensi tumbuhan berkhasiat obat.Penelitian ini dilaksanakan di Plot Konservasi Tumbuhan Obat yang berada dalam Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja. Metode yang digunakan adalah metode teknik sampling kuadrat dengan plot tunggal dan sub plot yang disusun secara sitematis. Penentuan plot menggunakan purposive sampling dan dipilih berdasarkan pengamatan dari informasi bahwa lokasi tersebut terdapat jenis-jenis tumbuhan berkhasiat obat. Ukuran plot pengamatan 100 x 100 m, dengan 25 sub plot. Masing-masing sub plot berukuran 20 x 20 m untuk pengamatan tumbuhan tingkat pohon, 10 x 10 m untuk pengamatan tumbuhan tingkat tiang, 5 x 5 m untuk pengamatan tumbuhan tingkat pancang dan 2 x 2 m untuk pengamatan tumbuhan tingkat semai dan tumbuhan bawah. Inventarisasi seluruh jenis tumbuhan dilakukan di dalam plot pengamatan kemudian data tumbuhan yang didapatkan dikelompokkan berdasarkan  kelompok tingkatan tumbuhan dan termasuk dalam kelompok tumbuhan berkhasiat obat atau tidak. Data yang didapat kemudian dianalisis untuk menentukan Nilai Penting Jenis untuk kelompok tumbuhan tingkat pohon, tiang dan pancang serta nilai SDR3 untuk kelompok tumbuhan tingkat semai dan tumbuhan bawah.Pada plot pengamatan ditemukan jenis tumbuhan berkhasiat obat sebanyak 37 jenis dengan komposisi vegetasi menunjukkan bahwa jenis tumbuhan dengan habitus pohon lebih banyak yaitu 12 jenis, liana 9 jenis , perdu 8 jenis, herba 5 jenis dan paku-pakuan 3 jenis.Jenis tumbuhan berkhasiat obat yang memiliki NPJ terbesar adalah jenis Macaranga gigantea (20,01), Fordia splendidissima (14,85), Cananga odorata (14,66), Peronema canescens (11,85) Ficus variegata (11,16) dan yang memiliki SDR3 terbesar adalah jenis Clidemia hirta (75,78), Ligodium circinatum (63,70), Fordia splendidissima (62,31), Leea indica (56,45), Bauhinia tomentosa (45,09).
RIAP TANAMAN ULIN (Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binn) DI KHDTK SAMBOJAKECAMATAN SAMBOJA KABUPATEN KUTAI KERTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Iman Suharja; Jumani Jumani
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2589

Abstract

Riap Tanaman Ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binn) Di KHDTK Samboja Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kertanegara Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui riap diameter, tinggi dan volume tanaman jenis ulin (Eusideroxylon zwagery)Penelitian ini dilaksanakan di kawasan hutan Samboja yang termasuk dalam kawasan KHDTK Samboja Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kertanegara Provinsi Kalimantan Timur.  Pengolahan data riap diameter tanaman Ulin (Eusideroxylon zwageri) masing-masing dihitung berdasarkan hasil pengukuran diameter tanaman dibagi dengan umur tanaman pada waktu pengukuran dilakukan.Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata diameter, tinggi dan volume tanaman jenis ulin pada jalur 1 s.d 13 saat tanaman berumur 10 (sepuluh) tahun masing-masing sebesar 2,90 cm, 348 cm dan 0,25 cm3.  Rata-rata riap diameter, tinggi dan volume tanaman jenis ulin pada Jalur 1 s.d 13 saat tanaman berumur 10 (sepuluh) tahun masing-masing sebesar 0,29 cm/tanaman/tahun, 34,57cm/tanaman/tahun dan 0,00024cm3/ tanaman/tahun.Beberapa saran yang dapat disampaikan adalah perlunya untuk melanjutkan penelitian ini pada kelas umur tanaman selanjutnya.  Perlu adanya penelitian tentang hama dan penyakit tanaman terutama hama dan penyakit tanaman jenis ulin karena dikhawatirkan dapat mengganggu atau menghambat pertumbuhan/riap jenis tanaman ini.
UJI DAYA HASIL DUA VARIETAS PADI SAWAH DENGAN PEMBERIAN PUPUK NITROGEN MENGIKUTI METODE SRI Rudy .
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2594

Abstract

Uji Daya Hasil  Dua Varietas Padi Sawah  Dengan  Pemberian Pupuk Nitrogen Mengikuti Metode SRI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dua varietas padi sawah dan mengetahui dosis pupuk nitrogen yang  meningkatkan pertumbuhan dan daya hasil pada padi sawah serta diperolehnya suatu metode yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi sawah. Penelitian dilakukan pada areal sawah petani di Desa Singa Geweh Kecamatan Sengata Utara Kabupaten Kutai TimurPenelitianini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) yang diulang sebanyak 3 kali, dengan perlakuan terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah penggunaan pupuk Nitrogen (P) sebagai petak utama yaitu: Tanpa pupuk Nitrogen (P0), pupuk Nitrogen 35 kgha-1 (P1), pupuk Nitrogen 70kg ha-1 (P2), pupuk Nitrogen 105kg ha-1 (P3) pupuk Nitrogen 140kg ha-1 (P4). Faktor perkedua adalah varietas (V) sebagai anak petak, yaitu :Varietas IR – 64  (V1) dan Varietas Ciherang (V2)Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk Nitrogen menunjukkan hasil berbeda tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan. Gabah kering giling tertinggi dihasilkan oleh perlakuan P2(dosis nitrogen70 kgha-1) yaitu 5,99 Mg.ha-1.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan uji varietas tanaman padi menunjukkan hasil berbeda tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan. Produksi tertinggi dihasilkan oleh perlakuan V1 (varietas IR 64) yaitu 5,96 Mgha-1Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi perlakuan pupuk Nitrogen dan uji varietas tanaman padi menunjukkan hasil berbeda tidak nyata terhadap semua parameter. Produksi tertinggi dihasilkan oleh perlakuan interaksi P4 (dosis nitrogen 140 kgha-1) dan perlakuan V1 (varietas IR 64) yaitu 6,64 Mgha-1.
TINJAUAN BEBERAPA KOMODITAS PERTANIAN STRATEGIS SEBAGAI BASIS PENETAPAN PRODUK UNGGULAN DAERAH TINGKAT DESA DI KABUPATEN PASER PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Abdul Fatah , Abdul Rahmi, dan Maya Preva Biantary
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2581

Abstract

Tinjauan Beberapa Komoditas Pertanian Strategis Sebagai Basis Penetapan Produk Unggulan Daerah Tingkat Desa Di Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan penelitian adalah : (1) mengidentifikasi komoditi pertanian dan bentuk produk yang dipasarkan di lokasi studi yang memiliki potensi untuk ditingkatkan daya saingnya;, (2) membuat ranking komoditi pertanian dan bentuk produk yang teridentifikasi di lokasi studi untuk ditetapkan sebagai sektor komoditi yang diunggulkan daya saingnya; (3) membuat daftar one village one product (OVOP) dan sebarannya pada lokasi studi sebagai usulan komoditas yang diunggulkan daya saingnya; (4) menganalisis faktor-faktor yang turut memberikan pengaruh dalam rencana pengembangan OVOP di Kabupaten Paser; dan (5) merekomendasikan alternatif strategi dalam rangka program percepatan pengembangan OVOP di Kabupaten Paser.Penelitian dilaksanakan di wilayah Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur dengan dua desa pada setiap kecamatan sebagai sampel. Penelitian dilaksanakan dalam rentang waktu selama kurang lebih delapan bulan sampai akhir pembuatan laporan.Data yang dikumpulkan meliputi : (1) data primer bersumber dari hasil wawancara dengan responden (tingkat rumah tangga/ kelompok dan/atau pelaku usaha) di lokasi penelitian; dan (2) data sekunder diperoleh dari instansi terkait seperti Dinas/Instansi yang menangani sektor komoditaspertanian tanaman pangan dankomoditas perkebunan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bappeda, BPS di lingkup Kabupaten Paser dan Provinsi Kalimantan Timur. Metoda pengumpulan data dilakukan melalui survei, wawancara dengan informan kunci dan penelaahan data sekunder. Jumlah responden di setiap kecamatan sebanyak ± 10 pelaku usaha.  Alat analisis yang digunakan adalah model LocationQuotient (LQ) dan Shift-Share, khususnya dalam rangka untuk mengidentifikasi jenis sektor komoditas atau produk yang akan diunggulkan pada setiap kecamatan.  Hasil dari analisis ini akan menjadi pijakan dasar dalam melakukan kajian berikutnya, yaitu penetapan OVOP pada setiap kecamatan. Untuk merumuskan strategi dan kebijakan yang direkomendasikan untuk penerapan Program OVOP digunakan analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kecamatan-kecamatan yang paling dominan di Kabupaten Paser untuk komoditas dari sub-sektor tanaman pangan dan palawija adalah kecamatan Kuaro, Muara Samu, Long Kali, dan Tanjung Harapan; dan (2)kecamatan-kecamatan yang paling dominan di Kabupaten Paser untuk komoditas dari sub-sektor perkebunan adalah kecamatan Muara Komam, Tanah Grogot, Tanjung Harapan, dan Kuaro.
STUDI PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DI WILAYAH KELURAHAN MERDEKA KECAMATAN SAMBOJA KALIMANTAN TIMUR Zulkifli, Ismail, dan Legowo Kamarubayana
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2600

Abstract

Studi Pengendalian Kebakaran Hutan Di Wilayah Kelurahan Merdeka Kecamatan Samboja Kalimantan Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari, mendeskripsikan, dan memahami: Upaya pengendalian  kebakaran hutan  yang diterapkan di  wilayah Kelurahan Sungai Merdeka dan Partisipasi masyarakat sekitar hutan  dalam  strategi pengendalian kebakaran hutan.Penelitian  ini menggunakan  pendekatan  kualitatif  yang berusaha mempelajari dan mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pengendalian kebakaran hutan di wilayah Kelurahan Sungai Merdeka Kecamatan Samboja.  Pendekatan kualitatif juga digunakan untuk mendeskripsikan   partisipasi masyarakat sekitar hutan dalam pengendalian kebakaran hutan serta diiringi dengan berbagai upaya dari masyarakat untuk  terus meningkatkan  partisipasi mereka dalam  penerapan strategi pengendalian kebakaran hutan.Dalam  penelitian  ini,  subyek  dibedakan  menjadi  informan dan responden;  informan merupakan pihak yang akan memberikan keterangan tentang pihak  lain  dan  lingkungannya.  Sedangkan  responden  merupakan  pihak  yang memberi keterangan tentang diri dan kegiatan yang dilaksanakan.Kebakaran Hutan merupakan salah satu faktor penyebab kerusakan hutan yang berakibat terdegradasinya hutan di Indonesia, untuk melindungi kerusakan hutan yang disebabkan oleh kebakaran dilakukan kegiatan pengendalian kebakaran hutan meliputi: pencegahan, pemadaman, penanganan pasca kebakaran. Dari hasil wawancara diperoleh informasi bahwa faktor penyebab kasus  kebakaran hutan di wilayah Kelurahan Sungai Merdeka ialah kegiatan manusia
PENGARUH PUPUK NPK DGW COMPACTION DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH BESAR (Capsicum annuum L.) VARIETAS ARIMBI Jukran Edy, Noor Jannah, dan Helda Syahfari
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2590

Abstract

Pengaruh Pupuk NPK DGW Compaction Dan Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Merah Besar Varietas Arimbi (Capsicum annum L.) Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK DGW Compaction dan pupuk kandang sapi serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah besar varietas Arimbi.Penelitian dilaksanakan mulai bulan Agustus 2014 sampai dengan bulan Nopember 2014, di Unit Pelaksana Teknis Agrobisnis Empas, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Propinsi Kalimantan Timur.Rancangan penelitian menggunakan percobaan faktorial 4x4 dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan ulangan sebanyak 4 kali. Faktor perlakuan pertama adalah Pupuk NPK DGW Compaction (D), terdiri atas 4 taraf, yaitu : (d0) tanpa pupuk NPK DGW Compaction, (dl) dosis pupuk NPK DGW Compaction 200 kg ha-1 atau 2,00 g polibag-1, (d2) dosis pupuk NPK DGW Compaction 300 kg ha-1 atau 3,00 g polibag1 dan (d3) dosis pupuk NPK DGW Compaction 400 kg ha-1 atau 4,00 g polibag -1. Faktor perlakuan kedua adalah Pupuk Kandang Sapi (K), terdiri atas 4 taraf, yaitu : tanpa pupuk kandang sapi (k0), dosis pupuk kandang sapi 5 Mg ha-1 atau 50 g polibag-1 (k1), 10 Mg Ha-1 atau 100 g polibag-1 (k2) dan 15 Mg ha-1 atau 150 g polibag-1 (d3).Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pemberian pupuk NPK DGW Compaction (D) berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 20, 40 dan 60 hari setelah tanam, jumlah cabang pada umur 20, 40 dan 60 hari setelah tanaman, umur tanaman saat berbunga, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman.Pemberian pupuk kandang sapi (K) berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 20, 40 dan 60 hari setelah tanam, jumlah cabang pada umur 20, 40 dan 60 hari setelah tanaman, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap umur tanaman saat berbunga.Interaksi antara pupuk NPK DGW Compaction dengan pupuk kandang sapi berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 20, 40 dan 60 hari setelah tanam, jumlah cabang pada umur 20, 40 dan 60 hari setelah tanaman, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap umur tanaman saat berbunga.Pemberian kombinasi 400 kg ha-1 NPK DGW Compaction dan 15 Mg ha-1 pupuk kandang sapi (d3k3) menghasilkan berat buah per tanaman yang paling tinggi yaitu 714,50 g tanaman-1.

Page 1 of 3 | Total Record : 30